Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

DETEKSI DINI GANGGUAN MINERAL TULANG PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK: TINJAUAN SISTEMATIK: EARLY DETECTION OF BONE MINERAL DISORDERS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE: A SYSTEMATIC REVIEW Agustiawan; Mukmin, Sugianto; Mastari, Ekawaty Suryani; Hardigaloeh, Amanda Trixie; Susanto, Denny
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1052

Abstract

Gangguan metabolisme mineral dan tulang merupakan komplikasi penting pada pasien penyakit ginjal kronik yang berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan risiko fraktur tulang. Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk menganalisis bukti terkini mengenai peran biomarker biokimia dan pemeriksaan radiologis dalam deteksi dini CKD-MBD pada pasien CKD stadium 2–5. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk periode 2015–2025. Empat studi yang memenuhi kriteria inklusi berasal dari India, Italia, Tiongkok, dan Bangladesh, dengan desain potong lintang dan kohort prospektif. Bukti yang kami himpun menunjukkan bahwa peningkatan kadar parathyroid hormone (PTH), fosfat, alkaline phosphatase (ALP), dan fibroblast growth factor-23 (FGF-23) secara konsisten berhubungan dengan penurunan bone mineral density (BMD) serta progresivitas CKD. Kombinasi pemeriksaan biokimia dengan densitometri tulang (DXA) dan pendekatan berbasis machine learning terbukti meningkatkan akurasi diagnosis dini. Oleh karena itu, pemantauan biomarker tersebut dapat menjadi strategi penting dalam deteksi dan pencegahan CKD-MBD secara komprehensif.
Dampak Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Loyalitas Pasien di Rumah Sakit: Sebuah Tinjauan Litelatur: The Impact of Hospital Health Promotion on Patient Loyalty in Hospital: A Literature Review Agustiawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.659 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.2046

Abstract

Pendahuluan: Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan konsep tata kelola rumah sakit yang menjalankan promosi kesehatan, sehingga berdampak pada pengembangan kualitas pelayanan RS. Artikel ini membahas mengenai penerapan PKRS yang dihubungkan dengan loyalitas pasien. Metode: Kami menganalisis jurnal berbahasa Indonesia atau Inggris, teks lengkap dan membahas mengenai promosi kesehatan serta loyalitas pasien dalam sepuluh tahun terakhir. Adapun database yang kami gunakan adalah Pubmed dan Google Schoolar. Hasil dan Pembahasan: Banyak tenaga kesehatan beranggapan bahwa promosi kesehatan selalu menjadi core business rumah sakit. Promosi kesehatan rumah sakit membuat RS tidak hanya menyediakan layanan medis dan keperawatan komprehensif yang berkualitas tinggi, tetapi juga mengembangkan identitas perusahaan, mengembangkan struktur dan budaya organisasi yang mempromosikan kesehatan, termasuk peran aktif dan partisipatif bagi pasien dan semua anggota staf, mengembangkan diri menjadi lingkungan fisik yang mempromosikan kesehatan, dan secara aktif bekerja sama dengan komunitasnya. Promosi kesehatan RS juga dikaitkan dengan harapan / ekspektasi pasien, mempengaruhi nilai yang dirasakan, dan meningkatkan kepuasan. Promosi kesehatan RS dinilai dapat meningkatkan citra RS dimata pasien. Persepsi nilai, citra RS yang baik dan kepuasan pasien berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Kesimpulan: PKRS dapat berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien.