Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Tipe A Suraharta, I Made; Fitriyani, Fitriyani; Nofrisel, Nofrisel; Ichwan, Gema Akbar
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol. 12 No. 3 (2025): November
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v12i3.1824

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini terletak pada pergerakan penumpang yang belum berjalan secara optimal karena keterbatasan didalam terminal penumpang dan belum banyak mengakomodir kaum difabel di terminal penumpang. Kualitas pelayanan terminal cenderung mengalami penurunan, dalam hal ini terlihat dari banyaknya jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk dan keluar Terminal Kampung Rambutan. Penelitian menggunakan metode Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis dengan jumlah sampel sebanyak 124 orang penumpang. Hasil penelitian yaitu nilai indeks kepuasaan pengguna jasa Terminal Kampung Rambutan sebagai terminal tipe A sebesar 70, 98%.  Penilaian kinerja pelayanan berdasarkan hasil analisis Customer Satisfaction Index bahwa pengguna jasa terminal. Berdasarkan metode Importance Performance Analysis, diperlukan peningkatan fasilitas yang diberikan terutama terhadap pelayanan yang memiliki kriteria prioritas utama. Berdasarkan hasil penelitian terhadap semua indikator pada enam jenis pelayanan keselamatan, pelayanan keamanan, keteraturan, kenyamanan, keterjangkauan dan kesetaraan dapat disimpulkan bahwa tidak semua indicator atau atribut pelayanan telah memenuhi harapan pengguna jasa terminal.
Memahami Perilaku Mengemudi Berisiko: Perspektif Faktor Demografi Pengendara Sepeda Motor Ahmad Fauzi; Suraharta, I Made; Sarjana, Sri
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v12i2.762

Abstract

The high level of involvement of motorcyclists in traffic accidents highlights the importance of understanding the psychological factors that influence risky driving behavior, particularly attitudes toward safety. This study aimed to examine the influence of attitudes on two dimensions of risky driving behavior—violations and errors—and to identify differences in the strength of these influences based on rider demographic characteristics. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design on 206 motorcyclists in Tegal City, analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) and Permutation Multi-Group Analysis. The results showed that attitudes significantly influenced both violations (β = 0.460; p < 0.001) and errors (β = 0.530; p < 0.001), with a stronger influence on errors. Cross-group analysis revealed that the mechanism of attitude influence was not uniform: the influence on errors was strongest among riders aged 18–25 years, while the influence on violations was greatest among riders aged >36 years. Educational level significantly moderated the relationship, with less educated drivers demonstrating higher attitudinal sensitivity across both dimensions of risky behavior. Furthermore, driver training was shown to attenuate the influence of attitudes toward violations. These findings confirm that the effectiveness of traffic safety interventions depends on driver segmentation, with an emphasis on shaping safety attitudes and self-regulation tailored to demographic characteristics.
MODEL PENENTUAN GRAFIK PERJALANAN KERETA API UNTUK MENINGKATKAN FREKUENSI PERJALANAN KERETA API (Studi Kasus: Lintas Bogor-JakartaPP) Fauzi, Fauzi; Suraharta, I Made; Hosang, J.R.C.; Widyanto, Utut; Irawan, Sande Ritin
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabodetabek akan berkembang menjadi satu wilayah, sehingga perlu ditata dalam satu konsep sebagai metropolitan terpadu. Kereta api sebagai salah satu bagian dari sistem transportasi dan mempunyai fungsi pokok yaitu pelayanan kepada pelanggan serta berorientasi kepada pasar, baik penumpang maupun barang yang dilayaninya. Pada saat ini pengelolaan perkeretaapian di Indonesia dilaksanakan oleh suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT KAI Commuter Jabodetabek (PT. KCJ). Lintas Bogor–Jakarta, adalah salah satu lintas KRL komuter untuk angkutan penumpang komuter terpadat, setiap tahunnya mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh permintaan dan kondisi sarana dan prasarana KRL. Dan ini berpengaruh juga pada jadwal perjalanan KRL sehingga setiap tahunnya jadwal perjalanan KRL mengalami perubahan. Dengan demikian dalam upaya meningkatkan sistem pelayanan perjalanan KRL, perlu adanya sistem pengaturan jadwal dan penggunaan prasarana dan sarana yang ada sekarang dioptimalkan, terutama jadwal perjalanan kereta-kereta listrik lintas Bogor-Jakarta pada saat jam sibuk.
