Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Studi Literatur: Strategi Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Menengah Pertama Jagad, Dimaz Surya; Kenzu, Erika Nur; Maulidya, Nur Fadilah; Untu, Zainuddin; Muhtadin, Achmad
Jurnal Riset Pecinta Matematika Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Cinta Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami masalah, karena pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual dan terlalu abstrak. Strategi Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas PMRI dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP melalui studi literatur terhadap sepuluh artikel jurnal yang relevan dan terindeks dalam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan sintesis tematik untuk mengelompokkan temuan berdasarkan pola dan kategori yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PMRI memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah, meningkatkan pemahaman konsep, keterkaitan antara teori dan penerapan, serta motivasi belajar. Namun, terdapat kendala dalam penerapannya, seperti kesiapan guru dan keterbatasan sumber belajar. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan guru yang intensif serta pengembangan bahan ajar berbasis konteks nyata agar penerapan PMRI lebih efektif. Studi ini diharapkan memberikan perspektif baru bagi guru dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih kreatif dan efisien.
Analisis Literasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA pada Materi Pola Bilangan Siswa Kelas VIII SMP YPK 3 Kembang Janggut Yolanda, Regita Nofa; Untu, Zainuddin
Jurnal Riset Pecinta Matematika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Cinta Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA pada materi pola bilangan kelas VIII SMP YPK 3 Kembang Janggut tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september 2024, di SMP YPK 3 Kembang Janggut. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP YPK 3 Kembang Janggut yang sebanyak 39 siswa, dengan objek penelitian yaitu literasi matematika materi pola bilangan. Teknik analisis data meliputi penilaian hasil tes kemampuan, pengelompokkan siswa berdasarkan hasil tes kemampuan, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa dari 39 subjek penelitian, terdapat 1 siswa yang memiliki literasi kategori sangat baik, 4 siswa yang memiliki literasi kategori baik, 9 siswa yang memiliki literasi kategori cukup, 19 siswa yang memiliki literasi kategori kurang, dan 6 siswa yang memiliki literasi kategori sangat kurang. Berdasarkan proses literasi matematika yaitu proses merumuskan situasi matematika, proses menggunakan konsep matematika, fakta, prosedur dan penalaran, serta  proses menafsirkan, menerapkan dan mengevaluasi hasil matematika, sebagian besar siswa masih menghadapi kesulitan pada soal-soal yang membutuhkan penafsiran dan penerapan konsep pola bilangan dalam konteks yang lebih kompleks. Dengan demikian, disimpulkan bahwa secara umum literasi matematika materi pola bilangan kelas VIII SMP YPK 3 Kembang Janggut termasuk kategori kurang.
Analisis kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gender Herawati, Reski; Untu, Zainuddin; Muhtadin, Achmad
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2025): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pyth.v14i2.6615

Abstract

Literasi matematis merujuk pada kemampuan siswa dalam merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan konsep matematika dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi literasi matematis adalah perbedaan gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik triangulasi data yang mengambil data dengan metode tes, wawancara dan dokumentasi, metode tes yang melibatkan 30 subjek siswa (15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan) yang berumur 15 tahun keatas di SMP Negeri 22 Samarinda, selanjutnya dipilih 3 siswa dari setiap gendernya dari hasil tes literasi matematika yang dinilai berdasarkan pedoman penskoran untuk di wawancarai, setiap gender mewakili soal berdasarkan kategori rendah, sedang dan tinggi. Adapun indikator kemampuan literasi matematis dalam penelitian ini mengacu pada indikator proses literasi matematis, yaitu merumuskan situasi nyata secara matematis, menggunakan konsep fakta prosedur dan alasan matematika, serta menafsirkan, menerapkan dan mengevaluasi hasil matematika. Hasil dari penelitian diperoleh subjek laki-laki dan subjek perempuan sudah mampu memenuhi indikator proses literasi matematis untuk setiap kategorinya, dan mampu menjelaskan yang diketahui dan ditanyakan pada soal, akan tetapi subjek perempuan memiliki kecenderungan malu-malu dan kurang percaya diri akan argumennya
Hasil Observasi Kesiapan Belajar Peserta Didik Kelas VIII J SMP Negeri 1 Samarinda Pada Pembelajaran Matematika Pratiwi, Yulanda Chandra; Untu, Zainuddin
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 3 (2022): Peningkatan Kualitas Layanan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Melalui Revitalisa
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v3.1721

Abstract

Kesiapan belajar yang baik pada mata pelajaran matematika sangat dibutuhkan oleh peserta didik mengingat saat ini diterapkan kurikulum yang mengharuskan peserta didik menjadi pusat dalam pembelajaran (student centered) sehingga peserta didik diharapkan untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu cara meningkatkan keaktifan peserta didik yakni dengan meningkatkan kesiapan belajar peserta didik. Namun terdapat peserta didik yang belum memiliki kesiapan belajar. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan belajar peserta didik pada pembelajaran matematika khususnya pada peserta didik kelas VIII J di SMP Negeri 1 Samarinda. Penelitian ini dirancang memakai pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil observasi membuktikan bahwa kesiapan belajar peserta didik kelas VIII J di SMP Negeri 1 pada pembelajaran matematika secara umum tergolong baik. Kesimpulan hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu Dari segi kesiapan fisik dan kesiapan psikis peserta didik telah memiliki kesiapan belajar. Namun dari segi kesiapan materiil terdapat peserta didik yang belum mempersiapkan kebutuhan mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran matematika.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Setiawati, Sulis; Faradisa, Irsya; Mudhofar, Mudhofar; Untu, Zainuddin
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 4 (2023): Media Digitalisasi Sebagai Kebutuhan Primer Dalam Pembelajaran Kenormalan Baru
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v4.3052

