Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Sistem Deteksi Logam dalam Bahan Makanan sebagai Upaya Pencegahan Kontaminasi di Industri Rumahan UMKM Bumi Pangan Lokal Hakim, Zaenal; Hakim, Moh. Azizi; Hudaya, Dadan Ahmad; Suhendi, Dadi; Hidayat, Taufik
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1481

Abstract

Kontaminasi logam dalam makanan sangat beresiko bagi kesehatan, terutama jika terjadi dalam jangka panjang. Masalah utama dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah adanya logam yang tercampur dalam tepung yang dijadikan bahan utama makanan UMKM Bumi Pangan lokal yang berdampak pada mutu dan keamanan makanan. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan bahaya logam dalam bahan makanan yang menjadi sumber penyakit jangka panjang seperti besi, stainless, alumunium dan tembaga. Alat yang dikembangkan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah mendeteksi partikel logam yang berada pada bahan makanan seperti tepung, gula dan lainnya. Alat ini akan berfungsi mendeteksi partikel logam yang terdapat pada bahan makanan dengan menggunakan sensor pendeteksi logam. Pada alat ini juga dilengkapi dengan IoT yang berfungsi memberikan informasi apakah bahan makanan terdapat logam berbahaya yang terhubung pada handpone pengguna, selain itu alat pendeteksi logam ini juga terdapat magnet dengan kekuatan tarik sebesar 12.000 Gauss yang bertujuan untuk menarik partikel logam berbahaya. Hasil dari penggunaan alat pendeteksi logam ini adalah UMKM mengetahui bahaya logam serta dapat memisahkan logam yang terdapat pada bahan makanan yang sering dipakai dengan menggunakan, pemasaran hasil dari produk UMKM bisa dipasarkan antar Kabupaten melalui media sosial, seperti Facebook dan berita elektronik Radar Banten. Metal contamination in food is very risky for health, especially if it occurs in the long term. The main problem in this Community Service is the presence of metal mixed in flour which is used as the main ingredient of local Bumi Pangan UMKM food which has an impact on food quality and safety. The purpose of this Community Service is to provide knowledge of the dangers of metals in food ingredients that are a source of long-term diseases such as iron, stainless, aluminum and copper. The tool developed in this Community Service is to detect metal particles in food ingredients such as flour, sugar and others. This tool will function to detect metal particles found in food ingredients using a metal detector sensor. This tool is also equipped with IOT which functions to provide information whether food ingredients contain dangerous metals that are connected to the user's cellphone, in addition to this metal detector also has a magnet with a pulling force of 12,000 Gauss which aims to attract dangerous metal particles. The results of using this metal detector are that UMKM are aware of the dangers of metals and can separate metals from commonly used food ingredients. UMKM products can be marketed across districts through social media platforms such as Facebook and the Radar Banten e-news platform.
Development of the Multi-Channel Clustering Hierarchy Method for Increasing Performance in Wireless Sensor Network Rizky, Robby; Hakim, Zaenal; Setiyowati, Sri; susilawati, Susilawati; Yunita, Ayu Mira
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 23 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v23i3.3348

Abstract

Wireless Sensor Networks are technologies that make it possible to observe phenomena. The problem is data delays in covering the distance from the origin to the destination. Packet Loss is a condition that shows the number of lost packets and the total queue length caused by data processing time. This research aims to develop a cluster-based protocol. This research uses a multichannel hierarchical clustering method and adds odd-even by dividing the network into several channels and forming a cluster head for each channel. The results of this research are Channel 1 with a throughput value of 1.88, channel 2 with a throughput value of 21.68, channel 3 with a throughput value of 1.62, and channel 4 with a throughput value of 42.44. The conclusion of this study is that the throughput results are smaller compared to the Multi-Channel Clustering H ierarchy method, because not all nodes are active
RUMAH PINTAR DENGAN APLIKASI GOOGLE ASSISTANT MENGGUNAKAN ARDUINO ESP8266 BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) Nurafliyan Susanti, Ervi; Hakim, Zaenal; Rizky, Robby
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 22 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah pintar adalah sebuah tempat tinggal yang menghubungkan jaringan komunikasi dengan peralatan listrik yang dapat dikontrol dari jarak jauh. Rumah pada zaman teknologi yang sudah canggih terlihat kurang praktis dan efektif dalam perkondisian hunian. Pengabaian terhadap listrik seperti lampu-lampu penerangan hunian atau perangkat lainnya yang lupa dimatikan pada saat pengguna keluar rumah membuat pemakaian listrik menjadi boros. Rumah pintar memberikan solusi yang dapat diterapkan terhadap kendala tersebut. Bahkan rumah pintar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan dari segi perkondisian ruangan seperti kelalaian terhadap pengabaian perangkat alat listrik. Kriteria untuk rumah pintar yang optimal agar dapat direalisasikan harus memiliki kemampuan dijangkau atau dikendalikan dari jarak jauh. Teknologi mobile android dan aplikasi google yang didukung voice command assistant dapat memudahkan pengguna mengendalikan peralatan listrik dari jarak jauh. Pada penelitian ini akan dibuat dan didemonstrasikan suatu sistem rumah pintar yang bisa diperintah melalui suara dengan menggunakan modul Wi-Fi ESP8266 untuk koneksi ke internet, NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler dan juga menggunakan platform Google Assistant untuk pengenalan suara dan Thingspeak sebagai server IoT. Sebagai jembatan mesin ke mesin (M2M) antara Google Assistant dan Thingspeak digunakan server logikal IFTTT (if this than that).
Analisis Penerapan Metode SAW pada Penentuan Beasiswa PIP di Sekolah Dasar Negeri 3 Labuan Ayu Mira Yunita; Robby Rizki; Susilawati Susilawati; Sri Setiyowati; Zaenal Hakim; Ervi Nurafliyan Susanti; Neli Nailul Wardah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i6.8319

Abstract

Abstrak  - Beasiswa PIP merupakan salah satu beasiswa yang di berikan oleh pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada siswa atau mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, Permasalahan di SDN 3 Labuan dalam penentuan beassiwa PIP masih bersifat konvensional, pemilihan dilakukan dengan membandingkan anatar kriteria, ini membutuhkan waktu yang lama dan terkadang berkas tercecer dan terindikasi adanya  penerima beasiswa yang kurang tepat sasaran, dari permasalahan di atas maka  dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) yang bertujuan untuk membantu pihak sekolah dalam menyeleksi calon penerima beasiswa PIP agar efektif dan transfaran. Metode yang digunakan untuk menganalisis sisten pendukung keputusan ini adalah metode SAW. Metode SAW adalah salah satu metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang dapat membantu dalam proses penyeleksian  calon penerima beasiswa berdasarkan dari berbagai kriteria yang telah ditetapkan, diantaranya yaitu ekerjaan orang tua, Penghasilan, Jumlah tanggungan, nilai rapot dan status orang tua. Hasil dari penelitian ini  di dapatkan bahwa yang calon penerima beasiswa dengan peringkat pertama atas nama hafizh dengan nilai 1, peringkat ke 2 alya dengan nilai 0.Kata kunci: Beasiswa, Simple Additeive Weighting, Sistem Pendukung Keputusan  Abstract - The PIP scholarship is one of the scholatships provided by the government to provide learning opportunities for pupils or student who come from underprivileged families. The problem at SDN 3 Labuan in determining PIP scholarship is still conventional, the selection is done by comparing criteria, this requires a lot of time it takes a long time and sometimes the files are scattered and there are indications that there are scholarship recipient who are quite on tarhet. Based on the problems above, a decision support system is needed which aims to assist schools in selecting potential PIP scholatships recipients so that thet are effective and transparent. The method used to analyze this decision support system is the SAW method. The SAW method is a Multi criteria decision making (MCDM) method which can assist in the process of selecting prospective scholarship recipients based on various predetermined criteria, including parental occupation, income, number of dependents, report card grades and parental status.The results of this research showed that the first palce scholarship recipient was named Hafizh with value of 1, second palce was Alya with a value of 0,911Keywords: Scholarship, Simple Additieve Weighting , Decision Support System