Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGOLAHAN KOPI GULA AREN (KOGULEN) SEBAGAI KOMODITAS EKONOMI DI DESA TAPAK GEDUNG KABUPATEN KEPAHIANG BENGKULU Agustinsa, Ringki; Siagian, Teddy Alfra; Solikhin, Febrian
Jurnal Abdimas Bencoolen Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdimas.v2i2.38170

Abstract

Desa Tapak Gedung, Tebat Karai, Kepahiang merupakan daerah dataran tinggi di Kabupaten Bengkulu yang kaya akan potensi sumber daya alamnya yakni kopi dan gula aren yang dijadikan komoditas utama dari perekonomian masyarakat Kabupaten Kepahiang. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Tapak Gedung yaitu rendahnya tingkat pemahaman dan pendapatan masyarakat untuk mengoptimalkan perekonomian masyarakat melalui hasil komoditi kopi dan gula aren karena masyarakat masih minim melakukan inovasi dan hanya menjual langsung hasil panen kopi dan gula aren. Disisi lain kurangnya perkembangan digitalisasi di Desa Tapak Gedung juga menjadi salah satu faktor dalam perkembangan perekonomian dimana desa tersebut masih menggunakan metode transaksi manual sehingga sulit untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan untuk bersaing secara global di era digital seperti sekarang ini. Langkah pemecahan masalah yang dilakukan adalah perlunya mengedukasi masyarakat untuk mengolah kopi dan gula aren menjadi minuman yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Kagiatan pengabdian masyarakat di desa Tapak Gedung ini adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan minuman kopi dan gula aren yang telah diuji di lab mempunyai kadar gula atau kemanisan yang rendah kalori sehingga aman untuk dikonsumsi oleh semua kalangan khususnya penderita diabetes. Selain itu masyarakat diedukasi dari awal untuk dapat memilih kopi biji merah berkualitas baik yang digunakan sebagai komoditas ekonomi yang dapat diekspor. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memaksimalkan potensi desa melalui kelompok-kelompok usaha ekonomi seperti UMKM sehingga dapat menaikkan perekonomian masyarakat Desa Tapak Gedung.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 KOTA BENGKULU Utami, Ayu Tri; Rusdi, Rusdi; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 3 No 1 (2019): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.3.1.21-30

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika peserta didik Kelas VIII.5 di SMP Negeri 3 Kota Bengkulu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas  dengan teknik pengumpulan data melalui tes hasil belajar. Subjek dalam penelitian ini adalah 36 peserta didik Kelas VIII.5 SMP Negeri 3 Kota Bengkulu tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 16 peserta didik laki-laki dan 20 peserta didik perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas pada tes akhir siklus I, II, dan III masing-masing sebesar 66,91; 73,73; dan 81,20 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I, II, dan III berturut-turut yaitu 55,56%; 72,22%; dan 83,33%. Kata kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange. AbstractThe purpose of this research is to know the improvement of students learning result at class  of VIII.5 SMP Negeri 3 Bengkulu City through implement of cooperative learning model type of Rotating Trio Exchange. The Research’s type is Classroom Action Research with technique of data collectin  is using learning result test. The subjects of this research are 36 students of VIII.5 at SMP Negeri 3 Bengkulu City in academic year 2017/2018 that are consist of 16 male students and 20 female students. The result of this research shows that application of cooperative learning model type of  Rotating Trio Exchange can improve learning result in mathematics. The improvement of learning result can be seen from average value in first cycle, second, and third cycle that are 66,91; 73,73; and 81,20 with persentage of classical completeness on first, second, and third cycle that are 55,56%; 72,22%; and 83,33% respectevely. Keywords : Learning Activity, Learning Result, Cooperative Learning Model Type of Rotating Trio Exchange
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN PEMBELAJARAN EKSPOSITORI DI SMP NEGERI 6 KOTA BENGKULU Sari, Santi Afrilia; Yensy, Nurul Astuty; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 3 No 1 (2019): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.3.1.66-77

