Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Batuk Efektif Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen (SPO2) Pada TB Paru di Paru Center RSUD Ulin Banjarmasin: Application of Effective Cough on Increasing Oxygen Saturation (SPO2) on Patients with Tuberculosis at Paru Center RSUD Ulin Banjarmasin Mahmudianti, Noor; Riduansyah, Muhammad; Irawan, Angga
Journal of Health (JoH) Vol 11 No 1 (2024): Journal of Health (JoH) - January
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v11n1.740

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by bacteria called Mycobacterium Tuberculosis which indicated by a few symptoms such as prolonged cough up to 2-3 weeks. However, a problem which usually occur is difficulty of excreting sputum and therefor, patients would experience difficulty of breathing which then resulting in decreasing oxygen saturation. After collecting secondary data of pressure ulcers at Paru Center RSUD Ulin Banjarmasin, it was found that there where 63 patients experiencing tuberculosis since April to June 2023. Identifying the application of effective cough on increasing oxygen saturation (SPO2) on patients with tuberculosis at RSUD Ulin Banjarmasin. This study used descriptive design. Sample on this study was selected using the total sampling technique. Data was collected using an observation sheet and the standard operating procedure of effective cough which was already provided at Paru Center. Before applicating the intervention, 2 patients had 95% of oxygen saturation, 5 patients with 96% oxygen saturation, 4 patients with 97% oxygen saturation, and 1 patient with 98% oxygen saturation. After the intervention was aplicated, 1 patient had 96% of oxygen saturation, 4 patients with 97% of oxygen saturation, 4 patients with 98% of oxygen saturation, and 3 patients had 99% of oxygen saturation. The lowest oxygen saturation before intervention was 95% and the highest oxygen saturation was 98%. However, after intervention, the lowest oxygen saturation was 96% and the highest oxygen saturation was 99%. It is expected for nurses to educate patients about effective cough according to the standard operating procedure.
Efektivitas pemberian oksigen terhadap tingkat kesadaran menggunakan glasgow coma scale pada pasien cedera kepala Jannaty, Noor Baity; Riduansyah, Muhammad; Santoso, Bagus Rahmat
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1272

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala termasuk dalam kasus kegawatdaruratan traumatik pada otak yang diikuti dengan adanya perdarahan interstitial atau tidak, tanpa disertai terputusnya kontinuitas otak. Pasien cedera kepala memungkinkan mengalami penurunan kesadaran. Upaya meningkatkan kesadaran dilakukan dengan terapi oksigenasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat kesadaran sebelum dan sesudah diberikan oksigenasi pada pasien cedera kepala menggunakan GCS.Metode: Penelitian ini menggunakan design eksperimen one group pretest-posttest dengan pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling berjumlah 30 responden yang mengalami cedera kepala (ringan, sedang, berat).Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukan i p value = 0,001 (p < 0.05) yang artinya ada hubungan signifikan antara oksigenasi dengan tingkat kesadaran.Kesimpulan: Hasil uji disimpulkan adanya efektivitas pemberian oksigen terhadap tingkat kesadaran pada pasien cedera kepala yang diukur menggunakan GCS di RSUD H. Moch Ansari Saleh.
Efektivitas Pemberian Terapi Dzikir terhadap Penurunan Resiko Self Harm pada Remaja Melanda, Nila; Rahman, Subhannur; Tasalim, Rian; Riduansyah, Muhammad
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.823-824

Abstract

Berbagai perubahan yang terjadi pada remaja dapat menimbulkan tekanan individu sehingga sebagian remaja yang tidak dapat mengatasi permasalahan lebih memilih menggunakan badannya untuk meluapkan emosi seperti tindakan melukai diri sendiri atau sering disebut self harm. Dampak dari self harm bisa menimbulkan rasa malu, depresi, kecemasan. Terapi yang dapat dilakukan untuk penurunan resiko self harm adalah dengan terapi dzikir karena dianggap efektif serta mampu memberikan ketenangan dan kedamaian batin.Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Terapi Dzikir Terhadap Penurunan Resiko Self Harm Pada Remaja Di MTsN 1 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis Pre-Experimental Design (non-design) dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel 40 responden remaja di MTsN 1 Banjarmasin dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dengan kuesioner Self-Harm Inventory (SHI) yang diuji validitas menggunakan Index Validitas Aiken (IVA) didapatkan nilai berkisar 0,83-0,97. Uji validitas konstrak menggunakan korelasi Pearson Product Moment pada 21 item dinyatakan valid (r>0,25). Hasil uji   reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dinyatakan reliabel. Untuk melihat efektivitas pemberian terapi menggunakan uji statistik Wilcoxon.  Hasil analisis statistik menunjukan ada perbedaan yang signifikan pada tingkat self harm (p=0,000) antara sebelum dan setelah pemberian terapi dzikir dengan tingkat penurunan self harm menjadi ringan pada 40 responden (100%). Terdapat pengaruh pemberian terapi dzikir terhadap penurunan self harm. 
Hubungan gaya hidup dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi remaja Riduansyah, Muhammad; Ulfah, Noorhidayah; Syahlani, Ahmad; Mahmudah, Rifa’atul
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1504

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Gaya hidup remaja saat ini berisiko memicu penyakit tidak menular seperti hipertensi. Menurut Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi hipertensi pada usia ≥15 tahun adalah 8,1%. Salah satu faktor yang dapat memicu hipertensi pada semua kelompok usia, termasuk remaja, adalah kesulitan tidur.Metode: Jenis penelitian adalah Cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin, dilaksanakan dari tanggal 1-30 Oktober 2024. Sampel 81 dengan menggunakan accidental sampling. Kuesioner gaya hidup terdiri dari Aktivitas fisik, pola makan, merokok dan komsumsi kopi sedangkan kualitas hidup dengan KKT, untuk kejadian hipertensi menggunakna lembar observasi.Hasil: Hasil Uji Spearman Rank pada gaya hidup dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai yang signifikan sebesar 0,408 yang lebih besar dari 0.05 dapat dinyatakan Ho diterima dan Ha ditolak dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0.05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Semakin tinggi kualitas tidur buruk maka semakin tinggi pula angka kejadian peningkatanan tekanan darah.
Pengobatan Hipertensi Dengan Menggunakan Jelly Semangka Tasalim, Rian; Mahmudah, Rifa’atul; Riduansyah, Muhammad; Rahim, Aulia; Nabila, Azzahra; Nastasya, Difa; Fatmawati, Fatmawati; Azura, Muhammad Syawal; Yamani, Namira Talitha; Nazmi, Nurlina; Sarinda, Sarinda; Anisa, Serli; Nada, Yasyiefa
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 2 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i2.456

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara berkembang. Pengobatan hipertensi secara konvensional sering kali disertai efek samping, sehingga diperlukan alternatif yang lebih alami. Semangka (Citrullus lanatus) dikenal memiliki kandungan sitrulin yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas Jelly semangka dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode: Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan metode partisipatif, melibatkan lansia di yayasan Banjarmasin. Kegiatan meliputi edukasi tentang manfaat semangka, pelatihan pembuatan jelly semangka, dan pemantauan rutin tekanan darah peserta selama 30 hari. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengevaluasi perubahan tekanan darah dan respons terhadap konsumsi Jelly semangka. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 70% peserta mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan setelah konsumsi Jelly semangka selama 30 hari. Pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah semangka juga meningkat, yang diiringi dengan perubahan perilaku dalam mengelola tekanan darah secara lebih alami. Simpulan: Program PKM ini berhasil menunjukkan bahwa Jelly semangka dapat menjadi alternatif alami yang efektif dalam menurunkan tekanan darah. Edukasi dan pelatihan yang diberikan juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kesehatan mereka secara mandiri.
Efektivitas triage health education QR Code terhadap kecemasan keluarga pasien Fadillah, Andrian; Mohtar, M. Sobirin; Riduansyah, Muhammad
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1181

