Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM FILM TELEVISI CRAZY NOT RICH MENTOG DI WARTEG Ernawati, Arni; Triyono, Agus
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi citra perempuan dalam film televisi atau FTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pada tanggal 27 Januari 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa semiologi komunikasi. Fokus penelirian ini adalah representasi citra perempuan yang terbentuk dari simbol-simbol yang terdapat pada tayangan film televisi SCTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pad atanggal 27 Januari 2019. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan pendekatan Analisis Semiotika Roland Barthes yang memiliki dua tingkat penandaan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan harus selalu tampil sempurna dengan bentuk tubuh yang ideal. Gambaran seorang perempuan yang berani, kelas atas, dan lain sebagainya. Gambaran kecantikan yang ditampilkan bahwa citra perempuan yang terdapat dalam iklan sampo. Kata kunci: Citra, Perempuan, Film.
Pelatihan Pembuatan Puppet Tokoh Cerita Tradisi Nusantara Berbasis Stop Motion Bersama Mahasiswa-Mahasiswi Animasi Udinus Semarang untuk Pelestarian Budaya Lokal Laksana , Deddy Award Widya; Ernawati, Arni; Nugraini , Siti Hadiati; Setiawan, Agus; Sari, Wellia Shinta
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1131

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah cerita tradisi Nusantara yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, animasi stop motion menjadi media kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali tokoh-tokoh dalam cerita tradisi Nusantara. Program Pelatihan Pembuatan Puppet Tokoh Cerita Tradisi Nusantara Berbasis Stop Motion bersama Mahasiswa-Mahasiswi Animasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui keterampilan pembuatan puppet. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan komunitas EHM Art Semarang dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil. Peserta memperoleh keterampilan teknis dan pemahaman budaya, sehingga mampu menciptakan produk kreatif bernilai ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta membuat puppet, mendesain karakter, dan menerapkan prinsip animasi stop motion. Selain itu, lebih dari 75% peserta memahami pentingnya melestarikan budaya Nusantara. Testimoni peserta menyoroti manfaat pelatihan dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini membuka peluang komersialisasi puppet sebagai merchandise atau aset animasi independen. Kolaborasi dengan industri lokal memperkuat jejaring pengembangan berkelanjutan. Program ini berkontribusi pada penguatan kurikulum animasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang dengan praktik berbasis budaya. Program ini terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat melalui media kreatif yang inovatif.
Pelatihan Melukis dengan Teknik Air Brush Sederhana untuk Siswa SD Sadeng 2 Semarang Sulaiman, Annas Marzuki; Taufik, Mohamad; Ernawati, Arni; Nugraini, Siti Hadiati; Laksana, Deddy Award Wijaya
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i6.1276

Abstract

Penelitian/Pengabdian Masyarakat ini berlatar belakang pada kurangnya variasi teknik melukis yang diajarkan di sekolah dasar, khususnya di SD Sadeng 2 Semarang, yang berdampak pada keterbatasan eksplorasi kreativitas visual siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan melatih siswa-siswa SD Sadeng 2 Semarang dalam menggunakan teknik air brush sederhana sebagai alternatif metode melukis yang inovatif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat serta keterampilan artistik mereka. Metode pelaksanaan pelatihan ini meliputi tiga tahap utama: 1) Pemberian materi dasar tentang prinsip-prinsip seni lukis dan pengenalan teknik air brush menggunakan alat sederhana (seperti sikat gigi bekas dan semprotan tangan), 2) Demonstrasi dan praktik langsung yang dipandu oleh tim pelaksana, serta 3) Evaluasi hasil karya dan pemberian umpan balik konstruktif. Peserta pelatihan terdiri dari 30 siswa kelas 4 dan 5 yang menunjukkan minat tinggi dalam seni rupa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam antusiasme dan keterampilan teknis siswa. Mayoritas peserta mampu menghasilkan karya lukisan dengan gradasi warna dan tekstur yang tidak dapat dicapai dengan kuas konvensional. Selain itu, pelatihan ini berhasil mematahkan anggapan bahwa teknik air brush adalah teknik yang rumit dan mahal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan air brush sederhana sangat efektif dalam menstimulasi kreativitas, memberikan pengalaman baru dalam eksplorasi media lukis, dan memperkaya kompetensi seni rupa siswa SD Sadeng 2 Semarang. Program ini direkomendasikan untuk diadopsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau penunjang pembelajaran seni di sekolah  
Optimalisasi Media Promosi Digital Dan Cetak Dalam Membangun Citra Po Keni Jaya Mandiri Di Kabupaten Pati Dita Dwi Susilowati; Arni Ernawati; Annas Marzuki Sulaiman; Ahmad Akrom; Erisa Adyati Rahmasari
CITRAKARA Vol. 8 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to optimize digital and print promotional media to build PO's image. Keni Jaya Mandiri in Pati Regency. The main problem lies in the marketing strategy, which is still limited to social media and word of mouth, resulting in an optimal market reach. The method used is qualitative, based on interviews, observation, documentation, and literature review, with 5W+1H analysis and a Design Thinking approach. The results of the study include the design of a 1-minute 30-second commercial advertising video as the main medium to showcase service advantages cinematically, along with supporting media such as posters, X-banners, business cards, mugs, and key chains. The target audience is people aged 20–60 years in Pati Regency who serve as decision-makers. The results show that the combination of digital and print media is effective in increasing visibility, strengthening the company's image, and encouraging customer loyalty. This strategy supports broader and sustainable marketing development.
Peningkatan Kemampuan Dasar Menggambar melalui Pelatihan Cara Membuat Sketsa pada Siswa SMP Nasima Semarang Arni Ernawati; Mohamad Taufik; Annas Marzuki Sulaiman; Puri Kusuma Dwi Putri
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1343

