Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Potential Pharmaceutical Biotechnology Products in the Form of Formulations and Preparations of Telang Flower Kombucha Dish Soap (Clitoria ternatea L) as an Antibacterial from Beef (Bos taurus) Isolate Rezaldi, Firman; Nurvadilah, Eva; Junaedi, Candra; Somantri, Ucu Wandi; Fadillah, M. Fariz; Maritha, Vevi; Yenny, Ratna Fitry; Setyaji, Diyan Yunanto
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i1.237

Abstract

This research aims to see the potential of each formulation and preparation of dishwashing soap with the active ingredient telang flower kombucha in inhibiting the growth of pathogenic bacteria isolated from beef. This research is a laboratory experiment, namely by making a dishwashing soap base without the active substance of telang flower kombucha. Make a dishwashing soap base that adds the active substance of butterfly pea flower kombucha at concentrations of 20%, 30% and 40%. Biochemical identification results have shown that beef samples contain gram-positive bacteria in the form of Staphylococcus aureus and Listeria monocytogenes, as well as gram-negative bacteria in the form of Salmonella thyposa and Escherichia coli. The results of this research have also proven that pharmaceutical biotechnology products in the form of formulations and dishwashing soap preparations with the active ingredient telang flower kombucha have a positive correlation in inhibiting the growth of the four test bacteria. Based on the one-way ANOVA statistical test at each P value <0.05, it proves that telang flower kombucha dish soap at a concentration of 40% according to post hoc analysis is not significantly different from concentrations of 20% and 30% as a pharmaceutical and antibacterial biotechnology product. isolated from beef. The conclusion of this research is that the formulation and preparation of dishwashing soap at a concentration of 40% proved to be the most effective as a pharmaceutical biotechnology product in inhibiting the growth of the four test bacteria.
Analisis Vitamin B6 (Piridoksin) pada Sediaan Tablet Multivitamin Neurotropik Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis Maritha, Vevi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v6i1.2010

Abstract

Vitamin B6 analysis in neurotrophic multivitamin tablet preparations requires a simple, fast and cheap method. UV-Vis spectrophotometer is having these criteria. Vitamin B6 analysis using UV Vis spectrophotometry is very quick so that the substance degradation can be inhibited and the results obtained will be accurate. Selection of single maximum wavelength for vitamin B6 will be able to separate with other components of vitamins B1 and B6 although all three are soluble in water. The optimal condition of vitamin B6 analysis in neurotropic multivitamin samples was using UV-Vis spectrophotometry at 325 nm wavelength. The solvent used is water. The calibration result curve in series of 60 ppm, 70 ppm, 80 ppm, 90 ppm, 100 ppm, 110 ppm, 120 ppm and 130 ppm have r value of 0, 9965. Determination of vitamin B6 levels using three brands of neurotrophic multivitamin samples performed. The measured theoretical level was 100 ppm, whereas the recovery of neurotropic multivitamin A samples were 98.24 ppm, 95 ppm and 95.78 ppm respectively with SD 1.69. The theoretical content of vitamin B6 in the neurotrophic multivitamin sample of B brand was 100 ppm, whereas the recovery was 99 ppm, 102 ppm and 98 ppm with SD 1.15. Determination of vitamin B6 concentration in the neurotropic multivitamin brand C the measured theoretical level was 100 ppm, while the recovery was 102 ppm, 101 ppm and 99 ppm with SD value of 1.53. The recovery of vitamin B6 level determination has been in accordance with AOAC requirements, ie for 100% ppm% analytical calculation 90-107%. The primary SD values of the three neurotrophic multivitamin samples of less than 2 indicate that vitamin B6 levels are acceptable. The results of this study indicate that vitamin B6 in a neurotrophic multivitamin sample can be analyzed using UV-VIS spectrophotometry at a wavelength of 325 nm using a water solvent.
Limbah Fermentasi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Berupa Pupuk Cair Organik Dalam Menunjang Pertumbuhan Seledri Rezaldi, Firman; Kartina, Kartina; Susiyanti, Susiyanti; Maritha, Vevi; Susilo, Hadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 9 No 2 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v9i2.557

