Claim Missing Document
Check
Articles

Peninggalan Sarkofagus Di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Putu Rara Anggie Prasisthia Rara; I Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6425

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peninggalan sarkofagus di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tahap – tahap: Teknik Penentuan Lokasi Penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Teknik Penentuan Informan, yaitu purposive sampling dan snow ball, Teknik Pengumpulan Data, observasi, wawancara, studi dokumen. Teknik Keaslian Data, Teknik Analisis Data, Teknik validasi data, triangulasi metode dan triangulasi sumber, Menarik Kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : peninggalan sarkofagus masih ada hingga kini di Desa Pangkungparuk, karena peninggalan megalitik berupa sarkofagus masih dihormati dan dijaga dianggap sebagai media penguburan pada masa protosejarah dengan memiliki status sosial yang tinggi. Latar belakang dibuatnya sarkofagus sebagai media penguburan sekunder di Desa Pangkungparuk, karakteristik bekal kubur pada peninggalan sarkofagus. Terakhir Implementasi Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk sebagai sumber belajar sejarah di SMA dengan menggunakan metode PJBL, guru diharapkan dapat mengimplementasikan Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk ke dalam materi ajar agar dapat dijadikan sebagai pembelajaran sejarah lokal.
Ethno-pedagogical Study of Siat Sarang: A Local Wisdom Approach to Conflict Prevention I Wayan Putra Yasa; I Wayan Suastra; Ida Bagus Putu Arnyana; Desak Made Oka Purnawati; Ketut Sedana Arta
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 13 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v13i3.225-235

Abstract

The aims of this research are to 1) reconstruct the background of the Siat Sarang tradition in the Selat Traditional Village, Karangasem, Bali, 2) explore ethno-pedagogical values ​​as character values ​​of the Siat Sarang tradition that can prevent conflict, and 3) Reconstruct a model of ethno-pedagogical practice in Siat Sarang tradition as a safety valve based on local wisdom for conflict prevention. Then, this phenomenon is studied using qualitative methods with a critical ethnographic model—data collection using in-depth interviews, observation, and literature study. Then, evaluate its validity by triangulating methods and sources. The data was then analyzed using critical ethnography, resulting in a comprehensive survey of strategies, values​​, and implementation models. The research results show that the Siat Sarang tradition has local wisdom values​​, which can be used as a safety valve to prevent societal conflict. The values ​​contained in it are religious, social, sportsmanship, and ethnic-based educational values ​​(ethno-pedagogy). These values ​​have been inculturated in families, communities, and schools. The results of this research mean that tradition has a role in preventing conflict. The form is local wisdom, which has ethno-pedagogical value in the form of character education.
Pura Tamba Waras di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, Bali ( Sejarah, Struktur, dan Fungsi Sebagai sumber Belajar Sejarah di SMA) Dewa Ayu Putu Kartika Sugiantari; I Wayan Putra Yasa; I Wayan Pardi
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.105721

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah dan latar belakang keberadaan Pura Tamba Waras di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, struktur dan fungsinya bagi masyarakat Hindu setempat, serta nilai-nilai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian dilaksanakan di Desa Sangketan menggunakan metode historis yang meliputi tahapan heuristik melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Tamba Waras memiliki latar historis yang berkaitan erat dengan perkembangan tradisi Hindu-Buddha di Bali dan berfungsi sebagai pusat aktivitas keagamaan masyarakat secara turun-temurun. Struktur pura disusun berdasarkan konsep Tri Mandala dengan berbagai pelinggih yang memiliki fungsi religius, spiritual, sosial, dan budaya. Selain itu, Pura Tamba Waras mengandung nilai spiritual, religius, sosial, budaya, dan pengetahuan yang selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Nilai-nilai tersebut relevan dengan capaian pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka, khususnya materi Penelitian Sejarah, sehingga Pura Tamba Waras berpotensi sebagai sumber belajar sejarah berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Pura Tamba Waras, Sejarah Lokal, Struktur dan Fungsi Pura, Sumber Belajar Sejarah, Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Diorama Virtual Terhadap Minat Belajar Sejarah Siswa di SMA AlfiatulJanah; Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111533

