Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of the Village Financial System (Siskeudes) in Managing Village Fund Allocations in Cibuntu Village, Cibitung District, Bekasi Regency Shela Sagita; Evi Priyanti; Indra Aditya
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.911

Abstract

Currently, the implementation of village financial management in Cibuntu Village, Cibitung District, Bekasi Regency has used applications based on computerized information systems. The application is the Village Financial System (Sisekudes) application developed by the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP) torealize clean village financial management. However, in the implementation of Siskeudes in Cibuntu village there are several problems that occur. Therefore, researchers are interested in conducting research on the implementation of Siskeudes in managing village fund allocations in Cibuntu Village, Cibitung District. The research method used is a qualitative method with a qualitative approach because researchers need to go directly to the field with the object of research so that the data collection techniques used by researchers are interviews and documentation. The results showed that the implementation of the village financial system in terms of policy content had been implemented well, but there were still some obstacles that occurred, such as the internet network in Cibuntu Village which was less stable which resulted in the Siskeudes application being unable to be used. In order for the implementation of siskeudes to run well, the government must collaborate with the private sector to improve the quality of the internet network in Cibuntu Village.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA TELUKJAMBE TAHUN 2022 Gerfi Farhandhika; Evi Priyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.17161

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa itu sendiri dalam upaya memperkuat ekonomi desa secara mandiri dan terbentuk berdasarkan kebutuhan serta potensi desa. Adanya BUMDes dapat menggerakkan roda perekonomian di pedesaan karena aset ekonomi yang ada di desa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa itu sendiri. Pada prakteknya di lapangan, keadaan BUMDes Desa Telukjambe tidak berjalan dengan mulus. Kurangnya kesadaran masyarakat dan sosialisasi dari pemerintah desa akan pentingnya berinovasi dalam menumbuhkan mental berwirausaha mandiri dikarenakan lokasi tersebut memang banyak yang berdekatan dengan kawasan industri sehingga berdampak kepada pola fikir masyarakat bahwa mereka hanya ingin bekerja sebagai karyawan pabrik yang bekerja untuk perusahaan bukan untuk membuka usaha sendiri dan menghasilkan kemandirian ekonomi. Penelitian ini menggunakan model strategi Koteen dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dalam penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menjukkan bahwa visi daripada BUMDes desa Telukjambe yaitu menggali seluruh potensi lokal yang dimiliki Desa Telukjambe dimana diharapkan seluruh potensi sumber daya manusia maupun alamnya dapat dikelola secara maksimal agar kesejahteraan desa dapat meningkat dan memiliki misi dengan program pembuatan produk lokal berupa pembuatan palet dan budidaya madu klanceng, strategi untuk produk palet ditargetkan pemasarannya dapat memasuki industri sekitar dan untuk madu klanceng dapat dikembangkan melalui sistem usaha padat karya sehingga dapat memaksimalkan potensi sumber daya baik alam maupun manusia. Pemetintah Desa Telukjambe bersinergi dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) guna membantu pelaksananaan pemberdayaan masyarakat khususnya dalam mengembangkan produk palet dan madu klanceng yang kemudian diharapkan penjualannya dapat diterima di tengah masyarakat luas.
EFEKTIFITAS PEMERINTAH DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DESA MEKARJAYA Rizka Nurfadilah; Evi Priyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.17953

Abstract

Pemerintah sebagai penyedia layanan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat harus bertanggung jawab dan terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik demi peningkatan pelayanan publik. Pelayanan masyarakat dapat dikategorikan efektif apabila masyarakat mendapatkan kemudahan pelayanan dengan prosedur yang singkat, cepat, tepat dan memuaskan. Keberhasilan meningkatkan efektifitas pelayanan umum ditentukan oleh factor kemampuan pemerintah dalam meningkatkan disiplin kerja aparat pelayanan. Rendahnya kualitas pelayanan public merupakan salah satu sorotan yang diarahkan kepada birokrasi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat . indikatornya, Dari hasil penelitian menunjukan bahwa adanya faktor pendukung dan faktor penghambat yang ada di istansi tersebut.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) PENGGEMUKAN KAMBING DI DESA PURWASARI KECAMATAN PURWASARI KABUPATEN KARAWANG Dipha Rizka Humaira; Sopyan Resmana; Dewi Noor Azijah; Evi Priyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18335

