Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perencanaan Bangunan Free Intake di Rantemario pada Tikungan Sungai Tomoni Kab. Luwu Timur Muh. Fathir Mz.; Alma Yulianti; Mahmuddin Mahmuddin; Agusalim Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.9298

Abstract

Bangunan Free Intake adalah bangunan sadap tampa bendung tempat  masuknya air dengan segala bangunan kelengkapannya, Di Kabupaten Luwu Timur tepatnya pada Kecematan Tomoni di desa Rantemario terdapat sebuah lahan tambang galian C yang berjalan pada berapa tahun terakhir, mengakibatkan lahan-lahan masyarakat bekas tambangan yang telah usai di tambang  terbengkalai, dimana luasan lahan yang terbatas dan letak geografis area persawahan di desa ini terisolir dari pusat distribusi air  yang terdapat pada daerah tersebut, dan di tinjau pada faktor-faktor yang ada di dalam (Modul-08 Perencanaan bangunan utama, tahun 2016) area persawahan di desa Rantemario tidak memenuhi kreteria  pembangunan Bendung, menjadikan area lahan ini sulit  mendapatkan batuan dalam pengembangannya, yang mengharuskan area lahan persawahan tersebut mendapatkan sumber distribusi airnya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kebutuhan air di sawah, menganalisa debit andalan dan merencanakan bangunan free intake. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan dan menganalisa data yang bergantung pada kemampuan untuk menghitung data secara akurat yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berdasarkaan keadaan yang nyata, maka penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sebuah inovasi dan inofatif  mengenai suatu masalah dalam menemukan solusi atau alternative dalam pengembangan lahan yang kurang optimal. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah survey dan pengamatan secara langsung yang dapat di gunakan dalam perencanaan bangunan Free Intake. Metode analisa data pada penilitian ini mengunakan Metode Aljabar,Gumbel dan Rasional pada anilasa Hidrometorologi, Metode Penma Modivikasi  dan Fj.Mock pada anlisa Ketersediaan air irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air disawah (NFR) pada Desa Rantemario 1.52 lt/dt/ha, dengan debit rencana pada bangunan free intake 0.34 m3/dtk, Bangunan free intake di rancang dengan 2 pintu pengambilan bertipe pintu sorong, 1 pilar tengah dan kantong lumpur sepanjang 24 m.
Analisa Debit Rancangan pada Das Sungai Tangka Kabupaten Sinjai Zulfikar Arsyad; Rajib Mahmud; Agusalim Agusalim; Muhammad Syafa’at S Kuba
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12642

Abstract

DAS (daerah aliran sungai) merupakan suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan sungai dan anak-anak sungainya. Yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau dan ke lautan secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografi dan batas laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar debit aliran Sungai TangkaKabupaten Sinjai. Dalam penelitian ini digunakan tiga metode untuk mengetahui debit banjir rancangan pada DAS sungai tangka, diantaranya metode perhitungan HSS Nakayasu, metode rasional dan metodehaspers. Hasil debit banjir  rancangan periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun pada ketiga metode meningkat seiring dengan meningkatnya tahun. Debit rancangan tertinggi yaitu pada metode HSS Nakayasu dengan nilai kala ulang 2 tahun sebesar 856,8, dan metode rasional sebesar 403,9, dan metode haspers sebesar 168,7 Kata kunci debit sungai, periode ulang, HSS Nakayasu,metode rasional, metode haspers
Evaluasi Kinerja Bendung Bettu Dalam Pemenuhan Ketersediaan Air Pada Daerah Irigasi Bettu Muh Jamir; Taufik Al Hidayat; Faraouk Maricar; Andi Makbul Syamsuri; Agusalim Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.10335

Abstract

ABSTRAK: Bendung bettu merupakan salah satu dari beberapa bendung yang ada di DAS Sungai Bialo, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Bendung Bettu adalah bangunan bendung yang dibangun melintang di sungai Bialo untuk mengaliri Daerah Irigasi (DI) Bettu dengan luas areal 1.817 Ha dan panjang saluran irigasi untuk Saluran induk 1.007 m dengan 3 saluran sekunder dengan panjang 11.000 m dan saluran tersier 940 m. Sumber air utama yang digunakan untuk megairi areal irigasi Bettu berasal dari bendung Bettu mengairi 5 Desa dan 1 Kelurahan pada Desa Dampang, Barombong, Bialo, Paenre lompoe, Bontosunggu dan Kelurahan caile. Untuk menganalisa kriteria penilaian fungsi dan kondisi bendung bettu berdasarkan struktur bangunannya. Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Prof. Thomas L. Saaty. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan suatu keputusan (decision maker) dari beberapa parameter yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Komponen kinerja bendung sebagai indikator kondisi bendung dibagi menjadi tujuh komponen, yaitu Debit, Sedimen, Mercu, Bangunan Pengambilan, Bangunan Pembilas, Kantong Lumpur, dan Bangunan Penguras. dari ketujuh Komponen bendung didapatkan bobot kondisi bendung Bettu sebesar 25.33% dan kondisi bendung mengalami Kerusakan Sedang. Fungsi bendung bettu sebesar 65,40% dan keberfungsian bendung dalam Kondisi Cukup. Kata kunci: Bendung, Irigasi, Ketersediaan air
Perbandingan Parameter Hidrograf Satuan Sintesis Terhadap Hidrograf Satuan Amatan Collins pada Das Bialo Khafifa Khafifa; Yusril Yusril; Abd. Rakhim Nanda; Agusalim Agusalim; Nurnawaty Nurnawaty; Andi Bunga Tongeng; Kasmawati Kasmawati
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.10269

