Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN PEMERINTAHAN DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KARAWANG DALAM PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT Mira Amalia Utari; Evi priyanti
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 2 (2021): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v6i2.1200

Abstract

Dalam suatu pemerintahan maupun organisasi pemerintah perlu adanya proses manajemen yang baik terutama dalam layanan publik. Peran pemerintah sangat penting diperuntukan dalam menyediakan layanan publik bagi masyarakat. Pemerintah harus bertanggung jawab dalam memberikan layanan yang terbaik guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Keberadaan masyarakat menjadi tolak ukur dalam keberhasilan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara layanan publik. Pelayanan publik yang baik adalah pelayanan yang didasarkan pada proses manajemen yang terkelola dengan baik pula. Permasalahan yang sering terjadi dalam pelayanan publik berbasis e-government ini biasanya terkait dengan adanya keterbatasan informasi pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mengetahui perkembangan informasi yang ada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan mengetahui manajemen pelayanan publik berbasis e-government Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pada empat fungsi manajemen pemerintahan yaitu perecanaaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Dapat disimpulkan bahwa manajemen pemerintahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang dalam pelayanan publik berbasis e-government cukup efektif dalam pengembangan informasi melalui media sosial.
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA Devi Afrilia; Evi Priyanti
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan sebuah desa tidak akan terlepas dari keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin daerahnya. Dengan adanya undang-undang tentang desa yang memberikan wewenang kepada kepala desa untuk mengatur daerahnya sendiri sesuai dengan asal usul dan adat istiadat setempat. Salah satu cara yang dilakukan untuk mensejahterakan rakyatnya adalah dengan menyelenggarakan program keluarga berencana merupakan program Pembangunan Keluarga (KKB-PK) sebagai program yang diselenggarakan untuk masyarakat. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang : Bagaimana peran kepala desa dalam pemberdayaan masyarakat melalui program KB. Teori yang digunakan adalah Teori Peran Menurut Biddle dan Thomas yaitu ; Orang-orang yang mengambil bagian dalam interaksi sosial, Perilaku yang muncul dalam interaksi tersebut, Kedudukan orang-orang dalam berperilaku, dan Kaitan antar orang dan perilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Pasir tanjung Kabupaten Karawang. Dapat disimpulkan bahwa Program Kampung Keluarga Berencana (KB) ini sudah cukup maksimal, ditinjau dari; Adanya fasilitas pendukung pembangunan kampung kb dengan memaksimalkan sarana dan prasarana pembangunan dengan membangun pendopo sebagai tempat perkumpulan musyawarah dan dapat digunakan untuk kegiatan posyandu.
Implementasi Surat Izin Tempat Usaha di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Rury Eka Aulia Sari; Evi Priyanti; Rachmat Ramdani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3831

