Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Lateralisasi

PERGESERAN DAN SIKAP BAHASA PADA ANAK DARI KELUARGA SUKU SERAWAI-SERAWAI DI KOTA BENGKULU Paulina, Yanti; Kusmiarti, Reni
Lateralisasi Vol 7, No 2 (2019): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i2.560

Abstract

Bahasa Serawai masih banyak dipakai oleh masyarakat yang tinggal di kabupaten Bengkulu selatan. Meskipun bahasa serawai adalah bahasa yang masih banyak penuturnya, ada kekhawatiran akan makin berkurangnya pemakai bahasa ini. Kekhawatiran itu bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti pengaruh bahasa Indonesia melainkan juga oleh faktor internal, seperti adanya undak usuk bahasa yang menyebabkan banyak keluarga yang tidak mau lagi menggunakan bahasa Serawai di dalam keluarganya, bahkan termasuk keluarga suami dari suku Serawai dan Istri dari suku Serawai juga ( selanjutnya disebut Keluarga Serawai-Serawai).Keluarga yang sudah tidak setia lagi dengan bahasa Serawai ini kemudian beralih kebahasa Indonesia dengan berbagai alasan. Dengan demikian telah terjadi pergeseran bahasa ( language shifting).Masalah dalam penelitian ini adalah:1) Apakah telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu? 2) Jika benar telah terjadi pergeseran bahasa seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi? 3) Bagaimana sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota BengkuluTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  : 1) Pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu 2) Seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi 3) Sikap bahasa terhadap  bahasa serawai pada keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu.Metode penelitian dalam penelitian ini dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Angket ( kuesioner) yang diberikan kepada keluarga yang suami dan istrinya berasal dari suku serawai yang tinggal di kota Bengkulu.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah :1)Telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu. Pergeseran bahasa terlihat dari hasil perunutan dari generasi pertama (kakek)100 % menguasai bahasa Serawai, lalu generasi ke dua (orang tua) 84 dan 70 % menguasai bahasa Serawai, kemudian  generasi  ketiga (anak) memperlihatkan penurunan angka  tinggal 20 % menguasai bahasa Serawai. 2) Sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu adalah kurang (Negatif), karena dari hasil presentase yang diperoleh jumlah hasil  sikap bahasa pada keluarga suku Serawai-Serawai adalah 20 %. Apabila merujuk pada tabel skala sikap berada pada rentang 20-39 dengan kreteria kurang (negatip),berarti keluarga suku serawai-serawai kurang memiliki rasa kebanggaan atau kesetiaan lagi terhadap bahasa serawai.
PERGESERAN BAHASA LEMBAK DI KALANGAN REMAJA SUKU LEMBAK KELURAHAN PAGARDEWA KOTA BENGKULU Zakaria, Jelita -; Asiyah, St.; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol 8, No 1 (2020): Lateralisasi
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i1.811

Abstract

ABSTRAKKata Kunci :  Pergesesran, Bahasa Lembak Masa remaja adalah masa identitas diri. Pencarian identitas ini sering remaja lakukan pada saat berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Pencarian identitas diri yang dilakukan remaja pada saat berkomunikasi sering mengalami peralihan bahasa. Seperti halnya bagi remaja suku lembak Pagardewa kota Bengkulu dalam berkomunikasi.  Tujuan dari penilitian ini adalah (1) mendiskripsikan pergeseran bahasa Lembak dikalangan remaja suku Lembak Pagardewa kota Bengkulu. (2) Mendiskripsikan sebab sebab terjadinya pergeseran bahasa Lembak di kalangan remaja Suku Lembak Pagardewa Kota Bengkulu.Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Informan  dalam penelitian ini adalah remaja yang berasal dari Suku Lembak Pagardewa Kota Bengkulu. Teknik pengumpulamn data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara. Teknik analisis data yang digunakan  adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data mencakup perpanjang pengamatan, ketekunan, triagulasi. Hasi penelitian ini menunjukan Sekolah. Simpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1). Remaja Suku Lembak Pagardewa kota Bengkulu malu untuk menggunakan bahasa Lembak dalam berkomunikasi sehari-hari. 2).  Remaja suku Lembak Pagardewa Bengkulu berkomunikasi dengan orang lain menggunakan  bahasa Melayu Bengkulu dan bahasa Indonesia, karena bahasa sini lebih mudah dipahami oleh semua kalangan. Penyebab pergeseran bahasa Lembak dikalangan remaja suku Lembak Bengkulu adalah 1). sosialisasi dalam keluarga tidak emnggunakan bahasa Lembak. 2). Interaksi dengan teman dilingkungan sekitar yang beragam. 3). Sekolah yang menggunakan bahasa nasional.
INTERJEKSI DALAM BAHASA REJANG DI DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG: INTERJEKSI DALAM BAHASA REJANG DI DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG manjato, ajat -; Solehan, Solehan; Tasya, Tasya; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol. 10 No. 02 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk interjeksi dalam bahasa Rejang di Kabupaten Rejang Lebong?. (2) bagaimana fungsi bahasa Rejang di Kabpaten Rejang Lebong? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskrispisikan pemahaman yang tepat, rinci dan mendalam tentang bentuk dan fungsi interjeksi bahasa Rejang di Kabupaten Rejang Lebong. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitin ini adalah teknik SLBC, observasi, catat. Teknik analisis data adalah (1) Mentranskripsi data, meliputi Bahasa Rejang ke Bahasa Indonesia. (2)Mengidentifikasi data, meliputi Interjeksi Bahasa Rejang. (3) Mengklasifikasi data, meliputi Interjeksi Bahasa Rejang. (4)Lalu analisis data sesuai degan yang diperlukan dalam penelitian mengenai Interjeksi Bahasa Rejang. (5)Selanjutnya, data diinterprestasikan sesuai tujuan dan kebutuhan penelitian. (6)Menyimpulkan semua data yang telah di peroleh dengan baik dalam penelitan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap interjeksi bahasa Rejang pada masyarakat di Desa Gajah Mada Kabupaten Rejang Lebong, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa (1) Bentuk interjeksi yang ada dalam bahasa Rejang terdiri dari tiga jenis yaitu: (1) interjeksi asli meliputi woi, ai, adui, ew, iw, hoi, ah, neh, ei, dan oh, (2) interjeksi kata biasa meliputi maso, apun, dan maro, (3) interjeksi ungkapan meliputi astagfirullah, masya Allah, alhamdulillah, insya Allah, ya Allah, dan demi Allah. (2) fungsi interjeksi dalam masyarakat di Desa Gajah Mada Kabupaten Rejang Lebong adalah : kejijikan, kecewa, kekaguman, kesyukuran, terkejut, ajakan, panggilan, memuji, marah, kasihan, meremehkan orang lain, takut, kesal, kesakitan, tidak percaya, mengetahui sesuatu yang baru, mengingatkan seseorang, menerima tawaran, membela diri, memohon. Kata Kunci : bentuk interjeksi, fungsi interjeksi
NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM BUKU CERITA RAKYAT NUSANTARA KARYA DINI AYU: NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM BUKU CERITA RAKYAT NUSANTARA KARYA DINI AYU Atmaja, Loliek Kania; Paulina, Yanti; Resera, Intan; Anggraeni, Lukita
Lateralisasi Vol. 10 No. 02 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu? Tujuan penelitian ini adalah: untuk pendeskripsian nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif analitik. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai budaya yang dapat dikelompokan atas lima kategori hubungan manusia yaitu: Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, antara lain Kehendak/ rencana Tuhan, dan sebagainya. Terdapat 3 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam. Terdapat 3 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat. Terdapat 9 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia. Terdapat 55 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Terdapat 30 data. Jadi total data keseluruhan pada nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu berjumlah 100 data. Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang penulis sarankan kepada Kajian ini dapat membantu pembaca memahami nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu. Menjadi informasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra di perguruan tinggi yakni sebagai masukan untuk pembelajaran telaah sastra dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Menjadi masukan bagi peneliti lain terutama yang mengkaji mengenai nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu. Kata Kunci : nilai budaya, buku cerita rakyat Nusantara
SISTEM DAN PERGESERAN PEMAKAIAN KATA SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA SERAWAI DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN Zakaria, Jelita -; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol. 12 No. 01 (2024): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v12i01.6663

