p-Index From 2021 - 2026
8.981
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kinesik Jurnal Ilmu Komunikasi Telematika : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Jurnal Kajian Komunikasi Nomosleca Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Akuntabel : Jurnal Ekonomi dan Keuangan JWP (Jurnal Wacana Politik) Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial PRoMEDIA EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Journal Publicuho Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Journal of Media and Communication Science (JcommSci) The Journal of Society and Media Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) ANALISIS - SCIENTIFIC JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND ACCOUNTING Jurnal Ilmu Komunikasi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ilmu Komunikasi Nusantara Science and Technology Proceedings Global and Policy Journal of International Relations Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema Jurnal Signal Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK) JOSAR (Journal of Students Academic Research) El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies Lentera : Journal of Gender and Children Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF: MOTIVASI MELAKUKAN PUBLIC DISPLAY AFFECTION PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK Ainaya Pradina Putri; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i01.6242

Abstract

Masyarakat Indonesia khususnya para remaja sudah semakin akrab dengan perilaku pacaran. Bahkan, saat ini mereka tidak ragu untuk menunjukkan kemesraan atau romantisme mereka di media sosial seperti Tiktok. Romantisme yang dilakukan bersama pasangan ditunjukkan dalam konten video yang dibuat dan disebarkan secara publik dimana siapa saja ti tentukan. Hasil penelitian menunjukkan informan melakukan PDA di media sosial Tiktok untuk memenuhi kebutuhan akan hubungan (relatedness’s needs) yaitu mendapat penerimaan positif dari pengguna Tiktok lainnya dan penerimaan positif dari orang-orang disekitar informan seperti keluarga dan teman-teman. Selain itu, informan juga berhasil memenuhi kebutuhan akan keberadaan (existence’s needs) yaitu mendapatkan pengdapat mengakses video tersebut termasuk remaja bahkan anak-anak. Sementara catatan kekerasan di Indonesia memiliki persentase yang tinggi akibat perilaku pacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan motivasi remaja melakukan public display affection di media sosial Tiktok menggunakan teori kebutuhan dan motivasi dari Clayton Alderfer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap empat informan yang telah penelihasilan dari tawaran endorsement produk, menghilangkan rasa takut akan kehadiran orang ketiga dalam hubungan informan serta menghilangkan rasa takut pasangan tidak mau mengakui atau merasa malu memiliki pacar seperti diri informan, dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth’s needs) yaitu keinginan informan untuk terus belajar mengembangkan kreativitas dan ide-ide untuk dituangkan dalam konten-konten informan. Kata Kunci: Motivasi, Public Display Affection, Tiktok
KRITIK SOSIAL DALAM KONTEN KOMEDI "INGIN JADI RAKYAT YANG BAIK" DI AKUN INSTAGRAM @BINTANGEMON Isna Meydiawati; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 11 No 1 (2023): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v11i1.7546

Abstract

ABSTRAK “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon adalah salah satu konten komedi yang dibuat oleh komika Bintang Emon. Dalam konten tersebut Bintang Emon menyampaikan materi komedinya dalam bentuk monolog dengan membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menguak kritik sosial yang termuat dalam konten komedi dengan materi komedi yang membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari video komedi berjudul “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon, serta studi pustaka dari berbagai sumber untuk mendukung penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konten komedi tersebut mengkritisi kinerja anggota dewan seperti: 1.) proses pengesahan rancangan undang-undang Cipta Kerja yang dilakukan tengah malam yang mengesankan sikap terburu-buru anggota dewan dalam memperjuangkan hak masyarakat ; 2.) tindakan represi, seperti teror yang diperoleh masyarakat yang vokal memberikan kritik serta penangkapan demonstran, menandai perwujudan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia yang belum sepenuhnya terwujud ; 3.) keberadaan UU ITE yang dalam implementasinya mempersempit kebebasan hingga mengancam keselamatan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di media sosial ; 4.) sikap pejabat publik yang cenderung abai dan menghindar ketika ada aksi demo yang dilakukan masyarakat. Kata-kata Kunci: Kritik sosial, Konten komedi, Kinerja anggota dewan, Kebebasan berpendapat, Demokrasi
Analysis of Mothers' Reception of the Mom’s Corner Podcast on the Nikita Willy Official YouTube Channel with Medical Experts Regarding Stunting Moeksim, Thania; Alamiyah, Syifa Syarifah
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1283

Abstract

Studi ini mengkaji penerimaan ibu-ibu mengenai informasi kesehatan di podcast “Mom’s Corner” di akun YouTube Nikita Willy, yang menyajikan diskusi bersama pakar medis serta membahas mengenai berbagai topik kesehatan ibu dan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana para ibu memahami pentingnya memahami keterlambatan pertumbuhan dengan ahli medis dalam podcast “Mom’s Corner” di saluran YouTube resmi Nikita Willy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan analisis model teori resepsi Stuart Hall untuk menyelidiki bagaimana khalayak menafsirkan pesan yang disampaikan oleh media. Dalam proses pembuatan makna yang dijelaskan oleh Stuart Hall, khalayak dibagi menjadi tiga kategori: dominan hegemonik, negosiasi, dan oposisi. Studi ini menemukan bahwa makna dan interpretasi bervariasi dari satu informan ke informan lainnya. Lebih lanjut, penelitian ini juga mengelompokkan hasil interpretasi informan berdasarkan teori encoding-decoding Stuart Hall. Berdasarkan hasil penelitian, dari keenam responden, dua responden masuk dalam kategori dominan hegemoni, tiga responden masuk dalam kategori negosiasi, dan satu responden masuk dalam kategori oposisi. This study examines mothers' reception of health information in the podcast "Mom's Corner" on Nikita Willy's YouTube account, which features discussions with medical experts and covers various topics related to maternal and child health. The aim of this research is to describe how mothers understand the importance of recognizing growth delays with medical experts in the "Mom's Corner" podcast on Nikita Willy's official YouTube channel. This research employs a qualitative approach based on Stuart Hall's reception theory model to investigate how audiences interpret the messages conveyed by the media. In the process of meaning-making described by Stuart Hall, the audience is divided into three categories: dominant hegemonic, negotiated, and oppositional. The study finds that meanings and interpretations vary from one informant to another. Furthermore, this research also categorizes the informants' interpretation results based on Stuart Hall's encoding-decoding theory. Based on the research findings, out of the six respondents, two respondents fall into the dominant hegemonic category, three respondents fall into the negotiated category, and one respondent falls into the oppositional category.  
Leveraging Development Communication for Stakeholder Engagement in Arjowinangun's Batik Tourism and Creative Economy Growth Achmad, Zainal Abidin; Arviani, Heidy; Alamiyah, Syifa Syarifah; Suksmawati, Herlina; Febrianita, Roziana
The Journal of Society and Media Vol. 9 No. 1 (2025): Social Media Bridged the Gap
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v9n1.p24-48

Abstract

This study explores the role of development communication in fostering stakeholder engagement in Arjowinangun Village’s batik tourism initiatives..Researchers aim to position the village as a central hub for batik tulis and establish Woro Srikandi as a leading brand in Pacitan Regency. Using a qualitative, phenomenological approach within development communication, the team gathered data through participant observation, FGDs, and analysis of key documents, including 2023 village data and the RPJMDes (2019-2023). Twelve key informants contributed insights, including village officials, community leaders, youth, artisans, business owners, and government representatives. The study identifies three significant outcomes: (1) the successful integration of batik tulis into the village’s development plan by the local government and Bumdes, (2) the establishment of Woro Srikandi batik tulis as an educational tourism destination, and (3) increased tourism awareness among residents, which has fostered the growth of a creative economy that supports the batik tulis tourism initiative. The findings highlight that development communication serves as a strategic tool for building inclusive discourse, enhancing participation, and cultivating community identity. These insights are crucial for promoting sustainable tourism and the creative economy in rural areas.
Perancangan Kemasan Produk Kelompok Petani Kopi Sumber Wandhe El Chidtian, Aileena Solicitor Costa Rica; Alamiyah, Syifa Syarifah; Atasa, Dita
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 (2023) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v5i2.144

Abstract

Desain kemasan merupakan elemen penting dalam pemasaran produk yang seringkali diabaikan oleh UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Desain kemasan yang baik tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang dapat mempengaruhi persepsi dan keputusan pembelian konsumen. UKM Sumber Wandhe di Desa Wonosalam mempunyai produk unggulan biji kopi yang berkualitas dari hasil biji kopi yang ditanam dan menghasilkan tiga jenis biji kopi unggulan yaitu Arabika, Liberika atau Ekselsa dan Robusta. Dalam penelitian ini akan membahas mengenai desain kemasan UKM Sumber Wandhe yang memiliki produk biji kopi yang berkualitas. Namun, kualitas produk tidak diimbangi dengan kemasan yang baik. Padahal kemasan biji kopi berperan sebagai penghalang utama terhadap faktor-faktor yang dapat merusak kualitas kopi. Biji kopi sangat rentan terhadap paparan oksigen, sinar matahari, kelembaban, dan panas. Oleh karena itu, kemasan yang baik harus mampu menjaga kopi dari elemen-elemen ini. Perancangan desain kemasan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT untuk menganalisis fitur produknya dan analisis VIEW untuk menganalisis fitur kemasannya. Hasil analisis ini menghasilkan konsep perancangan “Original dan Premium” yang di implementasikan pada kemasan baru. Implementasi konsep perancangan diterapkan pada material dan bentuk kemasan serta elemen-elemen visual kemasan seperti warna, tipografi, ilustrasi dan lain sebagainya. Dengan adanya desain kemasan baru, yaitu kemasan yang menarik dan inovatif juga dapat membantu UKM Sumber Wandhe untuk membedakan diri dari pesaing sekaligus dapat menjadi alat pemasaran yang kuat dan memberikan citra yang kuat kepada konsumen.
PERSEPSI ANIMATOR TERHADAP PENGGUNAAN AI GENERATIVE DALAM PRODUKSI IKLAN KOMERSIAL DI YOUTUBE Brilianty, Thara; Alamiyah, Syifa Syarifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.3282-3291

Abstract

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kedatangan Artificial Intelligence (AI) Generatif dimaksudkan untuk memudahkan berbagai kalangan, tak terkecuali para pekerja kreatif. Meski dirancang untuk memudahkan berbagai proses kerja, namun kemunculannya turut memicu pro dan kontra terutama bagi para Animator yang sebagian tugasnya kini mulai digantikan oleh AI. Penelitian ini tidak bertujuan untuk menentukan apakah penggunaan AI Generatif dalam industri kreatif merupakan hal yang benar atau salah, melainkan ingin mengupas lebih dalam persepsi para pelaku industri terhadap fenomena tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, peneliti menyusun narasi berdasarkan wawancara mendalam bersama para informan yang memiliki latar belakang profesi sebagai animator. Fokus utama penelitian ini tertuju pada penggunaan AI Generatif dalam produksi konten iklan di platform YouTube, bahkan beberapa perusahaan besar seperti Indomie, Coca-Cola, hingga KFC pun kini mulai menggunakan teknologi AI dalam pembuatan iklan komersial mereka. Oleh karena itu, menarik untuk ditelusuri bagaimana persepsi para animator terhadap kehadiran dan penggunaan AI Generatif dalam proses produksi iklan tersebut.
Persepsi Animator Terhadap Penggunaan AI Generative dalam Produksi Iklan Komersial di Youtube Brilianty, Thara; Syarifah Alamiyah, Syifa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.%p

Abstract

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kedatangan Artificial Intelligence (AI) Generatif dimaksudkan untuk memudahkan berbagai kalangan, tak terkecuali para pekerja kreatif. Meski dirancang untuk memudahkan berbagai proses kerja, namun kemunculannya turut memicu pro dan kontra terutama bagi para Animator yang sebagian tugasnya kini mulai digantikan oleh AI. Penelitian ini tidak bertujuan untuk menentukan apakah penggunaan AI Generatif dalam industri kreatif merupakan hal yang benar atau salah, melainkan ingin mengupas lebih dalam persepsi para pelaku industri terhadap fenomena tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, peneliti menyusun narasi berdasarkan wawancara mendalam bersama para informan yang memiliki latar belakang profesi sebagai animator. Fokus utama penelitian ini tertuju pada penggunaan AI Generatif dalam produksi konten iklan di platform YouTube, bahkan beberapa perusahaan besar seperti Indomie, Coca-Cola, hingga KFC pun kini mulai menggunakan teknologi AI dalam pembuatan iklan komersial mereka. Oleh karena itu, menarik untuk ditelusuri bagaimana persepsi para animator terhadap kehadiran dan penggunaan AI Generatif dalam proses produksi iklan tersebut.
PERSEPSI ANIMATOR TERHADAP PENGGUNAAN AI GENERATIVE DALAM PRODUKSI IKLAN KOMERSIAL DI YOUTUBE Brilianty, Thara; Syarifah Alamiyah, Syifa
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i9.2025.3752-3760

Abstract

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kedatangan Artificial Intelligence (AI) Generatif dimaksudkan untuk memudahkan berbagai kalangan, tak terkecuali para pekerja kreatif. Meski dirancang untuk memudahkan berbagai proses kerja, namun kemunculannya turut memicu pro dan kontra terutama bagi para Animator yang sebagian tugasnya kini mulai digantikan oleh AI. Penelitian ini tidak bertujuan untuk menentukan apakah penggunaan AI Generatif dalam industri kreatif merupakan hal yang benar atau salah, melainkan ingin mengupas lebih dalam persepsi para pelaku industri terhadap fenomena tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, peneliti menyusun narasi berdasarkan wawancara mendalam bersama para informan yang memiliki latar belakang profesi sebagai animator. Fokus utama penelitian ini tertuju pada penggunaan AI Generatif dalam produksi konten iklan di platform YouTube, bahkan beberapa perusahaan besar seperti Indomie, Coca-Cola, hingga KFC pun kini mulai menggunakan teknologi AI dalam pembuatan iklan komersial mereka. Oleh karena itu, menarik untuk ditelusuri bagaimana persepsi para animator terhadap kehadiran dan penggunaan AI Generatif dalam proses produksi iklan tersebut.
Analisis Resepsi Penonton terhadap Hubungan Ibu dan Anak pada Film "Our Season" Suwandi, Elsawati; Alamiyah, Syifa Syarifah
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i1.4756

Abstract

"Our Season" is a South Korean family fantasy drama film that presents the complexity of the emotional relationship between mother and child. This study aims to examine how the audience constructs the meaning of the mother-child relationship depicted in the film. With a qualitative approach and using Stuart Hall's reception analysis theory, this study explores various meanings from five informants. The results show that openness is understood as a form of selective honesty, while the mother-child relationship in the film is understood as a relationship full of wounds and openness is understood as the result of wounds of regret. Informants in the Dominant Hegemony position accept the film's message in its entirety and emphasize the importance of a mother's hierarchical values. Meanwhile, informants in the Negotiation position agree with some of the film's messages, but doubt its application in real life. Meanwhile, informants in the Opposition position reject the values conveyed by the film, considering it too biased towards children, and not highlighting parental responsibility enough. These findings demonstrate how personal experiences shape interpretations of family representations in the media, particularly in the context of emotional communication between mothers and children.
Resepsi generasi Z Surabaya terhadap konsep kompleksitas emosi dalam film inside out 2 Aulia Elizabeth Dewi Maharani; Syarifah Alamiyah, Syifa
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As a popular communication medium, film holds great potential in delivering educational messages to the public, including those related to emotional literacy. Inside Out 2 portrays the dynamics of emotional complexity experienced by adolescent characters and has generated various responses from audiences, particularly Generation Z. The aim of this study is to examine how Generation Z in Surabaya receives and interprets the concept of emotional complexity presented in the film. This study explores how Generation Z in Surabaya receives the concept of emotional complexity as presented in Inside Out 2, using Stuart Hall’s reception analysis. A qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews involving eight informants from diverse social, educational, and age backgrounds. The findings reveal that informants fall into three reception positions: dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. Most informants fully accepted the film’s message, stating it helped them better understand emotions and fostered self-acceptance. Some informants negotiated the film’s message based on cultural values and personal experiences, such as the emphasis on emotional toughness within Surabaya’s local culture or being raised in an authoritarian parenting style. Meanwhile, others rejected the film’s message, perceiving it solely as light entertainment without deeper meaning. Reception of the film was influenced by emotional literacy, personal experience, culture, and access to media and psychological education. Overall, Inside Out 2 was viewed by most informants not only as entertainment, but also as an educational medium that enhances awareness of the importance of understanding and managing emotions in a healthy way. Keywords: Emotional complexity; reception analysis; generation z; inside out 2.   Abstrak Film sebagai media komunikasi populer memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat, termasuk dalam hal literasi emosi. Film Inside Out 2 menampilkan dinamika kompleksitas emosi yang dirasakan tokoh remaja, dan menuai berbagai tanggapan dari audiens, khususnya Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Generasi Z Surabaya menerima dan memaknai konsep kompleksitas emosi yang ditampilkan dalam film tersebut. Penelitian ini membahas mengenai penerimaan Generasi Z Surabaya terhadap konsep kompleksitas emosi dalam film Inside Out 2 dengan menggunakan analisis resepsi dari Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan data dikumpulkan melalui in-depth interview kepada delapan informan dengan latar belakang sosial, usia, dan pendidikan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berada dalam tiga posisi penerimaan yakni dominant-hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Mayoritas informan menerima sepenuhnya pesan film karena merasa terbantu dalam memahami emosi dan menerima diri (self-acceptance). Sementara itu, sebagian informan menegosiasikan pesan film dengan latar belakang budaya dan pengalaman pribadi, seperti nilai ketangguhan yang kuat di lingkungan Surabaya atau pola asuh yang otoriter. Adapun informan lainnya menolak pesan film karena hanya melihat film ini sebagai hiburan semata tanpa makna reflektif. Penerimaan terhadap film ini dipengaruhi oleh faktor literasi emosi, pengalaman, budaya, serta akses terhadap media dan pendidikan. Film Inside Out 2 dinilai sebagian besar informan bukan hanya sebagai hiburan, namun media edukatif yang mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami dan mengelola emosi secara sehat. Kata-kata kunci: Kompleksitas emosi; analisis resepsi; generasi z; inside out 2
Co-Authors Achmad Habib Dwi Prakoso Ade Kusuma Agil Satriyo Adji Agus Wahyudi Ahimsa Adi Wibowo Ahmad Farih Ramadani Ahmad Zamzamy Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian Ainaya Pradina Putri Ainaya Pradina Putri Aldi Purnomo Alfien Baddrin Afdhilla Allan Ruhui Fatmah Sari Amalia Amira Nur Rohma Amri Muhaimin Andisa Rizky Febrianti Angela Lisanthoni Arianto, Irwan Dwi Aulia Elizabeth Dewi Maharani Aulia Putri Nur Aini Azzahra, Fathoyya Vya Bayu Asmoro Bella Febriyana Ananda Brilianty, Thara Catur Suratnoaji Chairil, Augustin Mustika Chasanah, Nuri Fitrianingrum Dewi Ratih, Dewi Dewi, Nanda Rachma Didiek Tranggono Dina Safira Putri Dinda Rizki Anita Dita Atasa DR. CATUR MSI SURATNOAJI Dyva Claretta Elsa Maghfira Paramesti Endah Siswati Esti Puji Rahayu Fahrudin, Tresna Maulana Fani, Meithia Fina Salsabila Latif Fitrania Yunsafa Cahayani Fitri, Nisaul Heidy Arviani HT, Nafisa Kahla Husna, Arina Himatul Isna Meydiawati Juwito Juwito Kadek Sharidevy Anggira Gashya Kusuma, Ade Kusuma, Ade Kusuma, Ade Latif Ahmad Fauzan Lidya Britania Putong Lisanthoni, Angela Mahmudalia Rosa Yulaicho Meithia Fani Moeksim, Thania Muhaimin Atmaja Irtonov Muhaimin, Amri Mutiara Adilah Putrifia Nabila, Shelly Anisa Niken Desy Nisaulfitri Nira Zhahfirah Puspitasari Novia Dia Kumala Oktifani Winarti, Oktifani Pradika, Mohammad Fawaid Rasyidah, Resa Razanah Mutiara Rysan Rosalinda Manullang Roziana Febrianita Sadila, Alya Salsabila Latif, Fina Sandra Berliana Dewi Sari, Allan Ruhui Fatmah Sherina Pebriany Marpaung Simamora, Anatia Suksmawati, Herlina Suwandi, Elsawati Theressia Sunday Sillalahi Tresna Maulana Fahrudin Velia Audi Hervitya Viana, Riska Indah Vieri Samuel Juliando Pakpahan Widya Berlian Permatasari Yoga Raffi Krisnanda Putra Zainal Abidin Achmad Zuhair Nizzah Izzul Haq Zulmi, An Rezika Amalia