Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN BIMBINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI BEKASI nurimani, Nurimani
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengganti KTSP menjadi Kurikulum 2013, Sebagai suatu konsep kurikulum baru, kurikulum ini tidak dapat diterapkan dengan universal dan cepat, masih sedikit sekolah yang menerapkan kurikulum 2013. Sehinggawalaupun sudah berjalan cukup lama masih ditemukan beberapa kendala dilapangan dimana masih banyak guru yang masih kesulitan dalam mengaplikasikan kurikulum 2013. Permasalahan ini banyak terjadi di daerah lain seperti di Kota Bekasi, hanya beberapa sekolahan saja yang siap yang menerapkan Kurikulum 2013, faktor yang mempengaruhi ketidaksiapan implementasi kurikulum 2013 adalah masih banyak guru yang belum mendapatkan giliran untuk pelatihan, diklat, dan sosialisasi yang memadai dan berkompeten, serta kurangnya pendamping oleh ahli mengenai pelaksanaan kurikulum tersebut. Dengan diadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan melaksanakan pelatihan diharapkan guru-guru mendapatkan Pelatihan dan sosialisasi tentang kurikulum 2013, dalam kegiatan pengabdian ini mendapatkan perhatian yang baik dari para peserta yang tampak berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab sebagai tanggapan positif dari materi yang telah disampaikan. Setelah proses pendampingan, guru memperoleh pemahaman yang lebih baik sehingga diharapkan guru dapat mengaplikasikan konsep kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran di kelas.
PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMK Aminah Zuhriyah; Nurimani Nurimani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i1.596

Abstract

This article discusses the effect of problem-solving approaches to improve students' understanding of mathematical concepts. The purpose of this study was to determine the differences in understanding the mathematical concepts of students who learn to use a problem-solving approach with conventional methods in class X students of SMK Yatindo Bekasi. This study uses a quantitative approach and experimental methods. The research sample involved students of class X-2 as an experimental group learning using a problem-solving approach and class X-1 as a control group, each group totaling 30 students. The results of the research from testing the data analysis prerequisites included: the normality test using the Kolmogorov-Smirnov test for the experimental and control groups obtained by the same sig-count value, namely 0.200, meaning that the sig-count is greater than 0.05 sig-table, it is concluded that it is normally distributed, While the homogeneity test obtained the levene's test results with the sig-count value greater than the sig-table (0.109> 0.05). Then testing the hypothesis, obtained a sig-count value of 0,000 or a t-test value of 3,829> 2,000, the conclusion: there are differences in mathematical understanding of students who learn to use problem solving approaches with students who learn using conventional methods
Analisis Kepercayaan Guru SMP Swasta di Kabupaten Tangerang Syafa’at Ariful Huda; Muhamad Suhardi; Nurimani Nurimani; Yatha Yuni
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.203 KB) | DOI: 10.33394/jk.v6i2.2590

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effect of organizational justice on the trust of Tangerang Regency private junior high school teachers. In the analysis will get more detailed results related to organizational justice variables with the indicators and trust with the indicators. This research used SEM (Structural Equition Model) method. Data collection technique used a questionnaire. The sample of this study involved 273 people through random proportional selection. Data were analyzed using descriptive statistics and structural equation modeling in inferential statistics. The results of this study indicate that there was a direct effect of organizational justice on the confidence of Tangerang regency private junior high school teachers. The dominant indicators of organizational justice variables which contributed was neutrality at 18.26%, while the dominant trust variable which contributed was consistency at 23.71%.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERIAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BAGI ANAK-ANAK DI PKBM Nurina Kurniasari Rahmawati; Abdul Hakim Maruf; Andy Ahmad; Nurimani Nurimani
Journal of Social Outreach Vol 1, No 1 (2022): Journal of Social Outreach
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.009 KB)

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu para siswa paket di PKBM dalam pembelajaran  yang lebih menarik dan menyenangkan sehingga bisa meningkatkan minat belajar siswa untuk terus mendalami pembelajaran seperti matematika, IPA, ekonomi dan sosial. Selain itu pengabdian ini memberikan motivasi kepada siswa terkait masa depan yang akan mereka hadapi setelah lulus nanti. Kurangnya pengetahuan para siswa tentang rencana kedepan membuat banyak siswa PKBM yang justru menjadi pengangguran, hal tersebut karena kurangnya pengetahuan tentang persiapan memasuki dunia kerja serta jika ingin kuliah kurangnya pengetahuan tentang jurusan yang akan diambil dan bagaimana memilih perguruan tinggi yang baik dan benar. Pendampingan pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatnya minat belajar dan motivasi para siswa di PKBM  Negeri 17 Wilayah Tanjung Priok, dengan jumlah peserta sebanyak 30 mahasiswa yang berasal dari paket B dan C. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah persiapan, sosialisasi, dan pelaksanaan kegiatan. Setelah kegiatan dilaksanakan dilakukan analisis dan evaluasi, terlihat bahwa anak- anak mengalami peningkatan dalam pemahaman nya terkait matematika, IPA, matematika dan sosial, motivasi mereka meningkat untuk bisa memperbaiki masa depan mereka dengan melanjutkan ke perguruan tinggi. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari para siswa PKBM dan diharapkan bisa terus berlanjut untuk membimbing anak- anak dalam belajar matematika.Kata Kunci: konsep dasar matematika, pengabdian masyarakat, pembelajaran menarik.
PENDAMPINGAN BELAJAR DALAM WORKSHOP KONSEP DASAR PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK ANAK-ANAK SANGGAR KABASA Arie Purwa Kusuma; Nurimani Nurimani; Fiki Alghadari; Nurina Kurniasari Rahmawati
Journal of Social Outreach Vol 1, No 1 (2022): Journal of Social Outreach
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.64 KB)

Abstract

Pembelajaran matematika menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa, siswa merasa kebingunan dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah yang biasa diberikan oleh para guru dikarenakan siswa banyak yang belum mnguasai konsep dasar nya dan juga sudah merasa takut dengan pelajaran matematika. sebagian orang tua yang mampu memilih jalan mendatangkan guru privat untuk membantu anaknya memahami matematika. Berbeda dengan anak-anak di sanggar kabasa, tentunya mereka tidak bisa seperti teman-temannya yang mampu, sehingga anak-anak sanggar kabasa memerukan perhatian khusus supaya mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait matematika. Tujuan pengabdian ini adalah untuk pendampingan pembelajaran bagi anak-anak sanggar kabasa. Pengabdian ini dilakukan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Matematika yang berasal dari Kampus STKIP Kusuma Negara Jakarta yang bekerjasama dengan Sanggar Kabasa Kota Bekasi. Para Dosen memberikan materi terkait konsep dasar pembelajaran matematika yang cepat, mudah, dan menarik. Motivasi belajar matematika para anak-anak sanggar kabasa menjadi lebih besar yang terbukti dari besarnya antusiasme mereka dalam mempraktekkan apa yang diinstruksikan oleh pengajar. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PKM ini sangat efektif. Selain itu, pengetahuan para siswa terhadap materi yang telah disampaikan lebih meningkat dilihat dari hasil tes. Kata Kunci: konsep dasar matematika, pengabdian masyarakat, pembelajaran menarik.
Analisis Kebutuhan Media untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Kelas V Dan Mendukung Implementasi Blended Learning Asyifa Aulia Zahro; Ageng Triyono; Abdul Hakim Ma'ruf; Nurimani Nurimani
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v4i1.3182

Abstract

Motivasi belajar matematika siswa kelas V masih rendah. Salah satu alternatif solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan menggunakan media pembelajaran tertentu yang terintegrasi dengan proses pembelajaran saat ini. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang dapat memfasilitasi peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas V dan dapat diintegrasika dengan model pembelajaran abad 21 yang sedang trend. Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini ditempuh melalui observasi, wawancara, pengisian kuisioner, dan studi literatur. Data yang didapatkan dicek keabsahannya melalui wawancara ulang (follow up inteview) dengan subjek penelitan yang terlibat dan dicek reliabilitasnya dengan jalan mendiskusikan dan membandingkannya dengan data-data hasil penelitian sejenis. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode Milles dan Huberman. Subjek penelitian terdiri dari 2 guru matematika dan 33 siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Hasil analisis kriteria media menunjukkan bahwa diperlukan media pembelajaran matematika yang dapat mendukung proses blended learning. Hasil analisis ketersediaan perangkat penunjang blended learning menunjukkan bahwa perangkat yang dimiliki sekolah dan siswa tersedia dalam jumlah yang cukup. Hasil analisis jenis media menyimpulkan terdapat 3 jenis media yang sesuai kebutuhan sekolah yaitu e-modul, e-LKPD, dan video animasi. Hasil analisis kebutuhan media berdasarkan perspektif siswa menunjukkan bahwa 94% siswa lebih menyukai media pembelajaran berupa video animasi dibandingkan media jenis lainnya. Hasil analisis jenis aplikasi video animasi menunjukkan bahwa aplikasi Powtoon dapat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan media yang sedang dibutuhkan. Maka dapat disimpulkan bahwa media yang perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif pemecahan masalah yang dialami pihak sekolah adalah berupa video animasi berbasis aplikasi Powtoon.
Pendampingan Belajar Matematika untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Konsep Geometri Berbasis Teori Van Hiele Zuhriyah, Aminah; Nurimani, Nurimani; Ma’ruf, Abdul Hakim; Megawati, Megawati
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 3 No. 2 (2023): Pengembangan Pendidikan dan Keterampilan Masyarakat
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v3i2.1809

Abstract

Pengabdian ini adalah pendampingan belajar untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep geometri. Pendampingan dilakukan di Lembaga Bimbingan Belajar Kampung Cerdas Cimangis Depok, kepada 12 orang kelas IV (7 siswa) dan V (5 siswa) Sekolah Dasar yang mendapatkan hasil belajar geometri (rata-ratanya 62,75) kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kegiatan ini menerapkan pembelajaran berbasis teori van Hiele untuk menyampaikan materi geometri, yaitu; a) strategi pembelajaran ekspositori di level-0 (visualisasi) untuk memberikan pemahaman awal konsep dasar geometri berdasarkan karakterstik visual, b) model pembelajaran inkuiri di level-1 (analisis) untuk berpikir kritis dan analitis dalam mencari dan menemukan jawaban, c) model pembelajaran discovery di level-2 (deduksi informal) untuk merangsang kemampuan siswa untuk memecahkan permasalahan melalui pengumpulan dan pengolahan data untuk membuktikan suatu konsep. Kesimpulannya adalah peningkatan pemahaman geometri yang telah dicapai di level 0, siswa dapat mengenal bentuk/fitur bangun datar atau bangun ruang, di level 1, siswa mampu mendeskripsikan atau menganalisis, dan menyebutkan sifat-sifat bangun datar atau bangun ruang, di level 2, siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas. Keberhasilan pendampingan ditunjukan dengan adanya peningkatan pemahaman siswa pada konsep geometri, dibuktikan dengan hasil posttest rata-rata nilai 81 (lebih dari standar KKM, 75).
Elementary school students' ability to understand the elements and properties of simple flat shapes Triyono, Ageng; Nurimani, Nurimani; Budiono, Budiono
Panicgogy International Journal Vol. 2 No. 2 (2024): pij
Publisher : Nashir Al-Kutub Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59965/pij.v2i2.152

Abstract

This research aims to determine: (1) the level of understanding of third grade elementary school students regarding the elements and properties of simple flat shapes, and; (2) distribution of students based on their level of understanding. The research objectives were achieved using a descriptive qualitative research approach. The sample involved was 156 students taken from the population using saturated sampling techniques. Data collection was carried out using a test method which aims to measure students' competence in understanding the elements and properties of simple flat shapes. The collected data was analyzed by calculating the average percentage and standard deviation (SD), which were then converted into categories of student understanding level. The calculation result of the average percentage = 62.37%, and the standard deviation is 21.08. In general, students' level of understanding is in the "sufficient" category. The distribution of students based on their level of understanding is: 31 students are in the upper group; 100 students fall into the medium group, and; 25 students fall into the lower group.  These findings can then be used as a basis for designing differentiated learning, according to students' level of understanding of geometry at the initial level.
ANALYSIS OF CTT AND IRT ON NON-TEST MEASUREMENT INSTRUMENTS: MATHEMATICAL MINDSET SCALE Megawanti, Priarti; Nurimani, Nurimani; Kurniasih, Meyta Dwi
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i3.6542

Abstract

Purpose – This study aims to determine empirically the appropriate number of items that meet all item selection criteria, from classical test theory to item response theory.Methodology – This study used the Mathematical Mindset Scale (MMS) as an instrument for a non-test. It was conducted on 259 Mathematics Education students in Indonesia to determine the appropriate number of items that meet all item selection criteria, from classical test theory to item response theory. This quantitative research has been analyzed, including sample adequacy tests, construct validity and reliability, the goodness of fit, model suitability to polytomous data, assumption tests (unidimensional, invariance, local independence), characteristic curve graphs, information function graphs, and standard error graphs.Findings – After several trials, 11 items passed the classical tests and item response theory criteria. It is also known from this study that non-test instruments can be less than 20 as long as they meet the analysis criteria at each stage.Contribution – This research contributes to helping increase insight and knowledge for researchers in the fields of education and psychology, especially those interested in non-test measurement tools and IRT and classical analysis.
PELATIHAN BIMBINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI BEKASI nurimani, Nurimani
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325 KB)

Abstract

Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengganti KTSP menjadi Kurikulum 2013, Sebagai suatu konsep kurikulum baru, kurikulum ini tidak dapat diterapkan dengan universal dan cepat, masih sedikit sekolah yang menerapkan kurikulum 2013. Sehinggawalaupun sudah berjalan cukup lama masih ditemukan beberapa kendala dilapangan dimana masih banyak guru yang masih kesulitan dalam mengaplikasikan kurikulum 2013. Permasalahan ini banyak terjadi di daerah lain seperti di Kota Bekasi, hanya beberapa sekolahan saja yang siap yang menerapkan Kurikulum 2013, faktor yang mempengaruhi ketidaksiapan implementasi kurikulum 2013 adalah masih banyak guru yang belum mendapatkan giliran untuk pelatihan, diklat, dan sosialisasi yang memadai dan berkompeten, serta kurangnya pendamping oleh ahli mengenai pelaksanaan kurikulum tersebut. Dengan diadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan melaksanakan pelatihan diharapkan guru-guru mendapatkan Pelatihan dan sosialisasi tentang kurikulum 2013, dalam kegiatan pengabdian ini mendapatkan perhatian yang baik dari para peserta yang tampak berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab sebagai tanggapan positif dari materi yang telah disampaikan. Setelah proses pendampingan, guru memperoleh pemahaman yang lebih baik sehingga diharapkan guru dapat mengaplikasikan konsep kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran di kelas.