Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Tarumanagara Medical Journal

Hubungan Activity Daily of Living (ADL) dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Wreda Budhi Dharma Bekasi Ni Luh Putu Citramas; Noer Saelan Tadjudin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3839

Abstract

Lanjut Usia adalah kelompok usia pada manusia yang telah mengalami fase akhir kehidupan mereka. Ditandai dengan perubahan psikis, penurunan fungsi tubuh yang dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Activity Daily of Living (ADL) dengan Tingkat Depresi pada lansia di Pantai Sosial Tresna Werdha Budhi Dharma Bekasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total population sampling sebanyak 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Indeks ADL Barthel dan Geriatric Depression Scale (GDS). Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapatnya hubungan yang signifikan antara Activity Daily of Living dengan Tingkat Depresi, dengan p value= < 0,001. Disarankan kepada pihak Panti Sosial Tresna Werdha Bekasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap bulannya.
Hubungan merokok dengan fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Wreda Budhi Mulia 2 Jakarta Barat Devina Adelina Wijaya; Noer Saelan Tadjudin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7834

Abstract

Demensia adalah penyakit neurodegeneratif yang dimulai dari awal kehidupan dan menyebabkan menurunnya fungsi kognitif. Penyakit ini menyebabkan masalah kesehatan masyarakat dan masalah sosial. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya demensia, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan merokok dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan selama lima bulan. Pengambilan 68 responden lansia secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia atau MoCA-Ina yang bersumber dari stroke registri-INA 2012. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan angka kemaknaan p < 0,05. Hasil studi tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara merokok dengan demensia (p = 0,40), tetapi subyek perokok berat memiliki faktor resiko 2,11 kali lebih cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara merokok dengan penurunan fungsi kognitif.
Hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Wreda Budi Pertiwi Bandung Sidik Firmansyah; Noer Saelan Tadjudin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9749

Abstract

Dukungan keluarga sangat penting bagi lansia karena lansia akan merasa tenang, bahagia, merasa berguna merasa dihargai. Beberapa kendala yang dialami oleh lansia sering kali disebabkan karena kurangnya perhatian dari pihak keluarga. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada lansia di Panti Sosial Trena Wreda Budi Pertiwi Bandung. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 43 orang dengan rentang usia 60-74 tahun. Cara pengumpulan data adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner geriatric depression scale (GDS). Hasil data diolah dengan menggunakan program statistik. Jumlah subjek yang mendapatkan dukungan keluarga yang baik adalah 23 (53,5%) subyek. Gambaran tingkat depresi lansia adalah normal sebanyak 25 (58,1%) subyek, depresi ringan sampai sedang 18 (41,9%) subyek. Tidak ditemukan subjek dengan depresi berat pada studi ini. Dengan uji statistik pearson chi-square didapat p = 0,001 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia. Dari penelitian ini diharapkan agar keluarga meningkatkan dukungan keluarga sehingga masalah depresi pada lansia dapat ditangani.
Hubungan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap kecemasan pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara tahun 2023 Odella, Olivia Christina; Tadjudin, Noer Saelan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24662

Abstract

Fenomena kecemasan yang tinggi di kalangan mahasiswa kedokteran disebabkan oleh banyak faktor seperti kesehatan fisik dan mental siswa serta prestasi akademik mereka. Selain faktor eksternal, kecemasan siswa juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian. Tujuan dari dilakukannya studi ini untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap kecemasan pada mahasiswa kedokteran. Studi observasi cross-sectional dengan pemilihan subjek studi menggunakan total sampling ini dilakukan di Universitas Tarumanagara tahun 2023 dengan subjek berjumlah 222 orang. Instrumen Eysenck Personality Inventory digunakan untuk mengetahui tipe kepribadian dan Zung-Self Anxiety Rate Scale untuk mengetahui kecemasan pada subjek. Hasil studi menunjukkan bahwa tipe kepribadian introvert lebih banyak mengalami kecemasan dari pada ekstrovert (40,6% vs 14,9%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap kecemasan dengan p value = 0,000 dengan prevalence ratio (PR) menunjukkan tipe kepribadian introvert berisiko 2,73 kali memiliki cemas daripada tipe kepribadian ekstrovert.