Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Determinasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Bekasi Tahun 2025 : Determination of Factors Influencing the Nutritional Status of Toddlers in Bekasi in 2025 Imroah, Iim; Widaningsih, Ida; Fatdo Wardani, Ika Kania; Fathur Rohmah, Hajar Nur
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7173

Abstract

Status gizi balita merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian karena memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja, Bekasi, tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita usia 0–60 bulan yang berkunjung ke TPMB Iim, dengan teknik total sampling sebanyak 110 responden. Variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi, dan pengetahuan ibu, sedangkan variabel terikat adalah status gizi balita. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita meliputi usia balita (p=0,024; OR=3,615), pendidikan ibu (p=0,000; OR=36,202), pekerjaan ibu (p=0,007; OR=3,386), status ekonomi (p=0,000; OR=2,347), asupan makan (p=0,000; OR=7,232), penyakit infeksi (p=0,000; OR=51,881), dan pengetahuan ibu (p=0,000; OR=18,979). Simpulan, terdapat hubungan signifikan antara faktor usia, pendidikan, pekerjaan, ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi, serta pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Peningkatan edukasi gizi dan pencegahan penyakit infeksi diharapkan dapat menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita.
Pengaruh Pijat Oketani terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui: The Effect of Oketani Massage on Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers Yulia, Lia; Julianti, Neneng; Fathur Rohmah, Hajar Nur; Widaningsih, Ida
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7185

Abstract

Produksi air susu ibu (ASI) sering kali tidak berjalan optimal sehingga menjadi kendala dalam pemberian ASI eksklusif. Rendahnya produksi ASI dapat berdampak pada pemenuhan gizi bayi dan berisiko menghambat tumbuh kembang. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah pijat Oketani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat Oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 wilayah Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 15 ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan yang dipilih dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah pijat Oketani, sedangkan variabel dependen adalah produksi ASI. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada produksi ASI setelah dilakukan pijat Oketani, dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pijat Oketani efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Kesimpulannya, pijat Oketani dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis untuk membantu ibu menyusui meningkatkan produksi ASI. Penelitian lebih lanjut disarankan melibatkan jumlah sampel lebih besar serta mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi laktasi.
Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 0–12 Bulan di Karawang Nurasiah, Nurasiah; Musmundiroh, Musmundiroh; Simanjuntak, Herlina; Widaningsih, Ida
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7186

Abstract

Pijat bayi merupakan terapi sentuh yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur. Banyak bayi mengalami gangguan tidur seperti sulit tidur dan sering terbangun pada malam hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat terhadap kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan di TPMB Bidan Nur Asiah, Karawang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 40 bayi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan sebelum pijat, 32 bayi (80%) mengalami kualitas tidur kurang, dan 8 bayi (20%) memiliki kualitas tidur baik. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p<0,05), sehingga pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur. Disarankan pijat bayi dilakukan rutin sejak usia 0 bulan, minimal dua kali sebulan, oleh orang tua atau tenaga profesional bersertifikat.
Efektivitas Putih Telur Ayam Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Di TPMB Jayanti Cikarang Utara Kabupaten Bekasi 2025 Marlina; Neneng Julianti; Ida Widaningsih; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.333

Abstract

Latar Belakang : Luka perineum pada ibu nifas pascapersalinan dapat menimbulkan nyeri dan risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Lokasi penelitian adalah di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum, sedangkan sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah pemberian putih telur ayam, sedangkan variabel dependen adalah tingkat penyembuhan luka perineum. Instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi dengan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi 95%.. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam (Z = -5,396; p = 0,000). Nilai effect size yang dihitung dari hasil uji Wilcoxon adalah r = 0,70 (95% CI = 0,51–0,82; p = 0,000), yang termasuk kategori efek besar. Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan: Pemberian putih telur ayam terbukti berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Temuan ini mendukung pemanfaatan nutrisi sederhana berbasis protein hewani sebagai bagian dari upaya perawatan pascapersalinan.
Efektivitas Konseling MPASI Terhadap Pengetahuan Ibu Pada Bayi Usia 6–12 Bulan di Posyandu Karangsari Bekasi 2025 Marlinda; Neneng Julianti; Ida Widaningsih; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.334