PENENTUAN LOKASI PERHENTIAN ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Trayek K-14, pada Ruas Jalan Raya Setu, Kabupaten Bekasi) Suraharta, I Made; Fauzi, Fauzi; Djajasinga, Nico; Umiyati, Siti
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan lokasi tempat perhentian angkutan umum (TPAU) dipengaruhi oleh banyak faktor. Kriteria penentuan lokasi TPAU yang sudah pasti adalah bahwa TPAU yang direncanakan harus berada pada jalur trayek yang akan dilayaninya. Selain itu, identifikasi lokasi kantung penumpang menjadi faktor penting yang harus dipertimbangan dalam penetapan TPAU. Kantung-kantung penumpang akan berdekatan dengan tata guna lahan pemukiman, dengan demikian tata guna lahan menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan lokasi TPAU. Faktor-faktor lainnya yaitu: lokasi simpang, jarak perjalanan, rencana halte harus berada dekat dengan tata guna lahan berupa pemukiman dengan melakukan intersect antara buffer trayek dengan tata guna lahan pemukiman, rencana lokasi halte harus sedekat mungkin dengan kantung penumpang. Selain itu rencana lokasi perhentian angkutan umum/halte dilarang berada di simpang dengan radius kurang dari 25 meter juga menjadi kriteria pertimbangan penetapan lokasi TPAU.
PENGARUH PERPANJANGAN LINTAS KERETA API TERHADAP ANGKUTAN ELF Suraharta, I Made; Fauzi, Fauzi; Purwatiningsih, Purwatiningsih; Septanto, Djoko; Sembodo, Agus
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa Kereta Rel Listrik Jabodetabekkhususnya pelanggan didaerah bekasi sampai dengan cikarang yaitu tentang keberadaan angkutanElf yang rutenya sejajar dan berimpit dengan angkutan Kereta Rel Listrik.Dan oleh karena itu untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan serta melihat dampak dariperpanjangan lintas tersebut maka akan diteliti apakah akibat perpanjangan lintas tersebut akanberpengaruh atau tidak terhadap angkutan umum elf yang telah terlebih dahulu melayani rutebakasi sampai dengan cikarang.karena bila Kereta Rel Listrik telah beroperasi pada lintas tersebutmaka angkutan ELF hanya mendapat penumpang dari kantong kantong penumpang seperti ; pasarbaru bekasi – terminal bekasi- bulak kapal dan tol timur. Sedang dari bulak kapal sampai dengancikarang paraktis akan menggunakan Kereta Rel Listrik sampai dengan tujuan yaitu cikarang.Alasan Menggunakan Kereta Rel Listrik : Persentase alasan menggunakan Kereta RelListrik terbesar adalah biaya murah dengan kisaran 39% atau sejumlah 39 responden, dimanaalasan cepat mempunyai persentase terbesar kedua sebesar 31% yaitu sejumlah 31 responden,selanjutnya alasan aman mempunyai persentase ketiga sebesar 14% atau sejumlah 14 responden ,alasan keempat yaitu jarak dekat dengan persentase 10% atau sejumlah 10 responden danpersentase terkecil yaitu alasan lainnya dengan persentase 6% atau sekitar 6 responden.Dengan beroperasinya perpanjangan Kerata cukup mempengaruhi namun Angkutan mobilpenumpang Elf masih mendapat angkutan dari kantong-kantong penumpang disepanjang rute daristasiun bekasi – terminal bekasi – bulak kapal – Tambun sampai dengan Cikarang.
KAJIAN DAMPAK PENGOPERASIAN KERETA API BANDARA TERHADAP OPERASI KERETA API KOMUTER DI DAOP I - DKI JAKARTA Suraharta, I Made; Istianto, Bambang; Asrizal, Asrizal; Rili, Rianto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 8 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam wilayah operasi kereta api DAOP I Jabodetabek saat ini beroperasi kereta api komuter (loop line), kereta api jarak menengah dan jauh. Pada tahun 2018 akan direncanakan beroperasinya kereta api Bandara Soekarno Hatta (KA BASOETA). Adapun jalur KA BASOETA dan KA Komuter DAOP I Jabodetabek. Rencana pengoperasin Kereta Api BASOETA akan mengambil relasi Manggarai (MRI) – Dukuh Atas (DK) – Tanah Abang (THB) – Duri (DU) – Batu Ceper (BTC) – Bandara Soekarno Hatta (BASOETA). Sebagian dari relasi perjalanan KA BASOETA akan menggunakan rute KA eksisting, yaitu dari Manggarai sd Batu Ceper yang mana saat ini sudah beroperasi. Beroperasinya KA BASOETA yang diperkirakan membutuhkan kapasitas lintas 80 KA akan membebankan lintas KA Komuter (loop line) yang saat ini sudah mencapai 80 KA.
STUDI KELAYAKAN PROGRAM STUDI S2 TRANSPORTASI TERAPAN SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT Suraharta, I Made; P, Effendhi; Tama, Yuanda Patria; Istyanto, Bambang
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional untuk menangani kebutuhan layanan dan pengembangan sistem transportasi darat baik pada tataran nasional maupun global, STTD telah meletakkan rencana strategis pengembangan pendidikan 2015-2023 dalam kerangka rekayasa transportasi darat (transportationengineering) yang utuh. Saat ini sebagian dari lulusan D. IV Transportasi Darat telah melanjutkan studi di magister, tetapi magister yang mengikuti alur pendidikan akademik, dan bukan pendidikan vokasi. Untuk kelanjutan studi D IV Transportasi Darat yang merupakan pendidikan vokasi, yang komposisi praktek lebih dominan disbanding teori, maka dipandang bahwa studi lanjutan yang paling tepat untuk Diploma IV Transportasi Darat adalah Magister Terapan. Sejalan dengan itu, Program Magister Terapan Transportasi ada di dalam Rencana Induk Pengembangan STTD dan sekaligus juga sejalan dengan Naskah Akademik Politeknik Sekolah Tinggi Transportasi Darat STTD yang sedang berproses.Dengan bentuk kelembagaan Politeknik, yaitu pendidikan vokasi ini, maka bentuk yang sesuai adalah magister terapan.
MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS PADA HARI PASAR DI PASAR KOTO BARU KABUPATEN TANAH DATAR Andreyani, Ni Putu Wulan; Suraharta, I Made; Hardiansyah, Irfan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelancaran Lalu Lintas pada setiap kawasan mutlak harus didukung oleh kemampuan infrastruktur dalam memenuhi permintaan yang ada. Akan tetapi, penyediaan infrastruktur yang baik tanpa dibarengi oleh manajemen lalu lintas tidaklah akan menghasilkan kinerja lalu lintas yang optimal. Kedua hal tersebut harus dipenuhi secara bersamaan jika kita menginginkan kinerja lalu lintas secara optimal. Kabupaten Tanah Datar merupakan kabupaten yang sedang berkembang sehingga mobilitas perdagangan dan jasa cukup tinggi. Pasar Koto Baru merupakan pasar yang mempunyai letak yang cukup strategis berada pada ruas jalan yang memiliki fungsi jalan sebagai jalan arteri dan status jalan sebagai jalan nasional Pasar ini memiliki tingkat aktifitas perjalanan yang tinggi pada hari pasar sehingga ruas jalan di kawasan pasar ini memiliki volume lalu lintas yang tinggi. Bangkitan dan tarikan perjalanan pada hari pasar di Pasar Koto Baru ini menyebabkan tingginya pergerakan kendaraan dan pejalan kaki di kawasan tersebut yang terus bertambah seiring semakin berkembangnya pusat perdagangan dan jasa dan banyaknya gangguan-gangguan lalu lintas muncul pada ruas jalan tersebut seperti munculnya parkir kendaraan di badan jalan dan kurang tertibnya pengguna jalan terutama pejalan kaki. Melihat kondisi ini perlu adanya manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan penggunaan prasarana yang ada, meningkatkan efisiensi pergerakan lalu lintas secara menyeluruh dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi serta menyeimbangkan permintaan terhadap prasarana yang ada. Manajemen dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan harus mempertimbangkan pengaruh terhadap unjuk kerja lalu lintas. Berdasarkan hasil analisa, maka skenario penanganan yang diterapkan dapat menurunkan v/c ratio dari 0,88 menjadi 0,72 di ruas jalan yang paling bermasalah pada kondisi eksisting. Dalam pelaksanaan skenario penanganan tersebut, maka dukungan dari semua pihak yang terkait mutlak diperlukan sehingga Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mampu mensosialisasikan skenario yang diterapkan kepada masyarakat dan melakukan penekanan ketegasan hukum dalam pelaksanaannya di lapangan. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, V/C Ratio, Kecepatan, Kepadatan, Parkir, Pejalan Kaki, Waktu Operasi Angkutan Barang
Perencanaan Angkutan Feeder Yang Melayani Brt Koridor 2 (Nusadua-Bandara) Suraharta, I Made; Ananda, Adelin Feblika; A, Dessy Angga
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 11 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v11i2.551

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perencanaan angkutan feeder yang melayani BRT Koridor 2 (Nusadua-Bandara). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini berjenis data primer dan data sekunder. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis permintaan, analisis pemilihan rute, analisis armada, dan analisis BOK. Berdasarkan analisis data dalam penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Berdasarkan hasil survei wawancara, diketahui bahwa jumlah permintaan untuk angkutan feeder adalah 66 responden untuk permintaan aktual dan 458 untuk permintaan potensial. Pergerakan yang ditimbulkan oleh responden yang paling tinggi berasal dari zona 6, dimana tata guna lahan pada zona tersebut merupakan kawasan wisata dan pusat pendidikan; 2) Rute rencana untuk pengoperasian angkutan feeder di Kuta Selatan dibagi menjadi 3 rute dengan pelayanan rute yang berbeda; 3) Jumlah armada yang dibutuhkan pada tiap rute: Permintaan Potensial yaitu: a) Rute 1 jumlah kebutuhan armada 2 kendaraan, b) Rute 2 jumlah kebutuhan armada 1 kendaraan, dan c) Rute 3 jumlah kebutuhan armada 4 kendaraan; dan 4) Tarif usulan yang sesuai untuk angkutan feeder: a) Rute 1 dengan tarif sebesar Rp. 5.500,-; b) Rute 2 dengan tarif sebesar Rp. 4.000,-; dan c) Rute 3 dengan tarif sebesar Rp. 7.000,-.