Abstract

Banjir rencana (design flood) adalah salah satu klasifikasi besaran rencana untuk pembuatan struktur atau bangunan hidrolik, yang keberadaannya (fungsi dan kestabilannya) dipengaruhi oleh karakteristik aliran banjir. Banjir rencana dapat diperoleh melalui kegiatan analisis hidrologi yang hasilnya biasanya dapat berupa debit banjir maksimum, volume banjir atau hidrografi banjir. Tujuan untuk mengetahui keandalan metode Hidrograf Satuan Sintetis pada daerah aliran sungai (DAS) Bialo dan metode collins sebagai pembandingnya. Metode penelitian yang direncanakan akan memberikan informasi tentang parameter yang berpengaruh dalam menghitung hidrograf satuan. Adapun hasil penelitian dalam perhitungan metode HS amatan dan HSS yang diamati keduanya menggunakan persamaan empiris, perbedaan yang paling signifikan membedakan adalah waktu mencapai puncak (Tp).
Uji Metode Hidrograf Satuan Sintetis pada Das Bialo dengan Menggunakan Hidrograf Satuan Amatan Collins Khafifa Khafifa; Yusril Yusril; Abd. Rakhim Nanda; Agusalim Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.9214

Abstract

Banjir rencana (desain banjir) adalah salah satu rencana besar untuk suatu rencana pembuatan bangunan udara atau bangunan yang keberadaannya (fungsi operasi dan stabilitas) dipengaruhi oleh karakteristik aliran banjir. Rencana banjir dapat diperoleh melalui kegiatan analisis hidrologi yang secara umum hasilnya dapat berupa debit banjir maksimum, volume banjir, ataupun hidrograf banjir. Tujuan untuk menyempurnakan metode Hidrograf Satuan Sintetis pada daerah aliran sungai (DAS) Bialo dan metode collins sebagai pembandingnya. Metode penelitian yang direncanakan akan memberikan informasi tentang parameter yang berpengaruh dalam perhitungan hidrograf satuan. Adapun hasil penelitian dalam perhitungan metode HS amatan dan HSS masing-masing menggunakan persamaan empiris, yang paling signifikan yang membedakan adalah metode HS Amatan Collins menggunakan data AWLR sedangkan hidrograf satuan sintetis tidak. Metode HSS Gamma 1 menggunakan parameter lebar DAS sedangkan metode yang lain tidak menggunakan lebar DAS, metode HSS Snyder dan metode HSS Limantara menggunakan koefisien karakteristik cekungan sedangkan yang lainnya tidak.
PERBANDINGAN HIDROGRAF SATUAN AMATAN DAN HIDROGRAF SATUAN SINTESIS (DAS MAROS SUB DAS MAROS TOMPUBULU) Agusalim, M.; Nanda, Abd. Rakhim; Praja, Soemitro Emin; Syah, Erwin
TEKNIK HIDRO Vol 11, No 1 (2018): TEKNIK HIDRO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.039 KB) | DOI: 10.26618/th.v11i1.2435

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase perbedaan hasil perhitungan antara hidrograf satuan amatan (Metode Collins) dengan metode hidrograf satuan sintesis (Metode Snyder) dan (Metode Nakayasu),untuk mengetahui parameter-parameter yang digunakan dalam kedua metode tersebut mengakibatkan perbedaan debit puncak (Qp), waktu mencapai puncak (Tp) dan waktu dasar (Tb) pada kedua metode tersebut. Dari hasil penelitian ini, maka kami dapat menarik beberapa kesimpulan terkait Penerapan Metode HS Collins dan HSS Snyder Pada DAS Maros sub DAS Maros-Tompobulu yaitu, kedua metode yang digunakan dalam tugas akhir ini memiliki parameter yang berbeda dalam pengaruh terhadap perubahan waktu mencapai puncak dan debit puncak. Pada metode HS Collins parameter Lc menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak. Dan pada metode HS Snyder parameter α dan tg yang menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak.
Pengaruh Bendungan Terhadap Regim Aliran Sungai Pamukkulu Kabupaten Takalar Sari, Ratna; Nurlette, Sri Nurhaini; Ali, Muh Yunus; Agusalim, M
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/3eadsj15

Abstract

Pembangunan bendungan diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, produktivitas pertanian, ketahanan irigasi. Dengan adanya bendungan di bagian hulu sungai maka kemungkinan terjadinya banjir pada musim hujan dapat dikurangi dan pada musim kemarau air yang tertampung tersebut dapat dimanfaatkan untuk PLTA, Perikanan dan lain sebagainya. Pengaruh yang ditimbulkan dengan adanya bendungan yaitu mengalami pengurangan debit air pada sungai utama dibagian hilir. Maka dari itu Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh bendungan Pamukkulu terhadap perubahan debit di sungai Pamukkulu. Metode penelitian yang digunakan mulai dari tahap persiapan dan mempelajari perhitungan analisis frekuensi, hidrograf satuan sintetik Nakayasu dan penelusuran banjir. Data yang diperlukan adalah data sekunder berupa data curah hujan data parameter bendungan, data parameter DAS. Hasil analisis menunjukan debit banjir yang masuk ke bendungan (inflow) untuk kala ulang 25,50 dan 100 tahun diketahui bahwa sebesar 915,34 m3/detik, 1017,09 m3/detik, dan 1118,08 m3/detik. Banjir berikut ini diselesaikan dalam kondisi ketinggian air yang khas dengan periode ulang yang sama, secara terpisah pelepasan banjir berikutnya (surge) diketahui bahwa 702,19 m3/dtk, 752,44 m3/dtk, dan 807,68 m3/dtk. Jadi penurunan debit banjir sebesar 213,15 m3/detik, 264,65 m3/detik dan 311,40 m3/detik.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA BENDUNG MODULAR BERDASARKAN VARIASI DESAIN STRUKTUR MODULAR Malkam, Andi Muflih; Bahtiar, Elbu; Nanda, Abd Rakhim; Agusalim, M.
TEKNIK HIDRO Vol 18, No 1 (2025): TEKNIK HIDRO FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v18i1.18175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja bendung modular dengan variasi desain struktur modular pada studi kasus Bendung Sungai Gilireng. Bendung modular merupakan solusi yang efisien dan fleksibel dalam pengelolaan sumber daya air, yang memerlukan penyesuaian desain struktur guna memenuhi kondisi teknis dan lingkungan yang spesifik. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan kinerja beberapa desain struktur modular yang diterapkan pada bendung tersebut, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti kekuatan struktur, distribusi tekanan air, serta efisiensi aliran air. Metode analisis yang digunakan mencakup simulasi hidrodinamika dan pemodelan struktural untuk memprediksi respons bendung terhadap variasi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi desain struktur modular mempengaruhi kinerja bendung, dengan desain tertentu menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan beban air dan distribusi aliran yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain yang lebih efisien untuk penerapan bendung modular pada kondisi serupa, serta memberikan wawasan mengenai dampak desain terhadap kinerja bendung secara keseluruhan.
Analisis Keseimbangan Air pada Daerah Irigasi Matajang Kab. Barru Sri Nirwana Sari; Mutmainna Syarifuddin; Farouk Maricar; M Agusalim
Jurnal Karajata Engineering Vol. 5 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v5i2.3552

Abstract

Water resources are critical to supporting agriculture, particularly irrigation systems. The Matajang Irrigation Area in Barru Regency, South Sulawesi, is facing issues due to uneven water distribution, climate change, and rising irrigation water demand. The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of the present irrigation system and the availability of a consistent discharge to meet the area's irrigation water needs. This study applies a quantitative analytic method, collecting primary data via field surveys and secondary data from relevant institutions, such as rainfall and irrigation land area. Data analysis is conducted using Microsoft Excel to process hydrological data and evaluate water balance. The research results indicate that the water balance in the Matajang irrigation area shows adequate water availability for agriculture, especially during the rainy season, with a dependable flow of Q80 averaging 12.09 l/s (October-March) and 3.34 l/s (April-September).
Identifikasi Sebaran Intrusi Air Laut Melalui Profil Kualitas Air Sumur Di Pantai Barombong Nurnawaty; M. Agusalim; Muh. Nurul Fitrah S; Ranum Indah Putri
Jurnal Karajata Engineering Vol. 5 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v5i2.3634

Abstract

Rapid development in Makassar City increases the demand for housing, clean water and industry, which encourages massive exploitation of groundwater. If this continues, it could degrade groundwater quality and quantity and trigger seawater intrusion, threatening groundwater availability in the region. The aim of this research is to analyze and identify measurements and values of salinity due to sea water on ground water quality at Barombong Beach. In this research, a research l ocation survey was carried out, sampling stage, sample testing stage, data processing stage, community interview stage. The well water at Barombong Beach has a salinity that is still categorized as fresh to brackish. Well water that has a salinity of <0.5% then the water is categorized as fresh, >0.5-30%, then the water is categorized as brackish and if the water salinity is >40% then the water is detected as salty. From the results of this research calculation, the highest salinity is found in well 15, namely 5% at a distance of 858.76 from the shoreline and the lowest is located at wells 1 and 2, namely 0.2% which is located at a distance of 165.98 m and 201.06 m from the shoreline.