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6–12 bulan. MPASI harus diberikan sesuai waktu, jenis, tekstur, dan porsi yang dianjurkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal. Namun, kenyataannya masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan kurang mengenai praktik pemberian MPASI, sehingga berisiko menimbulkan masalah gizi maupun hambatan tumbuh kembang anak. Upaya edukasi melalui konseling kesehatan di posyandu diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian MPASI yang benar. Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling MPASI terhadap pengetahuan ibu dalam memberikan MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan one- group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Karang Sari 9, Cikarang Timur, pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berjumlah 20 item. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum diberikan konseling, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (46,6%) dan kurang (36,7%). Setelah konseling, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 66,7% responden berada pada kategori baik. Hasil analisis uji t menunjukkan rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 64,17 (SD = 13,651) pada pretest menjadi 84,17 (SD = 7,686) pada posttest, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa konseling MP- ASI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang MP-ASI pada bayi usia 6–12 bulan di Posyandu Karang Sari tahun 2025. Kesimpulan: Konseling MPASI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukasi dalam program posyandu untuk mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat.
Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Anemia Erika Utami; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.374

Abstract

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dengan anemia di TPMB Erika Utami. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.
Penerapan Jus Tomat dan Jus Jambu Biji untuk Meningkatkan Kadar Haemoglobin pada Remaja Putri di Desa Wanajaya Bekasi Widaningsih, Ida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22619

Abstract

ABSTRAK Studi pendahuluan di Desa Wanajaya, wawancara 10 remaja putri, Mei 2025, diketahui bahwa mereka sering mengalami gejala saat menstruasi, sering mengalami gejala, detak jantung tidak teratur, nyeri dada, serta sesak napas. Untuk mengatasi keluhan,  mengonsumsi suplemen zat besi, istirahat, serta meningkatkan asupan cairan.Faktor utama penyebab anemia pada remaja putri adalah pola makan tidak sehat, status gizi, dan siklus menstruasi. Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko masalah kesehatan.Kondisi ini perlu perhatian khusus karena meningkatkan risiko kematian ibu, kelahiran prematur, dan BBLR. Anemia masih menjadi masalah serius di negara berkembang seperti Indonesia dan Bangladesh. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya nyata dalam memberikan solusi praktis untuk mencegah dan mengatasi masalah anemia pada remaja putri. Anemia masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dijumpai, terutama karena rendahnya asupan gizi penting seperti zat besi dan vitamin C yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Metode ceramah dengan Alat/media yang digunakan berupa video dan poster cara melakukan pembuatan jus tonat dan jus jambu biji , leafleat dan PPT yang terkait materi yang akan disampaikan dalam kegiatan PKM tersebut. Pada saat kegiatan, remaja putri memahami dengan baik terkait pentingnya jus tomat dan jus jambu biji. Kegiatan evaluasi dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan sasaran remaja putri yang sudah mengkonsumsi jus tomat dan jus jambu biji dengan melakukan cek ulang pemeriksaan kadar haemoglobin (Hb). Pengetahuan dan wawasan remaja putri bertambah terkait pentingnya mengkonsumsi jus tomat dan jambu biji. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Haemoglobin, Jus Tomat, Jambu Biji  ABSTRACT A preliminary study conducted in Wanajaya Village in June 2025, through interviews with ten adolescent girls, revealed that many of them frequently experienced symptoms during menstruation. These included irregular heartbeat, chest pain, and shortness of breath. To relieve these discomforts, most reported relying on iron supplements, getting sufficient rest, and increasing fluid intake.The primary factors contributing to anemia among adolescent girls were identified as poor dietary habits, inadequate nutritional status, and menstrual cycles. Anemia not only weakens the immune system but also increases vulnerability to various health issues. This condition requires serious attention, as it is linked to greater risks of maternal mortality, preterm birth, and low birth weight (LBW). Alarmingly, anemia continues to be a major public health concern in many developing countries, including Indonesia and Bangladesh. This program was designed as a concrete effort to provide practical solutions for preventing and addressing anemia among adolescent girls. Anemia remains one of the most common health issues in this age group, largely due to insufficient intake of essential nutrients such as iron and vitamin C, both of which play a vital role in the production of hemoglobin. The lecture method was supported by various media tools, including instructional videos and posters demonstrating how to prepare tomato and guava juice, as well as leaflets and PowerPoint presentations that complemented the material delivered during the community service program. During the activity, the adolescent girls gained a clear understanding of the importance of consuming tomato and guava juice. The evaluation phase was carried out in May 2025, targeting those who had already incorporated these juices into their diet. As part of the assessment, their hemoglobin (Hb) levels were re-checked to monitor any improvements. The adolescent girls gained broader knowledge and deeper awareness of the benefits of consuming tomato and guava juice for their health. Keywords: Anemia, Adolescent Girls, Hemoglobin, Tomato Juice, Guava Juice
Implementation of Mindfulness in 66-years-old Female with Diabetic Post Surgery: A Case Report to Inform Nursing Role to Deliver Holistic Care Widaningsih, Ida; Kurniawan, Titis; Ibrahim, Kusman; Nursiswati, Nursiswati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5291

