Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah Lahirnya Dan Perkembangan Event Cosplay Di Kota Singaraja Nalsali Natan Stefanus Bukit; I Wayan Putra Yasa; Fitri Noviani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5936

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah lahirnya dan perkembangan event cosplay di Kota Singaraja sebagai bagian dari pengaruh budaya populer Jepang di Indonesia. Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya Jepang, khususnya cosplay, mendorong terbentuknya komunitas serta penyelenggaraan berbagai event sebagai ruang ekspresi dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses terbentuknya event cosplay serta faktor-faktor yang melatarbelakangi perkembangannya di Kota Singaraja. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan event cosplay berlangsung secara bertahap, dimulai dari inisiatif individu, berkembang melalui interaksi antar penggemar, hingga terbentuknya komunitas yang terorganisir. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan tersebut meliputi interaksi sosial antar komunitas, peran media sosial dalam penyebaran informasi, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Selain sebagai bentuk hiburan, event cosplay juga berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas diri, peningkatan kreativitas, serta mendukung promosi budaya dan pariwisata lokal. Dengan demikian, event cosplay di Kota Singaraja tidak hanya menjadi fenomena budaya, tetapi juga memiliki kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
HISTORICAL ROOTS OF SOCIAL HARMONY AMONG MULTI-RELIGIOUS COMMUNITIES IN THE PETIK LAUT TRADITION OF CANDIKUSUMA VILLAGE - BALI: Jejak Historis Harmoni Sosial Masyarakat Multi Agama pada Tradisi Petik Laut di Desa Candikusuma, Bali I Putu Diva Widanankara Diva; I Wayan Putra Yasa; Desak Made Oka Purnawati
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 3 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i3.8510

Abstract

This study aims to determine the background of the coastal community of Candikusuma Village in carrying out the sea harvest tradition, the forms of collaboration in the sea harvest tradition in Candikusuma Village, and aspects of character education that can be used to develop a history learning supplement in high school. This research is a qualitative study using descriptive methods. Informants in this study were selected by snowball sampling. The informants in this study were the Head of Candikusuma Village, the Head of the Banjar Tirtakusuma Environment, the head of the sea harvest committee, representatives of Hindu religious leaders, representatives of Islamic religious leaders, and representatives of Christian religious leaders. Research data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the background of the sea harvest tradition is carried out as a form of gratitude to God Almighty for the marine products obtained, as well as a request for safety, blessings, and smoothness in carrying out activities as fishermen. Forms of collaboration in the implementation of the sea harvest tradition are seen from the active involvement of the entire community in every stage of the activity, from preparation to the main implementation. Furthermore, the sea harvest tradition encompasses various educational aspects that can be utilized as learning resources in high school history lessons, including spiritual, social, cultural, and historical aspects. This tradition demonstrates the continuity of cultural values and practices passed down from previous generations, making it a contextual and relevant resource for local history learning in students' lives.
Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Semarapura Kauh, Klungkung, Bali (Sejarah, Nilai Multikultur, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Ni Nengah Dwi Sri Mahayani; I Wayan Putra Yasa; I Putu Hendra Mas Martayana
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6424

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Kelurahan Semarapura Kauh, Klungkung, Bali, untuk mengetahui aktualisasi nilai multikultur yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa di dua tempat ibadah tersebut, untuk mengetahui kontekstualisasi nilai-nilai multikultur di Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao merupakan wujud dari dua kepercayaan yaitu Buddha dan Konghuchu. Kedua tempat ibadah ini mulai dibangun setelah periode ketertutupan, yaitu di tahun 2002 oleh komunitas Tionghoa Klungkung. Keberadaan Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di dalam satu areal mencerminkan nilai-nilai multikultur yang diaktualisasikan melalui aktivitas keagamaan. Nilai multikultur dari Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao dapat dikontekstualisasikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada Fase E (Kelas 10) dan Fase F (Kelas 12).
Peninggalan Sarkofagus Di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Putu Rara Anggie Prasisthia Rara; I Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6425

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peninggalan sarkofagus di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tahap – tahap: Teknik Penentuan Lokasi Penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Teknik Penentuan Informan, yaitu purposive sampling dan snow ball, Teknik Pengumpulan Data, observasi, wawancara, studi dokumen. Teknik Keaslian Data, Teknik Analisis Data, Teknik validasi data, triangulasi metode dan triangulasi sumber, Menarik Kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : peninggalan sarkofagus masih ada hingga kini di Desa Pangkungparuk, karena peninggalan megalitik berupa sarkofagus masih dihormati dan dijaga dianggap sebagai media penguburan pada masa protosejarah dengan memiliki status sosial yang tinggi. Latar belakang dibuatnya sarkofagus sebagai media penguburan sekunder di Desa Pangkungparuk, karakteristik bekal kubur pada peninggalan sarkofagus. Terakhir Implementasi Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk sebagai sumber belajar sejarah di SMA dengan menggunakan metode PJBL, guru diharapkan dapat mengimplementasikan Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk ke dalam materi ajar agar dapat dijadikan sebagai pembelajaran sejarah lokal.
Co-Authors -, nia_septinawati Abdurrahim, Habib Ahmad Ardiyansah Ahmad Ginanjar Purnawibawa Albertus Agas Alif Alfi Syahrin Anjali, Alina Ratna Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Aryantika, I Kadek Adi Berliana Dhea Shalsa Billa Bintang Prakasa Bunga Roulina Manalu Cala, Maria Ulda Daniel Honin Desak Made Oka Purnawati Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Fitri Noviani Gede Wirata Gregorius A.S Jamlean Hajaro, Nugraha Hestiqoma Maulida I Gusti Agung Mastri Mahadewi Widyas Putri I Gusti Putu Suharta I Kadek Adi Aryantika I Ketut Sedana Arta I Made Arya Suta Wirawan I Made Pageh I Nyoman Ananta Wasistha I Putu Dandy Riartha I Putu Diva Widanankara Diva I Putu Wisnu Saputra I Wayan Arya Mahendra I Wayan Lasmawan I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Suartika I Wayan Suastra I Wayan Surya Eka Saputra Ida Bagus Putu Arnyana Irwan Nur Irwan Nur Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Jamlean, Gregorius A.S Kadek Arlinda Devi Suyanti Kardila, Maria Marisa Karo, Hemi Sari Br Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Ketut Tuti Ayu Komang Gde Satria Wibawa Komang Risna Anjliani Lola Utama Sitompul Luh Putu Sendratari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maria Marisa Kardila Muhammad Daffy Rizaldy Nalsali Natan Stefanus Bukit Nama, Ida Bagus Putu Adi Ni Kadek Marhaeni Desyantari Ni Luh Putu Pebri Artayani . Ni Made Andini Isaka Nariswari Ni Made Ary Widiastini Ni Made, Putri Oktadewi Ni Nengah Dwi Sri Mahayani Ni Putu Ratna Ayu Lestari Ni Putu Suci Pramesti Ni Wayan Fany Juniasih Ni Wayan Ratih Paramita Nova Dena Putri Irawan Nur, Irwan Nyoman Dini Andiani Paramita, Ni Wayan Ratih Prasetya, Kadek Dipa Putu Indah Rahmawati Putu Rara Anggie Prasisthia Rara Putu, Putu Intan Novitalia Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Ridwan Aditya Rizaldy, Muhammad Daffy satria dwi mahendra Sitompul, Lola Utama Sutrisni, Putu Eka Tarigan, Mayarninta Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Tuti Ayu, Ketut Wardana Putra, Putu Gilang Eka Wayan Ariastana Wirawan, I Gusti Made Arya Suta