Abstract

Kondisi gawat darurat pada pasien di IGD dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga pasien sehingga pemberian edukasi tentang sistem IGD diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang alur triase perawatan pasien dan untuk menurunkan tingkat kecemasan keluarga. Teknologi QR code dapat memuat beberapa media dalam satu folder digital sehingga bermanfaat untuk memberikan informasi yang lebih banyak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas triage health education QR Code terhadap kecemasan keluarga pasien pada triase P2 dan P3 di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian ini merupakan pre eksperimental dengan rancangan pretest-posttest group pada 15 keluarga pasien IGD yang dipilih dengan teknik accidental sampling menggunakan kuesioner kecemasan HARS dan hipotesis dianalisa dengan uji wilcoxon. Dari hasil yang didapatkan selama penelitian responden terbanyak mengalami panik sebelum intervensi (80%) dan mengalami kecemasan ringan setelah pemberian intervensi (46,7%). Hasil uji Wilcoxon dengan nilai p = 0,002 < 0,05 ? 0,05 sehingga Ha diterima yang berarti triage health education QR code efektif terhadap kecemasan keluarga pasien pada triase P2 dan P3 di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. QR code tentang triase dapat menurunkan kecemasan keluarga pasien sehingga dapat diterapkan dalam pemberian informasi di IGD
Efektifitas Simulasi Mitigasi dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir Syahrani, Riduan; Basit, Mohammad; Asmadianoor, Asmadianoor; Riduansyah, Muhammad
Jurnal Gawat Darurat Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v7i1.3774

Abstract

Kurangnya kesiapan masyarakat saat terjadi banjir menjadikan bencana banjir pada waktu tersebut sangat merugikan mayoritas masyarakat terutama dalam hal kesehatan. Maka dari itu, masyarakat Desa Uren di Kecamatan Halong sangat perlu mendapatkan pendidikan kesehatan terkait mitigasi bencana. Salah satu metode pendidikan kesehatan yang dapat diterima dan dinilai efektif untuk membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana banjir adalah metode simulasi. Tujuan untuk menganalisis efektifitas simulasi mitigasi dalam meningkatkan pengetahuan menghadapi banjir pada masyarakat wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental design, one group pre test-post test. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 15 orang yang merupakan kelompok Karang Taruna Desa Uren. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test.  Hasil penelitian yang didapat karakteristik responden mayoritas laki laki 13 orang (86,7%), kategori usia remaja akhir 6 orang (40%), pendidikan SD 6 orang (40%) dan bekerja sebagai petani 9 orang (60%). Hasil pre test menunjukan tingkat pengetahuan 100% pada kategori kurang. Hasil post test meningkat menjadi tingkat pengetahuan pada kategori cukup (73,3%). Analisis hasil Wilcoxon Signed Rank Test nilai Asymp. Sig (2-tailed) = 0,001 atau kurang dari 0,05. Ada pengaruh simulasi mitigasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat menghadapi bencana wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERAPI MINI GAMES UNTUK KOGNITIF LANSIA Fadillah, Andrian; Arselina, A; Setiani, Eri; Riduansyah, Muhammad; Ani, Ni Kadek; Tasalim, Rian; Mahmudah, Rifa'atul; Stephanie Victoria, Sheilla
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v4i1.1741

Abstract

Menjadi tua adalah proses alamiah yang terjadi sejak permulaan kehidupan dan telah melalui tiga tahap kehidupan yaitu anak, dewasa dan lansia. Saat memasuki masa tua, seseorang akan mengalami perubahan-perubahan diantaranya terjadi perubahan pada fisik, perubahan pada kognitif, perubahan pada spiritual dan psikososial. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada Lansia baik melalui metode farmakologi ataupun non farmakologi. Banyak terapi yang dapat di lakukan untuk meningkatkan kognitif dan fisik lansia seperti terapi aktivitas kelompok bermain mini games, Terapi bermain diharapkan akan berpartisipasi aktif dalam perilaku bermain dengan meyakini kekuatan terapeutik bermain, dan terdiri dari pendekatan terpadu yang melibatkan aktivitas seperti musik, karya seni, bahasa atau sastra, latihan fisik, permainan kognitif, ruang tamu, dan permainan tradisional. Metode pemecahan masalah yang diterapkan adalah dengan mengadakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok yang di sebut dengan Terapi Mini Games untuk Kognitif Lansia di PPRSLU Budi Sejahtera, kegaiatan ini di laksanakan selama 1 hari pada hari Kamis 30 November 2023 di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Hasil menunjukkan bahwa Penerapan terapi aktivitas kelompok bermain mini games ini meningkatkan kemampuan kognitif, yang dibuktikan dengan hasil dari MMSE yang menunjukkan fungsi kognitif lansia meningkat.
Pengaruh Gadget Terhadap Pola Tidur Mahasiswa: Literature Review Maulana, Ahmad; Rahman, Subhannur; Riduansyah, Muhammad
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 2 (2025): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v2i1.74

