Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu’min : The Effect of Health Education Using Leaflets on Adolescents' Knowledge of Sexually Transmitted Infections at Al-Mu'min Islamic Junior High School putri yahya, Rifqi amalia; Yahya, Putri; Kurnia Sugiharti, Rosi; Widaningsih, Ida; Julainti, Neneng
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.832

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) Merupakan Masalah Kesehatan Reproduksi Yang Banyak Dialami Remaja Akibat Kurangnya Pengetahuan Dan Perilaku Berisiko. Di Indonesia Tahun 2022 Tercatat 20.783 Kasus IMS, Menunjukkan Masih Tingginya Prevalensi. Minimnya Pengetahuan Remaja Menjadi Salah Satu Faktor Utama Penyebab Tingginya Angka Tersebut. Salah Satu Upaya Pencegahan Adalah Melalui Pendidikan Kesehatan Dengan Media Cetak, Seperti Leaflet, Yang Dinilai Efektif Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja. Penelitian Ini Bertujuan Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang IMS Di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian Ini Menggunakan Desain Pre-Experimental Dengan Pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel Penelitian Berjumlah 68 Responden Yang Dipilih Menggunakan Teknik Total Sampling. Instrumen Penelitian Berupa Kuesioner Yang Disebarkan Sebelum Dan Sesudah Intervensi. Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov Test, Sedangkan Analisis Data Menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil: Hasil Univariat Dan Bivariat Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Tentang Infeksi Menular Seksual Sebagian Besar Remaja Memiliki Tingkat Pengetahuan Rendah. Setelah Diberikan Intervensi, Terjadi Peningkatan Signifikan Pada Tingkat Pengetahuan Remaja. Uji Wilcoxon Menunjukkan Nilai P = 0,000 (P < 0,05) Yang Berarti Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Dapat Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual. Oleh Karena Itu, Disarankan Bagi Petugas Kesehatan Agar Dapat Menggunakan Media Leaflet Dalam Melakukan Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur: The Effectiveness of Health Education About Long-Term Contraceptive Methods (LTMs) on the Knowledge of Women of Childbearing Age Syukron, Sulastri; Kania Fatdo Wardani, Ika; Widaningsih, Ida; Julianti, Neneng
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.836

Abstract

Tingkat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sukamakmur. Salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah rendahnya tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Pendidikan kesehatan dinilai sebagai upaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang MKJP terhadap peningkatan pengetahuan WUS di Kobak Rotan Desa Sukamakmur Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian sebanyak 30 orang WUS yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan WUS setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang MKJP dengan nilai p < 0,05. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, namun setelah intervensi terjadi peningkatan ke kategori cukup dan baik. Pendidikan kesehatan tentang MKJP berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan WUS di Desa Sukamakmur. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan kegiatan edukasi terkait MKJP dalam upaya mendukung keberhasilan program keluarga berencana.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL DI KLINIK CAHAYA MEDIKA TAHUN 2025: FACTORS RELATED TO PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE OF PREGNANCY EXERCISES AT THE CAHAYA MEDIKA CLINIC IN 2025 Jayanti; Widaningsih, Ida; Julianti, Neneng; Simanjuntak, Herlina
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.841

Abstract

Latarbelakang: Kehamilan merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk upaya menjaga kebugaran dan kesiapan menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang terbukti bermanfaat adalah senam hamil, yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung, memperkuat otot, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat senam hamil di Kabupaten Bekasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 ibu hamil dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dengan data analisi yaitu univariat dan bivariat dengan Chi-Square test untuk melihat hubungan berbagai faktor dengan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000), sumber informasi (p = 0,000), serta dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001) dengan pengetahuan ibu hamil. Sebaliknya, variabel umur (p = 0,789), paritas (p = 0,497), dan pekerjaan (p = 0,099) tidak berhubungan secara signifikan. Mayoritas responden (51,7%) masih memiliki pengetahuan rendah tentang senam hamil. Kesimpulan dan saran, pendidikan, akses informasi yang memadai, dan dukungan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang berkelanjutan.