Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Producing Radio Programs, Mainstreaming Gender Equity: A Case Study of Radio Sonora Semarang Agus Triyono; Arni Ernawati
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2022.12.2.353-367

Abstract

There has been an increase in discussion about gender mainstreaming-related issues on media. Mass media producers’ awareness about gender equity has remained questionable, even regarded as not presenting gender equity as expected. This study attempts to focus on how the production of news programs in Radio Sonora Semarang regarding the issue of gender equality, particularly to what extent the role of women in the process of radio program production. Using a qualitative approach and conducting interviews with Radio Sonora's journalists and the production program team, the findings have revealed that Radio Sonora Semarang highly upholds the values of gender equality in the production process of its programs. There has been mutual respect amongst media workers both men and women in the radio Sonora during program production process. Indeed, women can take roles equally to men without leaving their nature as women.
Citra Preman Sopan dalam Sinetron Berjudul Preman Pensiun 4 di RCTI Ernawati, Arni
PANGGUNG Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i4.1778

Abstract

Melihat citra lain dari sosok preman yang ditampilkan dalam sinetron Preman Pensiun 4
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM FILM TELEVISI CRAZY NOT RICH MENTOG DI WARTEG Ernawati, Arni; Triyono, Agus
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi citra perempuan dalam film televisi atau FTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pada tanggal 27 Januari 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa semiologi komunikasi. Fokus penelirian ini adalah representasi citra perempuan yang terbentuk dari simbol-simbol yang terdapat pada tayangan film televisi SCTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pad atanggal 27 Januari 2019. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan pendekatan Analisis Semiotika Roland Barthes yang memiliki dua tingkat penandaan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan harus selalu tampil sempurna dengan bentuk tubuh yang ideal. Gambaran seorang perempuan yang berani, kelas atas, dan lain sebagainya. Gambaran kecantikan yang ditampilkan bahwa citra perempuan yang terdapat dalam iklan sampo. Kata kunci: Citra, Perempuan, Film.
Pelatihan Pembuatan Puppet Tokoh Cerita Tradisi Nusantara Berbasis Stop Motion Bersama Mahasiswa-Mahasiswi Animasi Udinus Semarang untuk Pelestarian Budaya Lokal Laksana , Deddy Award Widya; Ernawati, Arni; Nugraini , Siti Hadiati; Setiawan, Agus; Sari, Wellia Shinta
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1131

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah cerita tradisi Nusantara yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, animasi stop motion menjadi media kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali tokoh-tokoh dalam cerita tradisi Nusantara. Program Pelatihan Pembuatan Puppet Tokoh Cerita Tradisi Nusantara Berbasis Stop Motion bersama Mahasiswa-Mahasiswi Animasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui keterampilan pembuatan puppet. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan komunitas EHM Art Semarang dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil. Peserta memperoleh keterampilan teknis dan pemahaman budaya, sehingga mampu menciptakan produk kreatif bernilai ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta membuat puppet, mendesain karakter, dan menerapkan prinsip animasi stop motion. Selain itu, lebih dari 75% peserta memahami pentingnya melestarikan budaya Nusantara. Testimoni peserta menyoroti manfaat pelatihan dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini membuka peluang komersialisasi puppet sebagai merchandise atau aset animasi independen. Kolaborasi dengan industri lokal memperkuat jejaring pengembangan berkelanjutan. Program ini berkontribusi pada penguatan kurikulum animasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang dengan praktik berbasis budaya. Program ini terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat melalui media kreatif yang inovatif.
Pelatihan Melukis dengan Teknik Air Brush Sederhana untuk Siswa SD Sadeng 2 Semarang Sulaiman, Annas Marzuki; Taufik, Mohamad; Ernawati, Arni; Nugraini, Siti Hadiati; Laksana, Deddy Award Wijaya
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i6.1276