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses memberikan daya, kekuatan, dukungan serta dorongan motivasi kepada masyarakat agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Akan tetapi, ada permasalahan yang dihadapkan masyarakat dalam hal ini yaitu, kurangnya sosialisasi pemerintah desa sehingga minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat yang ada di Desa Purwasari Kecamatan Purwasari Kabupaten Purwasari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dianalisis melalui teknik wawancara, dokumentasi dan observasi langsung ke lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan BUMDes masih kurang karena pengetahuan masyarakat terhadap program BUMDes masih sedikit. Tahap seleksi lokasi, pemerintah desa sudah baik dalam proses pemilihan telah melalui tiga tahapan yaitu melalui bidang usaha bumdes, melalui musyawarah khusus internal desa, dan musyawarah khusus. Tahap sosialisasi, pemerintah desa kurang optimal karena sebagian masyarakat tidak merasa adanya sosialisasi yang diselenggarakan oleh pemerintah desa purwasari. Tahap proses pemberdayaan, pemerintah desa cukup optimal karena pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk melakukan pelatihan, fasilitas, sarana dan prasarana berupa posyandu, balai musyawarah ataupun Gedung serbaguna. Tahap pemandirian, pemerintah desa sudah baik karena membina masyarakatnya untuk mengembangkan kembali dan menyalurkan hasil dari pemberdayaan tersebut melalui perusahaan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA DALAM PEMBANGUNAN DI DESA PUSAKA RAKYAT KECAMATAN TARUMAJAYA KABUPATEN BEKASI Gina Raihan S; Evi Priyanti; Maulana Rifai; Indra Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16988

Abstract

Desa dikenal dengan kepadatan penduduknya yang rendah namun memiliki rasa simpati serta empati yang sudah tidak diragukan lagi. Bukan hanya antar sesama makhluk hidup saja, dalam hal pembangunan pun masyarakat desa selalu berperan aktif menyampaikan ide dan gagasan yang mereka miliki. Begitu pentingnya peran desa bagi negara, selain tentang ekonomi, bisa dibilang lancarnya pembangunan desa menjadi bukti pemerintah pusat memiliki program yang baik. Sejatinya, memang ada empat macam kegiatan yang menunjukkan partisipasi masyarakat di dalam kegiatan pembangunan, yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi, serta partisipasi dalam pemanfaatan hasil pembangunan (Yadav, 2013:82). Salah satu contohnya adalah Desa Pusaka Rakyat yang tergolong memiliki masyarakat yang aktif. Bagaimana partisipasi masyarakat Desa Pusaka Rakyat memang patut untuk ditilik lebih dalam. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumen-dokumen terdahulu, dirasa penelitian ini akan lebih menarik untuk dibaca dan dikaji.
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Demokratis (Studi di Desa Ciledug, Kabupaten Bekasi) Elinda Suci Damayanti; Evi Priyanti
Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan Vol 4, No 2 (2023): SOCIAL DEVELOPMENT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jisp.v4i2.14519

Abstract

In order to realize democratic, open and accountable government, regional autonomy provides space for the community to contribute to development activities. This allows society to become both the object and subject of development. By using indicators of productivity, service quality, responsiveness, responsibility and accountability. This research aims to evaluate and improve the performance of BPD in realizing democratic governance. Using qualitative descriptive research methods with data sources from observation, interviews and documentation. Based on the results of the study, the effectiveness of BPD Ciledug's performance in terms of productivity is good looking at the quality, and quantity is adequate, the quality of services provided is quite good, it's just that the lack of communication intensity between BPD and the community, the responsiveness provided by BPD Ciledug to the community is quite good but there are obstacles, namely the lack of understanding of the community in receiving information due to the low level of education it has.  In carrying outits duties and obligations, the responsibility of BPD institutions is in accordance with applicable regulations. According to the community, in terms of accountability, the village government together with BPD have been transparent and open in organizing village government.  
Manajemen Pemerintahan Desa dalam Upaya Menjaga Fasilitas Sosial di Desa Karanggan Kecamatan Gunung Putri Endah Pratiwi Khusnul Qotimah; Evi Priyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4631

