Articles
HUBUNGAN TEMPAT PENGASUHAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 36 s/d 48 BULAN DI KELURAHAN TUAH KARYA KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU
Laila, Ani;
Aryani, Yeni;
Utami, Santi Tri
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 7 No 2 (2019): JURNAL IBU DAN ANAK Volume 7, Nomor 2, November 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.755 KB)
|
DOI: 10.36929/jia.v7i2.203
Anak di Indonesia dipekirakan 13-18% mengalami masalah perkembangan seperti motorik, berbahasa, perilaku, autisme dan hiperaktif. Tumbuh kembang anak tergantung pada stimulasi yang diberikan oleh orang tua dan orang terdekat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tempat pengasuhan anak dengan perkembangan anak usia 36 s/d 48 bulan di Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jenis Penelitiian ini Kuantitatif dengan desain Crosssectional. Populasi penelitian ini seluruh anak usia 36 s/d 48 bulan yang ada di kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan berjumlah 126 orang. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2019. Sampel penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan pengamatan pada lembar KPSP dengan jumlah sebanyak 10 item. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Karakteristik anak usia 36 bulan s/d 48 bulan menurut jenis kelamin perempuan (52,1%) dan usia anak 36 bulan (39,6%), anak usia 36 bulan s/d 48 bulan anak yang diasuh di TPA dan anak yang diasuh di rumah masing-masing berjumlah (50%), usia 36 bulan s/d 48 bulan anak yang diasuh di TPA dengan perkembangan yang sesuai (85,4%), dan anak yang diasuhdi rumah dengan perkembangan yang meragukan (43,8%). Hasil uji analisis menunjukkan Ada hubungan antara tempat pengasuhan anak dengan perkembangan anak usia 36 s/d 48 bulan (p value=0,000). Disarankan bagi pendidik TPA dan PAUD untuk membuat program mengenai tumbuh kembang anak secara berkelanjutan dan bagi yang Rumah untuk dapat memantau pengetahuan perkembang anak secara optimal.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL YANG DIBERIKAN TABLET BESI DENGAN DAN TANPA VITAMIN C DI POLINDES MESAH TANAH PUTIH TANJUNG MELAWAN KABUPATEN ROKAN HILIR TAHUN 2017
Laila, Ani;
Wardanis, Melly;
Jasmaini, Jasmaini
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 5, Nomor 2, November 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.64 KB)
|
DOI: 10.36929/jia.v5i2.216
Pemberian zat besi pada ibu hamil merupakan salah satu syarat pelayanan kesehatan K4. Cakupan pemberian Fe pada ibu hamil di wilayah Polindes Mesah adalah sebesar 87,1 %, cakupan ini belum mencapai target yang ditetapkan (95%). Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin ibu hamil yang diberikan tablet besi dengan dan tanpa vitamin C. Jenis penelitian adalah quasi eksperimental dengan desain pre test post test control group design. Yang dilakukan dari Maret-Juli 2017.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil normal trimester II. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang ibu hamil trimester II yang diberikan tablet besi dengan vitamin C dan 10 orang trimester II diberikan tablet besi tanpa vitamin C. Yang dipilih dengan teknikpurposive sampling. Data dikumpulkan dengan mengukur kadar hemoglobin ibu hamil sebelum dan sesudah diberi intervensi. Analisa data menggunakan uji T-Test Independen.Hasil penelitiandidapatkan kadar Hb ibu hamil sebelum diberikan tablet besi 10.62 gr%, setelah diberikan tablet besi 10.58 gr%, sedangkan sebelum diberikan tablet besi dan vitamin C 10.33gr%, setelah diberikan tablet besi dan vitamin C 11,99 gr%. Terdapat perbedaan yangsignifikan kadar Hb antara ibu hamil yang diberikan tablet besi dengan dan tanpa vitamin C (P=0,000). Disarankan kepada Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan untuk menerapkan penggunaan teblet besi dengan dan tanpa vitamin C sebagai antisipasi anemia pada ibu hamil, karena sangat efektif dalam meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil.