Abstract

AbstrakPenelitian Implementasi Surat Izin Tempat Usaha di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang, dengan rumusan permasalahan Komunikasi dari pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat yang kurang rensponsif dengan dilihat dari Sumber daya dari petugas sarana dan prasarana untuk masyarakat yang akan melakukan pelayanan maupun Disposisi dalam pelaksanaanya Surat Izin Tempat Usaha (SITU), serta Struktur Birokrasi dari prosedur pelayanan yang terlalu berbeli - belit. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif yang dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Studi lapangan dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dengan jumlah partisipan sebanyak 5 orang yang ditentukan secara teknik purposive sampling yang terdiri dari 1 Kasubag Trantib, 1 Staff Kecamatan Cilamaya Wetan, serta 3 Orang Masyarakat sekitar tentang SITU. Hasil pembahasan dari Komunikasi yang dilakukan oleh Kecamatan Cilamaya Wetan sudah cukup baik dengan berkoordinasi melalui aparatur desa. Sumber Daya yang ada di Kecamatan Cilamaya Wetan sudah baik walaupun hanya memiliki satu staff dalam pembuatan surat izin tempat usaha. Disposisi dari pelaksanaan surat izin tempat usaha sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tupoksi. Sedangkan, Struktur Birokrasi sudah sesuai Kecamatan Cilamaya Wetan hanya membantu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) untuk tersalurkan program surat izin tempat usaha di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan khususnya. Kata Kunci: Implementasi, Surat Izin Tempat Usaha, Kecamatan, Cilamaya Wetan AbstractResearch on the Implementation of a Business Place Permit at the Cilamaya Wetan District Office, Karawang Regency, with the formulation of the problem of Communication from the implementation of services to the community who are less responsive by looking at the resources of the facilities and infrastructure officers for the community who will perform the service as well as the disposition in the implementation of the Business Place Permit (SITU), as well as the Bureaucratic Structure of service procedures that are too convoluted. Descriptive research method with a qualitative approach which is carried out by literature studies and field studies. The field study was conducted through observation, interviews, documentation, with the number of participants as many as 5 people who were determined by purposive sampling technique consisting of 1 Head of Sub Division of Trantib, 1 Staff of Cilamaya Wetan District, and 3 people from the surrounding community about SITU. The results of the discussion from the communication carried out by the Cilamaya Wetan District are quite good by coordinating through the village apparatus. The existing resources in Cilamaya Wetan District are good even though they only have one staff in making a business place permit. The disposition of the implementation of the place of business permit has gone well and is in accordance with the main tasks and functions. Meanwhile, the Bureaucratic Structure is in accordance with the Cilamaya Wetan District, only helping the One Stop Integrated Service and Investment Service (DPMPSTP) to distribute the business place permit program in the Cilamaya Wetan District in particular.Keywords: Implementation, Business Place Permit, District, Cilamaya Wetan
Strategi Komunikasi Desa Parakan Jaya Dalam Mensosialisasikan Program Samisade Zahra Syafa Aulia; Gun Gun Gumilar; Evi Priyanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan Pemerintah Desa Parakan Jaya dalam mensosialisasikan Program SAMISADE kepada Masyarakat agar program pembangunan infrastruktur dapat dipahami dan berjalan dengan baik. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitan kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang dikembangkan dalam ilmu sosial untuk memungkinkan peneliti mempelajari fenomena sosial dan budaya. Penelitian kualitatif adalah pendekatan induktif dan bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman individu atau kelompok. Ini mengacu pada informasi yang biasanya tidak dalam bentuk angka. Hasil penelitian menunjukan penyampaian informasi terkait program SAMISADE kepada masyarakat desa melibatkan kepala desa, sekretaris desa dan perangkat desa sebagai komunikator utama. Pemanfaatan berbagai media komunikasi seperti musyawarah desa, media sosial, media online, spanduk, dan website desa. Penelitian menunjukan efek dari srategi komunikasi yang dilakukan oleh Desa Parakanjaya adalah meningkatnya pemahaman masyarakat, terciptanya transparansi, dan meminimalisir misinformasi terkait program SAMISADE. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang melibatkan masyarakat secara langsung dan memanfaatkan berbagai media komunikasi dapat meningkatkan efektivitas sosialisasi program pemerintah desa. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa lain dalam menyampaikan informasi pembangunan agar lebih transparan, partisipatif, dan mampu mengurangi kesalahpahaman masyarakat. Fokus kajian mengenai strategi komunikasi Pemerintah Desa Parakan Jaya dalam mensosialisasikan Program SAMISADE dengan menggunakan pendekatan teori komunikasi Lasswell (Who, Say What, In Which Channel, To Whom, With What Effect). Penelitian ini juga mengangkat konteks lokal pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Bogor yang belum banyak dikaji secara khusus dalam perspektif strategi komunikasi pemerintahan.
Optimalisasi Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa Dalam Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat: Studi Kasus di Desa Mulyasari Pandu Ari Pramudya; Evi Priyanti; Naila Nabiila
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat di Desa Mulyasari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota LKD, perangkat desa, dan masyarakat, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKD, melalui BPD, LPM, Karang Taruna, BUMDes, dan PKK, berperan signifikan dalam menampung aspirasi masyarakat, merancang program pembangunan, memotivasi partisipasi pemuda, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan meningkatkan ekonomi lokal. Kolaborasi antara LKD, pemerintah desa, dan pihak terkait melalui forum Minggon Desa efektif meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, peran pasif sebagian masyarakat menjadi kendala. Disarankan untuk meningkatkan kapasitas LKD melalui pelatihan, mengoptimalkan forum koordinasi, melakukan sosialisasi intensif, mengalokasikan anggaran operasional yang memadai, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan desa.
EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI PEMERINTAH KECAMATAN SETU KABUPATEN BEKASI Ishma Ratu Genia; Evi Priyanti; Rahman Rahman
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v9i01.6738

