Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Bronkopneumonia Pediatri Di Instalasi Rawat Inap Rsud dr. Loekmono Hadi Kudus Amalia, Shofia; Etikasari, Ria; Rosnarita, Intan Adevia
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.109143

Abstract

Bronkopneumonia menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak balita, terutama di negara-negara dengan status perkembangan rendah hingga menengah, sehingga memerlukan terapi antibiotik yang tepat agar perbaikan kondisi klinis pasien dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia pediatri serta mengevaluasi efektivitas penggunaannya berdasarkan penurunan suhu tubuh, nilai respiratory rate (RR), jumlah leukosit, dan perbaikan gejala klinis (batuk, sesak, dan pilek). Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Juni–Desember 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ampicillin-sulbactam (61,4%), diikuti oleh ceftriaxone (35%). Penggunaan antibiotik efektif dalam menurunkan suhu tubuh, nilai RR, jumlah leukosit, serta memperbaiki gejala klinis pasien. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara ceftriaxone dan ampicillin-sulbactam dalam menurunkan suhu tubuh (p = 0,411), nilai RR (p = 0,974), jumlah leukosit (p = 0,496), serta pada durasi perbaikan gejala batuk (p = 0,649), sesak (p = 0,767), dan pilek p = 0,188. Dapat disimpulkan bahwa profil penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia pediatri di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus didominasi oleh ampicillin-sulbactam, dan penggunaannya efektif dalam memperbaiki kondisi klinis pasien, serta tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara ceftriaxone dan ampicillin-sulbactam.