Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

SEMIOTIKA SAMPUL MAJALAH TEMPO EDISI FESTIVAL FILM TEMPO TAHUN 2017 Andi Fauziyah Hijrina
JURNAL IMAJINASI Vol 8, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v8i1.56822

Abstract

Penelitian ini membahas perspektif semiotika dari Saussure pada sampul majalah Tempo yang memiliki karakteristik dan sering mengundang kontroversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda kreativitas yang ingin disampaikan majalah Tempo kepada masyarakat. Paradigma dari penelitian ini menggunakan perspektif dari Ferdinand de Saussure yang menyatakan bahwa semiotika atau tanda terdiri dari bunyi-bunyi dan gambar disebut signifier, serta konsep dari bunyi-bunyi dan gambar disebut signified. Sampul majalah Tempo edisi Festival Film ini dibahas menjadi 3 bagian yaitu background, center, dan foreground, kemudian masing-masing objek dianalisa signifier dan signified-nya. Sampul dari majalah Tempo memilki tanda-tanda semiotika yang secara garis besar menggambarkan isi dari artikel-artikel yang ada pada majalah tersebut.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU DAN SISWA DI SMP NEGERI 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Yunus, Pangeran Paita; Lugis, M. Muhlis; Jamilah, Jamilah; Samsuddin, Yati Bt.; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i2.68530

Abstract

Saat ini sistem pembelajaran sudah luring, dimana pembelajaran dilaksanakan tatap muka secara langsung antara guru dan siswa. Guru harus memastikan pembelajaran tetap terlaksana sebagaimana mestinya dan guru harus bisa mendesain media pembelajaran sehingga materi yang disampaikan guru bisa dimengerti dengan baik oleh siswa. Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring maupun luring pasca Pandemi covid 19 merupakan kemampuan guru dalam berinovasi merancang penyajian materi dan guru dan siswa harus bisa memanfaatkan aplikasi – aplikasi yang sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan.Solusi dari permasalahan yang dihadapi guru adalah penggunaan media yang tepat untuk pembelajaran daring maupun luring. Salah satu dari banyaknya aplikasi yang telah hadir dalam dunia teknologi adalah Aplikasi Canva. Canva adalah program desain online yang menyediakan bermacam peralatan seperti presentasi, resume, poster, pamflet, brosur, grafik, infografis, spanduk, penanda buku, bulletin, dan lain sebagainya yang disediakan dalam aplikasi canva. Adapun jenis–jenis presentasi yang ada pada aplikasi canva seperti presentasi kreatif, pendidikan, bisnis, periklanan, teknologi, dan lain sebagainya.Berdasarkan hal tersebut, telah dilaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat  berupa Pelatihan Penggunaan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran Bagi Guru dan Siswa Di SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa.
Tradisi Appabottingeng (Pesta Perkawinan) Masyarakat Suku Bugis Sulawesi Selatan: Perspektif Teori Perubahan Sosial Alvin Boskoff Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina; Inayah, Faidhul; Suyudi, Muhammad; Hasbi, Hasbi; Rasul, Rasul
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.38617

Abstract

The Bugis ethnic group in South Sulawesi is known for various traditional customs, one of which is the traditional wedding ceremony known in Bugis language as "Appabottingeng". Appabottingeng in Bugis society represents highly upheld cultural values, involving numerous processions and rituals rich in symbolism and hereditary traditions. While it serves important functions in maintaining social harmony, family solidarity, social strata, and continuity of Bugis community traditions, Appabottingeng currently faces socio-cultural change challenges. Therefore, this research examines the changes occurring in the Appabottingeng tradition (wedding ceremony) within the Bugis community in South Sulawesi using Alvin Boskoff's perspective, focusing on external factors (inter-cultural contact) and internal factors (drive for change from within the community). This study aims to analyze the factors causing changes in the Appabottingeng tradition and explore community reactions to these changes. One finding indicates that the shifting mindset of younger generations, who view this procession as complicated, expensive, and less relevant to the modern era, has become one of the driving factors for change. The results of this study provide insights into how the Appabottingeng cultural tradition can adapt and survive amid the flow of social change. Abstract Beragam adat istiadat terkenal yang dimiliki oleh masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan salah satunya adalah adat upacara adat pernikahan atau dikenal dalam Bahasa Bugis “Appabottingeng”. Appabottingeng di masyarakat Bugis menunjukkan nilai budaya yang sangat dijunjung tinggi, dengan melalui banyaknya prosesi serta ritual yang penuh dengan simbolisme dan tradisi secara turun-temurun, serta memiliki fungsi penting dalam menjaga harmonisasi sosial, solidaritas keluarga, strata sosial, dan kontinuitas tradisi masyarakat Bugis, namun tradisi Appabottingeng saat ini menghadapi tantangan perubahan sosial budaya. Sehingga, penelitian ini mengkaji tentang perubahan yang terjadi pada tradisi Appabottingeng (upacara perkawinan) dalam masyarakat suku Bugis di Sulawesi Selatan dengan menggunakan perspektif dari Alvin Boskoff yang fokus peneilitan ini pada faktor eksternal (kontak antar-budaya) dan internal (dorongan perubahan dari dalam masyarakat). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pada tradisi Appabottingeng serta mengeksplorasi reaksi masyarakat terhadap perubahan tersebut. Salah satu temuan menunjukkan bahwa pergeseran pola pikir generasi muda yang menganggap prosesi ini rumit, mahal, dan kurang relevan dengan era modern menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya perubahan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana sebuah tradisi budaya Appabottingeng dapat beradaptasi dan bertahan di tengah arus perubahan sosial.
Analisis Studi Kasus Noble Purpose dalam Iklan Thai Life Insurance: Unsung Hero 2014 Fadhillah, Nurul; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp1-17

Abstract

Analisis mengenai munculnya nilai tujuan mulia atau noble purpose atau tujuan mulia dalam iklan masih jarang diperbincangkan. Padahal noble purpose menjadi nilai yang kehadirannya mampu menangkap perhatian audiens dengan baik, tanpa selalu menempatkan audiens dalam posisi pasif. Keberadaan nilai ini menjadi penting jika mengingat banyaknya perusahaan yang menyebarkan iklan berbasis profit semata. Iklan Thailand seperti Unsung Hero pada 2014 menjadi contoh paling nyata bagaimana noble purpose dari perusahaan seperti Thai Life Insurance sukses bekerja. Penelitian ini membedah 14 adegan dan 2 tangkap layar komentar dengan tujuan memberikan gambaran secara keseluruhan tentang usaha Thai Life Insurance memasukkan noble purpose dalam iklannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis deskriptif. Hasilnya, noble purpose yang diperlihatkan oleh Thai Life Insurance dalam iklannnya terlihat dalam akumulasi perbuatan baik dan positif yang dilakukan oleh pemeran utama. Pembahasan dibagi menjadi tiga kategori besar; mulai dari bagian awal, bagian klimaks, dan bagian akhir. Diperlihatkan scene tokoh utama menempatkan tumbuhan yang hampir mati di bawah aliran air yang membasahinya hingga melihat anak yang dia sedekahi tiap hari bisa bersekolah. Semua adegan tersebut berhasil mendorong audiens iklan ini melakukan tindakan baik dalam kesehariannya yang dibuktikan dari komentar mereka dalam video Youtube Unsung Hero 2014. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mendapat tempat tersendiri dalam benak audiens jika mempertimbangkan noble purpose sebagai sesuatu yang tidak kalah pentingnya diperlihatkan dalam iklan. Tidak hanya mengejar profit, tapi juga nilai kebaikan bagi audiens. Kontribusi dalam penelitian ini datang dari berkembangnya wawasan dalam melihat perusahaan yang ternyata memiliki pilihan untuk menampilkan iklan dengan mengedepankan noble purpose yang mereka punya lewat visualisasi dan narasi yang ditampilkan. Saran bagi penelitian selanjutnya bisa menjangkau audiens secara langsung lewat studi resepsi guna menyesuaikan temuan dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Analisis Ikonografi Kain Tenun Donggala Bermotif “Buya Bomba” Inayah, Faidhul; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 5, No 1 (2025): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v5i1.73950

Abstract

Abstrak. Kain Tenun Donggala merupakan kain tradisional yang berasal dari Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Kain tenun yang berkembang sejak abad ke 4 pada masa kerajaan Banawa, dimana kehadirannya tidak lepas dari pengaruh sosial, politik, ekonomi, agama dan budaya masyarakat Donggala. Salah satu kain yang paling populer di Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah Donggala, hingga saat ini adalah kain tenun bermotif buya bomba. Meski kain tradisional ini cukup populer dan masih dipertahankan hingga saat ini, belum ada penelitian yang meneliti makna-makna yang terkandung di dalam kain tradisional tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini menggunakan metode ikonografi ikonografi untuk menemukan makna pola pada kain yang menjadi sarana komunikasi verbal, sesuai dengan keadaan masyarakat, lingkungan dan pengaruh budaya berbeda yang menetap di wilayah Donggala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kain tenun Donggala mengandung makna keagungan, kekuatan, cinta, kemuliaan dan ketabahan hati yang merupakan identitas masyarakat Donggala. Keywords: Kain Tenun Donggala, Tradisi, Makna
PELATIHAN CETAK SARING PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PANGKEP Aswar, Aswar; Rasul, Rasul; Hasbi, Hasbi; Arifin, Irfan; Hijrina, Andi Fauziyah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.74967

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan cetak saring (sablon manual) kepada peserta didik SMA Negeri 1 Pangkep. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembekalan keterampilan praktis dan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi potensi kewirausahaan bagi siswa. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, pada 5–6 Juni 2025, dan melibatkan 25 peserta dari kelas XI. Metode pelatihan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung, demonstrasi, dan pendampingan oleh tim dosen dan mahasiswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta didik mampu memahami konsep dasar sablon, mengoperasikan alat sablon sederhana, serta menghasilkan karya cetak pada media kain (baju kaos). Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas dan minat berwirausaha siswa SMA Negeri 1 Pangkep.Kata kunci: pelatihan keterampilan, cetak saring, sablon manual, peserta didik, kewirausahaan
KAJIAN TRANSIT, TRANSISI, DAN GLOBALISASI TARI SERE BISSU MAGGIRI (TARIAN BISSU) Hijrina, Andi Fauziyah
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 3 (2025): Juli- Septermber
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i3.77541

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena perubahan budaya dalam Tari Sere Bissu Maggiri sebagai bagian dari tradisi sakral komunitas Bissu di Sulawesi Selatan, melalui pendekatan transit, transisi, dan globalisasi. Tari ini awalnya berfungsi sebagai ritus spiritual dalam upacara adat Bugis yang dipimpin oleh Bissu, sosok pendeta androgini yang dipercaya sebagai perantara antara manusia dan Dewata SeuwwaE. Namun seiring dengan masuknya Islam, tekanan politik, serta pengaruh pariwisata dan globalisasi, terjadi pergeseran fungsi, makna, dan bentuk penyajian tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan pendekatan teoretis dari Maruska Svasek (transit dan transisi budaya) dan Jonathan Friedman (globalisasi dan identitas kultural). Temuan menunjukkan bahwa Tari Sere Bissu Maggiri telah mengalami proses transit secara geografis dari pusat kerajaan ke wilayah-wilayah pinggiran, serta mengalami transisi makna dari sakral menjadi profan. Globalisasi mempercepat komodifikasi tari ini dalam ranah industri pariwisata, menggeser praktik ritual menuju bentuk pertunjukan budaya yang terlepas dari akar-akar spiritualnya. Penelitian ini merefleksikan pentingnya pelestarian makna otentik dalam tradisi budaya minoritas agar tidak tereduksi menjadi sekadar tontonan folkloristik di tengah arus homogenisasi budaya global
PENDAMPINGAN LATIHAN TIM MUSIK DAN SONG LEADER DALAM PELAYANAN IBADAH DI HKBP MAKASSAR Wika, Riau; Siallagan, Stephani Intan M; Mulumbot, Tony; Hijrina, Andi Fauziyah; Valentania, Valentania
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.78305

