Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDIDIKAN FORMAL DAN EKSISTENSI BUDAYA: STUDI ANTROPOLOGI SOSIAL BUDAYA TERHADAP SUKU KAJANG DI DESA TANA TOA Abdul Hafid; -, Kaharuddin; Lukman Ismail
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.18015

Abstract

Since Sir Isaac Newton, positivist ways of knowing have dominated Society with the logic of modernity that makes people assume that science and technology (scientific knowledge) and local knowledge are an antinomy, where one negates the other. This study utilizes Pierre Bourdieu's conceptual-theoretical framework of Habitus, Capital, and Arena to define and analyze, and explain the attitudes of the Kajang Indigenous Community in Tana Toa towards cultural capital and educational institutions and further, how they interpret and view Education as an alternative to maintaining and preserving culture. 14 respondents who are Customary, Religious and Educational figures representing gender subjects determined by Purposive sampling techniques, were included as informants in the study. Our field findings provide strong evidence that the Kajang Community has adequate strategies and adaptation capabilities in maintaining and preserving the existence of their culture, creating a harmonious blend of local and formal knowledge.
BENTUK UNGKAPAN SEKSIS DALAM NOVEL “AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN” KARYA ISHAN ABDUL QUDDUS: BENTUK UNGKAPAN SEKSIS DALAM NOVEL “AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN” KARYA ISHAN ABDUL QUDDUS Marici; Rima; Abdul Hafid
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4984

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang direpresentasikan melalui bahasa seksis dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks novel, khususnya kalimat dan dialog yang merepresentasikan relasi gender. Analisis data dilakukan menggunakan analisis wacana kritis perspektif Sara Mills yang menitikberatkan pada posisi subjek–objek serta relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan adanya praktik bahasa seksis yang memunculkan tiga bentuk utama ketidakadilan gender, yaitu diskriminasi terhadap perempuan, dominasi laki-laki atas perempuan, dan stereotipe negatif terhadap perempuan. Tokoh Suad digambarkan sebagai representasi perempuan yang berjuang melawan budaya patriarki melalui kemandirian, pendidikan, dan peran publik, meskipun tetap menghadapi tekanan sosial, stigma, serta konstruksi gender yang membatasi ruang geraknya. Novel ini merefleksikan realitas sosial masyarakat patriarkal Mesir yang relevan dengan konteks perempuan di masyarakat lain, termasuk Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap kajian sastra feminis serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sosial dan keluarga.
Political Moral Decadence: An Islamic Legal Study on the Phenomenon of Transactional Politics in Indonesia Pikahulan, Rustam; Abdul Hafid; Kurniati; Misbahuddin
JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 2 (2025): JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum)
Publisher : Universitas Islam DDI AG.H. Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jish.v5i2.467

Abstract

This study examines the moral decline in Indonesian politics by focusing on transactional political practices that contradict Islamic law. Practices such as corruption and abuse of power have diminished political integrity and public trust. Using a normative legal approach, this research analyzes relevant regulations and Islamic legal principles of justice (‘adl) and trust (amanah). The findings reveal that transactional politics not only violate existing laws but also contradict the objectives of Islamic law (maqāṣid al-syarī‘ah), which emphasize justice, integrity, and social responsibility. From the perspective of Islamic law, political power is a trust that must be exercised for the welfare of the people, not for personal gain. Therefore, moral reform in politics should begin with Islamic ethical education, strengthened public accountability, and strict law enforcement to restore politics as a means of upholding justice and promoting social welfare.