Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Menumbuhkan Minat dan Keterampilan Produksi Film Dokumenter pada Generasi Muda: Pelatihan pada Siswa-Siswi SMA Negeri 3 Kota Semarang Erna Zuni Astuti; Arni Ernawati; Auria F Yogananti; Affandy Affandy
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 4 (2023): August Pages 306 - 362
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i4.818

Abstract

Film dokumenter telah menjadi media yang kuat dalam menyampaikan pesan-pesan penting dan mempengaruhi opini publik. Namun, masih terdapat tantangan dalam menumbuhkan minat dan keterampilan produksi film dokumenter pada generasi muda. Siswa-siswi di SMA masih belum memahami pembuatan film dokumenter, sehingga pelatihan produksi film dokumenter di SMA sangatlah penting untuk mengatasi masalah ini. Dalam membuat film dokumenter ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, di antaranya pra produksi, produksi dan pascaproduksi. Tahapan ini membantu memahami dan mengelola permasalahan yang diangkat dengan seksama, sehingga dapat menghasilkan film yang optimal. Metode yang digunakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), memberikan kesempatan kepada siswa-siswi SMA Negeri 3 Kota Semarang untuk aktif berpartisipasi dalam pengembangan minat dan keterampilan produksi film dokumenter. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman, minat, dan ketrampilan siswa/i dalam proses pembuatan produksi film dokumenter serta memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan pengetahuan. Pengabdi memberi pelatihan kepada siswa/i SMA Negeri 3 Semarang kesempatan untuk belajar dan berlatih secara praktis dalam produksi film dokumenter. Mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung dalam pengambilan gambar, pengeditan, naskah dan penyusunan storyboard film dokumenter.
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM FILM TELEVISI CRAZY NOT RICH MENTOG DI WARTEG Ernawati, Arni; Triyono, Agus
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi citra perempuan dalam film televisi atau FTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pada tanggal 27 Januari 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa semiologi komunikasi. Fokus penelirian ini adalah representasi citra perempuan yang terbentuk dari simbol-simbol yang terdapat pada tayangan film televisi SCTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pad atanggal 27 Januari 2019. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan pendekatan Analisis Semiotika Roland Barthes yang memiliki dua tingkat penandaan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan harus selalu tampil sempurna dengan bentuk tubuh yang ideal. Gambaran seorang perempuan yang berani, kelas atas, dan lain sebagainya. Gambaran kecantikan yang ditampilkan bahwa citra perempuan yang terdapat dalam iklan sampo. Kata kunci: Citra, Perempuan, Film.
Peningkatan Keterampilan Menulis Naskah Jurnalistik Radio melalui Pelatihan Berbasis Partisipatif pada Siswa-Siswi SMA Negeri 5 Kota Semarang Ernawati, Arni; Patriantoro, Teguh Hartono; Yulianto, Lukas; Astuti, Erna Zuni; Prasongko, Akbar Bagus; Oktavianto, Damar
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 1 (2024): February, Pages 1-63
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i1.885

Abstract

Keterampilan menulis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu, termasuk siswa-siswi SMA. Keterampilan menulis naskah jurnalistik merupakan salah satu bentuk keterampilan menulis yang penting untuk dikuasai oleh siswa-siswi SMA. SMA Negeri 5 Kota Semarang memiliki program jurnalistik radio, namun masih menemui kendala dalam hal keterampilan menulis naskah jurnalistik radio. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio bagi siswa-siswi SMA Negeri 5 Kota Semarang. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio melalui pelatihan berbasis partisipatif pada siswa-siswi SMA Negeri 5 Kota Semarang. Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan menggunakan metode Pendekatan Participatory Action Research (PAR)" membahas tentang upaya meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio pada siswa SMA Negeri 5 Kota Semarang melalui pelatihan berbasis partisipatif. Metode pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk menekankan partisipasi aktif siswa-siswa dalam proses pengabdian dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis partisipatif dapat meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio siswa SMA Negeri 5 Kota Semarang. Pelatihan ini pengabdi melibatkan siswa dalam proses pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan diri, menyampaikan informasi, dan memecahkan masalah. Dengan demikian, pelatihan berbasis partisipatif dapat menjadi langkah yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis naskah jurnalistik radio pada siswa SMA Negeri 5 Kota Semarang.
Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Visual Siswa-Siswi melalui Workshop Sinematografi di SMK Negeri 4 Semarang Astuti, Erna Zuni; Ernawati, Arni; Dolphina, Erlin; Asmarani, Rahmanti; Prasongko, Akbar Bagus; Abdullah, Usman Zahid
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 4 (2024): August, Pages 301 - 449
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i4.949

