Articles
Manajeman Pemerintahan Desa Dalam Meningkatkan Produktivitas Bumdes (Studi Di Desa Purwasari Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang)
Harino Widyanto;
Evi Priyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13224
Dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, desa merupakan agen pemerintah terdepan yang dapat menjangkau kelompok sasaran riil yang hendak disejahterakan, yaitu dengan membentuk suatu badan usaha yaitu Badan Usaha Milik Desa yang sesuai dengan permendagri nomor 39 tahun 2010 tentang badan usaha milik desa, yang menyebutkan bahwa Badan usaha milik desa ini usaha desa yang dibentuk atau didirikan oleh pemerintah desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Pembentukan badan usaha milik desa ini juga berdasarkan pada Permendagri nomor 39 tahun 2010 pada bab II tentang pembentukan badan usaha milik desa. Pembentukan ini berasal dari pemerintah kabupaten/kota dengan menetapkan peraturan daerah tentang pedoman tata cara pembentukan dan pengelolaan BUMDes. Selanjutnya, pemerintah desa membentuk BUMDes dengan peraturan desa yang berpedoman pada peraturan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui manajemen pemerintah desa dalam meningkatkan produktivitas desa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait masalah yang di teliti
MANAJEMEN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA CIBADAK KECAMATAN RAWAMERTA KABUPATEN KARAWANG
Aldi Muhamad Rizki;
Evi Priyanti;
Gun Gun Gumilar;
Kariena Febriantin
JURNAL DIMENSI Vol 12, No 1 (2023): JURNAL DIMENSI (MARET 2023)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Manajemen merupakan aspek yang sangat berpengaruh dalam Pemerintah untuk menerapkan suatu program atau kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisa lebih spesifik perihal manajemen yang dilakukan Pemerintah Desa Cibadak dalam mengurus BUMDes di Desa Cibadak Kabupaten Karawang. Penulis menggunakan metode kualitatif dan mengacu pada model teori Henry Fayol terkait manajemen yang baik. Model teori Henry Fayol terkait manajemen yang baik mencakup empat indikator yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Hasil Penelitian penulis di Desa Cibadak yaitu pada perencanaannya, Pemerintah Desa belum dapat melakukan perencanaan BUMDes dengan baik, terbukti tidak sedikit BUMDes yang terhenti. Lalu, pada aspek Pengorganisasian Pada Desa Cibadak, Pemerintah Desa dalam pengorganisasian terkait pengelolaan BUMDes sangat buruk, tidak adanya kemajuan yang baik dalam BUMDes yang aktif atau jalan ditempat. Kemudian pada pelaksanaan, Pemerintah Desa Cibadak belum melaksanakan pengelolaan BUMDes yang baik dan terbilang kurang konsisten. Terakhir pengawasannya, Pengawasan, Pemerintah di Desa yang dilakukan masih sangat minim yang menyebabkan proses berjalannya BUMDes belum menghasilkan keuntungan yang cukup bagi Desa. Â
Manajemen Pemerintahan Desa Sukaluyu Dalam Produktivitas Bumdes Jaya Perkasa
Nandira Maharani;
Evi Priyanti
Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2023): SOCIAL DEVELOPMENT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jisp.v4i1.13136
Village Owned Enterprises (BUMDes) are financial institutions developed by the government as a means of improving community welfare through the Community Empowerment and Village Development Agency. Based on the village's special potential, the village government and the community decided to build BUMDes. BUMDes must encourage community involvement in developing and prospering their village. For the village government, BUMDes can be a place to build and utilize the resources and potential of the village. The purpose of this study was to find out how far the management of village government has increased the productivity of BUMDes in Sukaluyu Village in planning, organizing, implementing and supervising. This research adopts the Qualitative Method. To observe and analyze village government management phenomena, qualitative methods are considered more relevant. The results of this study indicate that the management function can indeed be one of the benchmarks for an institution to be said to be productive or not, how BUMDes carry out their duties and functions from planning to oversight. It is hoped that it can run and improve the wheels of the village and community economy.Keywords: Mangement, Village Government, Village-Owned Enterprises.
Peran Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Pembangunan di Desa Ciangsana Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor
Salsabila Ramadanti;
Evi Priyanti
Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2023): SOCIAL DEVELOPMENT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jisp.v4i1.13314
The village head's leadership in the community cannot be separated from the success of village development, this is also the responsibility of the local government, namely the task of development. The success of village development depends on the support of the entire community, and is greatly influenced by the role of the parties who are coordinators of development implementation. In order to use their role effectively and really contribute to the development process in this situation, governments must be able to form several governmental units. This study aims to determine the role of village heads in infrastructure development in Ciangsana Village, Gunung Putri District, Bogor Regency. This research methodology is descriptive qualitative. The findings of the idea study support that village leaders are essential for community development. Other responsibilities of village heads include inspiring, facilitating, and generating new ideas for local development initiatives. Evidently, village heads actively participate in building village infrastructure for the benefit of their environment.Keywords: The Role of the Village Head, Development, Community Participation
PELATIHAN MANAJERIAL PENGELOLAAN BUMDES SE-KECAMATAN JATISARI KABUPATEN KARAWANG
Evi Priyanti;
Kariena Febriantin;
Rachmat Ramdhani;
Neni Suwarni;
Nabila Salsabila;
Arif Baidillah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i3.1049-1052
Badan Usaha Milik Desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 1 ayat (6), Badan Usaha Milik Desa atau yang disingkat BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masarakat desa. Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Karawang sejalan dengan Peraturan Bupati Karawang Nomor 51 Tahun 2015 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang mempunyai Badan Usaha Milik Desa sejumlah 14 BUMDes dimana dari jumlah tersebut terdapat 5 BUMDes yang tidak aktif. Dari 14 BUMDes di Kecamatan Jatisari terdapat 1 BUMDes yakni BUMDes Sejahtera di Desa Kalijati yang menjadi juara BUMDes dengan pengelolaan terbaik se-Kabupaten Karawang. Tujuan pengabdian masyarakat diharapkan dapat membangun keaktifan Badan Usaha Milik Desa dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di wilayah Kecamatan Jatisari. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dilaksanakannya pelatihan manajerial pengelolaan BUMDes Se-Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang.
Peran Kepala Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus di Desa Sukaluyu Kecamatan Telukjambe Timur)
Indri Rismawati;
Evi Priyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i2.808
Pemberdayaan masyarakat desa adalah salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan desa. Dalam membangun masyarakat desa terutama dalam bidang sosial ekonomi masyarakat dibutuhkan seorang pemimpin, dalam hal ini adalah Kepala Desa yang diharapkan berfungsi sebagai sumber inovasi, pembina dan sebagai komunikator untuk menyampaikan ide atau gagasan-gagasan kepada masyarakat desa, dalam rangka meningkatkan inisiatif dan kreatifitas masyarakat dalam mengolah, memelihara, dan memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitarnya untuk mencapi taraf hidup yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Kepala Desa Sukaluyu dalam mengembangkan potensi masyarakat desa melalui pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, digunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, obsevasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran Kepala Desa Sukaluyu dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari beberapa program pemberdayaan yang ada di desa yaitu seperti pelatihan kerja dan pemberdayaan UMKM sejauh ini sudah berjalan dengan baik, meskipun untuk saat ini anggaran yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan pemberdayaan dialihkan untuk keperluan atau kepentingan Covid-19 dan keterbatasan peralatan pendukung dalam pelaksanaan pelatihan–pelatihan yang diselenggarakan di Desa sehingga program pemberdayaan di Desa Sukaluyu belum maksimal. Peranan kepala desa dalam hal meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dapat terlaksana, hal ini di buktikan dengan diberinya kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi melalui pemberian masukan dan saran oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat pun ketika ada pelatihan/peningkatan kapasitas/galeri UMKM sangat antusias dan begitupun dengan UMKM juga responnya positif.
STRATEGI LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TELUKJAMBE KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG
Gauri Tifani Azzahrah;
Evi Priyanti;
Kariena Febriantin;
Dadan Kurniansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15424
Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Telukjambe. Berdasarkan observasi, diketahui bahwa terdapat hambatan-hambatan yang menjadikan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat tidak berjalan dengan lancar. Salah satu permasalahannya yaitu LPM belum dapat mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya manusia yang tersedia, padahal sumber daya manusia merupakan hal yang terpenting dalam keberhasilan dari pemberdayaan masyarakat. Strategi adalah suatu upaya yang harus dilaksanakan oleh LPM untuk mewujudkan tujuan dari pemberdayaan masyarakat yaitu menjadikan masyarakat maju dan berkembang dalam menggunakan potensi yang dimiliki. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apa saja hambatan-hambatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang? (2) Bagaimana strategi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang? (3) Bagaimana pengaruh strategi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) terhadap masyarakat di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan ditentukan secara purposive sampling berjumlah 7 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis sebelum di lapangan, dan analisis selama dan setelah di lapangan. Berdasarkan penelitian, dapat diperoleh hasil penelitian bahwa Hambatan-hambatan LPM dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat dipengaruhi oleh anggaran, fasilitas sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan kerja sama pihak swasta. Upaya yang menjadi dasar strategi LPM dalam pemberdayaan masyarakat yaitu; 1) Menciptakan suasana atau iklim yang menjadikan potensi masyarakat berkembang (enabling), 2) Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering), 3) Memberdayakan dan melindungi masyarakat (protecting). Pengaruh strategi LPM terhadap masyarakat yaitu menjadikan masyarakat mandiri dalam mengelola hasil dari pemberdayaan masyarakat.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA CIKALONG KECAMATAN CILAMAYA WETAN KABUPATEN KARAWANG
Adinda Dwi Sapitri;
Evi Priyanti;
Dadan Kurniansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15602
Peran serta terhadap keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa tentu sangat diperlukan, hal ini dapat dijadikan sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Bukan sebaliknya,antara pemerintah dan masyarakat saling mempertahankan egonya. Pemerintah merasa mampu membangun wilayahnya tanpa melibatkan masyarakat sementara masyarakat membiarkan tidak mau ambil pusing tentang urusan-urusan pemerintahan. Oleh karean itu,peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang sejauhmana partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa khususnya diDesa Cikalong. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka untuk mengetahui Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa. Adapun teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keberhasilan pembangunan berlangsung didesa ditentukan oleh partisipasi masyarakat juga nilai-nilai tradisional yang mendasari keterlibatan masyarakat sebagai potensi yang dapat digerakan dalam pembangunan melalui strategi manajemen yang sesuai. Karena dari penduduk yang berkualitas dapat memungkinkan untuk bisa mengolah,mengelola potensi sumber daya alam dengan baik, tepat, efesien dan maksimal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hasil penelitian dilapangan diketahui bahwa partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi pembangunan Desa Cikalong Kecamatan Cilamaya Wetan dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat merasa puas.
PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KECAMATAN KUTAWALUYA KABUPATEN KARAWANG MELALUI KONSEP COLLABORATIVE GOVERNANCE
Mohammad Hafizh Waliyyudin;
Evi Priyanti;
Dewi Noor Azijah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1737-1743
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kemiskinan di suatu daerah. Dampak kemiskinan tidak hanya berkutat pada sektor kesehatan atau menyerang pada keburukan individu manusia melainkan juga kelompok sosial yang cakupannya besar dan luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yang penulis gunakan dalam penelitian ini mempunyai alasan bahwa permasalahan yang diteliti oleh penulis sangat kompleks. Ketidaksesuaian antara das sollen (potensi alam dan industri yang melimpah) dengan das sein (kemiskinan ekstrim) yang terjadi di Kabupaten Karawang, menjadikan pemerintah untuk mampu melahirkan solusi yang inovatif guna menanggulangi permasalahan kemiskinan ekstrim yang menyebar di beberapa desa di Kabupaten Karawang. Penelitian ini didasari oleh skema Collaborative Governace dalam penanggulangan ekstrim kemiskinan di Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang.
Pasrtisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Telaga Murni Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi
Mael Difrando Simanjuntak;
Evi Priyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2902
Suatu bentuk kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, pelibatan dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa sangat dibutuhkan. Bukan sebaliknya, antara masyarakat dan pemerintah untuk menegakkan egonya. Masyarakat tidak mempedulikan urusan pemerintahan, sedangkan pemerintah berkeyakinan dapat mengembangkan wilayahnya tanpa melibatkan penduduk (partisipasi masyarakat). Besarnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa menjadi topik yang menarik bagi peneliti, khususnya di Desa Telaga Murni, Kecamata Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif, dan sumber data primer dan sekunder digunakan untuk menyusun temuan. Mengenai metode pengumpulan data yang meliputi wawancara, dokumentasi, dan metode observasi. Temuan penelitian lapangan menunjukkan bahwa pembangunan Desa Telaga Murni dapat berhasil dilaksanakan dengan keterlibatan masyarakat yang baik pada tahap pengambilan keputusan, pengambilan manfaat, pelaksanaan, dan evaluasi.