Abstract

Keterampilan menggambar merupakan kemampuan dasar dalam seni rupa yang penting untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kepekaan estetika siswa. Namun, kemampuan dasar menggambar siswa SMP masih tergolong rendah, terutama dalam aspek proporsi, komposisi, dan teknik sketsa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar menggambar melalui pelatihan pembuatan sketsa pada siswa SMP Nasima Semarang. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan learning by doing yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi dan apresiasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggambar siswa yang ditandai dengan garis yang lebih terarah, proporsi yang lebih seimbang, serta komposisi yang lebih baik. Selain itu, kreativitas dan kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan ide juga mengalami peningkatan. Partisipasi aktif siswa selama kegiatan menjadi indikator keberhasilan pelatihan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sketsa efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar menggambar, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa
Pengembangan Kreativitas Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Semarang melalui Workshop Produksi Feature Televisi Siti Hadiati Nugraini; Arni Ernawati; Erna Zuni Astuti; Erisa Adyati Rahmasari; Wellia Shinta Sari
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1344

Abstract

Pengembangan kreativitas siswa merupakan tuntutan penting dalam pendidikan abad ke-21, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan media. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui workshop produksi feature televisi di SMA Negeri 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran partisipatif dengan mengintegrasikan experiential learning dan project-based learning. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik produksi, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian produk, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa tentang produksi feature televisi, mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan ide dan karya audiovisual, serta meningkatkan keterampilan teknis dan kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi media dan kepercayaan diri siswa. Pendampingan intensif berperan penting dalam meningkatkan kualitas hasil karya. Dengan demikian, workshop berbasis proyek dan pengalaman langsung terbukti efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa
MEMBANGUN BRAND AWARNESS MELALUI IDENTITAS VISUAL : STUDI KASUS GOR (GELANGGANG OLAHRAGA) BADMINTON MAULANA SEMARANG Alif Firman Ramadhan; Arni Ernawati; Zahrotul Umami
CITRAKARA Vol. 7 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ctr.v7i4.15365

Abstract

Gor Badminton Maulana (GBM) di Semarang menghadapi tantangan serius dalam meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) meskipun memiliki keunggulan kompetitif seperti harga yang terjangkau dan komunitas pelanggan yang loyal. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah ketiadaan identitas visual yang konsisten dan profesional, termasuk logo, panduan visual, dan implementasi yang terpadu pada sarana fisik (physical evidence) dan media promosi digital. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual baru yang efektif untuk GBM guna membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan daya saing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dengan pemilik, observasi lapangan menggunakan pendekatan bauran pemasaran jasa 7P, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT untuk memetakan kondisi internal dan eksternal, dilanjutkan dengan metode SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk merumuskan strategi perancangan yang berfokus pada aspirasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan identitas visual yang baru, yang meliputi logo berbentuk emblem, palet warna hijau dan biru yang profesional dan ramah, serta penerapannya pada signage dan media digital, merupakan strategi krusial untuk mentransformasi citra GBM menjadi pusat bulutangkis yang profesional, inklusif, dan mudah dikenali. Identitas visual yang konsisten terbukti menjadi alat strategis untuk diferensiasi dan secara langsung berkontribusi pada peningkatan brand recognition dan recall di kalangan calon pelanggan.
Identitas Budaya Jawa Pada Mural di Kampung Batik Kota Semarang Erna Zuni Astuti; Arni Ernawati; Zainal Arifin
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 6 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v6i1.705