Abstract

Di era digital, keterampilan komunikasi visual menjadi semakin penting. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi visual dan imajinasi siswa-siswi SMK Negeri 4 Semarang melalui workshop sinematografi. Menggunakan metode pendekatan partisipatif, workshop dilaksanakan pada 27 Juni 2024 selama 4 jam di Ruang Aula Utama sekolah, diikuti oleh 30 siswa-siswi kelas XI dan XII jurusan Multimedia. Kegiatan mencakup aspek teoretis dan praktis sinematografi, termasuk pengenalan dasar, teknik pengambilan gambar, pengembangan imajinasi, tahapan produksi film, dan pengenalan software editing. Peserta terlibat aktif dalam pembelajaran praktik langsung pembuatan film pendek. Evaluasi program dilakukan melalui observasi, wawancara, dan forum diskusi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep-konsep dasar sinematografi seperti komposisi gambar, pencahayaan, dan penyuntingan video. Siswa-siswi juga mampu membuat film pendek menggunakan teknik-teknik yang dipelajari. Workshop ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi visual dan dapat menjadi model pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan keterampilan serupa pada siswa-siswinya.
Identitas Budaya Jawa Pada Mural di Kampung Batik Kota Semarang Astuti, Erna Zuni; Ernawati, Arni; Arifin, Zainal
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 6 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v6i1.705

Abstract

Mural is a creativity that is poured in the design of the walls of the building. Murals are large paintings created to support architectural spaces, so that murals cannot be separated from the elements that make up space, namely walls. Murals are one of the alternative media for visual arts that function as a forum for public aspirations through paintings with nuances of criticism, information on events, as well as a means of unifying conscience between artists and the community. Mural is a form of information and communication media for Visual Communication. The form of visual communication is the delivery of information or communication using images such as murals. In the city of Semarang, there is a village where every corner of the city is filled with beautiful murals. Of course, these murals have a function and purpose as a form of visual media communication. No exception as a visual cultural communication. In Kampung Batik Semarang, the walls and roads in the village are also decorated with beautiful murals and have meaning behind them. In this study, researchers will analyze and examine mural art in Kampung Batik Semarang as a visual media communication of Javanese culture. The researcher uses visual communication theory and identity theory. Mural art, which has been considered a mere creation of young people, turns out to have an innovative side to be developed to the maximum so that mural art is not only limited to pictures but also has meaning according to what is described. The purpose of this study is to see the meaning of Javanese identity in mural art in Kampung Batik. The meaning contained in the painting basically stores various information that will be conveyed indirectly.
Menjaga Eksistensi Dharma Boutique Roastery: Eksplorasi Strategi Komunikasi Pemasaran Pabrik Kopi Tertua di Semarang Ernawati, Arni; Astuti, Erna Zuni; Soelistyowati, Diah
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v6i2.821

Abstract

Coffee was a leading commodity when the colonizers came to Indonesia, one of which was robusta coffee. The best coffee varieties are produced in local factories, such as Dharma Boutique Roastery.Departing from efforts to survive in business in the midst of the times, this research focuses on how the marketing communication strategy of the Dharma Boutique Roastery coffee factory can still exist in the era of the development of modern coffee factories. This research is a qualitative study with data collection techniques of observation and interviews with Dharma Boutique Roastery owners and employees. The research indicates that Dharma Boutique Roastery is the oldest coffee factory in Semarang which was founded in 1915 by Tan Tiong Ie. Located in the Semarang Chinatown complex, this coffee factory still exists today and is a supplier of Indonesian export coffee as much as 60%. In the face of an increasingly competitive coffee market, Dharma Boutique Roastery can increase its presence with effective marketing communication strategies, such as increasing presence on social media, offering unique experiences, and improving product quality. Tourists can enjoy stories and coffee at Semarang Chinatown which stores the history of Indonesian coffee.
VISUALISASI SENI DAN TRADISI MELALUI PROGRAM DOKUMENTER TELEVISI JEJAK NUSANTARA EPISODE TAMAN BUDAYA RADEN SALEH SEMARANG SEBAGAI RUANG EKSPRESI KREATIF Ernawati, Arni; Zuni Astuti, Erna; Nugraini, Siti Hadiati; Ihya' Ulumuddin, Dimas Irawan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 03 (2024): September 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i03.11316