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa antara model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbasis kontekstual lebih dari pembelajaran Ekspositori pada materi segiempat Kelas VII SMP Negeri 6 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah Quasy experiment (Eksperimen semu). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2017/2018. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh kelas VII.G sebagai kelas Eksperimen dan kelas VII.F sebagai kelas Kontrol dan kelas VII.A sebagai kelas uji coba. Pengambilan data penelitian hanya dengan menggunakan instrumen posttest (tes hasil belajar). Instrumen penelitian telah di validasi dengan uji Ahli. Instrumen posttest di uji cobakan di kelas uji coba, kemudian dilakukan analisis dengan Uji Validasi, Uji Reliabilitas, Uji Daya Beda Soal dan Uji Taraf Kesukaran untuk memilih soal yang dianggap baik untuk dijadikan soal posttest. Hasil posttest menunjukkan kelas eksperimen dengan jumlah siswa 28 orang, memperoleh rata-rata hasil belajar matematika adalah 62,61 dan varians adalah 82,618. Sedangkan kelas kontrol dengan jumlah siswa 29 orang, memperoleh rata-rata hasil belajar matematika adalah 51,79 dan varians adalah 147,804. Uji prasyarat analisis dengan menggunakan Uji-t untuk sampel independen, diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbasis kontekstual lebih dari pembelajaran Ekspositori. Kata Kunci :    Hasil belajar matematika, Model Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbasis kontekstual, Pembelajaran Ekspositori.ABSTRACTThis research is aimed to know the comparison of the students’ learning result between using cooperative learning model with Numbered Heads Together (NHT) contextual based more than Expository learning on rectangular material in class VII SMP Negeri 6 Bengkulu City. This research uses Quasy Experiment. The population of this research is all students’ in class VII SMP Negeri 6 Bengkulu City in 2017/2018 academic year. The sample of this research is taken by using purposive sampling technique so that it is gained that class VII.G as the class Experimental and Class VII.F as the Control class and Class VII.A as the trial class. The data area taken using only posttest instrument (learning result test). The instrument of the research is validated by Expert. Posttest instrument has tested in trial class, then it is done an analysis with validation test, reliability test, different question capacity test and difficulties standard test to choose the questions that are assumed better to be posttest question. The result of the post test question shows that the Experimental class with 28 students get mean of the result of learning mathematics is 62,61 and varians is about 82,618. Meanwhile, control class with 29 students get mean  of the result of learning mathematics is 51,79 and variance is about 147,804. An analysis Pra-condition test by using t-test for independent sample shows that mean of the result of students’ learning mathematics in cooperative learning model with Numbered Heads Together (NHT) contextual based more than Expository learning. Keywords:      The Result of learning mathematics, cooperative learning model with Numbered Heads Together (NHT) contextual based, Expository learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS MATEMATIKA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 KOTA BENGKULU Fadhillah, Rizki; Maulidiya, Della; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 3 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.3.2.140-150

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas peserta didik kelas VII.3 SMP Negeri 1 Kota Bengkulu dalam pembelajaran Matematika dengan menerapakan model pembelajaran Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan alur penelitian yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.3 SMP Negeri 1 Kota Bengkulu Semester Genap Tahun Ajaran 2017/2018 dengan jumlah peserta didik terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 20 peserta didik perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan Peningkatan aktivitas belajar peserta didik dapat dilihat dari skor rata-rata aktivitas peserta didik dari siklus I sampai siklus III, yaitu: 21; 28; 31. Kata Kunci: aktivitas, hasil belajar, model pembelajaran Think  Pair Share AbstractThis study aims to improve the activities