Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PERSONAL HYGIENE PENJAMAH DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN GADING CEMPAKA KOTA BENGKULU Sari, Aplina Kartika; ., Halimatusa'diah
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.929 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v6i2.635

Abstract

Makanan jajanan telah menjadi bagian dari keseharian anak-anak sekolah dan sangat banyak produsen jajanan anak yang tidak memperhatikan keamanan produknya, maka tidak mustahil akan menimbulkan beberapa kerugian diantaranya makanan jajanan yang kurang terjamin kebersihannya akan menyebabkan penyakit pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya personal hygiene penjamah dan sanitasi makanan jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, yaitu riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah penjamah makanan jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu berjumlah 16 Sampel. Pengolahan data yang terkumpul dari hasil lapangan diolah dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi. Teknik Analisis data dilakukan secara univariat dengan tujuan menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil analisis Personal hygiene penjamah makanan jajanan lebih dari sebagian besar (84,6%) tidak memenuhi syarat dan Sanitasi makanan jajanan sebagian besar (61,54%.) tidak memenuhi syarat. Diharapkan kepada penjamah/pedagang makanan jajanan agar melakukan upaya perbaikan dalam hal personal hygiene seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum menjamah makanan, memakai alat/perlengkapan atau dengan alas tangan, menggunakan celemek, dan senantiasa menjaga membersikan. Untuk sanitasi makanan jajanan diupayakan agar menggunakan lap bersih untuk mengeringkan peralatan dan melengkapi fasilitas sanitasi yang belum tersedia atau yang belum memenuhi syarat.
ANALISIS KEPADATAN JENTIK NYAMUK AEDES SP DI KELURAHAN KANDANG KOTA BENGKULU WIDADA, AGUS; EKA PUTRI, VICKY HERLY; SARI, APLINA KARTIKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok. Indonesia kecuali di tempat ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan air laut. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk diketahui faktor resiko kejadian penyakit Demam Berdarah (Dengue) di Kelurahan Kandang Kota Bengkulu. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif yaitu metode penelitian yang di lakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang kepadatan jentik nyamuk dan lingkungan perumahan di wilayah Kandang Kota Bengkulu Tahun 2017 secara objektif kemudian di analisi. Kepadatan penghui rumah yang memenuhi syarat sebanyak 90,62% , Kepadatan jentik nyamuk nilai HI adalah 90,6%,CI 70,98% dan BI 78,23% dikatakan kepadatan tinggi. Pemberantasan sarang nyamuk yang kurang baik sebanyak 90,62%. Diharapkan masyarakat bisa menjaga lingkungan yang sehat dan bersih supaya masyrakat lebih memperhatikan lingkungan sekitar rumah supaya tidak terkena penyakit Demam Berdarah Dengue.
EFEKTIVITAS KOMBINASI KULIT PISANGDAN BONGGOL PISANG DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA) GUSTINA, MELY; SARI, APLINA KARTIKA; UTAMI, YOLANDA FRISILIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di indonesia timbunan sampah pada tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton Tingkat timbunan sampah di Kota Bengkulu pada tahun 2018 yaitu 774,86 m3/hari dengan jumlah penduduk 309.943 jiwa, dan pada tahun 2019 timbunan sampah di kota Bengkulu mencapai 1.004,80 m3/hari dengan jumlah penduduk 417.918 jiwa (Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu, 2019). Tujuannya untuk Untuk mengetahui efektivitas kombinasi kulit pisang dan bonggol pisang dalam pembuatan pupuk organik (POC)terhadap pertumbuhan tanaman selada (lactuca sativa). Metode Penelitian: Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperimen). Diuji dengan metode uji one way anova dan dilanjutkan dengan uji bonferroni. Hasil Penelitian: Konsentrasi POC kombinasi kulit pisang dan bonggol pisang 70 ml menghasilkan tinggi 23,7 cm dan jumlah daun sebanyak yaitu 11 helaian,: konsentrasi POC kombinasi kulit pisang dan bonggol pisang 80 ml menghasilkan tinggi 28.7 cm dan jumlah daun sebanyak yaitu 14 helaian, dan konsentrasi POC kombinasi kulit pisang dan bonggol pisang 90 ml menghasilkan tinggi 34.6 cm dan jumlah daun sebanyak yaitu 16 helaian. Saran: Dapat melakukan penelitian yang sama dengan variabel yang berbeda, Dapat melakukan penelitian yang sama dengan mengaplikasikan pada tanaman yang lain, Untuk peneliti selanjutnya agar lebih memperhatikan letak tanaman yang langsung terpapar cahaya matahari agar pertumbuhannya lebih baik dari peneliti sebelumnya.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN PENGLIHATAN PADA PEKERJA BENGKEL LAS KOTA BENGKULU Agus Widada; Rizki Refiyanti; Aplina Kartika Sari
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v12i2.35

