Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Marinasi Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap Waktu dan Suhu Penyimpanan Daging Ayam Broiler dan Ayam Kampung di Pasar Bantengan Zulfany, Farsya Auliya; Narto; Choirul Amri; Sri Haryanti
MEJORA Medical Journal Awatara Vol 3 No 4 (2025): October 2025
Publisher : Awatara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61434/mejora.v3i4.311

Abstract

Averrhoa bilimbi (bilimbi) contains 10% saponins, 6% tannins, as well as alkaloids, phenols, and flavonoids, which are suspected to have antibacterial properties and can be used as natural food preservatives. To determine the effect of 12% bilimbi marination on the reduction of bacterial counts in broiler and native chicken meat based on variations in storage temperature and duration. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest method. Samples of broiler and native chicken meat were marinated with 12% bilimbi solution and stored at room and cold temperatures for 24 and 36 hours. Microbiological testing was conducted using the Total Plate Count (TPC) method, and data were analyzed using the Paired Sample T-test. The highest average reduction in bacterial count was observed in broiler chicken stored at room temperature for 36 hours (68.09%), while the lowest was found in native chicken stored at cold temperature for 24 hours (18.59%). Statistical analysis showed that 6 out of 8 treatments had significant differences before and after marination (p<0.05), while 2 treatments showed no significant difference (p>0.05). Marination with 12% bilimbi extract is effective in reducing bacterial counts in chicken meat, particularly during room temperature storage for up to 36 hours.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN POTENSI TUK MUDAL SEBAGAI DESTINASI WISATA MLALUI KEGIATAN BUDIDAYA LOBSTER (Cherax lorents) DI KABUPATEN TEGAL Narto; Suyono; Hartanti, Ninik Umi
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.21

Abstract

Cempaka Village is located in Bumijawa District, Tegal Regency. In geographically, Cempaka Village is at the foot of Mount Selamet with an area of 8000 ha and is located at an altitude of 500 - 650 meters above sea level. A population of 7904 people divided into 3,685 men and 4,219 women is very strategic and has a lot of natural potential that should be able to increase the productivity of its citizens. The natural potential in Cempaka Village has been utilized by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) so that in 2017 the village The village was made one of the Tourism Villages of Tegal Regency with the destinations of Slumpring Market, Tuk Mudal, and Bukit Bulak Cempaka. However, even though the village has become a Tourism Village, there are still many Pokdarwis members who have not committed to the program because the results have not met daily needs. This is supported by the Village Government in conserving springs on agricultural land. As is known, there are 7 springs in one area that irrigate 160 hectares of rice fields. He was worried that the spring would die, and in the end, together with local youths, he carried out maintenance and construction of a dam so that mud from outside would not enter. As an effort to maximize the assistance, the method used in this research is qualitative with SWOT analysis and Process Hierarchy Analysis (AHP). Based on the results of the calculation of the value in the IFAS matrix, the total value of internal factors is 4.17 and EFAS is obtained the total value of external factors is 3.07. Mudal As a tourist destination through lobster cultivation activities (Cherax lorents) in Cempaka Village, Bumijawa District, Tegal Regency. Thus, the development strategy that needs to be carried out. Improvement of cultivation technology can be done by strengthening the marketing network strategy based on technical maintenance and cultivation technology which can be recommended is development based on cultivated commodities and intensive application of cultivation technology.
Efektivitas Media Penyuluhan dengan Leaflet dan Ceramah untuk Peningkatan Pengetahuan Higiene Sanitasi Karyawan Restoran Grafika 2025 Pramestika, Zenanda; Narto; Sri Haryanti; Chairul Amri
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.120

Abstract

Penjamah makanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan. Kurangnya pengetahuan tentang higiene dan sanitasi dapat meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan yang memberikan dasar hukum untuk penyelenggaraan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut adalah pengamanan makanan dan minuman, yang melindungi masyarakat dari makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kualitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Mengetahui efektivitas media penyuluhan berupa leaflet dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan higiene sanitasi Karyawan Restoran Grafika Kalasan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan Non-Equivalent Control Group. Sampel terdiri dari 50 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen (leaflet) dan kelompok kontrol (ceramah). Pengukuran dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Kelompok leaflet mengalami peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 21,4 poin (27,65%), sedangkan kelompok ceramah meningkat sebesar 9,8 poin (12,31%). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), dengan media leaflet terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Media leaflet lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan higiene dan sanitasi pada penjamah makanan.
BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna viridis L.) BERBASIS KOMUNITASDI KAWASAN MANGROVE POTENSIAL TERDAMPAK LOGAM BERATDI KARANGDEMPEL, KECAMATAN LOSARI, KABUPATEN BREBES Suyono; Narto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah memiliki panjang pantai lebih dari 30 km dan sebagian perairan pantainya terlindung oleh adanya gosong pasir (sand dune) sebagaimana di perairan pantai Karangdempel Kecamatan Losari sehingga sangat strategis untuk dijadikan kawasan pengembangan budidaya kerang hijau. Tujuan penelitian ini meliputi : 1).Mengetahui kandungan logam berat khususnya Pb, Cu, Cddan Hg pada budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) saat musim kemarau di kawasan bermangrove dan tidak bermangrove yang terdampak aliran Sungai Cisanggarung. 2) Menentukan teknik penerapan budidaya budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) yangdimungkinkan terdampak pencemaran logam berat. 3). Merumuskan pola pengelolaan budidaya kerang hijau (Perna viridis L) berbasis komunitas di perairan pantaiKarangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilaksanakan selama 9 (bulan ) bulan pada Januari-September 2017 bertempat di wilayah perairanpantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Target temuan inovatif penelitian ini adalah pola pengelolaan budidaya kerang hijau (Perna viridis L) di perairan pantai yang dimungkinkan terdampak pencemaran logam berat berbasis komunitas/partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Penyusunan pola pengelolaan budidayanya dilakukan dengan bantuan analisis dengan uji t dan uji korelasi-regresi. Hasil penelitian menunjukanbahwa : 1) Kandungan logam berat khususnya Pb, Cu, Cd dan Hg pada budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) saat musim kemarau di kawasan bermangrove khususnya Pb 0,56 mg/kg, Cu 2,06 mg/kg, Cd <0,01 mg/kg dan Hg <0,001 dan tidak bermangrove Pb0,47 mg/kg, Cu 2,07 mg/kg, Cd <0,01 mg/kg dan Hg <0,001 yang terdampak aliran Sungai Cisanggarung di perairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. 2).Budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) dengan metode floating box di perairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes menunjukan tingkat kelayakan untuk kegiatan budidaya kerang hijau. Antisipasi perlu dilakukan terhadap adanya potensi pencemaran/kandungan logam berat yang terbawa aliran Sungai Cisanggarung. 3). Pola pengembangan budidaya kerang hijau (Perna viridis L.)di wilayah perairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes dilakukan oleh KPSA (Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam ) “ Mina Makmur dan Kelompok Tani”Wana Mina” dalam kegiatan Budidaya kerang hijau,direkomendasikanhal-hal sebagai berikut :1).Pengembangan kelompok masyarakat di Kawasan Pesisir Kabupaten Brebes untuk membudidayakan kerang hijau secara ekstensif melalui teknik budidaya sederhana/madya dengan memanfaatkan perhatian instansi pemerintah danpihak terkait. 2). Pemberdayaan kelompok masyarakat Karangdempel untuk mengatur kegiatan budidaya kerang hijau secara terpadu. 3). Pelibatan lembaga pengkajian dan penelitian untuk mengantisipasi/mengatasi kandungan logam berat pada kerang hijau serta untuk meningkatkan nilai ekonomis kerang hijau di perairan pantai Karangdempel.