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Diorsms Virtual terhadap minat belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Permasalahan rendahnya minat belajar sejarah siswa menjadi permasalahan utama yang dilatarbelakangi oleh dominasi pembelajaran konvensional berbasis ceramah yang kurang interaktif. Dalam penelitian ini mempergunakan metode penelitian quasi experimental design dengan desain non equivalent control group, penelitian ini melibatkan 72 siswa dibagi jadi kelas eksperimen (X7) dan kelas kontrol (X6).  Data dikumpulkan lewat angket minat belajar dan observasi, selanjutnya diolah mempergunakan uji t sampel berpasangan dan sampel independen. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Diorama Virtual terhadap minat belajar sejarah siswa bernilai t-hitung 6,768 > t-tabel 2,030 dan signifikansi < 0,001. Terlihat adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditunjukkan oleh nilai N-Gain pada kelas eksperimen 0,3812 “kategori sedang” dan kelas kontrol 0,0828 “kategori rendah”. Studi ini membuktikan bahwasanya kombinasi pembelajaran menggunakan model Problem-Based Learning berbantuan Diorama Virtual efektif meningkatkan indikator minat belajar meliputi perasaan tertarik, perhatian, kesenangan, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran sejarah, serta perubahan pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa yang lebih bermakna dan kontekstual.
Tradisi Perang Gandu Di Desa Tumbak Bayuh, Badung, Bali: Latar Belakang, Pelaksanaan Ritual, Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Ni Putu Purwati Swari; Tuty Maryati; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.112488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, pelaksanaan ritual, dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang bertumpu pada observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi ini dilatar belakangi oleh kepercayaan masyarakat terhadap pelinggih balang tamak yang dianggap sebagai tokoh rare angon berhubungan dengan kehidupan pertanian dan peternakan. Tradisi ini dilaksanakan pada serangkaian Tumpek Uye yang bertepatan setiap enam bulan sekali. Keberadaan tradisi ini sangat relevan dijadikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai kurikulum merdeka di fase E untuk kelas X pada materi penelitian dan penulisan sejarah.
Harmoni Sosial Sebagai Upaya Membangun Lingkungan Kampus Inklusif Dalam Kehidupan Multikultural Mahasiswa Jurusan Sejarah, Sosiologi, dan Perpustakaan nia_septinawati -; I Wayan Putra Yasa; Irwan Nur
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keberagaman mahasiswa, bentuk harmoni sosial dalam interaksi mahasiswa, serta upaya membangun harmoni sosial di Jurusan Sejarah, Sosiologi, dan Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dimana data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa membuat harmoni sosial menjadi penting untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati, dan menjaga hubungan yang baik. Harmoni sosial terlihat dalam interaksi akademik seperti diskusi dan kerja kelompok, serta dalam kegiatan jurusan seperti Prisma, Malaka Abhiseka, dan Festofansia yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Kegiatan tersebut membantu membangun kebersamaan sehingga tercipta lingkungan kampus yang harmonis dan inklusif.
Sejarah Es Ancruk Sebagai Kuliner Khas Kota Singaraja Tahun 1968-2024 Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Gede Sudi Artha Nugraha; Desak Made Oka Purnawati; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i2.120938

Abstract

This study aims to: (1) analyze the historical development of Es Ancruk as a signature culinary item of Singaraja City from 1968 to 2024; (2) identify the cultural values embodied in Es Ancruk; and (3) analyze its utilization as a historical learning resource in high schools. This study employs the historical research method, consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through observation, interviews with vendors, consumers, teachers, students, and content creators, as well as document analysis. Informants were selected using snowball sampling to obtain in-depth information about the development of Es Ancruk in Singaraja City. The results show that Es Ancruk originated as a traditional beverage sold during Ramadan as an iftar treat. Over time, it developed into a signature culinary specialty enjoyed throughout the year through innovations in fillings, presentation, and marketing while maintaining its traditional flavor. Es Ancruk also embodies cultural values, including historical, social, and economic values, local wisdom, creativity, and entrepreneurship, which reflect the cultural identity of the Singaraja community. Furthermore, Es Ancruk can serve as a contextual historical learning resource by integrating local history into high school learning. Its use can be implemented through local history-based teaching modules that encourage students to understand the relationship between historical events, culture, and community life. Thus, Es Ancruk is not only a culinary heritage but also a medium for cultural preservation and meaningful historical learning. This research supports efforts to preserve Singaraja’s local culinary traditions and strengthen students’ awareness of local cultural heritage preservation.
Architectural Harmony And Hindu-Buddhist Syncretism At The Pura Dalam Balingkang Complex Putu Indah Pramesti; I Wayan Putra Yasa
Indonesian Journal of Education, Social Sciences and Research (IJESSR) Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Education, Social Sciences and Research (IJESSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijessr.v7i2.30955

Abstract

Pura Dalem Balingkang, located in Pinggan Village, Kintamani District, Bangli Regency, preserves a legacy of Hindu-Buddhist syncretism that is directly reflected in its architectural elements. This study aims to identify the Hindu and Buddhist architectural elements present in the temple complex while analyzing their pattern of harmonization within a single sacred space that remains active today. The method employed is qualitative research utilizing architectural archaeology, field observation, interviews with traditional leaders and priests, as well as a literature review of relevant primary and secondary sources. The results demonstrate that Hindu elements, such as the candi bentar (split gate), kori agung (main gate), padmasana (shrine), and meru (tiered shrine), blend with Buddhist elements seen in stupa ornaments, Tantrayana-style naga (dragon) reliefs, and the Shiva-Sogata theological concept, which serves as the foundation for this syncretism. The amalgamation of these two traditions is not merely coincidental but rather a product of the Balingkang Kingdom's history from the 11th to the 13th century, which actively integrated cross-cultural influences. These findings assert that syncretism in Bali is a process of creative and meaningful reinterpretation rather than superficial accommodation.
Co-Authors Ahmad Ardiyansah Ahmad Ginanjar Purnawibawa Albertus Agas AlfiatulJanah Anjali, Alina Ratna Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Aryantika, I Kadek Adi Berliana Dhea Shalsa Billa Bintang Prakasa Bunga Roulina Manalu Cala, Maria Ulda Chelsea Mery Andrea Sinambela Chris Steven Sado Fodhe Au Daniel Honin Desak Made Oka Purnawati Dewa Ayu Putu Kartika Sugiantari Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Fitri Noviani Gede Sudi Artha Nugraha Gede Wirata Gregorius A.S Jamlean Hajaro, Nugraha Hestiqoma Maulida I Gusti Agung Mastri Mahadewi Widyas Putri I Gusti Putu Suharta I Kadek Adi Aryantika I Ketut Sedana Arta I Made Arya Suta Wirawan I Made Pageh I Nyoman Ananta Wasistha I Putu Dandy Riartha I Putu Diva Widanankara Diva I Putu Wisnu Saputra I Wayan Arya Mahendra I Wayan Lasmawan I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Suartika I Wayan Suastra I Wayan Surya Eka Saputra Ida Bagus Putu Arnyana Irwan Nur Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Jamlean, Gregorius A.S Kadek Arlinda Devi Suyanti Kardila, Maria Marisa Karo, Hemi Sari Br Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Ketut Tuti Ayu Komang Gde Satria Wibawa Komang Risna Anjliani Lola Utama Sitompul Luh Putu Sendratari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maria Marisa Kardila Muhammad Daffy Rizaldy Nalsali Natan Stefanus Bukit Nama, Ida Bagus Putu Adi Ni Kadek Marhaeni Desyantari Ni Luh Putu Pebri Artayani . Ni Made Andini Isaka Nariswari Ni Made Ary Widiastini Ni Made, Putri Oktadewi Ni Nengah Dwi Sri Mahayani Ni Putu Purwati Swari Ni Putu Ratna Ayu Lestari Ni Putu Suci Pramesti Ni Wayan Fany Juniasih Ni Wayan Ratih Paramita nia_septinawati - Nova Dena Putri Irawan Nyoman Dini Andiani Paramita, Ni Wayan Ratih Putu Indah Pramesti Putu Indah Rahmawati Putu Rara Anggie Prasisthia Rara Putu, Putu Intan Novitalia Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Ridwan Aditya Rizaldy, Muhammad Daffy satria dwi mahendra Sitompul, Lola Utama Sutrisni, Putu Eka Tarigan, Mayarninta Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Tuti Ayu, Ketut Wardana Putra, Putu Gilang Eka Wayan Ariastana Wirawan, I Gusti Made Arya Suta