of students of class VII.3 SMP Negeri 1 Kota Bengkulu in learning mathematics by applying the model of learning cooperative learning Think Pair Share type. This type of research is classroom action research (CAR) which is carried out in three cycles with the research flow that is action planning, action implementation, observation, and reflection. The subject of this research is the students of class VII.3 SMP Negeri 1 Kota Bengkulu Even Semester of the School Year 2017/2018 with the number of learners consists of 13 male students and 20 female students. Data collection is done by using observation sheet and end test cycle. The results showed that the learning activity of the students can be seen from the average score of the students' activity from cycle I to cycle III, namely: 21; 28; 31. .Keywords: activity, learning outcomes, learning model Think Pair Share
KEPRAKTISAN SOAL-SOAL HIGHER ORDER THINKING UNTUK MENGHASILKAN SOAL YANG PRAKTIS UNTUK SISWA KELAS XI MAN 1 KOTA BENGKULU Alfajri, Ahmad Rozaq; Maizora, Syafdi; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 3 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.3.2.205-217

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal Higer Order Thinking pada materi turunan fungsi untuk siswa MAN 1 Kota Bengkulu yang praktis. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan (Research and Development). Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap penelitian yaitu: tahap pendefinisian, tahap perancangan, dan tahap pengembangan yang terdiri dari validasi ahli(validasi logis), uji empiris (validitas, reabilitas,daya pembeda dan taraf kesukaran) . Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Agama dan XI Bahasa MAN 1 Kota Bengkulu tahun ajaran 2017/2018, yang berjumlah 39 orang siswa untuk uji empiris dan 37 orang siswa untuk uji produk soal. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah Lembar Kepraktisan soal siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dari masalah yang diberikan yaitu bagaimana hasil pengembangan soal-soal higer order thinking pada materi turunan fungsi untuk siswa MAN 1 Kota Bengkulu yang praktis dapat di ambil kesimpulan yaitu hasil pengembangan soal-soal higer order thinking pada materi turunan fungsi untuk siswa MAN 1 Kota Bengkulu adalah soal termasuk dalam kategori “sangat praktis” berdasarkan data kepraktisan siswa yaitu 4,68, dengan validasi semua soal berada dikatagori valid dengan reabilitas 0,70178, indek kesukaran berada di kriteria mudah dan sedang dan daya pembeda soal berada pada kriteria cukup. Pada uji produk soal menghasilkan (1) Nilai rata-rata siswa berdasarkan lembar solusi soal yaitu 82,59, (2) persentase rata-rata jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal 75 adalah 70,56%.Kata kunci: Penelitian Pengembangan ,Soal-soal Higher Order ThinkingAbstractThis research aims to produce Higher Order Thinking questions on derivative function material for students of MAN 1 Kota Bengkulu that is valid and practical. The type of this research is Development Research (Research and Development). This research was conducted in three research stages: defining stage, designing stage, and developmenting stage which consist of expert validation (logical validation), empirical test (validity, reliability, discrimination power and level of difficulty). The subjects of this research were students of grade XI on both Islamic Study and Language major in MAN 1 Kota Bengkulu academic year 2017/2018, which amounts to 39 students for empirical test and 37 students for questions product test. The instrument used in this study is higher order thinking students questions practicality sheets, student answer sheet. Based on the research conducted, in relation to the problem statement given on how the results of higher order thinking questions development on derivative function materials for students of MAN 1 Kota Bengkulu that is valid and practical can be concluded that the result of higher order thinking questions development on the derivative function material for the students of MAN 1 Kota Bengkulu are as follows the questions which include a "very practical" category based on the data of students practicality is 4.68, which all questions validation are in a valid category with reliability of 0.70178, difficulty index is in the criteria  of easy and medium, while discrimination power is in the criteria of fair. Beside, the questions product test produces: (1) The average of students achievement based on the student answer sheet is 82.59, (2) the average percentage of student who gain the minimum score of 75 is 70.56%Keywords: Research and Development, Higher Order Thinking Problems
