Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengolahan Limbah Air Kelapa Menjadi Nata de Coco berbasis Bioteknologi di Pesantren Putri Yatama Mandiri Muhiddin, Nurhayani H.; Ramlawati, Ramlawati; sahribulan, sahribulan; Sahrani, Sahrani; Sari, Nur Indah
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v5i2.76664

Abstract

Pengolahan limbah air kelapa melalui bioteknologi sederhana merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pesantren Putri Yatama Mandiri dengan tujuan membekali santriwati keterampilan praktis dalam mengolah limbah air kelapa menjadi Nata de Coco. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, praktik langsung pembuatan Nata de Coco, serta evaluasi respons peserta. Evaluasi dilakukan melalui tiga indikator, yaitu pemanfaatan limbah, pemahaman prosedur, dan pembelajaran bioteknologi. Selain itu, kualitas produk dinilai melalui uji organoleptik dengan enam parameter utama, yakni warna, aroma, tekstur, kekenyalan, rasa, dan daya terima. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa santriwati mampu memahami proses fermentasi dan menyadari potensi ekonomis dari limbah air kelapa. Uji organoleptik mengindikasikan produk dapat diterima dengan baik, dengan skor tinggi pada daya terima, tekstur, kekenyalan, dan warna, meskipun aroma dan rasa relatif lebih rendah. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam mengintegrasikan ilmu bioteknologi dengan praktik kewirausahaan, serta berpotensi mendukung pemberdayaan santriwati melalui pemanfaatan limbah berbasis bioteknologi.
Analisis Persetujuan Istri Ketika Rujuk Menurut Kompilasi (KHI) Hukum Islam dan Muhammad Khatib Syarbini Sahrani; Maimun Abdurrahman Amin
AR-RA'YU : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 2 (2024): AR-RA'YU : Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55721/279ng382

Abstract

Rujuk merupakan hak yang umum terjadi dimasyarakat muslim di Indonesia, upaya rujuk diberikan sebagai alternatif terakhir untuk menyambung kembali ikatan lahir batin yang telah terputus. Di Indonesia untuk melakukan rujuk itu sendiri maka harus mengikuti tata cara rujuk salah satunya adalah persetujuan istri ketika rujuk yang ada di Indonesia yang berbeda dengan tata cara persetujan istri ketika rujuk menurut Muhammad Khatib Syarbini. Tujuan dalam penelitian ini ada tiga yaitu: 1) Unruk menjelaskan bagaimana ketentuan persetujuan istri ketika rujuk menurut Kompilasi Hukum Islam; 2) Untuk menjelaskan bagaimana ketentuan persetujuan istri ketika rujuk menurut Muhammad Khatib Syarbini; 3) Untuk mengetahui  ketentuan apa yang berbeda antara menurut Kompilasi Hukum Islam dan Muhammad Khatib Syarbini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: a) Dalam Kompilasi Hukum Islam rujuk dilakukan harus ada persetujuan dari istri dan harus dihadirkan dengan dua orang saksi serta harus adanya pencatatan rujuk; b) Ketentuan rujuk yang dimaksudkan oleh Muhammad Khatib Syarbini yaitu ketika suami hendak melakukan rujuk, suami tidak perlu mendapat persetujuan daripada istri. Artinya, apabila suami berkehendak untuk rujuk dan memenuhi syarat yang telah ditentukan, maka rujuk akan sah tanpa adanya persetujuan dari istri.
Komponen Manajemen Personalia Sekolah Jumiati; Suhardi; Suriansah; Sahrani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen personalia merupakan aspek penting dalam sistem manajemen sekolah yang memengaruhi kualitas pendidikan. Tidak hanya mencakup guru, tetapi juga tenaga kependidikan lainnya seperti staf administrasi, kebersihan, dan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tujuh komponen utama manajemen personalia di sekolah, yaitu: perencanaan tenaga kerja, pengadaan, pengembangan, penilaian kinerja, kompensasi dan kesejahteraan, hubungan kerja, serta pemberhentian. Melalui studi pustaka, ditemukan bahwa setiap komponen saling berkaitan dalam membentuk sistem pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Pengelolaan yang profesional dan sistematis terhadap ketujuh aspek ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian visi dan misi pendidikan serta peningkatan mutu lembaga sekolah secara keseluruhan.
Transformasi Digital Dalam Humas Pendidikan Sahrani; Agung Setiabudi; Ali Murtopo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang Transformasi Digital Dalam Humas Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode library research, yaitu teknik pengumpulan data yang bersumber dari berbagai bahan tertulis, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, serta dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini adalah humas pendidikan memegang peran strategis sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat dalam membangun komunikasi yang harmonis, membentuk citra positif, serta mendorong partisipasi publik. Seiring berkembangnya era digital, peran humas pendidikan semakin diperkuat melalui pemanfaatan media digital, big data, kecerdasan buatan (AI), dan inovasi konten yang memungkinkan komunikasi berlangsung lebih cepat, luas, personal, dan berbasis data. Pemanfaatan teknologi tersebut membantu humas dalam memahami kebutuhan audiens, menganalisis sentimen publik, memprediksi tren, serta meningkatkan efektivitas strategi komunikasi. Oleh karena itu, transformasi digital dalam humas pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Implementasi transformasi digital yang terencana, didukung oleh kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur yang memadai, serta komitmen pimpinan, akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat hubungan sekolah dengan masyarakat, serta menjaga kepercayaan dan reputasi lembaga pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Code-Switching, Translanguaging, and Linguistic Identity in Multilingual Arabic Language Learning Sahrani; Azis, Abdul; Lu’luil Maknun; Muhammad Mugni Assapari
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 2 2025
Publisher : Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v12i2.50609