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang begitu besar di Indonesia sering terjadi pada suatu wilayah perkotaan, semakin besar pertumbuhan dan jumlah penduduk tentu harus diikuti dengan penambahan berbagai fasilitas sosial yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sekitarnya. Di Kabupaten Bogor memiliki laju pertumbuhan penduduk relatif meningkat, bertambahnya jumlah penduduk maka ketersediaan fasilitas sosial juga harus memenuhi kebutuhan penduduk yang ada. Fenomena diatas menunjukan bahwa adanya penyimpangan pada Sistem Pemerintahan Desa dalam upaya menjaga fasilitas sosial. Penulis memiliki hipotesa bahwa permasalahan ini terdapat pada fungsi manajemen yang tidak berjalan dengan semestinya yaitu fungsi Perencanan, pengorganisasian, Pengarahan dan Pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Berdasarkan Uraian yang telah dijelaskan diatas, penulis tertarik untuk mengangkat judul mengenai “ Manajemen Pemerintahan Desa Dalam Upaya Menjaga Fasilitas Sosial Di Desa Karanggan di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Jawa Barat”. Permasalahan yang dikaji merupakan masalah yang bersifat sosial dan dinamis, oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Dari semua fungsi tersebut bisa disimpulkan bahwa fasilitas sisoal perlu diperhatikan kembali oleh masyarakat desa karena masih ada beberapa warga yang tidak ikut serta dalam menjalankan gotong royong serta masih ada beberapa warga yang belum memiliki kesadaran dalam arti penting menjaga fasilitas sosial demi terjaganya kenyamanan serta kentrentraman di Desa Karanggan.
RESPONSIBILITAS PEMERINTAH DALAM MENGURANGI PATOLOGI BIROKRASI TERKAIT KEPENGURUSAN SERTIFIKAT PERTANAHAN (STUDI KASUS: KELURAHAN KARANG ANYAR, JAKARTA PUSAT) Lathifa Nurul Fadilah; Evi Priyanti
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 3 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i3.10634

Abstract

Patologi dalam pemerintahan lebih ke arah Pemerintah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara semestinya. Penyimpangan yang seringkali dirasakan berupa birokrasi yang lambat hingga masyarakat harus menghadapi pungutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai responsibilitas dari pemerintah Kelurahan Karang Anyar dalam mengurangi patologi birokrasi ketika mengurus sertifikat pertanahan dengan berlandaskan e-government. Metode yang digunakan berupa kualitatif dengan sistem mewawancarai informan di Kelurahan Karang Anyar. Pihak Kelurahan Karang Anyar memiliki aturan berupa pakta integritas bagi pegawainya demi bisa mengurangi patologi birokrasi. Adanya IPM Sakti membuat warga tidak perlu lagi mengajukan surat rekomendasi sertifikat pertanahan langsung ke kantor Kelurahan Karang Anyar. Pihak Kelurahan menyediakan kotak saran berupa survei setiap tiga bulan sekali bagi warga yang ingin mengajukan saran maupun kritik. Demi mengatasi kegagalan sistem dalam proses pelayanan publik, bisa diminimalisir dengan memeriksa sistem, baik dari sistem komputer maupun jaringan secara berkala.
Sosialisasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Desa Sindangkarya Hanny Purnamasari; Gun Gun Gumilar; Lina Aryani; Evi Priyanti; Anjar Nur Syahri
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.4448

Abstract

Desa merupakan garda terdepan dan menjadi ujung tombak dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Berbicara mengenai pelayanan publik dan pemerintah desa, masyarakat tidak bisa memilih, mau tidak mau, suka atau tidak suka masyarakat akan tetap terhubung dengan aparatur pemerintah desa dalam hal pelayanan. Banyaknya kendala yang ditemui dalam proses pelayanan publik di desa membuat masyarakat enggan dan hilangnya kepercayaan dalam melakukan pelayanan. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh aparatur pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kepada masayarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui sosialisasi secara langsung kepada aparatur pemerintah desa Sindangkarya di aula kantor desa. Hasil kegiatan pengabdian ini dianggap efektif karena dapat memberikan pengetahuan baru terjait dengan bagaimana aparatur pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kualitas Pelayanan Administrasi Desa di Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang Muhammad Indra Yanuar; Ferry Tri Handono; Algie Rahmawan Hidayat; Muhammad Syahru Ramadhan; Rizki Hidayatulloh; Evi Priyanti
THE INDONESIAN JOURNAL OF POLITICS AND POLICY (IJPP) Vol 5 No 1 (2023): THE INDONESIAN JOURNAL OF POLITICS AND POLICY
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/ijpp.v5i1.9769

Abstract

Peran pemerintah desa sangat vital untuk membuat suatu perubahan yang lebih baik untuk kemajuan desanya terutama untuk kesejahteran masyarakatnya. Desa memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan seperti kartu keluarga, akta, KTP, surat kematian, dan surat-surat lainnya. Pada pemenuhan fungsi tersebut di lapangan tak jarang dijumpai patologi-patologi yang dapat menjadi penghambat untuk terlaksananya pelayanan administrasi yang baik untuk masyarakat. Maka dari itu tujuan kelompok kami meneliti terkait permasalahan tersebut untuk mengetahui kemudahan akses untuk mendapatkan pelayanan administrasi desa serta untuk mengetahui kualitas pelayanan administrasi untuk masyarakat Desa Pinayungan. Pada penelitian ini kami menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala yang ada, yakni gejala yang terjadi pada saat peneliti melakukan observasi dan wawancara, peneliti dapat merefleksikan dan menafsirkan melalui proses teknik analisis data sehingga dapat menyesuaikan hasil data dengan inti permasalahan yang dipertanyakan kepada informan sekretaris Desa Pinayungan. Peneliti mendapatkan temuan-temuan permasalahan yang menjadi indikasi patologi seperti terhambatnya proses pelayanan administrasi, ketidaksamaan dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat hingga kurangnya sumber daya aparatur desa dalam menjalankan kewajibannya.
Co-Authors Adib Fadhilah Naufal Adinda Dwi Sapitri Ahmad Najib Akmal Aldi Muhamad Rizki Algie Rahmawan Hidayat Amelia Ningsih Anastasia Silalahi Anggi Nur Andini Anjar Nur Syahri Annisa Maudy Tri Anjani Arif Baidillah Aryani, Lina Bagus Setiawan Bayu Hendarmoko Bernika Bahrum Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Denisse Andrea Juliana Dewi Noor Azijah Dewi Noor Azizah Diana Noviyanti Dimas Rangga Agustin Dipha Rizka Humaira Elinda Suci Damayanti Endah Pratiwi Khusnul Qotimah Eva Agus Triana Eva Apriliani Rukmana Febriantin, S.IP., M.IPol., Kariena Ferry Tri Handono Gauri Tifani Azzahrah Gerfi Farhandhika Giantino Fachry Gili Argenti Gina Raihan S Gun Gun Gumilar GunGun Gumila Hanny Purnamasari Harino Widyanto Hasfirullah Syaban Bashar Hasfirulloh Syaban Bashar Haura Atthahara Indra Aditya Indri Rismawati Ipan Ipan Irza Fari Syahdilla Nasution Kristina Ismail Lathifa Nurul Fadilah Lukmanul Hakim Hakim Made Panji Teguh Santoso Mael Difrando Simanjuntak Marvin Angelo Gracino Maulana Habil Hasyim Maulana Rifai Mohamad Bintang Ramadhan Mohammad Hafizh Waliyyudin Mufar Ramdani Muhammad Indra Yanuar Muhammad Syahru Ramadhan Nabila Hidayah Nabila Salsabila Nandira Maharani Neni Suwarni Noviarama Dwi Prayusi Novidayanti Sri Rahayu Nurul Aeni Qonita Widyaning Ratni Rachmat Ramdhani Raden Nur Indri Handayawati Mauludi Ranggadipa Putra Mustopa Reni Apriyani Rio Nardianto Rizka Nurfadilah Rizki Hidayatulloh Rudyk Nababan Salsabila Ramadanti Shela Sagita Siti Khotimah Siti Nurhaliza Siti Sarah Mauludya Mulyana Sopyan Resmana Sopyan Resmana Adiarsa Sugiarti, Cucu Urvi Nurjanah Widya Indah Pradani Yeyet Solihat Yulyana, Eka Yuvita Nira Metasari