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sampel penelitian siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 2 Samarinda yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Berdasarkan hasil tes akhir siklus I didapat nilai rata-rata hasil belajar matematika yaitu 70 yang tergolong dalam kriteria kurang dengan presentase ketuntasan sebanyak 37%. Nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa di siklus II yaitu 79 yang tergolong dalam kriteria cukup dengan presentase ketuntasan sebanyak 87%. Pada siklus I, hasil observasi kegiatan siswa tergolong kurang dan pada siklus II tergolong amat baik. Kesimpulan dari penelitian ini ialah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Analisis Profil Gaya Belajar Peserta Didik Untuk Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Pelajaran Matematika Assen Mayung, Ria; Natalia Tandiayu, Windy; Untu, Zainuddin; Widajanti, Aniek
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 4 (2023): Media Digitalisasi Sebagai Kebutuhan Primer Dalam Pembelajaran Kenormalan Baru
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v4.3101

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai asesmen awal untuk mendapatkan gambaran mengenai kecenderungan gaya belajar siswa SMA Negeri 1 Samarinda. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (deep talk) dan melalui pemberiang angket gaya belajar. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-3 SMA Negeri 1 Samarinda yang terdiri dari 20 laki-laki dan 16 perempuan dan total keseluruhan 36 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket gaya belajar dan menggunakan google form dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis, gaya belajar peserta didik SMA Negeri 1 Samarinda secara kinestetik sebesar 22,2%, gaya belajar visual sebesar 44,4% dan gaya belajar auditorial sebesar 33,3%. Dari hasil ini terlihat bahwa gaya belajar yang paling dominan adalah gaya belajar visual. Gaya belajar yang beragam ini berarti kebutuhan belajar peserta didik dalam pembelajaran juga beragam, dimana harus diakomodasi oleh guru maupun sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang berdiferensiasi.
Pendampingan Manajemen Referensi Zotero Bagi Guru Dalam Rangka Optimalisasi Penulisan Karya Ilmiah Rusdiana, Rusdiana; Samsuddin, Auliaul Fitrah; Ikmawati, Ikmawati; Untu, Zainuddin; Widyasari, Tri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpmpg.v1i1.3582

Abstract

Salah satu kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh guru adalah menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Kegiatan pendampingan manajemen referensi dalam hal ini Zotero dilakukan untuk menjawab kebutuhan guru dalam hal keterbatatsan pengelolaan kepustakaan dan membuat daftar pustaka. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi guru dalam menggunakan manajemen referensi Zotero. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2023. Mitra pengabdian adalah guru SMPN 2 Sepaku yang berjumlah 24 peserta. Metode pendampingan yang digunakan adalah penyampaian materi dan praktik penggunaan Zotero. Kegiatan pendampingan dilaksanakan selama satu hari. Hasil pengabdian ini adalah guru dapat menggunakan aplikasi Zotero dalam pengelolaan referensi dan dapat membuat daftar pustaka.
ANALISIS PERAN GURU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN ABAD 21 Mubarakah, Rumaisya Hanifah; Panjaitan, Theresia Nova Ishfihani; Ikmawati, Ikmawati; Untu, Zainuddin
Journal of Sustainable Transformation Vol. 3 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59310/jst.v3i02.62

Abstract

21st-century education demands changes in the role of teachers, who are not only educators but also agents of change in creating innovative and adaptive learning environments. This study aims to analyze the role of teachers in guiding students to develop 21st-century skills and the challenges they face in fulfilling this role. This research used a literature study by analyzing various relevant sources. The results showed that teachers face challenges such as gaps in technology mastery, limited training, and demands for innovation amid high workloads. To overcome these challenges, teachers need to improve their digital competencies, implement innovative learning strategies, and build collaboration. Technology-based learning, such as blended learning, project-based learning, and collaborative learning, has proven effective in improving education quality. With the right policy support, teachers can optimize their role as agents of change and contribute to a better education transformation.
Mathematical Literacy in Solving PISA Space and Shape Problems : A Self-Regulation Perspective Untu, Zainuddin; Widyasari, Tri; Hastuti, Intan Dwi; Sutarto, Sutarto; Sepeng, Percy; Kurniati, Dian; Osman, Sharifah
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 1 (2025): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14659

Abstract

This study aims to explore the role of self-regulation in enhancing mathematical literacy among high school students solving PISA Space and Shape problems. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through self-regulation questionnaires, PISA-based tasks, and semi-structured interviews from high school students categorized into high, moderate, and low self-regulation groups. The data analysis technique in this study consisting of three stages: data condensation, data display, and conclusion. Results reveal a strong correlation between self-regulation and mathematical literacy, with high self-regulation students excelling in formulating, employing, and interpreting mathematical problems. Moderate self-regulation students displayed partial success, while low self-regulation students struggled significantly, particularly in interpreting and validating solutions. The study underscores the importance of self-regulation strategies such as goal-setting, monitoring, and reflection in improving mathematical literacy. Instructional recommendations include structured goal-setting frameworks, reflective practices, and scaffolded tasks to support learners with varying self-regulation levels. These findings contribute to mathematics education by addressing the interplay between self-regulation and problem-solving in the underexplored Space and Shape domain. Future research should expand on these insights through larger, longitudinal studies to further validate the implications of self-regulation in educational contexts.