Claim Missing Document
Check
Articles

Covid-19 Handling Policy in Cibalongsari Village, Klari District, Karawang Regency Eva Apriliani Rukmana; Rachmat Ramdani; Lukmanul Hakim; Evi Priyanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.467 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6358021

Abstract

To achieve the success and sustainability of development programs, community participation is an important aspect. Because participation is the participation of a person or group of people in an activity that is carried out consciously. The sustainability of the results of development and development itself will not succeed if it is not supported by the participation of the community. In an empowerment program, community participation must cover the entire process from the initial stage to the final stage. Slamet (2003:8) states that Valderama's participation in Arsito notes that there are three traditions of the concept of participation, especially when it is associated with the development of a democratic society, namely 1). Political participation 2). Social participation (social participation) 3). Citizen participation (citizen participation/citizenship). This concept has the meaning under the community and also the government or any party can be involved in the implementation of policies so that it can be easier to achieve the desired goals, especially in this concept the power and influence of the community has a big role in the success of a policy. The attitude of the community is very important in providing participation in development programs, although there are several possible responses in the field. In principle, every empowerment carried out by the community must always be improved in quality according to the wishes of the client (community) under it, but in reality this is not the case. One way to improve the quality of empowerment is to fulfill public complaints.
Efektivitas Kinerja Aparatur Desa dalam Pelayanan Publik Kepada Masyarakat di Desa Balongsari Diana Noviyanti; Haura Atthahara; Sopyan Resmana Adiarsa; Evi Priyanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 5 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.596 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6470284

Abstract

Employee performance is the ability of employees when carrying out their functions and duties, this performance is a measure of the success of employees in providing services to the community. The village office is an agency which in its implementation is close or in direct contact with the needs and interests of the community. Balongsari Village is one of the 13 villages in the District of Rawamerta, Karawang Regency. The purpose of this study is that researchers want to find out how the effectiveness of the performance of the Balongsari Village apparatus in public services in terms of five aspect indicators. The research method used in this study is a qualitative method. The results of this study indicate that the performance of the Balongsari Village apparatus has been effective when viewed from the theory according to Mitchel in (Sedarmayanti 2009:51), namely the quality of work, accuracy in completing work, initiative in completing work, ability to complete work, and ability to foster cooperation with other party. The Balongsari Village Office is no different from other village offices in the context of carrying out its duties and functions. However, different things can be seen from the skills and work abilities possessed by each Balongsari Village apparatus. The services at the Balongsari Village Office are still not good, this situation is described by the work pattern shown by the existing employees or apparatus. So that people feel that the services in Balongsari Village require a long process, this is felt by the community when they want to get services regarding the making of letters and also Family Cards. However, Balongsari Village itself is a village that is included in the Advanced Village category and holds a clean village and the best administration.
EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI DIFABEL DAKSA DI DINAS SOSIAL KABUPATEN KARAWANG Urvi Nurjanah; Dadan Kurniansyah; Evi Priyanti
REFORMASI Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v11i1.2020