Abstract

Fertilizers produced from a mixture of materials that are easily decomposed, easily improve the physical, chemical and biological properties of the soil because they contain nutrients as an effort to increase plant growth are known as organic liquid fertilizers. The purpose of this study was to determine the potential of organic liquid fertilizer derived from the waste of butterfly pea kombucha fermentation combined with EM4 on the growth of celery plants. The research design includes T1, namely without treatment. T2 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 1 mL/L of EM4. T3 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 3 mL/L of EM4. T4 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 5 mL/L of EM4. The parameters of this study include plant height and number of leaves. The results of this study proved that kombucha fermented telang flower waste combined with EM4 correlated positively in supporting the growth parameters of celery plants, both plant height and number of celery plant leaves. The conclusion from this research is that the 5 mL/L treatment of 5 mL/L kombucha fermentation waste is the best treatment to support the research parameters, namely growth data on the average plant height and the number of leaves of celery plants.
Antibakteri Keracunan Bahan Pangan Pada Formulasi Sediaan Sabun Mandi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Farmasi Dari 3 Lokasi Budidaya Fadhillah, Maya; Rezaldi, Firman; Yenny, Ratna Fitry; Maritha, Vevi; Ayuwardani, Novi; Suminar, Erni
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.586

Abstract

 Produk bioteknologi farmasi dalam bentuk formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sediaan farmasi atau kosmetik yang bersifat antibakteri penyebab keracunan bahan pangan dan sebelumnya telah teruji pada formulasi dan sediaan sabun cuci tangan berbahan aktif kombucha bunga telang, sehingga pada penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan 3 lokasi budidaya tanaman bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya yaitu kampung pekuncen kota cilegon, kampung cinangka anyer kabupaten serang, dan desa banjarwangi kabupaten pandeglang banten. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat basis sabun mandi cair tanpa zat aktif, membuat basis sabun mandi cair dengan bahan aktif kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% yang diperoleh dari 3 lokasi budidaya, dan menyediakan sabun mandi pasaran sebagai kontrol positif. Metode dalam pengujian sediaan farmasi (kosmetik/sabun mandi cair) melalui difusi cakram. Data mengenai rata-rata diameter zona hambat dianalisis melalui ANOVA satu jalur jika terdapat perbedaan secara signifikan dilanjut melalui analisis pos hoc Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa masing-masing bunga telang yang dibudidayakan dari 3 lokasi dan juga dibuat sebagai formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha berkolerasi secara positif dalam menghambat keemepat pertumbuhan bakteri uji. Berdasarkan analisis ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai P<0,05, maka dapat dilakukan uji lanjut berupa analisis pos hoc dimana formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang dari 3 lokasi budidaya pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri penyebab keracunan bahan pangan baik yang dihasilkan dari Lokasi budidaya kampung pekucen, kota cilegon banten, kampung cinangka kabupaten serang, banten, dan desa banjarwangi, kabupaten pandeglang, banten.
FORMULASI SEDIAAN SPRAY ALAMI PADA KOMBUCHA BUNGA TELANG SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI DAN ANTIFUNGI PADA TANAMAN KOMODITAS HORTIKULTURA JENIS KENTANG (Solanum tuberosum L) Rezaldi, Firman; Maritha, Vevi; Yenny, Ratna Fitry; Saifullah, Ipul; Sugiono, Sugiono; Rohmatulloh, Rizal; Munir, Misbakhur; Setiawan, Usman; Mubarok, Syariful; Kusumiyati, Kusumiyati
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4600

Abstract

Tanaman kentang memiliki manfaat sebagai sumber karbohidrat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai menu pengganti nasi. Gagalnya panen pada tanaman kentang disebabkan oleh faktor faktor biotik yang sangat potensial dalam menyerang tanaman kentang sehingga para petani sulit dalam memenuhi permintaan pasar dalam jangka waktu terkendali maupun tidak terkendali. Fungi patogen penyebab busuk pada tanaman kentang yaitu spesies Phytophthora infestans. Fungi patogen penyebab bercak cokelat pada tanaman kentang berupa Ralstonia solanacearum merupakan spesies fungi patogen penyebab layu pada daun tanaman kentang, sehingga dibutuhkan antibiotik secara natural dari kombucha bunga telang yang cukup ramah lingkungan dengan pertimbangan adanya penggunaan pestisida secara kimiawi cukup potensial dalam merusak lingkungan budidaya tanaman. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat formulasi dan sediaan spray kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%, menyediakan aquadest steril yang dirancang sebagai kontrol negatif, menyediakan antibiotik pasaran sebagai kontrol positif. Tahapan tahapan penelitian ini meliputi persiapan bunga telang, kultur awal kombucha, fermentasi kombucha bunga telang, menguji daya hambat pertumbuhan fungi patogen dari masing-masing formulasi dan sediaan spray kombucha bunga telang, dan analisis data. Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa seluruh formulasi dan sediaan kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai antifungi bagi tanaman kentang yang cukup potensial dalam diserang fungi patogen, sehingga perlu diberikan edukasi bagi petani dalam pemanfaatan kombucha bunga telang untuk diperankan sebagai minuman probiotik peningkat sistem imun maupun sediaan spray natural yang ramah lingkungan.
Developing the Physical Condition of Athletes Through the Prevention and Treatment of Sports Injuries Dwi Darmawan, Agung; Kuntum Mandalawati, Titin; Ratna Kartini, Puri; Maritha, Vevi; T Candra, Arya
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v5i2.4026