Abstract

Latar Belakang: Dampak pembelajaran pada masa pendemi Covid 19 yaitu sebagian mata kuliah diberikan via online kepada mahasiswa. Hal ini mengharuskan seluruh mahasiswa tidak lepas dari Gadget. Kebiasan tidur yang terlalu larut disebabkan mahasiswa harus membuka gadget untuk mengerjakan tugas yang menyebabkan gangguan pola tidur seperti bangun pada malam hari. Tujuan: Mengetahui pengaruh gadget terhadap pola tidur mahasiswa yag dianalisa dengan mereview literature. Metode: Jenis penelitian ini yaitu studi literatur. Pencarian literatur menggunakan platform google cendekia/scholar, DOAJ, e-Perpusnas, dan portal garuda dengan mencari judul serta abstrak sesuai dengan kata kunci. Adapun kata kunci yaitu gadget, pola tidur, mahasiswa. Jurnal diproses berdasarkan tahun terbit yaitu 2016-2020. Analisis data menggunakan analisis tematik yang melibatkan proses pengolahan dan interpretasi informasi yang diperoleh dari berbagai sumber literatur untuk mengidentifikasi pola, tren, kesenjangan, dan kontradiksi dalam penelitian yang ada. Hasil: Dari 9 artikel terpilih didapatkan sintesis adanya pengaruh gadget terhadap pola tidur mahasiswa sehingga mengakibatkan mengantuk atau ketiduran saat kuliah, kurang fokus, serta sulit berkonsentrasi dalam belajar. Simpulan: Gadget berdampak negatif terhadap pola tidur mahasiswa, maka mahasiswa perlu diberikan edukasi mengenai penggunaan gadget yang sehat, pengaturan Waktu Belajar dan Istirahat yang dapat dilakukan melalui penyuluhan Kesehatan oleh Dosen atau Tim Akademik.
Hubungan Pelaksanaan Sistem Rujukan BPJS dengan Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 Febriana, Eka; Riduansyah, Muhammad; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7144

Abstract

Sistem rujukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan dapat dilakukan dari tingkat pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Pasien merasa puas apabila pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapannya bahkan lebih dari diharapkannya. Mengetahui hubungan pelaksanaan sistem rujukan BPJS dengan tingkat kepuasaan keluarga pada pasien P3 di IGD UPT RSUD X. Jenis penelitian Cross sectional pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di IGD tanggal 16-28 Juni 2025. Sample adalah keluarga pasien triase P3 yang jumlah 36 dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen cheklis pasien BPJS dan kuesioner kepuasaan yang diadopsi dari survey pasien RSUD X di Unit Pelayanan IGD. Analisis menggunakan uji kolerasi Sperman rank. Sistem Rujukan pada P3 yang tertinggi yaitu puskesmas sebanyak 32 responden (88,9%), Tingkat kepuasaan menunjukkan hasil Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 yang tertinggi yaitu puas sebanyak 23 responden (63,9%) dan tidak puas 13 responden (36,1%). Uji spearman rank antara Sistem Rujukan BPJS dengan Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 di IGD UPT RSUD X, didpatkan signifikan 0,004 < 0, sehingga Ha di terima H0 di tolak berarti ada hubungan kearah yang positif dengan nilai 0,470 menunjukkan hubungan cukup tinggi. Sistem rujukan yang baik akan meningkatkan kepuasaan keluarga dalam penggunaan faskes pada pasien P3 di IGD UPT RSUD X.