Abstract

Abstrak Latar belakang masalah yaitu Kurang efektifnya pelatihan yang diberikan bagi para Difabel Daksa, Kurangnya lapangan pekerjaan untuk para Difabel Daksasetelah mengikuti pelatihan keterampilan di dinas sosial Kabupaten Karawang, Kurangnya kesejahteraan bagi para Difabel Daksa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konsep produksi, efisiensi, kepuasan masyarakat, adaptasi, dan perkembangan. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui prosedur observasi dengan cara turun langsung ke lapangan, wawancara dengan cara wawancara berhadap-hadapan dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dan kaum  tunadaksa yang mengikuti pelatihan di Dinas Sosial Kabupaten Karawang, studi dokumen dan visual dengan cara mengumpulkan dokumen kantor serta melakukan foto bersama aparatur dinas dan masyarakat. Hasil dari penelitian ini yaitu : Untuk konsep hasil disini masyarakat banyak mengharapkan mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak setelah mengikuti pelatihan yang diberikan oleh dinas sosial, Untuk konsep efesiensi terbilang kurang efisien karena hanya diberikan waktu 4 hari pelatihan keterampilan dari kurun waktu yang telah ditentukan yaitu 3 bulan. Sehingga masih banyak masyarakat yang belum menguasai bidang pelatihan yang diberikan, Untuk konsep kepuasan masyarakat terbilang tidak memuaskan karena masih terdapat keluhan diantaranya tidak adanya lapangan pekerjaan dan tidak diberikan modal untuk usaha sehingga menghambat potensi diri kaum difabel yang mengikuti pelatihan, Untuk konsep adaptasi dalam program pelatihan keterampilan kaum difabel daksa berjalan dengan baik dan tidak adanya rasa canggung antara satu sama lain sehingga membuat mereka bisa berbaur dengan semua orang yang mengikuti pelatihan, Untuk konsep perkembangan pelatihan terbilang berjalan lancar saja tidak ada kendala apapun, yang dimana peserta pelatihan mengikuti instruksi dan arahan yang diberikan oleh aparat dinas. Oleh karena itu aparatur dinas sosial sangat memiliki peran penting dalam memberikan pelatihan keterampilan untuk memajukan hak-hak hidup kaum Difabel Daksa. Background of the problem is less effective training given to the disabled Daksa, lack of employment for the disabled Daksa after attending skills training in the social service of the district of Karawang, lack of welfare for the disabled Daksa. This research aims to know and analyze carrying the production, efficiency, satisfaction of the community, its sole, and development. Method e qualitative descriptive research with data collection techniques through observation procedures by going down directly to the field, interview by way of interview face face with the head of technical implementation Unit Dinas (UPTD) and the people who participated in training in the social service of the District of Karawang, study documents and visuals by collecting Office documents and taking photographs with service apparatur and community. The results of this research are:For the concept of results here many people expect to get a decent job after following the training provided by the social service, for the concept of efficiency is considered less efficient because it only given 4 days skills training from the period that has been determined by 3 months. So there are still many people who have not mastered the training field given, for the concept of public satisfaction is not satisfactory because there are still complaints among the absence of jobs and not given the capital for efforts to impede the potential of the disabled people who participated in the training, for the concept of adaptation in the Skills training program disable Daksa, and the absence of awkward taste between each other so , For the concept of development of training is quite smooth, no constraints whatsoever, in which the trainees follow the instruction and instructions given by the official. Therefore, social service apparatus has an important role in providing skills training to advance the living rights of Daksa disabilities.
Collaborative governance dalam penanganan stunting Ipan Ipan; Hanny Purnamasari; Evi Priyanti
KINERJA Vol 18, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jkin.v18i3.9665

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan proses kolaborasi dalam penanganan stunting di UPTD Puskesmas Ciampel. Proses kolaborasi dengan melibatkan sektor swasta dan masyarakat diharapkan dapat menangani atau mengatasi permasalahan stunting yang kompleks. Mengingat permasalahan stunting tidak hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah saja terlebih oleh bidang kesehatan saja, namun untuk penanganan stunting perlu keterlibatan stakeholders di luar pemerintahan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan penelusuran secara langsung di lapangan agar memperoleh data yang sesuai. Peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan teori collaborative governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2007) yang berfokus pada proses kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi dalam penanganan stunting berjalan dengan cukup baik. Hal itu ditandai dengan adanya penurunan jumlah stunting di wilayah UPTD Puskesmas Ciampel.
Analisis pelayanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Irza Fari Syahdilla Nasution; Dadan Kurniansyah; Evi Priyanti
KINERJA Vol 18, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jkin.v18i4.9871

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan salah satu ukuran untuk menilai pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanah UUD 1945. Puskesmas Desa Pinayungan merupakan unit pelaksana tingkat pertama dalam memberikan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya yakni tingkat kecamatan dan kelurahan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat sejauh mana kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Desa Pinayungan dengan melihat dari 4 (empat) fungsi manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controling). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Desa Pinayungan sudah cukup baik. Hal ini didukung oleh sarana dan prasarana yang tersedia di Puskesmas Desa Pinayungan, sehingga dapat meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan yang diberikan.  
MANAJEMEN PEMERINTAHAN DALAM MENGATASI KESEMRAWUTAN LALU LINTAS DI PASAR BERAS JOHAR KARAWANG Siti Khotimah; Rachmat Ramdani; Evi Priyanti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i6.2022.2079-2084

