Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdimas Langkanae

Pemanfaatan Kawasan Perhutanan Sosial melalui Good Agricultural Pratices (Gap) Petani Kopi di Kecamatan Latimojong dan Suli Barat Kabupaten Luwu Masluki; Mutmainnah Mutmainnah
Abdimas Langkanae Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v3i1.158

Abstract

Kecamatan Latimojong dan Kecamatan Suli Barat merupakan sentra pengembangan kopi di Kabupaten Luwu yang memiliki potensi pasar nasional dan ekspor yang cukup besar. Pada sisi lain, produktivitas lahan masih tergolong rendah dengan rata-rata produksi tertinggi 200 kg/ha. Pelaksanaan program pemberdayaan Masyarakat petani kopi pada Kawasan perhutanan sosial memerlukan bertujuan untuk meningkatkan produksi kopi dalam rangka menunjang kesejahteraan petani. Kegiatan dilaksanakan memlalui beberapa tahap yang dimulai dengan obesrvasi lapang, focus group discussons (FGD) sebanyak 23 peserta, pendampingan pemanfaatan lahan perhutanan sosial, penyuluhan teknik budidaya kopi secara terpadu dengan peserta sebanyak 57 orang. Jumlah petani pengelola hutan pada 5 desa mutra kerja sebanyak 960 orang. sebanyak Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pemanfaatan lahan pada Kawasan perhutanan sosial membutuhkan inovasi teknologi budidaya kopi secara terpadu untuk meningkatkan produktivias kebun kopi petani. Peningkatan kapasitas pengetahuan dan kelembagaan petani merupakan modal dasar dalam mengelola kawasan perhutanan sosial. Penyusunan RKU yang baik, peningkatan jiwa kewirusahaan sehingga pengusahaan komoditas izin usaha menjadi optimal, peningkatan penggunaan teknologi informasi pada semua proses kegiatan usaha, dan pengembangan industri berbasis sumber daya hutan di bagian hilir. Penyusunan Good Agricultural Practices (GAP) secara partisipatif dan teknologi ramah lingkungan menjadi perhatian khusus dalam merumuskan pengembangan komoditi kopi. Penggunaan lahan di Kecamatan Latimojong lebih dominan untuk tanaman Kopi dengan jenis Arabika, sementara di Kecamatan Suli Barat tanaman Cengkeh yang mendominasi penguasaan lahan. Produktivitas kopi di Kecamatan Latimojong dan Kecamatan Suli Barat cenderung mengalami perubahan drastis. Pemanfaatan lahan yang makin tidak sesuai dengan komoditi kopi, umur kopi yang telah lewat masa produktif, serangan hama dan penyakit serta harga kopi yang relatif murah.
Inovasi Teknologi Produksi dan Olahan Sagu Sebagai Sumber Pangan Bergizi di Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.491

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penggerak ekonomi lokal, namun pengelolaannya di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, masih dilakukan secara tradisional dengan produktivitas rendah dan minim diversifikasi produk. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah sagu belum optimal serta pemasaran terbatas hanya di pasar lokal, sehingga kontribusinya terhadap kesejahteraan petani masih rendah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan produktivitas, keterampilan diversifikasi olahan, dan memperkuat pemasaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, transfer teknologi tepat guna (mesin ekstraksi pati, pemarut termodifikasi, mesin mie, vacuum sealer), hingga pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi pati, penguasaan keterampilan pembuatan produk olahan seperti mie sagu, cireng, keripik, dan kue kering, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra hingga 96% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas dan peluang ekonomi baru, program ini juga memperkuat kerjasama kelompok, meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing tinggi.
Akselerasi Pengembangan Komoditas Hortikultura Strategis Dataran Tinggi melalui Implementasi Sistem Teknologi Tepat Guna di Desa Mappetajang Muhammad Naim; Mariyam Mangkunegara; Abdullah Syukur; Iriansa, Iriansa; Masluki, Masluki
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.498

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pertanian Desa Mappetajang melalui pendekatan hulu-hilir. Di hulu, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis budidaya dan produksi hortikultura strategis (tomat, bawang, paprika, cabai dan stroberi), introduksi bibit unggul, serta penerapan sistem dan teknologi pertanian presisi. Di hilir, program akan difokuskan untuk memperkuat manajemen usaha melalui pelatihan pengolahan hasil panen dan pasca panen, strategi dan teknik pemasaran digital, pengembangan produk dan brand unggulan, dan peningkatan jejaring pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu : Survey lokasi awal,  Sosialisasi Program kepada kelompok tani, pemberian bantuan alat dan bahan untuk menjalankan program, Pelatihan pembuatan pupuk kompos, pembuatan demplot sebagai lokasi percontohan budidaya hortikultura. Dari pelaksanaan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan petani perlu menanam tanaman jangka pendek yang cepat menghasilkan produksi  tidak tergantung pada hasil budidaya tanaman perkebunan, dan perlu manajemen pengelolaan dari hulu ke hilir agar masyarakat dapat produktif.