Abstract

This research is motivated by the fact that public administrative services in Setu District, Bekasi Regency, still face various problems despite the Community Satisfaction Index (IKM) showing a very good category. The study aims to examine and analyze the effectiveness of administrative services in Setu District Government using Sondang P. Siagian’s effectiveness theory (time, accuracy, and service style) along with an additional indicator of service facilities. The research method employed is descriptive qualitative. The findings indicate that administrative services have made efforts to improve effectiveness through the implementation of SOPs, complaint channels, and staff training. However, several obstacles remain, including manual queuing systems that hinder time efficiency, minor errors in documents, and inconsistent attitudes of staff toward service users. Furthermore, basic service facilities are available but remain inadequate in terms of quality and accessibility. Thus, the effectiveness of administrative services in Setu District has shown progress, yet continuous improvements are still needed, particularly regarding accuracy, service style, and infrastructure provision. Keywords: Effectiveness, Administrative Services, District Government
Penerapan Prinsip Prinsip Good Governance dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi Latifah Zahroh; Lina Aryani; Evi Priyanti
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v9i01.6796

Abstract

Studies on good governance in public services have been widely conducted; however, most have focused on village financial management, and public information access and infrastructure development. Research specifically examining the implementation of good governance principles in population administration services, particularly at the Population and Civil Registration Office (Disdukcapil) of Bekasi City, remains limited. This study aims to analyze the application of good governance principles in population administration services at the Population and Civil Registration Office of Bekasi City. The method used is qualitative with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, documentation and audio-visual materials, then analyzed using pattern matching techniques. The results show that accountability is implemented through standard operating procedures (SOPs) and routine evaluations; transparency is realized through the utilization of various information media both online and offline, although digital literacy among the community remains a challenge; openness is reflected in the provision of multiple complaint channels, but their utilization is not yet optimal; and legal regulations are enforced clearly, along with non-discriminatory services for vulnerable groups. These findings indicate that the implementation of good governance principles at Disdukcapil Bekasi City has been fairly consistent; however, it still requires strengthened service socialization, optimization of digital complaint mechanisms, and improved service accessibility to enhance accountable, transparent, and inclusive population administration services.
Analisis Manajemen Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi Dalam Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Banjir Achmad Fachrezi; Indra Aditya; Evi Priyanti
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v9i01.6843

Abstract

Management Agency (BPBD) of Bekasi City in flood disaster mitigation. Bekasi City, which is frequently affected by floods due to high rainfall, poor drainage, and massive development, requires an effective mitigation strategy. This research uses a descriptive qualitative approach to examine the comprehensive implementation of disaster management, from the pre- disaster, during-disaster, and post-disaster phases. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The results show that in the pre-disaster phase, the Bekasi City BPBD carries out various preparedness efforts such as forming Disaster- Resilient Villages, providing rubber boats, and conducting socialization to the community. Early warnings are given through direct observation and the dissemination of information using loudspeakers or WhatsApp groups. In the emergency response phase, BPBD conducts evacuations with rubber boats and provides logistical assistance. However, challenges exist, such as a lack of emergency aid and some residents' refusal to evacuate. In the post-disaster phase, BPBD collaborates with other agencies to clean up mud, collect data on losses, and provide psychosocial support and trauma healing services to victims. The study concludes that despite the efforts, disaster management still faces challenges that need to be improved to create a more disaster-resilient Bekasi.
Efektivitas Program Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) Dalam Penyediaan Informasi Publik Ken Ayu Feelyipa; Evi Priyanti; Hanny Purnamasari
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v9i01.6845

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Jakarta Kini (JAKI) application program in providing public information in the DKI Jakarta area. JAKI was developed by the Provincial Government of DKI Jakarta through the Jakarta Smart City Management Unit as part of the city’s transformation toward a smart city focused on transparency, efficiency, and accessibility of public services. This research employs a qualitative descriptive approach to gain an in- depth understanding of the program’s effectiveness using four indicators of effectiveness proposed by Budiani (2007): target accuracy, socialization, objectives, and monitoring. The results show that in terms of target accuracy, JAKI has successfully reached tech-savvy productive groups such as students and office workers, but remains less effective among the elderly and those with low digital literacy. In the aspect of socialization, the government has conducted promotions through social media and public events, yet these efforts have not been fully effective due to the lack of practical guides and direct education for the general public.Regarding program objectives, JAKI has facilitated easier digital access to public services, but still faces technical challenges such as system errors and delayed responses to user reports. For the monitoring aspect, although systems such as Citizen Relation Management (CRM) and JakRespons have been implemented, their execution remains inconsistent and lacks transparency in reporting follow-up actions. Overall, this study concludes that the effectiveness of the JAKI application in providing public information has shown positive progress but is not yet optimal, particularly in terms of equal access, service quality, and sustainable monitoring. It is recommended that the government strengthen socialization efforts, improve technological infrastructure, and conduct regular evaluations to ensure that JAKI becomes an inclusive and reliable public service platform for all citizens in DKI Jakarta.  
Efektivitas Program PKK dalam Penanganan Stunting dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Desa Karangjaya Kabupaten Bekasi aris agustin; Evi Priyanti
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/6mnmrn54

Abstract

Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga di tingkat desa, namun implementasinya di Desa Karangjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi masih menghadapi tantangan berupa tingginya angka stunting dan belum optimalnya pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program PKK dalam penanganan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 3 orang yang dipilih secara purposive, terdiri dari Ketua PKK sebagai pelaksana program, Kepala Desa sebagai pengambil kebijakan, dan satu penerima manfaat sebagai representasi masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dengan membandingkan informasi antar informan serta triangulasi metode dengan mencocokkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dilakukan member check kepada informan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PKK cukup efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan memberikan dampak positif, ditunjukkan dengan perbaikan kondisi gizi dimana 5 dari 11 anak mencapai kategori gizi baik, serta peningkatan pendapatan pada penerima manfaat program pembuatan baju Barbie sebesar Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per bulan. Meskipun demikian, efektivitas program belum optimal karena keterbatasan jangkauan dan pemerataan, sehingga diperlukan penguatan sosialisasi, monitoring, dan evaluasi program.
Co-Authors Achmad Fachrezi Adib Fadhilah Naufal Adinda Dwi Sapitri Ahmad Najib Akmal Aldi Muhamad Rizki Algie Rahmawan Hidayat Amelia Ningsih Anastasia Silalahi Anggi Nur Andini Annisa Maudy Tri Anjani Arif Baidillah aris agustin Aryani, Lina Bagus Setiawan Bayu Hendarmoko Bernika Bahrum Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Dadan Kurniansyah Denisse Andrea Juliana Devi Afrilia Dewi Noor Azijah Dewi Noor Azizah Diana Noviyanti Dimas Rangga Agustin Dipha Rizka Humaira Elinda Suci Damayanti Endah Pratiwi Khusnul Qotimah Eva Agus Triana Eva Apriliani Rukmana Febriantin, S.IP., M.IPol., Kariena Ferry Tri Handono Gauri Tifani Azzahrah Gerfi Farhandhika Giantino Fachry Gili Argenti Gina Raihan S Gun Gun Gumilar GunGun Gumila Hanny Purnamasari Harino Widyanto Hasfirullah Syaban Bashar Hasfirulloh Syaban Bashar Haura Atthahara Indra Aditya Indri Rismawati Ipan Ipan Irza Fari Syahdilla Nasution Ishma Ratu Genia Ken Ayu Feelyipa Kristina Ismail Lathifa Nurul Fadilah Latifah Zahroh Lindiya Anggraeni Lukmanul Hakim Hakim Made Panji Teguh Santoso Mael Difrando Simanjuntak Marvin Angelo Gracino Maulana Habil Hasyim Maulana Rifai Mira Amalia Utari Mohamad Bintang Ramadhan Mohammad Hafizh Waliyyudin Mufar Ramdani Muhammad Indra Yanuar Muhammad Syahru Ramadhan Nabila Hidayah Nabila Salsabila Naila Nabiila Nandira Maharani Neni Suwarni Noviarama Dwi Prayusi Novidayanti Sri Rahayu Nurul Aeni Pandu Ari Pramudya Qonita Widyaning Ratni Rachmat Ramdhani Raden Nur Indri Handayawati Mauludi Rahman Rahman Ranggadipa Putra Mustopa Reni Apriyani Rio Nardianto Rizka Nurfadilah Rizki Hidayatulloh Rudyk Nababan Rury Eka Aulia Sari Salsabila Ramadanti Shela Sagita Siti Khotimah Siti Marwah Siti Nurhaliza Siti Sarah Mauludya Mulyana Sopyan Resmana Sopyan Resmana Adiarsa Sugiarti, Cucu Urvi Nurjanah Vierra Pramuliawati Widya Indah Pradani Yeyet Solihat Yulyana, Eka Yuvita Nira Metasari Zahra Syafa Aulia