Abstract

The prevention and treatment of injuries is a fundamental thing that every sports player must have, especially in developing physical condition, but what has happened to date is that prevention and initial treatment of sports injuries has not been carried out properly and correctly. Good physical condition can be achieved when an athlete has no complaints or injuries. Injuries can be treated by preventing and first treating sports injuries. Therefore, there is a need for dissemination regarding prevention, one of which is through socialization and mentoring. The results of the service in the form of socialization on the Development of Athletes' Physical Conditions Through the Prevention and Management of Sports Injuries got good results where 100% of the participants consisting of 1 coach and 27 athletes were very satisfied regarding the material presented, delivery of the material, discussions through question and answer sessions and mentoring at while practicing. The participants felt they had gained additional insight and skills in preventing and first treating sports injuries.
Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Yield pada Proses Ekstraksi Minyak Kayu Putih dengan Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Setiawan, Mohammad Arfi; Ardista, Syahlum Alvina; Maritha, Vevi
Journal of Research and Technology Vol. 10 No. 2 (2024): JRT Volume 10 No 2 Des 2024
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v10i2.1468

Abstract

Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra Linn.) termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Minyak kayu putih biasanya dihasilkan dari penyulingan tradisional (konvensional) yang proses ekstraksinya memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak. Bukan hanya itu penyulingan secara konvensional memerlukan pelarut kimia yang cukup banyak dengan harga yang mahal. Sehingga pada penelitian ini dilakukan pengembangan dari metode konvensional yaitu metode microwave hydrodiffusion gravity (MHG) yang tidak membutuhkan pelarut. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan ukuran bahan yang paling optimal pada ekstraksi menggunakan metode MHG. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah daun kayu putih pada kondisi bahan tanpa pengeringan dan dengan pengeringan. Variabel ukuran daun yang digunakan adalah 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi operasi yang optimal untuk ekstraksi minyak kayu putih menggunakan metode MHG pada bahan kering dengan ukuran 1 cm menghasilkan yield sebesar 2,96%. Pada bahan tanpa pengeringan dengan bentuk daun cacah menghasilkan yield sebesar 1,79%.
Antioksidan dan Antikeputihan Pada Formulasi Sediaan Body Wash Ekstrak Beras Merah dan Hitam Sebagai Produk Bioteknologi Pertanian, Kebidanan dan Farmasi Rezaldi, Firman; Sutaryono, Sutaryono; Wijayanti, Wijayanti; Yudianto, Tri; Maritha, Vevi; Gumilar, Roni; Perkasa, Bifil Tanjung
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.149

Abstract

Antioksidan dari suatu produk hasil pertanian pada ekstrak beras merah dan hitam dapat digunakan sebagai produk bioteknologi yang ramah lingkungan bagi bidang pertanian, kebidanan, dan farmasi dalam upaya menangkal radikal bebas dan mencegah terjadinya keputihan oleh jamur Candida albicans. Radikal bebas pun disinyalir oleh adanya kerusakan pada jaringan bagi asam lemak, dan penghilang elastisitas pada kulit sebagai penyebab terjadinya penuaan. Hal tersebut menjadi kulit keriput dan kering. Kulit yang terserang radikal bebas pun berpotensi bagi kaum wanita yang mudah mengalami penuaan secara dini juga menyebabkan terjadinya keputihan, sehingga dibutuhkan perawatan oleh sediaan sabun mandi yang berbahan aktif ekstrak beras merah dan hitam. Penelitian sebelumnya telah menjelaskan bahwa ekstrak beras merah dan hitam mengandung senyawa bioaktif seperti okoferol, tokotrienol, gamma oryzanol, antioksidan fenolik dan β-karoten yang berpotensi dalam menangkal radikal bebas dan antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan body wash yang berbahan aktif ekstrak beras merah dan hitam sebagai sumber antioksidan dan antifungi Candida albicans. Metode pengujian antioksidan dilakukan dengan menggunakan DPPH dan antifungi digunakan melalui difusi cakram. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa Formulasi dan sediaan body wash ekstrak beras merah dan hitam konsentrasi 40% merupakan perlakuan terbaik sebagai sumber antioksidan jika dibandingkan konsentrasi 20% dan 30% dimana nilai IC50 sebesar 36,78 ppm dengan kategori antioksidan sangat kuat. Hasil penelitian pada sediaan sabun mandi ekstrak beras merah dan hitam berdasarkan uji ANOVA satu jalur dengan nilai P>0,05 terbukti bahwa pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antifungi Candida albicans dimana rata-rata diameter zona hambat sebesar 12,25 mm dengan kategori kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah formulasi dan sediaan body wash ekstrak beras merah dan hitam pada konsentrasi 40% merupakan perlakuan yang optimal sebagai sumber antioksidan maupun antifungi Candida albicans.
Inovasi Mesin Pencampur Berbasis Otomasi untuk Mengoptimalkan Produksi Jamur Tiram di Desa Kare Kabupaten Madiun Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Maritha, Vevi; Juwari, Juwari; Prasongko, Agung; Nesaputro, Muhammad Wahyue; Aminudin, Achmad; Kulsum, Umi; Kurniawan, Avip; Kurniawan, Ahmad Misfa
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7600

Abstract

Oyster mushrooms are one of the leading export commodities in Madiun Regency, particularly in Kare Village. The region's cool and fertile environment offers significant potential for mushroom cultivation, providing a source of income and business opportunities for the community. However, the baglog mixing process is still carried out manually. This community partnership empowerment program was designed to enhance the production capacity of farmer groups by applying an automation-based mixer machine to accelerate the baglog preparation process. The program consisted of several stages, including socialization, training in technology utilization, machine implementation, mentoring, evaluation, and planning for program sustainability. The implementation results showed that the mixing time was reduced from 2.5 hours to approximately 1 hour for 300 kg of materials. Production capacity increased significantly from an average of 95 to 190 baglogs per day. The improvements in time efficiency, reduction of manual labor, and enhanced homogeneity of materials demonstrate that this program has provided a tangible impact in increasing the productivity and sustainability of oyster mushroom farmer groups in Kare VillageABSTRAKJamur tiram merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Kabupaten Madiun, khususnya di Desa Kare. Kondisi wilayah yang sejuk dan subur menjadikan desa ini memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya jamur tiram sebagai sumber pendapatan dan peluang usaha masyarakat. Namun, proses pencampuran bahan baglog masih dilakukan secara konvensional. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek produksi melalui penerapan mixer machine berbasis otomasi guna mempercepat proses pembuatan baglog. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan teknologi, implementasi mesin, evaluasi dan pendampingan, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil implementasi menunjukkan bahwa waktu pencampuran dapat dipangkas dari 2,5 jam menjadi sekitar 1 jam untuk kapasitas 300 kg bahan. Sedangkan kapasitas produksi meningkat signifikan dari rata-rata 95 baglog per hari menjadi 190 baglog per hari. Efisiensi waktu, pengurangan beban tenaga kerja, serta peningkatan homogenitas bahan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha kelompok tani jamur tiram di Desa Kare
Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua Terkait Penggunaan Obat pada Balita Raising, Rahmawati; Hermawatiningsih, Oktaviarika Dewi; Basy, Lukman La; Maritha, Vevi; Hariningsih, Yetti
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.110

Abstract

Penggunaan obat pada bayi dan balita di tingkat rumah tangga masih sering tidak rasional dan berisiko menimbulkan kesalahan dosis, pemilihan obat, maupun cara pemberian, sehingga dapat berdampak pada keselamatan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang penggunaan obat yang tepat dan rasional pada balita melalui edukasi kesehatan terstruktur. Pengabdian dilaksanakan di Desa Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan sasaran 30 orang tua yang memiliki balita usia 0–5 tahun. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi membaca label obat, demonstrasi pengukuran dosis sirup menggunakan sendok ukur/syringe oral, serta pembagian leaflet sebagai media pengingat di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, yang tercermin dari banyaknya pertanyaan terkait penentuan dosis, penggunaan antibiotik, dan penyimpanan obat. Secara kualitatif, orang tua melaporkan peningkatan pemahaman mengenai perbedaan obat resep dan obat bebas, pentingnya mengikuti aturan pakai, menghindari penggunaan antibiotik tanpa resep, serta menyimpan obat secara aman agar tidak terjangkau anak. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan yang sederhana, kontekstual, dan melibatkan kader serta bidan desa berpotensi meningkatkan literasi obat orang tua balita sebagai upaya pencegahan kesalahan penggunaan obat di rumah