Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Dekolonialisasi Peribadatan di Resort GKE Puruk Cahu: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan Idrus Sasirais; May Linda Sari; Tahan Mentria Cambah; Sudianto; Bimbing Kalvari
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Resort GKE Puruk Cahu pada 7 September 2024. Penelitian ini mengkaji upaya dekolonialisasi dalam praktik peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) untuk menciptakan model ibadah yang kontekstual dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan pendekatan kualitatif berbasis diskusi kelompok, kajian ini mengidentifikasi warisan kolonial dalam praktik peribadatan, menganalisis pengaruh denominasi lain, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan yang lebih relevan dengan konteks budaya dan kebutuhan spiritual masyarakat Kalimantan.
Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Banjarmasin: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer Sanon Sanon; Keloso S. Ugak; Gabriella Tara Yohanessa; Sudianto; Bimbing Kalvari
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Focus Group Discussion (FGD) tentang dekolonialisasi peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang dilaksanakan di Gereja GKE Eben Ezer Banjarmasin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur peribadatan GKE yang tidak relevan dan menghambat pertumbuhan iman jemaat, menggali kekayaan budaya dan spiritualitas lokal, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan GKE yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan metode FGD yang melibatkan 50 peserta dari berbagai jemaat di Resort GKE Banjarmasin, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi tujuh isu utama seputar peribadatan GKE kontemporer: warisan zending, pengaruh denominasi lain, karakteristik ibadah yang ideal, kebutuhan gereja yang ramah disabilitas dan lansia, peluang gereja online, faktor penghambat dalam ibadah, dan perbedaan preferensi ibadah lintas generasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga jemaat mengharapkan adanya perubahan dalam peribadatan GKE agar tetap relevan dengan konteks kekinian, namun tetap mempertahankan identitas GKE. Penemuan ini membawa implikasi penting bagi pengembangan model peribadatan GKE yang kontekstual serta program pendidikan dan pembinaan bagi petugas dan warga jemaat.