VALIDITAS LKPD BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK MATERI KPK DAN FPB PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 99 KOTA BENGKULU Fitriani, Tamara; Rusdi, Rusdi; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 3 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.3.2.258-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Peserta Didik Berbasis Permainan Tradisional Congklak Materi KPK dan FPB Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 99 Kota Bengkulu yang memenuhi kategori valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan modifikasi model 4D Thiagarajan menjadi 3 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) yang terdiri dari validitas, kepraktisan, dan efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Permainan Tradisional Congklak Materi KPK dan FPB Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 99 Kota Bengkulu termasuk dalam kategori: (a) valid dari aspek materi, kontruksi, dan bahasa dengan skor rata-rata  4,69; (b) sangat praktis dengan skor rata-rata 4,48; dan (c) efektifitas berdasarkan: 1) aktivitas peserta didik dengan skor rata-rata 4,41 dalam kategori sangat baik; 2) aktivitas pendidik dengan skor rata-rata 4,55 dalam kategori sangat baik; 3) respon peserta didik dengan skor rata-rata 4,49 dalam kategori sangat baik; 5) hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan klasikal. Kata Kunci : Validitas, Kata Kunci : Lembar Kerja Peserta Didik, Permainan Tradisional Congklak. AbstractThis Research was to Produce the Students’ Worksheet based on Congklak Traditional Game with Materials Lowest Common Multiple and Highest Common Factor at Fourth Grade Students SD Negeri 99 Bengkulu City that filled categorries valid, practical, an effective. The research was research and development with modification 4D Thiagarajan became three stages were defining stage, desiging stage, and developing stage that consited of validity, practicality, and effectiveness. and effectiveness test. The result of research showed that students’ worksheet based on traditional game congklak with material KPK and FPB at fourth grade students SD Negeri 99 Bengkulu City included incategories: a) valid from aspects of material, construction, and language with average score 4,69. b) very practical with average score 4,48. c) the effectiveness based on: 1) the students’ activities are with avarage score 4,41 in very good category 2) the teachers’ activities are with avarage score 4,55 in very good category 3) the students’responses are with avaragescore 4,49 in very good category 5) the sudy result of students reached classical thoroughness.Keywords : Validity, The Student’s Worksheets, Congklak Traditional Game 
PERBEDAAN PROSES BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PEMBELAJARAN EKSPOSITORI Purwantika, Fitri; Yensy, Nurul Astuty; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 4 No 1 (2020): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.4.1.1-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pebedaan proses belajar siswa antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih dari pembelajaran Ekspositori pada materi segiempat Kelas VII SMP Negeri 17 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah Quasy experiment (Eksperimen semu). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2017/2018. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh kelas VII.F sebagai kelas Eksperimen dan kelas VII.G sebagai kelas Kontrol. Proses pembelajaran menunjukkan kelas eksperimen dengan jumlah siswa 31 orang, memperoleh rata-rata proses pembelajaran selama enam pertemuan adalah 51,42. Sedangkan kelas kontrol dengan jumlah siswa 29 orang, memperoleh rata-rata proses pembelajaran selama enam pertemuan adalah 42,16. Diperoleh bahwa proses belajar matematika siswa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih dari pembelajaran Ekspositori. Kata Kunci : Proses belajar Matematika, Model Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), Pembelajaran Ekspositori.
PENGEMBANGAN LKS DENGAN PENALARAN INDUKTIF PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DITINJAU DARI KEPRAKRTISAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 16 KOTA BENGKULU Afifah, Ririn; Susanta, Agus; Rusdi, Rusdi; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 5 No 3 (2021): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.5.3.330-336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang memenuhi kategori minimal praktis untuk pembelajaran LKS dengan penalaran induktif pada materi kubus dan balok. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D menurut Thiagarajan, tetapi hanya menggunakan tiga tahapan yaitu pendefinisian, perancangan, dan pengembangan, dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar kepraktisan. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah 10 orang siswa kelas VIII E pada uji kepraktisan. Hasil uji kepraktisan dengan skor rata-rata 4,7 memenuhi kategori sangat praktis atau minimal memenuhi kategori praktis, hal ini berarti LKS dapat membantu siswa dalam pembelajaran dengan penalaran induktif pada materi kubus dan balok di kelas VIII
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write pada Peserta Didik Kelas VIII 2 SMP Negeri 8 Kota Bengkulu Handholiza, Hudzaifa Fitri; Maizora, Syafdi; Agustinsa, Ringki; Susanto, Edi
JP2MS Vol 5 No 3 (2021): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.5.3.337-346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas dan tes hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas belajar peserta didik ditingkatkan dengan cara menunjuk secara acak peserta didik yang tidak membaca untuk membacakan masalah di kelas, membimbing dan melibatkan peserta didik secara aktif saat kegiatan mengamati, membuat pertanyaan, dan mengumpulkan data, Peserta didik diatur dalam kelompok belajar yang heterogen berdasarkan nilai tes, keaktifan dan kedekatan peserta didik, menghampiri dan membimbing peserta didik yang mengalami kesulitan saat menuliskan kesimpulan, memberikan nilai tambah bagi peserta didik yang aktif. Peningkatan aktivitas belajar dapat dilihat dari rata-rata skor pada lembar observasi aktivitas belajar peserta didik siklus I sampai siklus III secara berturut-turut: 20,25 (kriteria cukup aktif); 27,625 (kriteria cukup aktif); 33,5 (kriteria aktif). Hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan dengan cara memberikan suatu permasalahan yang akan memancing pengetahuan awal peserta didik. Peserta didik dibimbing untuk menemukan konsep dan penyelesaian soal. Peserta didik menuliskan kesimpulan dengan bahasanya sendiri. Memberikan latihan soal kepada peserta didik dan memberikan motivasi serta bimbingan lebih kepada peserta didik yang belum tuntas pada tiap siklus. Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari nilai rata-rata Tes Hasil Belajar peserta didik siklus I sampai siklus III yaitu 63,74; 74,78; dan 81,33 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal dari siklus I sampai siklus III yaitu 40,74 %, 59,26 %, dan 77,78%.Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Think Talk Write, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik dengan Menerapkan Model Pembelajaran Cycle Learning 5E Kelas VIII Di SMP Negeri 02 Kota Bengkulu Putri, Geza Dwi; Muchlis, Effie Efrida; Yensy, Nurul Astuty; Agustinsa, Ringki
JP2MS Vol 5 No 3 (2021): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.5.3.437-444

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menerapkan model pembelajaran cycle learning 5E dalam meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar matematika serta mengukur respons peserta didik kelas VIII SMP Negeri 02 Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan 3 siklus dengan alur perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik Kelas VIII C SMP Negeri 02 Kota Bengkulu tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 34 orang. Pengumpulan data diambil berdasarkan lembar observasi aktivitas, lembar tes hasil belajar, lembar respons peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan aktivitas belajar, hasil belajar, dan respons peserta didik meningkat. Aktivitas peserta didik meningkatkan siklus I sampai siklus III dengan skor: 23,12; 28,37; 36,62.  Hasil belajar peserta didik ditingkatkan dengan cara: (1) tahap engagement, mengingat materi yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari; (2) tahap exploration,  mengonstruksikan konsep; (3) tahap explanation, aktif dalam menyampaikan pendapat dan bertanya pada sesi diskusi; (4) tahap elaboration menerapkan konsep bersama kelompok; (5) tahap evaluation mengerjakan soal secara individu. Ini terlihat dari hasil belajar peserta didik dari siklus I sampai siklus III meningkat dengan skor: 60,69; 73,49; 82,07 dengan ketuntasan klasikal: 29,9; 30,29; 30,50. Respons peserta didik dari siklus I sampai siklus III meningkat dengan skor:  29,9; 30,29; 30,5.Kata kunci : Cycle Learning 5E, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Respons Peserta Didik