Abstract

Pekerja pengelasan menduduki peringkat kedua dalam hal proporsi pekerja yang mengalami cidera mata, sekitar 1390 kasus eye injury disebabkan karena pajanan bunga api pengelasan. Berdasarkan survai awal sebanyak 75% pekerja bengkel las Kota Bengkulu merasakan keluhan penglihatan. Beberapa faktor yang diduga merupakan faktor risiko keluhan penglihatan pada pekerja bengkel las yaitu masa kerja, lama paparan, alat pelindung mata. Tujuan Penelitian adalah mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan penglihatan pada pekerja bengkel las Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, uji statistik dan narasi. Hasil penelitian berdasarkan distribusi frekuensi masa kerja > 3 tahun (54,75%), lama paparan > 4 jam (60,4%), APM kacamata gelap biasa (83%), ada keluhan penglihatan (59,4%) dan menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan keluhan penglihatan yaitu (ρ value=0,046), lama paparan yaitu (ρ value=0,027). Tidak ada hubungan yang bermakna antara alat pelindung mata dengan keluhan penglihatan yaitu (ρ value=0,917). Bagi pekerja bengkel las diharapkan untuk menggunakan APD sesuai standar agar dapat menghindari kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.Kata Kunci : Keluhan Penglihatan, Masa Kerja, Lama Paparan, Alat Pelindung Mata.
ERGONOMIC RISK LEVEL AND MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS DISORDERS (MSDS) IN GALLON SHUTTERS IN THE QUALITY AREA OF QUEEN AGUNG BENGKULU CITY SRI MULYATI; APLINA KARTIKA SARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2385

Abstract

Ergonomics is a field of study that studies human interaction with elements in the system, so that various theories and methods will be produced to optimize the performance and performance of the overall system. While Musculoskeletal disorders (MSDs) are complaints felt by workers such as muscle pain, and cartilage pain. This study aims to determine the ergonomics and complaints of musculoskeletal disorders (MSDs). Based on an initial survey of 5 drinking water depot workers about whether they feel pain in the body when they work, it turns out there are complaints such as pain in some parts of their body such as back pain 3 people, neck 2 people, and others after they work. This research was a descriptive observational study, the sample in this study was 35 drinking water depot workers using total sampling. From the univariate results of 35 workers had a moderate level of ergonomic risk of 32 (91.4%), while complaints of Musculoskeletal disorders (MSDs) experienced by workers were more dominant while complaints of musculoskeletal disorders were 21 (60%). Workers are expected to pay attention to the ergonomics of work positions carried out when carrying out work activities that have a sufficiently long period of time, thereby reducing complaints of Musculoskeletal disorders experienced by workers.
STUDY PERSONAL HYGIENE DAN FASILITAS SANITASI JASA BOGA KOTA BENGKULU APLINA KARTIKA SARI; MUALIM MUALIM
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higiene sanitasi makanan merupakan upaya mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. Fasilitas sanitasi jasaboga meliputi tempat cuci tangan, air bersih, jamban dan peturasan, kamar mandi dan tempat sampah. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2017, TPM memenuhi syarat hygiene sanitasi berjumlah 553 unit (53,69%). Tujuan Penelitian ini memperoleh gambaran secara deskriptif tentang personal hygiene penjamah makanan dan fasilitas sanitasi pada 10 Jasaboga di Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan mengunakan rancangan observasional. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara tentang personal hygiene sebanyak 20 penjamah makanan pada Jasaboga di Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Personal hygiene penjamah makanan 40% tidak memenuhi syarat. Fasilitas sanitasi berupa tempat cuci tangan 60% tidak memenuhi syarat, air bersih 70% tidak memenuhi syarat, jamban dan peturasan (urinoir) 70% tidak memenuhi syarat dan tempat sampah 100% tidak memenuhi syarat. Diharapkan pemilik dan karyawan pada jasaboga memiliki sertifikat hygiene sanitasi makanan, menyediakan dan menggunakan celemek dan sepatu kedap air selama beraktifitas bagi penjamah makanan. Pemilik juga harus menyediakan tempat sampah tertutup yang didalamnya dilapisi kantong plastik sesuai dengan jenis sampah sehingga memudahkan dalam pengangkutan sampah.
PENGARUH PENDIDIKAN MENGGUNAKAN AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PEMISAHAN SAMPAH PADA SISWA SD DI KOTA 19 KOTA BENGKULU Aplina Kartika Sari; Vira Tika Yuniar; Sri Mulyati
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v14i2.161

Abstract

Waste is something that is not used, not used, not liked or something that is discarded that comes from human activities and does not happen by itself. Waste sorting is the activity of grouping and separating according to the type of waste. Education or also called education is any planned effort to influence other people either individuals, groups, or the community so that they do what is expected by the education practitioners. Audio visual media is media that is able to display sound and images. This study aims to determine the Effects of Education Using Audio Visuals on Increasing Knowledge, Attitudes and Actions of Waste Sorting in Elementary School (SD) students in 19 Bengkulu City.This research method is a quasi experiment. The population of this study was 126 students who took 126 students in class V using simple random sampling and obtained 96 students consisting of class A 32 people, B 32 people and C 32 people. T-test statistical test results show the difference between knowledge, attitudes and actions before being given education and after being given education using audio visual (ρ = 0.00 <0.05).Conclusions there are significant differences between knowledge, attitudes and actions before and after being given education using audio visual.Keywords: audio-visual education, knowledge, attitudes, actions
MODEL PENGELOLAAN SAMPAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 02 KOTA BENGKULU APLINA KARTIKA SARI; JUBAIDI JUBAIDI; SRI MULYATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4046

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh sekolah dalam pengelolaan sampah utamanya berkaitan dengan belum adanya pola pengelolaan yang sesuai dan belum diaplikasikannya metode yang baik dalam pengelolaan sampah seperti metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Oleh karena itu diperlukan sebuah kajian atau penelitian yang bertujuan untuk mengetahui teknik atau metode yang tepat untuk menangani pengelolaan sampah di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pengelolaan sampah di sekolah dasar negeri Kota Bengkulu Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode focus group discussion (FGD) yaitu melakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner, rekaman dan video terhadap kepala sekolah, guru, siswa, dan penjaga sekolah. Sampel responden untuk kuesioner ditentukan menggunakan teknik probably sampling. Sedangkan sampel timbulan dan komposisi sampah mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan. Hasil pengambilan sampel timbulan didapatkan nilai timbulan sampah yang dihasilkan di SDN 02 Bengkulu adalah sebesar 2,222 liter/orang/hari atau 0,226 kg/orang/hari yang didominasi sampah sisa makanan, dan diikuti oleh sampah kertas kemudian sampah plastik di urutan kedua dan ketiga.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR KOMBINASI KULIT PISANG  KEPOK (MUSA PARADISA L) DAN DAUN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) MELY GUSTINA; HAIDINA ALI; APLINA KARTIKA SARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4087

Abstract

Latar Belakang: Tingkat timbulan sampah di Kota Bengkulu sebanyak 3 m3/hari, dengan jumlah penduduk 417.918 jiwa, menghasilkan 1.044,80 m3/hr timbulan sampah, hal ini memerlukan alternatif untuk mengatasi tingginya timbulan sampah tersebut, salah satunya yaitu dapat dengan melakukan pemanfaatan sampah organik dalam pembuatan pupuk organik, baik itu kompos maupun pupuk organik cair. Tujuannya untuk mengetahui tinggi, jumlah daun, waktu tanaman mulai muncul buah terhadap pertumbuhan tanaman mentimun dengan pemberian POC kombinasi kulit nanas dan daun lamtoro. Metode Penelitian : Desain penelitian quasi eksperimen dan analisis data menggunakan Uji One Way Anova dan Uji Bonferroni. Hasil : Hasil uji One Way Anova pada ketiga variabel yang di periksa didapatkan hasil ρ value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap perlakuan larutan POC memiliki perbedaan, dan hasil Uji Bonferroni diperoleh perlakuan yang paling efektif terhadap pertumbuhan tanaman mentimun pada perlakuan POC 25 ml yaitu rata – rata tinggi tanaman 163,7 cm, jumlah daun sebanyak 27,3 helaian, dan tanaman mulai muncul buah pada 26,5 HST. Saran : Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan variabel yang berbeda ataupun mengaplikasikan terhadap tanaman lainnya.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE MAKANAN JAJANAN DENGAN KELUHAN PENYAKIT GANGGUAN PENCERNAAN (Gastrointestinal) PADA PEDAGANG DI SIMPANG KANDIS KOTA BENGKULU Aplina Kartika Sari; Kinanti Dwi Widiarti; Yusmidiarti
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 21 No. 1 (2023): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.571 KB) | DOI: 10.36568/gelinkes.v21i1.36

Abstract

 Food is a basic need for humans. Snack food is very likely to be contaminated due to lack of attention to environmental sanitation and personal hygiene when processing snack food with disease complaints at Kandis Simpang, Bengkulu City. The purpose of this study was to analyze the relationship between environmental sanitation and personal hygiene on traders' complaints of digestive disorders.This type of research is observational analytic with a cross sectional approach. The sample is 42 traders. The variables studied were environmental sanitation, personal hygiene and traders' complaints of digestive disorders. Data analysis used the chi square test.The results showed that 16.7% of traders had poor environmental sanitation, 26.2%of traders had poor personal hygiene and complaints of gastrointestinal diseases. The results of the chi-square test found that there was a relationship between environmental sanitation and gastrointestinal complaints with a significance value of P=Value 0.009 andthere was no relationship between personal hygiene and gastrointestinal complaints with a significance value of P=Value 0.021. There is a relationship between environmental sanitation and complaints of digestive disorders, but not with personal hygiene of traders. The researcher's suggestion for tradersis to understand the importance of environmental sanitation and personal hygiene for street food vendors at the Kandis intersection in Bengkulu City