Abstract

Taman Budaya Raden Saleh merupakan tempat yang dibangun untuk tujuan melestarikan budaya serta tempat rekreasi bagi masyarakat kota Semarang. Sejak didirikan pada tahun 1970-an, taman budaya yang sering dipanggil TBRS ini mengalami berbagai dinamika yang mengiringinya untuk terus eksis sebagai tempat rekreasi dan mengenalkan budaya pada masyarakat. Penelitian ini mengkaji visualisasi seni dan tradisi dalam program dokumenter televisi Jejak Nusantara episode Taman Budaya Raden Saleh di Semarang sebagai ruang ekspresi kreatif. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana program dokumenter ini merepresentasikan kekayaan budaya dan kesenian tradisional Indonesia melalui media visual. Metodologi yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penggunaan analisis konten, dengan menelaah aspek-aspek visual, naratif, dan penyajian dalam episode tersebut. Penelitian ini juga melibatkan wawancara dengan tim produksi untuk memahami proses kreatif di balik pembuatan dokumenter. Penelitian menunjukkan bahwa Program Dokumenter Televisi Jejak Nusantara berhasil memvisualisasikan keunikan Taman Budaya Raden Saleh sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di Semarang. Program ini menampilkan berbagai bentuk seni tradisional dan kontemporer, serta interaksi antara seniman dan masyarakat dalam ruang kreatif tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan teknik sinematografi yang tepat, narasi yang informatif, dan penyajian yang menarik berperan penting dalam menyampaikan esensi seni dan tradisi kepada penonton. Penelitian ini juga menggaris bawahi peran penting program dokumenter televisi dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Indonesia. Program Dokumenter Televisi Jejak Nusantara memberikan kontribusi signifikan dalam memvisualisasikan dan mendokumentasikan kekayaan seni dan tradisi Indonesia, sekaligus menginspirasi apresiasi yang lebih besar terhadap warisan budaya nasional.
Strategi Pemasaran Tato oleh Seniman Tato Semarang dalam Perkembangan Gaya Hidup Arni Ernawati
PANGGUNG Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i1.1532

Abstract

Tato mengalami dialektika perkembangan mengikuti zaman. Bagi seniman tato, tato merupakan ekspresi diri dalam melahirkan karya seni. Mereka berekspresi melalui tato. Terjadi tarik menarik, antara stigma negatif di masyarakat yang dilekatkan pada pengguna tato, sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup bagi sebagian orang. Dalam situasi dilametis semacam itu diperlukan sebuah strategi tertentu bagi Seniman tato Semarang untuk memperkenalkan, memfamiliarkan, kemudian memasarkan tato kepada pengguna tato. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan gambaran mengenai manajemen pemasaran kepada para seniman tato di Semarang, tidak hanya itu penulis juga ingin memberikan pengetahuan tentang menajemen komunikasi yang dapat membangun hubungan baik dengan para pelanggan. Penulis melakukan observasi dan wawancara langsung kepada seniman tato untuk menggali informasi terkait dengan tato di Semarang. Hasil akhir dari penelitian ini adalah adanya gambaran atau deskripsi tentang strategi pemasaran tato oleh seniman tato yang ada di Semarang. Kata Kunci: Tato, Pemasaran, Seniman Tato
Citra Preman Sopan dalam Sinetron Berjudul Preman Pensiun 4 di RCTI Arni Ernawati
PANGGUNG Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i4.1778

Abstract

Melihat citra lain dari sosok preman yang ditampilkan dalam sinetron Preman Pensiun 4
Peningkatan Kompetensi Komunikasi Audio Visual untuk Siswa-Siswi SMK Negeri 4 Semarang melalui Pembelajaran Praktis Sinematografi Ernawati, Arni; Ratnawati, Juli; Widya Laksana, Deddy Award
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1075

Abstract

Dalam era digital yang semakin berkembang, kemampuan untuk berkomunikasi secara visual sangat penting. Di SMK Negeri 4 Semarang, pengabdi melakukan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan sinematografi siswa-siswi jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Program ini melibatkan 35 siswa-siswi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan persiapan awal dan berakhir dengan merenungkan hasil yang dicapai. Siswa-siswi tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang konsep dasar sinematografi seperti sudut kamera, komposisi, dan pencahayaan, tetapi mereka juga mempraktikkan konsep tersebut secara langsung. Siswa memiliki kesempatan untuk membuat karya visual yang kreatif dengan menggunakan peralatan seperti kamera, gimbal, dan tripod. Melibatkan siswa-siswi secara aktif dalam setiap tahap program menggunakan metode pendekatan partisipatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi, tetapi juga melatih mereka untuk bekerja sama dan berbicara dengan orang lain. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan keterampilan teknis siswa-siswi telah meningkat. Oleh karena itu, tidak hanya program pengabdian ini meningkatkan kemampuan siswa-siswi dalam komunikasi audio visual, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan yang semakin kompetitif di dunia kerja, terutama di industri kreatif. Kami berharap program serupa terus dibuat untuk membantu pertumbuhan generasi muda yang inovatif dan kreatif.