Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK USIA 2-4 TAHUN MELALUI MEDIA BONEKA JARI DI KB QUR’ANI ‘AISYIYAH II KOTA PROBOLINGGO Fitriatul Aini; Agustiarini Eka Dheasari
incrementapedia Vol 4 No 2 (2022): Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/incrementapedia.vol4.no2.a6548

Abstract

This study aims to determine the effect of using finger puppet media on children's self-confidence, and how the results of applying finger puppet media can increase children's self-confidence. The research results in the first cycle increased by 70.3%, and in the second cycle it increased again by 88.9%. From observations made by researchers, it is evident that finger puppet media can increase children's self-confidence. This type of research is classroom action research. Confidence is a measure of how much courage a person has to appear in public, answer questions, and have fun together in activities. Finger puppets are a type of learning media that are played using fingers. Based on preliminary observations conducted by researchers on KB Qur'ani 'Aisyiyah II children, it was found that 60% of them had low self-esteem problems. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation.  
LEARNING ENGLISH DURING THE PANDEMIC IN MI SUNAN AMPEL USED BLENDED LEARNING METHOD Imro Atus Soliha; Agustiarini Eka Dheasari; Ulil Hidayah; Della Yunita
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2021): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/ibtidaiyah.v2i1.164

Abstract

Learning from home (LFH) policy during COVID-19 pandemic effected to the new problems for students in elementary level. The policy has changed many aspects in the learning process. Between teachers and students were no longer face-to-face in the classroom, teaching and learning process starting to be integrated with online activities. This study aimed to describe learning English during the pandemic in MI Sunan Ampel Tongas used blended learning method. The study used a qualitative case study method. The research instruments were teachers and students of five grade in MI Sunan Ampel who already applied blended learning method in learning process during the pandemic. The results told that good collaboration between teachers, students, and parents can overcome any difficulties in adapting the blended learning method during a pandemic. The implementation of blended learning method in learning English force teachers to be more creative and innovative in providing English learning platform in the form of video, games or power point. Students’ activeness and family support also give a good impact during online learning activities.
PERBANDINGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK DI DESA DAN KOTA BERDASARKAN JENIS KELAMIN Agustiarini Eka Dheasari
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 1 No. 1 (2020): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/al-athfal.v1i1.81

Abstract

Perkembangan dapat terjadi apabila dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan sekitar anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan kemampuan motorik kasar anak laki-laki dan perempuan di desa dan di kota. Enam puluh anak di desa dan kota (30 anak laki-laki dan 30 anak perempuan) diambil secara acak dari TK di desa dan kota yang berada di Yogyakarta. Anak-anak di uji kemampuan motorik kasar dengan menggunakan instrument penilaian The Frost-Wortham Developmental Checklist yang diadopsi dari standar kurikulum Australia. Anak-anak diuji menggunakan 7 kegiatan yang berkaitan dengan motorik kasar, tidak ada perbedaan kegiatan bagi anak laki-laki dan perempuan. Dari segi wilayah tempat tinggal yaitu di desa dan kota, hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan motorik kasar pada anak yang tinggal di desa dan kota, Anak yang tinggal di desa memiliki nilai kemampuan motorik kasar lebih tinggi anak yang tinggal di kota. Berkenaan dengan jenis kelamin, dari 60 anak (30 laki-laki dan 30 perempuan), hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan motorik anak laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini memperkuat kebutuhan akan lingkungan yang aman dan penuh kesempatan, yang memastikan bahwa anak-anak mencapai potensi perkembangan kemampuan mereka
PERANAN TERAPI BERMAIN UNTUK MENGATASI HAMBATAN EMOSI PADA ANAK USIA DINI Aries Dirgayunita; Agustiarini Eka Dheasari
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/al-athfal.v1i2.155

Abstract

Tidak ubahnya orang dewasa, anak-anak juga mengalami kejenuhan, kemarahan maupun ketidakstabilan emosi baik secara tiba-tiba maupun terpendam dalam kurun waktu tertentu. Yang membedakan adalah orang dewasa mampu secara verbal dan non verbal dalam mengungkapkan permasalahan yang dihadapinya. Sehingga dapat mencari dan menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya tersebut. Sedangkan pada anak usia dini, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosinya yang dapat menimbulkan permasalahan bagi dirinya. Sehingga dengan bermain dapat digunakan sebagai media dan saran terapi yang tepat untuk mengekspresikan dan menyalurkan serta melampiaskan emosi, kemarahan, kecemasan maupun permasalahan yang dihadapinya tanpa menggunakan kata-kata secara verbal. Apa yang dirasakan anak baik yang berkaitan dengan emosi-emosi negatif dapat dikatarsiskan atau dikeluarkan melalui terapi bermain. Terapi bermain merupakan kegiatan atau aktivitas yang menggunakan permainan sebagai media terapi dengan menyenangkan, aman dan nyaman yang dilakukan anak dalam membentuk perilaku menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi bermain dalam mengatasi hambatan emosi pada anak usia dini. Menggunakan pendekatan deskriptif. Rancangan terapi yang diganakan dalam penelitian ini dengan puzzle, merancang balok dan menggambar.
PENERAPAN PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN SCARBBLE GUNA MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA ANAK Devy Habibi Muhammad; Agustiarini Eka Dheasari; Putri Wulandari
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/al-athfal.v1i2.156

Abstract

Hal yang melatar belakangi penelitian ini minimnya penguasaan kosakata mata pelajaran bahasa pada peserta didik. Khususnya kelas ALIF, yang mana pada jenjang ini merupakan jenjang akhir pada fase kelas bawah. Kentalnya bahasa daerah, yakni bahasa madura membuat para siswa kesulitan menggunakan bahasa dengan cara yang baik dan benar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada awal, perlu ada penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kosakata anak didik menggunakan permainan scrabble. Permainan tersebut dimainkan dengan aturan yang sudah ditetapkan dan dimodifikasi sesuai tema pembelajaran. Kosakata siswa sebelum adanya tindakan sangat minim dan tidak berkmbang dengan baik. Siklus I masih menunjukkan presentase rendah, siswa sedikit kesulitan dalam bermain dan menyusun kosakata. Terbukti presentase berhasil hanya mencapai 29% sedangkan presentase belum berhasil sebesar 71%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II mulai menunjukkan beberapa siswa aktif berbahasa, hal ini karena ada beberapa siswa yang sudah menggunakan bahasa sebagai bahasa sehari-hari. Hal ini dapat kita lihat presentase berhasil mencapai 64%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus 3 dengan menggunakan media pendukung sebagai penunjang keberhasilan sehingga menghasilkan prosentase yang meningkat sesuai harapan, pada siklus 1 29%, siklus II 64%, siklus 3 mencapai 86%.
MEMAHAMI PERILAKU BULLYING PADA ANAK Agustiarini Eka Dheasari
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2021): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/al-athfal.v2i1.168

Abstract

Sejauh ini, apabila berbicara terkait bullying, topik yang seringkali muncul adalah kekerasan fisik pada remaja. Namun ternyata, anak-anak juga dapat melakukan bullying. Tetapi seringkali diabaikan oleh orang — orang yang mengetahuinya. Penyebab terjadinya penyimpangan pada anak di bawah umur tersebut, tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya kurangnya penanaman nilai agama dan moral sejak dini dan lingkungan tempat tinggal anak. Dalam penelitian ini, penulis ingin membahas terkait faktor dan cara penanganan terhadap bullying pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan, yang merujuk pada penelitian terdahulu, jurnal, dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara menelaah hasil dari penelitian terdahulu serta mengumpulkan informasi dan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa cara untuk menangani kasus bullying pada anak, yaitu dengan melakukan pola asuh yang tepat dan menanamkan nilai agama dan moral sejak dini.
IMPROVING THE SPEAKING SKILLS OF PRIMARY SCHOOL STUDENTS THROUGH A COMMUNICATIVE APPROACH Imro Atus Soliha; Agustiarini Eka Dheasari
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/ibtidaiyah.v4i2.757

Abstract

The purpose of this study is to find out the extent to which the communicative approach is able to have an appropriate influence on the speaking skills of elementary school students. The method used in this research is action research. This research was conducted at SD Negeri Tonga, The research subject was class V- A students totaling 24 students consisting of 11 boys and 13 girls. The participants involved in this study were the researchers themselves who acted as teachers who taught in class V-A and class V-B teachers as collaborators. The instrument used in this study was an observation sheet. Based on the results of data processing and analysis, the conclusion of the results of this study is that there is a significant improvement in speaking skills through a communicative approach in grade V students with theme one "Objects in the Environment," subtheme "Humans and the Environment". In cycle I, 13 students (54.17%) were complete, and 11 students (45.83%) were not complete. In cycle II theme two "Events in Life", subtheme "Various Events in Life", as many as 18 students (75%) were complete, and 6 students (25%) were not complete with an average score of 80.Keywords:  Speaking Skills; Communicative Approach; Primary School
TANTANGAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL Agustiarini Eka Dheasari; Lathifatul Fajriyah; Riska Riska
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2022): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/al-athfal.v3i1.417

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, semakin maju pula perkembangan teknologinya. Kemajuan teknologi dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Saat ini, orang tua dihadapkan dengan permasalahan dalam mendidik anak di tengah pesatnya perkembangan digital. Orang tua khawatir terkait perkembangan anak pada era ini. Pola asuh yang tepat sangat dibutuhkan dalam proses mendidik anak di tengah kemajuan teknologi. Pendekatan orang tua terhadap anak juga akan mempengaruhi sikap dan karakter anak, terutama pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas permasalahan serta tantangan orang tua dalam mendidik anak di era digital ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan mengumpulkan dan analisis data pustaka. Data tersebut dikumpulkan untuk kemudian dihubungkan dengan penelitian ini agar mendapatkan jawaban dari permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting sekali orang tua mengetahui tantangan, permasalahan, maupun solusi yang harus dilakukan dalam mendidik anak di era digital. Sehingga para orang tua dapat mengendalikan penggunaan digital yang dipegang oleh anak.
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR “DISLEKSIA” ANAK USIA DINI Aries Dirgayunita; Agustiarini Eka Dheasari; M. Masyhuri
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2022): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/al-athfal.v3i1.426

Abstract

Dislekesia merupakan kesulitan belajar yang seringkali ditemukan oleh tenaga pendidik baik di tingkat Pendidikan taman kanak-kanan maupun Pendidikan dasar. Dimana banyak tenaga pendidik yang masih kesulitan dalam mengenali anak didiknya yang mengalami kesulitan belajar jenis disleksia. Disleksia adalah salah satu bentuk kesukaran dalam belajar yang berbentuk kesulitan dalam membaca atau melafalkan susunan kata, dimana ada kerusakan dalam otak ketika menerima proses pengolahan informasi, yang tidak ditimbulkan oleh kapasitas visual, auditori, intelegensi maupun keterampilan dalam berbicara. Dengan melakukan identifikasi pada anak merupakan upaya atau langkah penting dalam menentukan dan menemukan kesulitan belajar “Disleksia”. Sehingga tenaga pendidik dapat menentukan langkah selanjutnya dalam melakukan assessment dan rencana pembelajaran yang tepat bagi anak didiknya. Jika Disleksia dikenali lebih awal, maka tenaga pendidik dapat memberikan intervensi dari sejak awal. Sehingga dapat memperoleh hasil yang sangat baik atau sebaliknya ketika Disleksia ditemukan terlambat maka akan berdampak tidak baik pada sosial maupun emosional anak yang dapat menjadi gangguan. Metode yang dilakukan dalam mengenali anak yang mengalami kesukaran dan permasalahan dalam belajar Disleksia yaitu dengan melakukan pengamatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, juga dengan menggunakan wawancara dan tes baik berupa tes yang diberikan oleh tenaga pendidik sesuai dengan standar Pendidikan yang berlaku maupun tes psikologi yang sudah baku. Ciri-ciri Disleksia pada anak usia dini : Biasanya lebih sering  mencampur   kata-kata atau frasa,  mengalami kesulitan dalam mengulang bunyi atau rima dan irama atau ritme, Kesulitan dalam mengingat   nama, Mengalami keterlambatan dalam perkembangan Bahasa, Senang ketika dibacakan buku, akan tetapi tidak tertarik dengan huruf maupun kata dalam kalimat, Terkadang mengalami kesulitan dalam memakai pakaian.  Kata kunci: Identifikasi, Kesulitan Belajar Disleksia, Anak Usia Dini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENEMPEL DENGAN BAHAN LOOSE PARTS ANAK KELOMPOK B TK DWP 3 TAMBAK LEKOK Nadzifah Nadzifah; Agustiarini Eka Dheasari; Dewi Ainun
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/alathfal.v3i2.479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui aktivitas menempel dengan bahan loose parts. Penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan Kelas, adapun Subyek dalam penelitian ini yaitu anak Kelompok B TK DWP 3 TAMBAK LEKOK. Berdasarkan hasil analisis evaluasi anak tentang peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui aktivitas menempel sebelum memakai loose parts pada pra siklus adalah 12% sebanyak 3 anak, kemudian setelah memakai bahan loose parts presentase yang dicapai pada siklus 1 adalah 32% sebanyak 8 anak, dan pada siklus 2 presentase meningkat menjadi 80% sebanyak 20 anak. Oleh karena itu dapat dsimpulkan bahwa aktifitas menempel dengan bahan loose parts dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B TK DWP 3 Tambak Lekok.Kata kunci: Motorik halus, Menempel, Loose Part,