Abstract

Currently, there are no suggested psychological interventions or outcomes in the diabetic management guidelines. This case report presents the management of a 66-year-old female patient, Mrs. R, with diabetes mellitus, hypertension, and gastroesophageal reflux disease (GERD) who underwent exploratory laparotomy for retained stone exploration in the common bile duct (CBD). This Case report aimed to explore the implementation of mindfulness in patients post-operative. The patient experienced significant hyperglycemia, with blood glucose levels peaking at 436 mm Hg. Psychological assessment revealed a severe anxiety score of 31, which likely contributed to her unstable glycemic control. Throughout her unstable glycemic control. Throughout her severe condition, the patient was managed with total parenteral nutrition (TPN) due to fasting and green gastric contents, as part of the nursing intervention. Comprehensive nursing interventions, including regular blood glucose monitoring, insulin administration, and psychological support were employed. Mindfulness techniques such as guided meditation and breathing exercises have been introduced to alleviate hospital-induced distress and manage blood glucose levels. Following these interventions, her blood glucose level decreased to 167 mmHg, and the patient reported feeling calmer and more spiritually connected (Hamilton Rating Scale/ HARS 18). This case describes the management of post-surgical diabetic patients, highlighting the benefits of integrating psychological interventions to improve glycemic control and overall patient outcomes. Therefore, psychological interventions, particularly mindfulness, are needed for integration in diabetes management, especially in hospitals.
PENGARUH JUS KURMA DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS KALANGSARI KARAWANG 2025: THE EFFECT OF DATE JUICE IN INCREASING HEMOGLOBIN LEVELS IN PREGNANT WOMEN WITH ANEMIA AT THE KALANGSARI KARAWANG PUBLIC HEALTH CENTER 2025 Mutiara, Della; Widaningsih, Ida; Yulianti, Yulianti; Kania Fatdo Wardani, Ika; Musmundiroh, Musmundiroh
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.829

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya, jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu’min : The Effect of Health Education Using Leaflets on Adolescents' Knowledge of Sexually Transmitted Infections at Al-Mu'min Islamic Junior High School putri yahya, Rifqi amalia; Yahya, Putri; Kurnia Sugiharti, Rosi; Widaningsih, Ida; Julainti, Neneng
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.832

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) Merupakan Masalah Kesehatan Reproduksi Yang Banyak Dialami Remaja Akibat Kurangnya Pengetahuan Dan Perilaku Berisiko. Di Indonesia Tahun 2022 Tercatat 20.783 Kasus IMS, Menunjukkan Masih Tingginya Prevalensi. Minimnya Pengetahuan Remaja Menjadi Salah Satu Faktor Utama Penyebab Tingginya Angka Tersebut. Salah Satu Upaya Pencegahan Adalah Melalui Pendidikan Kesehatan Dengan Media Cetak, Seperti Leaflet, Yang Dinilai Efektif Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja. Penelitian Ini Bertujuan Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang IMS Di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian Ini Menggunakan Desain Pre-Experimental Dengan Pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel Penelitian Berjumlah 68 Responden Yang Dipilih Menggunakan Teknik Total Sampling. Instrumen Penelitian Berupa Kuesioner Yang Disebarkan Sebelum Dan Sesudah Intervensi. Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov Test, Sedangkan Analisis Data Menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil: Hasil Univariat Dan Bivariat Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Tentang Infeksi Menular Seksual Sebagian Besar Remaja Memiliki Tingkat Pengetahuan Rendah. Setelah Diberikan Intervensi, Terjadi Peningkatan Signifikan Pada Tingkat Pengetahuan Remaja. Uji Wilcoxon Menunjukkan Nilai P = 0,000 (P < 0,05) Yang Berarti Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Dapat Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual. Oleh Karena Itu, Disarankan Bagi Petugas Kesehatan Agar Dapat Menggunakan Media Leaflet Dalam Melakukan Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual.