Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Legal Analysis of Embezzlement in Office in Committing Corruption in Decision No. 2182 K / Pid.Sus/2019 Efrianto, Gatot; Gayo, Sabela
International Asia Of Law and Money Laundering (IAML) Vol. 5 No. 1 (2026): International Asia Of Law and Money Laundering (IAML)
Publisher : International Asia Of Law and Money Laundering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59712/iaml.v5i1.160

Abstract

Embezzlement in office is a corruption modus operandi that threatens the country's financial stability through abuse of authority by state officials. Objective: This study analyzes the legal construction of embezzlement in office as a crime of corruption as well as the consideration of judges in the Supreme Court Decision No. 2182 K/Pid.Sus/2019. Method: normative juridical approach is used by reviewing legislation and court decisions through literature studies, as well as descriptive qualitative analysis of primary and secondary legal materials. Result: the verdict proved that the defendant's actions meet the elements of embezzlement in office and corruption in the presence of substantial state financial losses due to abuse of authority. The judge takes into account the aspect of causality between office and state losses, as well as applies proportionate sanctions taking into account aggravating and mitigating factors.
PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN DENGAN RENCANA TERLEBIH DAHULU YANG MENYEBABKAN LUKA BERAT DAN PENCURIAN (Studi Putusan Nomor 425/Pid.B/2023/PN.Kot) Karyono, Arya Nanda; Efrianto, Gatot
Law Jurnal Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v6i2.8531

Abstract

Tindak pidana penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu yang menyebabkan luka berat dan disertai pencurian merupakan kejahatan serius yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana tersebut serta pertanggungjawaban pidana pelaku berdasarkan Putusan Nomor 425/Pid.B/2023/PN.Kot. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif dan empiris, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak pidana meliputi faktor keluarga, rasa sakit hati, lingkungan pergaulan, tingkat pendidikan, dan kondisi ekonomi. Adapun pertanggungjawaban pidana pelaku ditentukan berdasarkan terpenuhinya unsur-unsur delik dalam Pasal 353 ayat (2) KUHP dan Pasal 362 KUHP, sehingga pelaku dijatuhi pidana penjara selama 3 (tiga) tahun. Penelitian ini menyarankan pentingnya kesadaran hukum masyarakat serta optimalisasi alat bukti seperti visum dalam penegakan hukum.