Abstract

Kesemrawutan lalu lintas di Karawang adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan dan pengaturan yang kurang baik sehingga menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas. Kemacetan banyak terjadi di daerah daerah strategis di Karawang, yang dalam kesempatan ini akan kami bahas yaitu daerah Jalan Wirasaba yang mana terdapat Pasar Induk Beras Johar disana. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara dan Dokumentasi yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pemerintahan kabupaten karawang dalam menanggulangi kesemrawutan lalu lintas di pasar beras johar. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa Penyebab kesemrawutan lalu lintas di Pasar Beras Johar adalah tingginya volume truk beras yang melaksanakan bongkar muat di badan Jalan Wirasaba, dan banyaknya toko beras pribadi di sepanjang Jalan Wirasaba. Area ini menjadi magnet truk beras untuk transit dan bertransaksi, sehingga Pasar Beras Johar ini sudah tidak lagi memadai dan upaya pemerintahan daerah dengan memaksimalkan manageman pemerintahan baik dalam upaya planning, organizing, atuating dan controlling agak dapat berjalan dengan baik.
Peran Kepala Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang Reni Apriyani; Lukmanul Hakim; Evi Priyanti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i6.2022.2003-2008

Abstract

Penggerak desa yang paling utama adalah kepala desa. Kepala desa dituntut untuk lebih optimal dalam melaksanakan perannya guna mencapai kondisi masyarakat dan desa yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi peran kepala desa sebagai motivator, fasilitator, dan mobilisator dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa di desa Tegalsawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi peran kepala desa sebagai motivator, fasilitator, dan mobilisator dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa di desa Tegalsawah. Metode yang digunakan adalah kualitatif yakni dengan wawancara dan observasi yang memberikan gambaran tentang bagaimana kinerja peran kepala desa dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa di Desa Tegalsawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kepala Desa Tegalsawah sebagai motivator yaitu mampu mendapatkan respon positif dari masyarakat. Peran Kepala Desa Tegalsawah sebagai fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat mampu memberikan fasilitas yang menunjang, namun dalam pembangunan desa belum optimal dikarenakan fasilitas yang diberikan terbatas. Peran Kepala Desa Tegalsawah sebagai mobilisator yaitu mampu menggerakkan masyarakat untuk melakukan perubahan terhadap desa secara gotong-royong.
Implementasi Sistem Keuangan Desa Dalam Transparansi Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Desa Bulak Kabupaten Indramayu: Implementation of the Village Financial System (SISKEUDES) seen from the Dimensions of the Implementation Environment and Policy Content Amelia Ningsih; Siti Nurhaliza; Evi Priyanti
JOURNAL OF GOVERNMENT SCIENCE Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.113 KB) | DOI: 10.54144/govsci.v3i1.14

Abstract

The current government prioritizes village development because of the village law that places villages at the forefront of development. Villages are given sources of funds and the authority to manage them themselves in order to improve community welfare. In managing village fund sources, the Government provides a policy for implementing the Village Financial System Application (SISKEUDES). The Village Financial System Application (SISKEUDES) is an application developed by the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP) in order to improve the quality of village financial governance. The basis for the government to make a village fund application is Law Number 6 of 2014 concerning Villages. Villages are given the opportunity to pay for their own government administration, expenditures and carry out development to improve the welfare and quality of life of the village community. Management of Village Fund Allocation is very prone to manipulation so that SISKEUDES is considered capable of having a positive impact in terms of village financial management and village funds, besides that, SISKEUDES is also considered to have an impact in terms of time and cost, so as to create a village fund management system. which is transparency and accountability.
Perempuan Kepala Daerah: Analisis Kinerja Bupati Cellica Nurrachadiana dalam Program Kepentingan Praktis Gender di Kabupaten Karawang Haura Atthahara; Evi Priyanti
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3234

Abstract

Cellica Nurrachadiana adalah Bupati perempuan pertama di Karawang yang terpilih untuk periode 2016-2020. Kepentingan-kepentingan strategis gender (perempuan) muncul dan berkembang karena relasi perempuan dan laki-laki yang timpang, dimana perempuan berada pada posisi tersubordinasi. Memenuhi kepentingan-kepentingan strategis (perempuan) adalah upaya jangka panjang dan berkaitan dengan upaya memperbaiki posisi sosial perempuan. Fokus dalam tulisan ini adalah bagaimana program Bupati Karawang dalam memenuhi kebutuhan dan mengoptimalkan peran perempuan dalam konteks dan tujuan tertentu serta kebijakan strategis apa yang dibuat oleh pemerintah dalam mengatasi dan menciptakan tatanan dan struktur yang lebih berkeadilan gender antara laki-laki dan perempuan. Dalam  penelitian  ini,  penulis  menggunakan  metode  deskriptif dengan  pendekatan  penelitian  Kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana Kinerja Bupati Cellica Nurrachadiana Dalam Program Kepentingan Praktis Gender di Kabupaten Karawang. Penulis menggunakan konsep Maxine Molyneux (Dewi,2017) tentang kepentingan praktis gender (practical gender interest) dan kepentingan strategis gender (strategical gender interest) dalam menganalisis kinerja Bupati Karawang dalam program kepentingan berbasis gender di Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukan terdapat beberapa program pemberdayaan perempuan diantaranya P2WKSS, PRIMA, PEKKA, MOTEKAR,”Sekoper Cinta” dan bebrapa kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Cellica dalam mengoptimalkan peran perempuan khususnya sebagai ibu rumah tangga.Kata Kunci: Cellica Nurrachadiana, Kepentingan Praktis Gender, dan Kepentingan Strategis Gender
Strategi Pemerintah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karawang dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa Evi Priyanti; Haura Athahara
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3732