Abstract

Abstract Bahasa Serawai adalah bahasa daerah yang dituturkan oleh masyarakat Serawai. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan dalam kehidupan oleh masyarakat penuturnya. Bahasa Serawai juga meruapakan sebagai alat komunikasi mempunyai sistem yang berbeda dengan bahasa daerah lain. Perbedaan itu dari segi pemakaian, maupun dari segi istilah yang digunakan dalam menyapa. Perkembangan zaman mempengaruhi penggunaan kata sapaan dalam masyarakat Serawai. Pengaruh tersebut ditandai dengan mulai bergesernya penggunaan kata sapaan, karena dipengaruhi oleh unsur bahasa daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan pergeseran pemakaian kata sapaan kekerabatan dalam bahasa Serawai. Penelitian ini menggunakan metode purposive atas dasar variasi yang diketahui penulis. Maksudnya, bila tidak ditemukan lagi variasi yang baru dalam menyapa, maka dalam pengambilan data untuk informan berikutnya dihentikan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan penggolongan kata sapaan kekerabatan dalam bahasa Serawai dapat dirinci sebagai berikut: (1) kata sapaan istilah kekerabatan diantaranya mak, mak +nama anak pertama, Ibu, bu, mama, bak, bak +nama anak pertama, ayah, bapak, papa, wa, inga, dodo, wadang, dang, pak dang, mak dang, donga, Cik, kakak, abang, udaw, pak waw, ngah, anya, ndah, bunda, uncu, wan, paman, Om, bu, niniak, datuk, wak, dek, nak, dan bibi (2) kata sapaan kata ganti orang kedua yakni dighi “Anda” dan kaba “Anda.
PSIKOLOGIS NOVEL SESUK KARYA TERE LIYE Atmaja, Loliek Kania; Zakaria, Jelita; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol. 12 No. 01 (2024): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v12i01.6713

Abstract

ABSTRAK Kata Kunci: Psikologis, Gadis, Novel Tujuan penelitian ini untuk mengetahui psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye. Mendeskripsikan kepribadian yang dialami tokoh Gadis dalam novel Sesuk Karya Tere Liye. Data teks yang dianalisis berdasarkan metode yang digunakan dalam mengkaji psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye adalah metode deskriptif analitik. Deskriptif analitik dilakukan dengan cara pendeskripsian fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Dengan melihat data-data yang terdapat di dalam psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam bab ini akan disimpulkan hasil analisis kajian unsur instrinsik tema cerita psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye adalah mengenai perjuangan hidup Gadis. Alur ceritanya merupakan peristwa-peristiwa yang terangkai secara padu dan dipertimbangkan secara matang oleh pengarang. Peristiwa-peristiwa inilah diberi tekanan untuk membentuk karakter tokoh dalam cerita. Tokoh/Penokohan yang terdapat dalam novel terdiri dari tokoh utama yakni Gadis dan tokoh sampingan. Latar yang tersajikan di dalam novel menggunakan latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Penagarang menggunakan sudut pandang persona pertama (Gadis) tokoh Gadis berperan sebagai tokoh utama yang menjadi pelaku cerita. Karena pelaku juga adalah pengisah, maka akhirnya pengisah juga merupakan penutur serba tahu tentang apa yang ada dalam benak pelaku utama maupun sejumlah pelaku lainnya, baik secara fisikal maupun psikologis. Dari beberapa gaya bahasa yang terdapat di dalam novel, banyak diantaranya menggunakan gaya bahasa asosiasi alegori, personifikasi. Dari segi psikologis atau kejiwaan, psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye ini banyak menggambarkan sisi kejiwaan manusia yang dihadirkanya lewat tokoh-tokoh dan peristiwa yang ada. perasaan kejiwaan, dalam golongan ini perasaan masih dibedakan lagi atas : perasaan intelektual, perasaan kesusilaan, perasaan keindahan, perasaan kemasyarakatan, perasaan harga diri, perasaan ketuhanan. Yang dihadirkan lewat percakapan tokoh dan karakter tokoh.