PENGARUH PENGGUNAAN BREASTFEEDING PILLOW TERHADAP MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO PEKANBARU TAHUN 2019
Yanti, Yanti;
Laila, Ani;
Rezeki, Yupita Tri
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 7, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (645.09 KB)
|
DOI: 10.36929/jia.v7i1.219
Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada ibu menyusui merupakan ketidaknyamanan yang diakibakan oleh ketidakseimbangan antara otot dan tulang karena aktivitas menyusui dilakukan ibu berulang-ulang setiap hari yang dapat mempengaruhi aktivitas pemberian ASI. Sebanyak 80,8% ibu mengalami ketidaknyamanan pada beberapa bagian tubuh ketika menyusui bayinya yang disebabkan oleh teknik menyusui serta posisi duduk yang belum tepat. Salah satu intervensi non farmakologi untuk mengurangi ketidaknyamanan musculoskeletal adalah dengan menggunakan breastfeeding pillow untuk menghilangkan atau meminimalkan nyeri musculoskeletal selama menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan breastfeeding pillow terhadap musculoskeletal disorders pada ibu menyusui. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan pretest-posttest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui pada bulan Januari hingga Maret di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Pekanbaru . Sampel penelitian sebanyak 20 orang ibu menyusui. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dengan teknik wawancara menggunakan lembar kuisioner Nordic Body Map. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian didapat rata-rata skor ketidaknyamanan Musculoskeletal Disorders (MSDs) ibu menyusui sebelum menggunakan Breastfeeding Pillow adalah 17,35 (SD: 5,008) dan sesudah menggunakan Breastfeeding Pillow adalah 11,05 (SD:0,887). Hasil uji statistik terdapat pengaruh breastfeeding pillow terhadap Musculoskeletal Disorders (MSDs) (p=0,001). Disarankan penggunaan breastfeeding pillow dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk mengurangi musculoskeletal disorders (MSDs) pada ibu menyusui.
The Effect of Compress Kol (Brassica Oleracea Var. Capitata) and Warm Compression On The Pain of Breast Swallowing In Post Partum Women In The Teratai Room Arifin Achmad Hospital, Riau Province
., Meriani;
Laila, Ani;
., Yanti
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 8, No 2, November 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.869 KB)
|
DOI: 10.36929/jia.v8i2.276
Abstract 2Breastfeeding problems that can arise during the postpartum period arebreast engorgement pain. The pain in the breast can make the mother andbaby feel uncomfortable. Non-pharmacological methods that can be used toreduce the pain of swelling of the breast are cabbage compresses and warmcompresses. The purpose of this study is to determine The effect of cabbagecompresses and warm compresses to reduce pain intensity in breastengorgement. The study was conducted in March 2019 - June 2019 in theTeratai Room of Arifin Achmad Hospital, Riau Province. This type of researchis quasi-experimental with a pretest-posttest two group design. post partumwhich was treated in the Teratai Room of the Arifin Achmad Hospital, RiaudProvince with a sample of 10 respondents in the cabbage compress groupand 10 respondents in the warm compress group who were taken bypurposive sampling technique. Collecting data using an observation sheetcontaining a pain scale Numeric Rating Scale (NRS). The results showed thatthe average pain intensity before the cabbage compress and before thewarm compress was 5.7 (SD 1.34) and after being given treatment the resultswere obtained on the cabbage compress 2. , 9 (SD 1.10) and warmcompresses 4.1 (SD 1.28). The results of statistical tests showed that there wasa difference in the pain intensity of breast swelling after being treatedbetween hot compresses and warm compresses in the Teratai room of ArifinAchmad Hospital, Riau Province (p = 0.042), cabbage compresses were moreeffective in reducing pain than warm compresses. It is suggested to themanagement of Arifin Achmad Hospital to consider giving cabbagecompresses as an effective and economical non-pharmacological method inreducing the pain of breast swelling in post partum mothers.
THE RELATIONSHIP OF PREGNANCY EXERCISE TO PERINEAL RUPTURE AMONG PRIMIPAROUS WOMEN AT PMB DINCE SAFRINA OF PEKANBARU IN 2015 -2018
Hardyanti, ining;
Harahap, Juraida Roito;
Laila, Ani
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 8, No 1, Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.568 KB)
|
DOI: 10.36929/jia.v8i1.285
AbstractPerineal rupture is one of the complications that occurs during labor that can lead to death in the mother. The impact of perineal rupture is bleeding duringthe first hour after childbirth, fistulae, hematoma, and infection. One of thepreventive efforts that can be done to reduce perineal rupture is pregnancyexercises. The results of a preliminary survey conducted at PMB Dince Safrinashowed that 66.1% out of 186 women giving birth experienced perinealrupture. This study aimed to determine the relationship between pregnancyexercise and perineal rupture in primiparous women in PMB Dince Safrina in2015-2018. This quantitative research method used a cross sectional design.The population was all primiparous mothers at PMB Dince Safrina in 2015up to 2018 with 219 people. The sampling technique used was totalsampling. The data analysis used univariate and bivariate with the chi-squarestatistical test. The results showed that 55.25% of primiparous mothers didpregnancy exercise and 58.40% experienced perineal rupture. The results ofstatistical tests obtained a p-value of 0.000, meaning there was a significantrelationship between pregnancy exercise and the incidence of perinealrupture in primiparous women with OR of 0.239, indicating that those whodid not do pregnancy exercise would experience perineal rupture 0.239times than those who did. It is suggested to midwives to maintain pregnancyexercise classes and provide health education to pregnant women to be moreactive in carrying out pregnancy exercises to prevent the occurrence ofperineal rupture during labor.
THE EFFECT OF GIVING AMBON BANANA (MUSA PARADISIACA.L) TO EMESIS OF GRAVIDARUM IN PREGNANT WOMEN AT SIDOMULYO HEALTH CENTER OFPEKANBARU IN 2019
Molisa, Yufa;
., Lailiyana;
Laila, Ani
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 8, No 1, Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.992 KB)
|
DOI: 10.36929/jia.v8i1.288
Abstract Emesis Gravidarum is a common symptom in pregnancy and occurs in 50-60%of pregnant women. In addition to consuming drugs to treat nausea andvomiting, mothers can try the recommended fruits such as bananas which canovercome Emesis Gravidarum. In bananas it contains Vitamin B which issoluble in water and helps increase the development of central nervous systemcells in the fetus. A preliminary survey conducted at the Sidomulyo InpatientHealth Center in Pekanbaru City showed that 8 out of 10 pregnant womenexperience Emesis Gravidarum so that it can cause discomfort for pregnantwomen. The purpose of this study was to effect of ambon banana on EmesisGravidarum in pregnant women at Sidomulyo Inpatient Health Center,Pekanbaru City in 2019. This type of research is a pre-experiment with onegroup pre-post test design. This research was conducted from March to June2019. The population in this study were all pregnant women who experiencedEmesis Gravidarum with a sample of 19 people taken by accidental samplingtechnique. The results showed that the average score of nausea vomiting withmothers Emesis Gravidarum before given ambon banana was 10,21(SD=2,175) and after being given ambon banana was 7,21 (SD=2,200). Theresult of the Wilcoxon test statistical test showed that there was an effect ofgiving ambon banana to Emesis Gravidarum in pregnant women with (p-value0,000). It is recommended for midwives to provide education about ambonbanana as one of the nutrients from natural ingredients to reduce EmesisGravidarum during pregnancy.
The Relations of Family Social Support, Early Breastfeeding Initiation And Occupation Toward Exclusive Breastfeeding
Harahap, Juraida Roito;
Helina, Siska;
Laila, Ani;
Fahroza, Ina
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 10, No.1, Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/jia.v10i1.502
Nationally, the target for exclusive breastfeeding in 2020 is 40%. However, the coverage of eclusive breastfeeding at Kandis Kota Primary Health Center in 2020 is around 30.05%. The purpose of this study was to determine the relationship of family social support, IMD and occupation toward exclusive breastfeeding upon mothers who have babies in the working area of Kandis Kota Primary Health Center. This research is a descriptive analytic study using a cross sectional design. The population in this study were mothers who had babies aged > 6-12 months. The population 100 people. 80 people were taken as sample using quota sampling technique. The data collection method used in this study was questionnaire. This research was conducted on March 14-21, 2022. Chi-square test with 95% confidence degree is used for data analysis. Statistical results show that there are indeed relations between family social support, IMD and exclusive breastfeeding, and there is no relation between occupation and exclusive breastfeeding. It is expected that midwives at Kandis Kota Primary Health Center always carry out Early Breastfeeding Initiation to the newborns and provide education to families to provide social support for breastfeeding mothers so that the mothers will be more confident in giving exclusive breastfeeding.