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Strategi Pemerintah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan pengelolaaan alokasi dana desa. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pemerintah dalam menyelesaikan factor penghambat dalam alokasi dana desa di Kabupaten Karawang yakni dari sebanyak 297 Desa yang ada di Kabupaten Karawang, tercatat hanya 65 desa yang bisa menyerap Alokasi Dana Desa (ADD), maupun bantuan dari Gubernur. Selain itu juga berdasarkan pernyataan dari Wakil Bupati Karawang ada tiga masalah dasar yang menyebabkan penyerapan anggaran kurang maksimal yakni sumber daya manusia, factor teknis semisal salahnya pembuatan Surat pertanggungjawaban dan yang terakhir adalah karena Kades-Kades yang nakal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Wawancara dilakukan terhadap informan yang di tentukan secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Strategi pemerintah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam pengelolan alokasi dana desa berdasarkan proses manajemen strategis dapat dilihat dari dimensi analisis lingkungan bahwa kondisi sumber daya manusia masih adanya kekurangan dari perangkat desa dalam memahami regulasi yang berkaitan dengan keuangan desa sehingga diperlukannya bimbingan teknis bagi aparatur desa desa di Kabupaten Karawang sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Kata Kunci: Strategi Pemerintah, Alokasi Dana Desa
Co-Authors Adib Fadhilah Naufal Adinda Dwi Sapitri Ahmad Najib Akmal Aldi Muhamad Rizki Algie Rahmawan Hidayat Amelia Ningsih Anastasia Silalahi Anggi Nur Andini Anjar Nur Syahri Annisa Maudy Tri Anjani Arif Baidillah Aryani, Lina Bagus Setiawan Bayu Hendarmoko Bernika Bahrum Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Denisse Andrea Juliana Dewi Noor Azijah Dewi Noor Azizah Diana Noviyanti Dimas Rangga Agustin Dipha Rizka Humaira Elinda Suci Damayanti Endah Pratiwi Khusnul Qotimah Eva Agus Triana Eva Apriliani Rukmana Febriantin, S.IP., M.IPol., Kariena Ferry Tri Handono Gauri Tifani Azzahrah Gerfi Farhandhika Giantino Fachry Gili Argenti Gina Raihan S Gun Gun Gumilar GunGun Gumila Hanny Purnamasari Harino Widyanto Hasfirullah Syaban Bashar Hasfirulloh Syaban Bashar Haura Atthahara Indra Aditya Indri Rismawati Ipan Ipan Irza Fari Syahdilla Nasution Kristina Ismail Lathifa Nurul Fadilah Lukmanul Hakim Hakim Made Panji Teguh Santoso Mael Difrando Simanjuntak Marvin Angelo Gracino Maulana Habil Hasyim Maulana Rifai Mohamad Bintang Ramadhan Mohammad Hafizh Waliyyudin Mufar Ramdani Muhammad Indra Yanuar Muhammad Syahru Ramadhan Nabila Hidayah Nabila Salsabila Nandira Maharani Neni Suwarni Noviarama Dwi Prayusi Novidayanti Sri Rahayu Nurul Aeni Qonita Widyaning Ratni Rachmat Ramdhani Raden Nur Indri Handayawati Mauludi Ranggadipa Putra Mustopa Reni Apriyani Rio Nardianto Rizka Nurfadilah Rizki Hidayatulloh Rudyk Nababan Salsabila Ramadanti Shela Sagita Siti Khotimah Siti Nurhaliza Siti Sarah Mauludya Mulyana Sopyan Resmana Sopyan Resmana Adiarsa Sugiarti, Cucu Urvi Nurjanah Widya Indah Pradani Yeyet Solihat Yulyana, Eka Yuvita Nira Metasari