Abstract

Abstract This qualitative case study examines how code-switching and translanguaging operate in multilingual Arabic language classrooms and how they shape learners’ linguistic identity. Grounded in sociolinguistic variation theory and translanguaging perspectives, the study was conducted in an Arabic Language Education programme at an Indonesian university. Participants were 25 undergraduate students and 2 instructors. Data were collected through six classroom observations, semi-structured interviews with ten students and two instructors, and analysis of instructional documents. The findings show that learners shifted among Arabic, Bahasa Indonesia, English, and local languages when they faced lexical, grammatical, or conceptual difficulty. Instructors also used strategic code-switching to clarify Arabic concepts and sustain participation. These practices supported comprehension, reduced anxiety, and enabled students to negotiate academic, religious, and social identities. Arabic was associated with pride, religious affiliation, and academic belonging, whereas rigid Arabic-only expectations sometimes limited participation. The study argues that selective code-switching and translanguaging can function as pedagogical resources when they support, rather than replace, Arabic proficiency development.   Abstrak Penelitian studi kasus kualitatif ini mengkaji bagaimana alih kode dan translanguaging berlangsung dalam kelas bahasa Arab multibahasa serta bagaimana keduanya membentuk identitas linguistik mahasiswa. Berlandaskan teori variasi sosiolinguistik dan perspektif translanguaging, penelitian dilakukan pada program Pendidikan Bahasa Arab di sebuah universitas di Indonesia. Partisipan terdiri atas 25 mahasiswa sarjana dan 2 dosen. Data dikumpulkan melalui enam observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh mahasiswa dan dua dosen, serta analisis dokumen pembelajaran. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa berpindah antara bahasa Arab, Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah ketika menghadapi kesulitan leksikal, gramatikal, atau konseptual. Dosen juga menggunakan alih kode secara strategis untuk menjelaskan konsep bahasa Arab dan menjaga partisipasi kelas. Praktik ini membantu pemahaman, mengurangi kecemasan, dan memungkinkan mahasiswa menegosiasikan identitas akademik, religius, dan sosial. Bahasa Arab dikaitkan dengan kebanggaan, afiliasi religius, dan keberadaan akademik, sedangkan tuntutan penggunaan bahasa Arab secara kaku kadang membatasi partisipasi. Penelitian ini menegaskan bahwa alih kode dan translanguaging yang selektif dapat menjadi sumber pedagogis apabila mendukung, bukan menggantikan, pengembangan kemahiran bahasa Arab.