Pengaruh Murottal Al-Quran Terhadap Kualitas Tidur Balita Umur 1-2 Tahun Di Desa Rimbo Panjang Wilayah Kerja Puskesmas Tambang
Laila, Ani;
Susilawati, Elly;
Fathunikmah, Fathunikmah;
Asrika, Yelli
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 10, No.2,November 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/jia.v10i2.597
Toddler sleep conditions are a very big influence on the growth of toddlers, so that the quality of toddler sleep must be carried out optimally. In supporting the sleep quality of toddlers, it is necessary to implement murottal Al-Quran therapy as a religious therapy. Based on the initial survey, there are toddlers who experience sleep disorders on the grounds that there are children who are fussy, have difficulty sleeping and often wake up in their sleep. This type of research is quantitative with a pre-experimental model with a population of 30 toddlers and a sample of 15 toddlers using purposive sampling technique. This research was conducted in January – April 2022 by conducting observations and questionnaire sheets. The analysis in this study used a paired t-test. The results obtained are that there is an effect of murottal Al-Qur'an on the sleep quality of toddlers aged 1-2 years in Rimbo Panjang Village, Mining Health Center Work Area with a correlation value of 0.002 with a value of 0.05. It is recommended to parents of toddlers to improve the implementation of murottal Al-quran therapy to improve the quality of sleep for toddlers.
GERAKAN BINA BALITA “SEHAT” DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TELUK KENIDAI KABUPATEN KAMPAR
Alyensi, Fatiyani Yensi;
Laila, Ani;
Susanti, Ari
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.540
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, terus berupaya mengoptimalkan program Bina Keluarga Balita (BKB) guna menghindari terjadinya peningkatan stunting atau gagal tumbuh pada balita di Provinsi Riau. Berdasarkan studi pendahuluan dengan melaksanakan wawancara pada Bidan penanggung jawab di desa Teluk Kenidai menyatakan bahwa telah dibentuk Bina Balita (BKB) yang bernama BKB “Sehat” dengan kelompok umur 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun dan 4-5 tahun. akan tetapi pelaksanaannya belum berjalan secara optimal dengan adanya Pandemic Covid 19 yang sudah berlangsung selama dua tahun ini membuat kegiatan tidak berjalan secara maksimal. Berdasarkan data pencatatan kader BKB “Sehat” pada bulan Maret tahun 2022 bahwa Balita yang berkunjung ke Posyandu dengan kelompok umur 0-1 tahun berjumlah 16 orang, umur 1-2 tahun berjumlah 22 orang, umur 2-3 tahun berjumlah 20 orang dan umur 4-5 tahun berjumlah 3 orang. Waktu pelaksanaan Februari sampai Agustus 2022 dengan peserta kegiatan adalah Kader BKB “Sehat” di Desa Teluk Kenidai yang berjumlah 30 orang. Metode dengan ceramah dan tanya jawab serta demonstrasi dalam praktik menyusui dan pembuatan MP ASI serta adanya monitoring dan evaluasi.Hasil kegiatan terdapatnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kader BKB Sehat serta terbinanya keluarga Balita Desa Teluk Kenidai wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar sebagai upaya pencegahan stunting
PENYULUHAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI SMAN 12 KOTA PEKANBARU
Fathunikmah, Fathunikmah;
Laila, Ani
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu neoplasma ganas yang paling umum dialami oleh wanita dan masih menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada kelompok ini. Penyakit ini memiliki progresivitas yang lambat namun bersifat kronis, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting dalam penanganannya (Siagian et al., 2024). Upaya yang dilakukan kementrian Kesehatan dengan mencanangkan program deteksi dini nasional untuk kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Berdasarkan penelitian, SADARI menurunkan peningkatan kasus kematian akibat kanker payudara hingga 20% namun yang melakukan masih sedikit yaitu sekitar 25-30% (Wijaya et al., 2024). Hal ini menjadi dasar alasan dilakukan penyuluhan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) sebagai upaya deteksi dini kanker payudara dengan 21 siswi SMAN 12 Kota Pekanbaru. Penyuluhan ini dilakukan dengan memberikan materi SADARI dengan metode ceramah dan diskusi. Setelah diberikan materi penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara dengan SADARI. Hal ini terlihat dari hasil pengisian kuesioner pre-test dan post-test, di mana rata-rata skor pengetahuan meningkat secara signifikan.