Abstract

Mural is a creativity that is poured in the design of the walls of the building. Murals are large paintings created to support architectural spaces, so that murals cannot be separated from the elements that make up space, namely walls. Murals are one of the alternative media for visual arts that function as a forum for public aspirations through paintings with nuances of criticism, information on events, as well as a means of unifying conscience between artists and the community. Mural is a form of information and communication media for Visual Communication. The form of visual communication is the delivery of information or communication using images such as murals. In the city of Semarang, there is a village where every corner of the city is filled with beautiful murals. Of course, these murals have a function and purpose as a form of visual media communication. No exception as a visual cultural communication. In Kampung Batik Semarang, the walls and roads in the village are also decorated with beautiful murals and have meaning behind them. In this study, researchers will analyze and examine mural art in Kampung Batik Semarang as a visual media communication of Javanese culture. The researcher uses visual communication theory and identity theory. Mural art, which has been considered a mere creation of young people, turns out to have an innovative side to be developed to the maximum so that mural art is not only limited to pictures but also has meaning according to what is described. The purpose of this study is to see the meaning of Javanese identity in mural art in Kampung Batik. The meaning contained in the painting basically stores various information that will be conveyed indirectly.
Menjaga Eksistensi Dharma Boutique Roastery: Eksplorasi Strategi Komunikasi Pemasaran Pabrik Kopi Tertua di Semarang Arni Ernawati; Erna Zuni Astuti; Diah Soelistyowati
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v6i2.821

Abstract

Coffee was a leading commodity when the colonizers came to Indonesia, one of which was robusta coffee. The best coffee varieties are produced in local factories, such as Dharma Boutique Roastery.Departing from efforts to survive in business in the midst of the times, this research focuses on how the marketing communication strategy of the Dharma Boutique Roastery coffee factory can still exist in the era of the development of modern coffee factories. This research is a qualitative study with data collection techniques of observation and interviews with Dharma Boutique Roastery owners and employees. The research indicates that Dharma Boutique Roastery is the oldest coffee factory in Semarang which was founded in 1915 by Tan Tiong Ie. Located in the Semarang Chinatown complex, this coffee factory still exists today and is a supplier of Indonesian export coffee as much as 60%. In the face of an increasingly competitive coffee market, Dharma Boutique Roastery can increase its presence with effective marketing communication strategies, such as increasing presence on social media, offering unique experiences, and improving product quality. Tourists can enjoy stories and coffee at Semarang Chinatown which stores the history of Indonesian coffee.
Penguatan Komunikasi Visual Branding Berbasis Teori Warna bagi Siswa Smk Negeri 2 Kota Kediri Sandra Alfiani; Arni Ernawati; Azkha Zhaela Nariezhwari; Titaniar Jane Aulia Farisa Alkatiri
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i4.1396

Abstract

Warna merupakan salah satu elemen penting dalam komunikasi visual branding karena mampu membentuk suasana, memperkuat pesan, dan membangun identitas visual sebuah karya, termasuk pada produksi audio-visual film. Namun, siswa Jurusan Perfilman SMK Negeri 2 Kota Kediri masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai teori warna serta keterampilan praktik pencampuran warna, sehingga karya visual yang dihasilkan cenderung tidak seimbang dan kurang mampu menyampaikan pesan secara efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut, Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro Kediri melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan teori warna dan praktik pencampuran warna metode monokrom bagi 25 siswa kelas XI Perfilman 2 di SMK Negeri 2 Kota Kediri. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu koordinasi dan perizinan, persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi, dengan memadukan penyampaian materi mengenai hue, saturation, value, suhu warna, dan harmoni warna bersama praktik pencampuran warna secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan hingga selesai, menunjukkan pemahaman konseptual yang baik melalui keaktifan pada sesi diskusi dan kuis, serta berhasil menghasilkan karya roda warna monokrom dengan gradasi yang seimbang. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan teori warna yang dipadukan dengan praktik langsung mampu meningkatkan kompetensi siswa dalam komunikasi visual branding sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan industri kreatif.