Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Limpasan Permukaan pada Bagian Hulu Sungai Pappa Akbar, Muhammad; M, Agusalim; Mahmuddin
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 3 No 2: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limpasan permukaan (Runoff) merupakan sebagian dari air hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai, danau atau laut.Limpasan permukaan terjadi apabilah tanah tidak mampu lagi menginflitrasikan air di pemukaan tanah karena tanah sudah dalam keadaan jenuh. Limpasan permukaan juga terjadi apabila hujan jatuh di permukaan yang bersifat impermeable seperti aspal, beton, keramik, dan lain-lain. Peristiwa banjir dan erosi yang sering melanda beberpa wilayah di indonesia merupakan dampak dari limpasan permukaan yang tidak dapat ditangani dengan baik. Secara tidak langsung, limpasan juga mempunyai pengaruh terhadap kualitas air sungai. Daerah yang memiliki limpasan yang tinggi umumnya mempunyai kualitas air sungai yang buruk. Perameter kualitas air yang berpengaruh terhadap besarnya limpasan adalah kekeruhan atau turbiditas. Limpasan permukaan adalah salah satu penyebab utama sungai-sungai di indonesia mempunyai tingkat kekeruhan yang tinggi, termasuk Sungai Pappa.
PERBANDINGAN HIDROGRAF SATUAN AMATAN DAN HIDROGRAF SATUAN SINTESIS (DAS MAROS SUB DAS MAROS TOMPUBULU) Agusalim, M.; Nanda, Abd. Rakhim; Praja, Soemitro Emin; Syah, Erwin
TEKNIK HIDRO Vol. 11 No. 1 (2018): TEKNIK HIDRO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v11i1.2435

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase perbedaan hasil perhitungan antara hidrograf satuan amatan (Metode Collins) dengan metode hidrograf satuan sintesis (Metode Snyder) dan (Metode Nakayasu),untuk mengetahui parameter-parameter yang digunakan dalam kedua metode tersebut mengakibatkan perbedaan debit puncak (Qp), waktu mencapai puncak (Tp) dan waktu dasar (Tb) pada kedua metode tersebut. Dari hasil penelitian ini, maka kami dapat menarik beberapa kesimpulan terkait Penerapan Metode HS Collins dan HSS Snyder Pada DAS Maros sub DAS Maros-Tompobulu yaitu, kedua metode yang digunakan dalam tugas akhir ini memiliki parameter yang berbeda dalam pengaruh terhadap perubahan waktu mencapai puncak dan debit puncak. Pada metode HS Collins parameter Lc menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak. Dan pada metode HS Snyder parameter α dan tg yang menjadi sangat berpengaruh untuk perubahan waktu mencapai puncak.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA BENDUNG MODULAR BERDASARKAN VARIASI DESAIN STRUKTUR MODULAR Malkam, Andi Muflih; Bahtiar, Elbu; Nanda, Abd Rakhim; Agusalim, M.
TEKNIK HIDRO Vol. 18 No. 1 (2025): TEKNIK HIDRO FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v18i1.18175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja bendung modular dengan variasi desain struktur modular pada studi kasus Bendung Sungai Gilireng. Bendung modular merupakan solusi yang efisien dan fleksibel dalam pengelolaan sumber daya air, yang memerlukan penyesuaian desain struktur guna memenuhi kondisi teknis dan lingkungan yang spesifik. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan kinerja beberapa desain struktur modular yang diterapkan pada bendung tersebut, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti kekuatan struktur, distribusi tekanan air, serta efisiensi aliran air. Metode analisis yang digunakan mencakup simulasi hidrodinamika dan pemodelan struktural untuk memprediksi respons bendung terhadap variasi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi desain struktur modular mempengaruhi kinerja bendung, dengan desain tertentu menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan beban air dan distribusi aliran yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain yang lebih efisien untuk penerapan bendung modular pada kondisi serupa, serta memberikan wawasan mengenai dampak desain terhadap kinerja bendung secara keseluruhan.
Analisis Perencanaan Tanggul Pengaman Banjir Sungai Tallo Kelurahan Tello Baru Kecamatan Panakukang Ananta, Ari Azyari; Umar, Nuralfirah; Indriyanti; Agusalim, M.
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.335

Abstract

Sungai Tallo merupakan salah satu sungai yang ada di Sulawesi Selatan. Sungai Tallo memiliki panjang 10 km yang berasal dari pegunungan Pangkalaeng dan pegunungan Parigi Tinggi Moncong sampai ke Selat Makassar. Sungai Tallo yang memiliki DAS sekitar 432,21 km² dan sekitar 200 m akan di buatkan tanggul pengaman banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir dan menentukan dimensi tanggul sebagai upaya pengendalian banjir. Pada penelitian kali ini menentukan dan mencari batas Kawasan dan mendapatkan data curah hujan serta data topografi. Hasil perhitungan untuk debit banjir dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu yaitu priode ulang Q2Tahun = 890,20 m3/dtk, priode ulang Q5Tahun = 1015,48 m3/dtk, Q10Tahun = 1162,17 m3/dtk, Q25Tahun 1264,31 m3/dtk, Q50Tahun = 1360,77 m3/dtk, Q100Tahun = 1453,30 m3/dtk dan dengan perhitungan hidrolis menghasilkan tinggu muka air banjir sebesar 2,83 meter dari dasar Sungai dan diperoleh dimensi tanggal dengan h = 4,05 meter, lebar mercu 4 meter. banjir yang terjadi diduga disebabkan karena debit air yang bertambah dengan cepat melebihi daya tampung Sungai Ketika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi.
Simulasi dengan Program SWMM 5.2 untuk mengetahui Titik Banjir pada Jaringan Drainase Perumahan Kodam III M Agusalim; Syamsuri, Andi Makbul; Firman; Sarjun
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.628

Abstract

Kota Makassar, sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, menghadapi tantangan serius terkait banjir akibat ketidakmampuan sistem drainase perkotaan, termasuk Perumahan Kodam III di Kecamatan Biringkinayya. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi titik-titik luapan banjir signifikan di Perumahan kodam III menggunakan Software Storm Water Management Model (SWMM) dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan luapan banjir tersebut. Hasil analisis hidrologi periode ulang 5 tahun dan simulasi SWMM 5.2 menunjukkan bahwa titik-titik luapan banjir yang signifikan terdapat di Blok J17 dengan volume 8.760,000 liter dengan lama luapan 6.61 jam dan J14 dengan volume 2.832.00 liter dengan lama luapan 1,50 jam. Faktor utama yang berkontribusi terhadap luapan banjir adalah elevasi saluran yang semakin tinggi menuju hilir.
IMPLEMENTASI SOFTWARE WEAP UNTUK PROYEKSI KEBUTUHAN AIR DOMESTIK PADA DAS JENEBERANG Ismi Annisa, Nurul; Mi’raj Hilal, Muh.; Al Imran, Hamzah; Agusalim, M.
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4799-4805

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang, yang melintasi Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan sumber utama air domestik di wilayah tersebut. Sebagian besar DAS ini berada di Kabupaten Gowa dengan luas 1.883,33 km², meliputi 18 kecamatan, 46 kelurahan, dan 121 desa. DAS Jeneberang memiliki luas 790 km² dengan sungai utama sepanjang 80 km. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan air domestik selama 20 tahun mendatang serta mengevaluasi kemampuan debit air DAS Jeneberang dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah model Water Evaluation and Planning (WEAP). Hasil pemodelan memproyeksikan kebutuhan air domestik sebesar 31.615.794 m³ untuk skenario jumlah pelanggan dan 610.140.365 m³ untuk skenario jumlah penduduk. Dengan debit air yang tersedia sebesar 10.028.184.600 m³, DAS Jeneberang memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pada kedua skenario tersebut.
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BACARI DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI TERSIER DI DESA PALAMBARAE KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Praja, Soemitro Emin; Margie Dayana, Lucke Ayurindra; Burhanuddin, Fathurrahman; Agusalim, M.; Rumata, Nini Apriani; Nurhidayat, M.
Jurnal BALIRESO Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v9i2.306

Abstract