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi musikal dan kualitas pelayanan tim musik serta song leader di HKBP Makassar. Latar belakang kegiatan ini adalah ditemukannya berbagai permasalahan dalam pelayanan musik gerejawi, seperti ketidakselarasan tempo antara vokal dan musik, teknik vokal yang belum optimal, rendahnya kepercayaan diri song leader, serta kurangnya koordinasi dengan operator audio. Melalui pendampingan yang dilakukan selama dua bulan, kegiatan ini berfokus pada empat aspek utama: (1) peningkatan pemahaman dasar musik; (2) perbaikan teknik vokal song leader; (3) penguatan kepercayaan diri song leader sebagai pemimpin pujian; (4) peningkatan kemampuan self-monitoring serta koordinasi teknis dengan operator audio. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sesi pelatihan tersruktur, observasi, serta praktik langsung pada pujian lagu Buku Ende yang akan digunakan untuk ibadah mingguan. Pendekatan praktik aplikatif diterapkan agar peserta mampu mengintegrasikan teori musik dan teknik vokal secara langsung dalam konteks latihan pelayanan. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan yang siginifikan pada kemampuan membaca notasi dan stabilitas tempo, teknik vokal yang lebih terkontrol, peningkatan keberanian dalam memimpin pujian, serta koordinasi teknis yang lebih baik antara tim musik, song leader dan operator audio. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan ibadah di HKBP Makassar serta menjadi model pendampingan yang dapat diterapkan pada gereja – gereja lain.
Model UNIE-C sebagai Kerangka Pedagogi Inovatif dalam Pendidikan Tari: dari Teknik ke Kesadaran Budaya Syakhruni, Syakhruni; Salawati, Bau; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina; Prusdianto, Prusdianto
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78491

Abstract

Abstrak. Studi ini menyelidiki efektivitas model UNIE-C (Understand, Need, Interaction, Expression - Creativity) sebagai kerangka kerja holistik untuk meningkatkan pembelajaran tari di pendidikan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana model ini meningkatkan kinerja teknis, kreativitas, dan apresiasi estetika siswa sambil menumbuhkan pemahaman budaya dan interaksi sosial. Desain metode campuran kuasi-eksperimental diterapkan, menggabungkan ukuran pretes-postes kuantitatif dengan observasi kualitatif, jurnal reflektif, dan wawancara. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam kemahiran teknis, kemampuan ekspresif, dan kepekaan estetika di antara siswa yang belajar di bawah kerangka kerja UNIE-C dibandingkan dengan mereka yang diajarkan melalui metode tradisional. Analisis kuantitatif menunjukkan ukuran efek yang besar untuk peningkatan kinerja dan apresiasi, sementara data kualitatif menyoroti keterlibatan yang lebih dalam, kolaborasi, dan pembelajaran reflektif. Integrasi pembelajaran yang diwujudkan dan eksperiensial dalam struktur UNIE-C selaras dengan tren pedagogis global yang menekankan kreativitas, empati, dan keberlanjutan budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa model UNIE-C secara efektif menjembatani ranah teknis, emosional, dan budaya, memposisikan pendidikan tari sebagai media transformatif bagi perkembangan holistik. Implikasinya melampaui pembelajaran di kelas, hingga perancangan kurikulum, pelatihan guru, dan pendidikan budaya berbasis masyarakat. Penelitian di masa mendatang perlu mengeksplorasi skalabilitas model ini di berbagai konteks pendidikan dan integrasinya dengan kerangka kerja digital dan interdisipliner Kata Kunci: Pendidikan tari; keberlanjutan budaya; model UNIE-C; kreativitas; pembelajaran holistik
Integrasi Seni Pertunjukan dan Desain Visual dalam Adaptasi Naskah Lakon: Model Pengabdian Masyarakat Berbasis Industri Kreatif Prusdianto, Prusdianto; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina; Rasyid, Wahyu Wardana; Masri, Andi Sulfana
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78675

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kolaboratif mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) dan Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar dalam mengadaptasi naskah lakon ke media digital. Kegiatan ini menjawab kebutuhan industri kreatif yang menuntut sinergi antara seni pertunjukan dan desain visual. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahap: sosialisasi, pelatihan adaptasi naskah, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi karya, serta diseminasi hasil. Pendekatan practice-based learning dan simulasi industri digunakan untuk memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam produksi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman struktur dramatik, storytelling visual, dan penerapan teknologi produksi. Lima karya interdisipliner dihasilkan: pertunjukan teater, drama radio, branding, desain digital, dan motion grafis. Evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta mampu berkolaborasi efektif lintas bidang, memahami proses produksi kreatif, dan menghasilkan karya yang memenuhi standar profesional. Karya mahasiswa mendapat apresiasi dari komunitas seni dan pelaku industri kreatif lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi interdisipliner efektif dalam memperkuat kompetensi kreatif mahasiswa di era digital. Model ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum seni dan desain guna membangun pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini.Kata kunci: adaptasi naskah lakon; kolaborasi interdisipliner; seni pertunjukan; desain komunikasi visual; motion grafis; industri kreatif.