Abstract

Penelitian/Pengabdian Masyarakat ini berlatar belakang pada kurangnya variasi teknik melukis yang diajarkan di sekolah dasar, khususnya di SD Sadeng 2 Semarang, yang berdampak pada keterbatasan eksplorasi kreativitas visual siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan melatih siswa-siswa SD Sadeng 2 Semarang dalam menggunakan teknik air brush sederhana sebagai alternatif metode melukis yang inovatif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat serta keterampilan artistik mereka. Metode pelaksanaan pelatihan ini meliputi tiga tahap utama: 1) Pemberian materi dasar tentang prinsip-prinsip seni lukis dan pengenalan teknik air brush menggunakan alat sederhana (seperti sikat gigi bekas dan semprotan tangan), 2) Demonstrasi dan praktik langsung yang dipandu oleh tim pelaksana, serta 3) Evaluasi hasil karya dan pemberian umpan balik konstruktif. Peserta pelatihan terdiri dari 30 siswa kelas 4 dan 5 yang menunjukkan minat tinggi dalam seni rupa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam antusiasme dan keterampilan teknis siswa. Mayoritas peserta mampu menghasilkan karya lukisan dengan gradasi warna dan tekstur yang tidak dapat dicapai dengan kuas konvensional. Selain itu, pelatihan ini berhasil mematahkan anggapan bahwa teknik air brush adalah teknik yang rumit dan mahal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan air brush sederhana sangat efektif dalam menstimulasi kreativitas, memberikan pengalaman baru dalam eksplorasi media lukis, dan memperkaya kompetensi seni rupa siswa SD Sadeng 2 Semarang. Program ini direkomendasikan untuk diadopsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau penunjang pembelajaran seni di sekolah  
MEMBANGUN BRAND AWARNESS MELALUI IDENTITAS VISUAL : STUDI KASUS GOR (GELANGGANG OLAHRAGA) BADMINTON MAULANA SEMARANG Ramadhan, Alif Firman; Ernawati, Arni; Umami, Zahrotul
CITRAKARA Vol. 7 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ctr.v7i4.15365

Abstract

Gor Badminton Maulana (GBM) di Semarang menghadapi tantangan serius dalam meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) meskipun memiliki keunggulan kompetitif seperti harga yang terjangkau dan komunitas pelanggan yang loyal. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah ketiadaan identitas visual yang konsisten dan profesional, termasuk logo, panduan visual, dan implementasi yang terpadu pada sarana fisik (physical evidence) dan media promosi digital. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual baru yang efektif untuk GBM guna membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan daya saing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dengan pemilik, observasi lapangan menggunakan pendekatan bauran pemasaran jasa 7P, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT untuk memetakan kondisi internal dan eksternal, dilanjutkan dengan metode SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk merumuskan strategi perancangan yang berfokus pada aspirasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan identitas visual yang baru, yang meliputi logo berbentuk emblem, palet warna hijau dan biru yang profesional dan ramah, serta penerapannya pada signage dan media digital, merupakan strategi krusial untuk mentransformasi citra GBM menjadi pusat bulutangkis yang profesional, inklusif, dan mudah dikenali. Identitas visual yang konsisten terbukti menjadi alat strategis untuk diferensiasi dan secara langsung berkontribusi pada peningkatan brand recognition dan recall di kalangan calon pelanggan.
Peningkatan Kemampuan Dasar Menggambar melalui Pelatihan Cara Membuat Sketsa pada Siswa SMP Nasima Semarang Ernawati, Arni; Taufik, Mohamad; Marzuki Sulaiman, Annas; Kusuma Dwi Putri, Puri
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1343

Abstract

Keterampilan menggambar merupakan kemampuan dasar dalam seni rupa yang penting untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kepekaan estetika siswa. Namun, kemampuan dasar menggambar siswa SMP masih tergolong rendah, terutama dalam aspek proporsi, komposisi, dan teknik sketsa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar menggambar melalui pelatihan pembuatan sketsa pada siswa SMP Nasima Semarang. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan learning by doing yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi dan apresiasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggambar siswa yang ditandai dengan garis yang lebih terarah, proporsi yang lebih seimbang, serta komposisi yang lebih baik. Selain itu, kreativitas dan kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan ide juga mengalami peningkatan. Partisipasi aktif siswa selama kegiatan menjadi indikator keberhasilan pelatihan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sketsa efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar menggambar, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa
Pengembangan Kreativitas Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Semarang melalui Workshop Produksi Feature Televisi Hadiati Nugraini, Siti; Ernawati, Arni; Zuni Astuti, Erna; Adyati Rahmasari, Erisa; Shinta Sari, Wellia
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i3.1344

Abstract

Pengembangan kreativitas siswa merupakan tuntutan penting dalam pendidikan abad ke-21, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan media. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui workshop produksi feature televisi di SMA Negeri 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran partisipatif dengan mengintegrasikan experiential learning dan project-based learning. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik produksi, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian produk, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa tentang produksi feature televisi, mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan ide dan karya audiovisual, serta meningkatkan keterampilan teknis dan kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi media dan kepercayaan diri siswa. Pendampingan intensif berperan penting dalam meningkatkan kualitas hasil karya. Dengan demikian, workshop berbasis proyek dan pengalaman langsung terbukti efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa