Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Empowering Women and Families in Early Detection of Hypertension Complications in Pregnancy Rasyid, Puspita Sukmawaty; Podungge, Yusni; Olii, Nancy; Noor, Hajah Salmah Haji Mohd
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 4 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss4.1479

Abstract

Hypertension is the main cause of death for pregnant women, which is 31,90% in 2022. Early detection of hypertension complications tends to be actively carried out by health workers rather than empowering mothers, husbands, and families. This study aims to identify the differences in knowledge and attitudes of pregnant women regarding the early detection of hypertensive complications and the role of family support in hypertension prevention, before and after receiving intervention through the use of booklets. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design with 60 hypertensive pregnant women. Participants completed questionnaires measuring knowledge and attitudes about hypertension. After receiving a hypertension booklet to read for three days, follow-up evaluations were conducted on family support (day 10), early detection of complications, and blood pressure (day 14). Data were analyzed using paired sample tests. The research results show that the knowledge significantly improved after the intervention (mean increase of 2.47, p=0.000), while no significant change was found in attitudes (p=0.214). Family support roles increased significantly (mean increase of 2.02, p=0.000). Additionally, 88.3% of respondents could detect early hypertension complications, and 81.7% had normal blood pressure after the intervention. The conclusion is there are differences in the knowledge of pregnant women and the role of family in the prevention of pregnancy hypertension before and after receiving the booklet intervention. There is no difference in the attitude of pregnant women before and after receiving the booklet intervention. Suggestions for researchers further need to formulate strategies related to early detection of pregnancy hypertension starting from the family level by involving a network of cooperation between the government and community organizations to prioritize health education at the family level.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI EDUKASI CEGAH STUNTING PADA IBU HAMIL Z, Sri Nurlaily; Podungge, Yusni; Ibrahim, Fatmawati; Suherlin, Ika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28288

Abstract

Abstrak: Stunting mempengaruhi produktivitas seseorang yang dimulai sejak awal kehamilan sampai pada siklus kehidupan manusia. Terdapat 41 balita stunting di Desa Tabumela. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Tujuan pengabdian untuk memacu kemandirian kelompok kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting pada ibu hamil melalui peningkatan pengetahuan kader posyandu dan ibu hamil serta kenaikan BB dan LILA ibu hamil. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Kader 10 orang dan ibu hamil 20 orang. Metode kegiatan pengabdian adalah pelatihan kader posyandu dan pendampingan ibu hamil. Evaluasi menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil yang dicapai dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah terdapat peningkatan pengetahuan kader 80% dan ibu hamil 95% tentang stunting dan pencegahan stunting. Ibu hamil mengalami peningkatan BB 3,4 kg dan LILA 1,2 cm setelah pendampingan kader.Abstract: Stunting affects a person's productivity starting from early pregnancy to the human life cycle. There are 41 stunted toddlers in Tabumela Village. One of the causes of stunting is the lack of knowledge of pregnant women about stunting prevention. The purpose of community service is to encourage the independence of the posyandu cadre group in efforts to prevent stunting in pregnant women by increasing the knowledge of posyandu cadres and pregnant women as well as increasing the BB and LILA of pregnant women. The target of community service activities is 10 cadres and 20 pregnant women. The method of community service activities is training posyandu cadres and mentoring pregnant women. Evaluation uses questionnaires and observation sheets. The results achieved in Community Service activities are an increase in knowledge of 80% of cadres and 95% of pregnant women about stunting and stunting prevention. Pregnant women experienced an increase in BB of 3.4 kg and LILA of 1.2 cm after mentoring cadres.
SKRINING DIABETES MELITUS GESTASIONAL MELALUI PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PADA IBU HAMIL Olii, Nancy; Astuti, Eka Rati; Tompunuh, Magdalena M; Ibrahim, Fatmawati; Podungge, Yusni; Yulianingsih, Endah; Temenggung, Imran; Anjarwati, Putri; Mahmud, Putri Adinda; Malipi, Rahmatiya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21327

Abstract

Abstrak: Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah kondisi dimana ibu hamil yang sebelumnya tidak pernah didiagnosa menderita diabetes melitus mengalami kesulitan dalam mengolah glukosa, menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah selama kehamilan. DMG menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi Angka Kematian Ibu (AKI) karena jika tidak diatasi sejak awal, dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Tujuan pengabmas ini adalah untuk meningkatkan soft skill mitra dalam mendeteksi DMG pada tahap awal melalui pengujian kadar glukosa darah saat puasa pada ibu hamil di Kota Gorontalo. Kegiatan ini melibatkan 25 ibu hamil sebagai responden, dimana pengumpulan data dilakukan melalui pengujian kadar glukosa darah saat puasa menggunakan strip test. Pelaksanaan pengabmas yaitu pemeriksaan glukosa darah saat ibu hamil datang kemudian memberikan air gula kepada ibu hamil dan diukur kembali 2 jam setelahnya. Evaluasi yaitu dengan mengukur glukosa darah sebelum dan setelah diberikan air gula. Hasil pemeriksaan glukosa darah pada ibu hamil menjadi normal meningkat 12%. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh ibu hamil yang menjadi responden memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal yaitu <126mg/dl.Abstract: Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is a condition where pregnant women who have not previously been diagnosed with diabetes mellitus experience difficulty processing glucose, causing an increase in blood glucose levels during pregnancy. GDM is one of the factors that can influence the Maternal Mortality Rate (MMR) because if it is not treated early, it can cause complications that have an impact on the health of the mother and baby. The aim of this community service is to improve partners' hard skills in detecting GDM at an early stage by testing blood glucose levels during fasting in pregnant women in Gorontalo City. This activity involved 25 pregnant women as respondents, where data collection was carried out by testing blood glucose levels while fasting using test strips. The implementation of community service is checking blood glucose when the pregnant woman arrives, then giving the pregnant woman sugar water and measuring it again 2 hours later. Evaluation is by measuring blood glucose before and after being given sugar water. The results of blood glucose examinations in pregnant women became normal, increasing by 12%. The results showed that all pregnant women who were respondents had blood glucose levels within normal limits, namely <126mg/dl.  
OPTIMALISASI TERAPI NON FARMAKOLOGI SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DAN DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA IBU NIFAS Wahyudi, Nanda; Sujawaty, Sri; Abdul, Nurnaningsih Ali; Olii, Nancy; Podungge, Yusni; Yulianingsih, Endah; Alza, Nurfaizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21808

Abstract

Abstrak: Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan penting bagi bayi terlebih di bulan pertama kehidupan. Rendahnya cakupan pemberian ASI disebabkan oleh beberapa hambatan yang dapat menjadi kegagalan tercapainya pemberian ASI. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo pada tahun 2020, cakupan pemberian ASI berada diurutan pertama terendah yaitu sebesar 11,30%, sebelumnya tahun 2019 sebesar 45,4%. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan hard skill atau keterampilan ibu nifas terkait cara melakukan perawatan payudara, pijat oksitosin, dan cara deteksi dini komplikasi pada ibu. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan dan demonstrasi. Mitra sasaran pada kegiatan ini adalah ibu nifas di Desa Tenggela berjumlah 15 orang. Pengukuran keberhasilan dari pemberian materi dan praktik pijat oksitosin melalui kuesioner pretest dan posttest serta observasi secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya perubahan rata-rata pengetahuan ibu nifas dengan antara sebelum dan setelah diberikan materi sebesar 13.74 dengan nilai p 0.000 dan peningkatan keterampilan 100%.Abstract: Breast milk (ASI) is an important intake for babies, especially in the first month of life. The low level of breastfeeding is caused by several obstacles that can hinder breastfeeding. Based on data from the Gorontalo Provincial Health Service, Gorontalo Regency, in 2020, the implementation of breastfeeding was in the first lowest position, namely 11.30%; previously, in 2019, it was 45.4%. This community service aims to improve the hard skills or skills of postpartum mothers regarding how to carry out breast care, oxytocin massage, and how to detect early complications in mothers. The method used is counseling and exposure. The target partners for this activity are 15 postpartum mothers in Tenggela Village. Measurement of implementation of oxytocin massage material and practice through pretest and posttest questionnaires and direct observation. The result of this activity was a change in the average knowledge of postpartum mothers between before and after being given the material of 13.74 with a p-value of 0.000 and an increase in skills of 100%.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM DETEKSI DINI HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN Podungge, Yusni; Alza, Nurfaizah; Violentina, Yollanda Dwi Santi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28276

Abstract

Abstrak: Hipertensi dalam kehamilan berkontribusi sekitar 15% terhadap munculnya komplikasi selama kehamilan dan pasca persalinan. Risiko hipertensi pada kehamilan dapat dipengaruhi oleh usia, status ekonomi, paritas, kecemasan, stres pada kehamilan, gaya hidup, serta aktivitas fisik Hipertensi pada kehamilan perlu diwaspadai dan segera ditangani dikarenakan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, baik bagi ibu maupun janin, seperti persalina prematur. Salah satu yang memiliki peran besar dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat adalah kader. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini hipertensi dalam kehamilan sebagai upaya pencegahan dan adanya tindakan segera pada ibu hamil yang mengalami hipertensi. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Mitra pada kegiatan ini adalah lurah, bidan, ibu hamil, dan kader sebagai mitra sasaran sebanyak 10 orang. Hasil yang didapatkan adalah rata-rata pengetahuan kader mengalami peningkatan sebesar 7.5 dan kader aktif dalam mengidentifikasi ibu hamil yang mengalami hipertensi, ditandai dengan didapatkannya 52% ibu hamil yang mengalami hipertensi dari 23 ibu hamil.Abstract: Hypertension in pregnancy contributes about 15% to the appearance of complications during pregnancy and postpartum. The risk of hypertension in pregnancy can be influenced by age, economic status, parity, anxiety, stress in pregnancy, lifestyle, and physical activity. Hypertension in pregnancy needs to be watched out for and treated immediately because it can cause various complications, both for the mother and the fetus, such as premature childbirth. One of those who has a big role in efforts to improve public health is Cadres. The purpose of this Community Service is to improve the knowledge and skills of cadres in the early detection of hypertension in pregnancy as an effort to prevent and take immediate action on pregnant women who experience hypertension. The method used is to provide education through lectures, questions and answers, and discussions. Partners in this activity are village heads, midwives, pregnant women, and cadres as target partners, as many as 10 people. The results obtained were that the average knowledge of cadres increased by 7.5, and cadres were active in identifying pregnant women who experienced hypertension, characterized by the fact that around 52% of pregnant women experienced hypertension out of 23 pregnant women.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGAPLIKASIAN BABY MASSAGE Mopangga, Nurfitri; Suherlin, Ika; Porouw, Hasnawatty Surya; Amu, Melisawati; Rasyid, Puspita Sukmawaty; Mohamad, Selvi; Yulianingsih, Endah; Violentina, Yollanda Dwi Santi; Olii, Nancy; Podungge, Yusni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20386

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) jumlah stunting di Kabupaten Gorontalo memiliki persentase yang tertinggi hingga mencapai angka 30,8. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Memberikan edukasi pada orang tua tentang pencegahan stunting melalui pengaplikasian baby massage terhadap pertumbuhan dan berat badan bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dengan hasil koordinasi bersama mitra pendukung yang terkait dalam hal ini yaitu kader kesehatan, bidan desa dan kepala desa. Data yang diperoleh dari hasil koordinasi yaitu jumlah bayi sebagai sasaran yaitu 13 orang bayi yang bersedia mengikuti pengabdian masyarakat yang didampingi langsung oleh orang tua (ibu) yang menjadi sasaran kegiatan. Bentuk evaluasi yang dilakukan berupa tanya jawab secara langsung antara pemateri dengan sasaran. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh peningkatan pengetahuan dari 61,5% menjadi 93% terhadap ibu yang memiliki bayi berusia satu hingga dua belas bulan tentang pijat.Abstract: Stunting is a problem that causes linear growth impairment in toddlers caused by chronic undernourishment. According to data for the Indonesian nutrition status survey (ssgi) the number of stfalls in gorontalo districts has a highest percentage to reach 30.8. The aim of this society is to educate parents about stunting prevention through a baby massage application for growth and weight. Community service is carried out by means of a method of counseling with coordination with the associated partners in this issue of the health of a village midwife and the village head. Data obtained from coordination indicates that the number of babies will be the target of 13 babies willing to participate in community service accompanied by a parent (mother) who is the target of activity. A direct evaluation takes place between a question and a target. The results of community dedication have increased knowledge from 61.5% to 93% of mothers with one-to twelve-month-old babies on massage.