p-Index From 2021 - 2026
8.981
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kinesik Jurnal Ilmu Komunikasi Telematika : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Jurnal Kajian Komunikasi Nomosleca Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Akuntabel : Jurnal Ekonomi dan Keuangan JWP (Jurnal Wacana Politik) Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial PRoMEDIA EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Journal Publicuho Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Journal of Media and Communication Science (JcommSci) The Journal of Society and Media Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) ANALISIS - SCIENTIFIC JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND ACCOUNTING Jurnal Ilmu Komunikasi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ilmu Komunikasi Nusantara Science and Technology Proceedings Global and Policy Journal of International Relations Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema Jurnal Signal Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK) JOSAR (Journal of Students Academic Research) El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies Lentera : Journal of Gender and Children Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Resepsi Mahasiswa Surabaya Terhadap Hubungan Friends With Benefits Dalam Drama Korea Ahmad Farih Ramadani; Syifa Syarifah Alamiyah
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9, No 1 (2023): April 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v9i1.1840

Abstract

Drama Korea Nevertheless merupakan serial drama televisi yang bergenre romantic dengan Yu-nabi dan Park Jeon sebagai tokoh Utama dalam drama tersebut. Menceritakan Hubungan Pertemanan dengan Manfaat (Friends With Benefits) antara Yu-Nabi Mahasiswi Seni Rupa yang tidak percaya dengan cinta karena trauma cinta di masa lalu dan Park Jeon Mahasiswa Seni Rupa yang tidak ingin menjalin Hubungan Tanpa Status (Komitmen). Penelitian ini bertujuan untuk mencari bagaimana pemaknaan penonton Mahasiswa di Surabaya terhadap Hubungan Friends With Benefits yang digambarkan dalam Drama Korea Nevertheless. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Resepsi Stuart Hall yang membagi interpretasi penonton kedalam tiga posisi yaitu Posisi Hegemoni Dominan, Posisi Negosiasi dan Posisi Oposisi. Hasil dari penelitian ini menujukkan dari lima informan terdapat satu informan berada dalam posisi Hegemoni Dominan, tiga informan dalam posisi Negosiasi dan satu informan dalam posisi Oposisi.
KRITIK SOSIAL DALAM KONTEN KOMEDI "INGIN JADI RAKYAT YANG BAIK" DI AKUN INSTAGRAM @BINTANGEMON Isna Meydiawati; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 11, No 1 (2023): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v11i1.7546

Abstract

ABSTRAK “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon adalah salah satu konten komedi yang dibuat oleh komika Bintang Emon. Dalam konten tersebut Bintang Emon menyampaikan materi komedinya dalam bentuk monolog dengan membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menguak kritik sosial yang termuat dalam konten komedi dengan materi komedi yang membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari video komedi berjudul “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon, serta studi pustaka dari berbagai sumber untuk mendukung penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konten komedi tersebut mengkritisi kinerja anggota dewan seperti: 1.) proses pengesahan rancangan undang-undang Cipta Kerja yang dilakukan tengah malam yang mengesankan sikap terburu-buru anggota dewan dalam memperjuangkan hak masyarakat ; 2.) tindakan represi, seperti teror yang diperoleh masyarakat yang vokal memberikan kritik serta penangkapan demonstran, menandai perwujudan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia yang belum sepenuhnya terwujud ; 3.) keberadaan UU ITE yang dalam implementasinya mempersempit kebebasan hingga mengancam keselamatan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di media sosial ; 4.) sikap pejabat publik yang cenderung abai dan menghindar ketika ada aksi demo yang dilakukan masyarakat. Kata-kata Kunci: Kritik sosial, Konten komedi, Kinerja anggota dewan, Kebebasan berpendapat, Demokrasi
Covid-19 Information on Social Media and Anxiety Disorders in Students Sherina Pebriany Marpaung; Syifa Syarifah Alamiyah; Theressia Sunday Sillalahi
JOSAR (Journal of Students Academic Research) Vol 6 No 3: September 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/josar.v7i1.1543

Abstract

The Covid-19 pandemic has had an impact on all levels of society around the world, including in Indonesia. Since its appearance in Wuhan China, various information and news about this virus has been massively broadcasted through various channels. Posts on social media can be in the form of news links from official mass media channels, in the form of opinions about Covid-19. This research focused on the relationship bertween information of covid-19 on social media and the level of anxiety of university students and the objective of this research to seek the relationship or causality among both variable. Independent variable on this research is the social media post about covid-19 (X), which is influence to dependent variable that is the level of anxiety of university students. A number of 100 students participated on the research and filled the questionnaire, which was distributed along September 2020. At that time, Indonesia has experienced the second wave of the Covid-19 global pandemy. The study find that there is relationship between Covid-19 information on social media and the anxiety level of university students. However the relationshipsamong both variables is on the low level. These findings show imply that there is a need for the party who are in the effort on pandemic mitigation to put attention about the information spread on the society, considering that those information could influence to the mental health of the university students and the welfare of the society at general
SEMIOTIC ANALYSIS OF MULTICULTURALISM REPRESENTATION ON CHILD CHARACTERS IN THE FILM “CUTIES” Aldi Purnomo; Syifa Syarifah Alamiyah; Catur Suratnoaji; Juwito
JOSAR (Journal of Students Academic Research) Vol 7 No 1: March 2022
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/josar.v8i1.2122

Abstract

This study focused on the multiculturalism representation of child characters in the movie “Cuties” (2020), directed by Maimouna Doucoure. The research was interesting as it represented the child characters into multiculturalism issues which became the central problem in “Cuties”. The data was obtained in the form of movie scenes that presented the structure of multiculturalism issues. These issues were shown both visually and narratively. The study was a descriptive qualitative study using a semiotic analysis method that referred to the John Fiske model, which consisted of reality level, representation level, and ideology level. The symbols in the movie scenes represented the multiculturalism in “Cuties”. This multiculturalism could convey the diversity and differences in French society. The result of study indicated that multiculturalism was shown by the process of accepting a new culture, which was represented through attitude, behavior, narration, and other aspects in the movie through the characterization of Amy as the child character. Besides, the existence of this multiculturalism process could construct the identity formation in anyone without exception to a child.
Fitur Instagram Shopping Avoskin Dalam Keputusan Pembelian Konsumen Remaja Putri di Kota Surabaya Andisa Rizky Febrianti; Heidy Arviani; Syifa Syarifah Alamiyah
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 03 (2023): EQIEN- JURNAL EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi DR KH EZ Mutaqien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34308/eqien.v12i03.1452

Abstract

The presence of the Instagram Shopping feature has made many businesses and brands take advantage of this feature, including Avoskin, to make it easier for consumers to shop. For this reason, this research was conducted to explore the role of Avoskin's Instagram Shopping feature in the purchasing decisions of young female consumers in the city of Surabaya. The research method was carried out qualitatively, involving 10 high school students as research participants. Data was collected through in-depth interviews and content analysis on Avoskin's Instagram account. The results of the study show that Avoskin's Instagram Shopping feature plays a role in purchasing decisions because it provides an informative display, is easily accessible and minimally distracted, so that consumers can easily find out product and price information. In addition, this feature also makes it easier for consumers to make purchases directly through the Instagram application, which provides a convenient and efficient experience.
CELEBRITY SHARENTING : PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP KONTEN SHARENTING DI INSTAGRAM Fina Salsabila Latif; Syifa Syarifah Alamiyah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4281-4289

Abstract

Era digital mendukung adanya fenomena baru mengenai cara orang tua mengasuh anaknya, di era ini menuntut orang tua untuk terkoneksi dengan orang tua lain, mendapatkan informasi dan berbagi. Hal tersebut menimbulkan fenomena sharenting yang merupakan sebuah kegiatan membagikan informasi parenting yang dilakukan oleh orang tua pada media sosialnya. Selain ahli parenting, Sharenting juga dilakukan oleh beberapa selebriti salah satunya Rachel Vennya, banyak pro-kontra terkait kegiatan sharenting yang dilakukannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara mendalam (Indepth Interview) dan juga dokumentasi. Sedangkan informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis resepsi Stuart Hall, yaitu menggambarkan tiga posisi khalayak dalam mengkontruksikan pesan, yakni posisi dominan-hegemoni, negosiasi, dan oposisi. Melalui penelitian ini ditemukan pemaknaan yang dilakukan orang tua yaitu sharenting dapat menjadikan anak terkenal, sharenting sebagai supporting orang tua (ibu) lain dan sharenting sebagai galeri digital. Adapun temuan lain berupa sebuah penerimaan dari orang tua dalam penelitian ini sebagian besar menerima namun menegosiasikan karena ada sebuah batasan yang timbul dari konten yang diunggah oleh Rachel Vennya atas dasar ketidaksesuaian nilai dan pengalaman yang dimiliki oleh orang tua.
Analisis Resepsi Konten Pendidikan Seksual Berbasis Islam dalam Instagram @taulebih.id Widya Berlian Permatasari; Syifa Syarifah Alamiyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.3027

Abstract

Suatu hal yang berkaitan dengan isu seksual kerap kali dipandang tabu oleh masyarakat, utamanya masyarakat Indonesia. Hal seksual dianggap sebagai topik yang sensitif dan selalu dikaitkan dengan konotasi negatif. Meskipun begitu, kasus yang berkaitan dengan seksualitas dari tahun ke tahun selalu meningkat di Indonesia. Adanya fenomena ini turut dikaitkan dengan rendahnya akses pendidikan seksual bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi anak usia remaja menuju dewasa. Berkaitan dengan hal ini, pada akhirnya mereka berupaya untuk mengakses informasi mengenai pendidikan seksual dari platform secara online, yaitu Instagram. Salah satu Instagram yang kerap kali membagikan informasi mengenai pendidikan seksual adalah @taulebih.id. Pembahasan mengenai pendidikan seksual tidak hanya disampaikan secara umum, namun juga berdasar pada sumber Al-Qur’an dan hadist yang sesuai dengan ajaran Islam. Meskipun begitu, beberapa postingan konten yang dimuat turut menimbulkan pro dan kontra karena pemikiran audiens yang semakin terbuka dan mendapatkan berbagai macam informasi baru yang berasal dari media sosial serta pengaruh lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerimaan audiens, yaitu usia dewasa awal mengenai konten pendidikan seksual berbasis Islam pada Instagram @taulebih.id. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis resepsi milik Stuart Hall. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi penerimaan informan serta terdapat berbagai macam jawaban dari informan, namun informan cenderung setuju yang dikategorikan dalam posisi dominan-hegemonik terhadap konten dari Instagram @taulebih.id.
Komunikasi Hyperpersonal dalam Chatting Anonim Pengguna Bot Anonymous Chat di Telegram Niken Desy Nisaulfitri; Syifa Syarifah Alamiyah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.3182

Abstract

Fenomena chatting anonim semakin popular di masa pandemi dan dianggap dapat menjadi tempat untuk curhat atau sekadar mengobrol dengan orang lain. Salah satu platform chatting anonim yang menarik perhatian adalah bot Anonymous Chat Telegram. Tak jarang ditemui cerita pengalaman dari pengguna bot ini yang berhasil membangun hubungan interpersonal secara intim meski dengan identitas anonim. Sejalan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan interaksi dalam komunikasi hyperpersonal yang terjadi pada pengguna bot Anonymous Chat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis teori CMC model komunikasi hyperpersonal milik Walther. Data didapatkan melalui wawancara mendalam kepada 6 pengguna bot Anonymous Chat yang melakukan percakapan minimal sebanyak lima sampai sepuluh kali. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi hyperpersonal yang dilakukan pengguna bot Anonymous Chat Telegram melewati proses dialektika manajemen yang unik dan cukup berbeda dengan asumsi Walther. Meski dalam kondisi anonim, pengguna melakukan pengungkapan diri secara parsial, presentasi diri yang lebih jujur, bebas dalam menggunakan bot, atribusi ketika identitas lawan bicara teridentifikasi, serta menerima umpan balik yang berpengaruh pada keputusan terhadap kelanjutan suatu hubungan.
Strategi Komunikasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan dalam Meningkatkan Literasi Pemustaka Usia Sekolah Meithia Fani; Syifa Syarifah Alamiyah
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi (JIMIK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v5i1.548

Abstract

Literacy in Indonesia is relatively low at 0.001 percent. Referring to literacy data from East Java Province, Bangkalan Regency has a level of reading interest (TGM) of 67,2. As a strategy to increase the literacy of school-aged users, the Department of Library and Archives Regency Bangkalan carried out several program stages. This research aims to find out how the communication strategy of the Bangkalan Regency Library and Archives Service improves the literacy of school age users. The method used in the research is a descriptive qualitative method by collecting observation data and in-depth interviews with staff, librarians and school age users. The results of this research indicate that to increase the literacy of school-age users at the Department of Library and Archives Regency Bangkalan, they have implemented a communication strategy which was analyzed using a five-step strategy model. Apart from that, specific strategies to increase literacy consist of 4 forms, namely Internal (Library Development Training and TPBIS Development), External (BangLabang, Kubiling, eBecah, Library Visits, Literacy Seminars, Selection of Literacy Ambassadors, and Storytelling Competitions), Digital (Social media management: Instagram, Facebook, Youtube, and TikTok), and Collaboration (Bangkalan Children's Forum and PT Gramedia).
Representation of Interpersonal Conflict in Deaf Families with Child of Deaf Adult in the Film “CODA” HT, Nafisa Kahla; Alamiyah, Syifa Syarifah
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v9i1.8765

Abstract

The film “CODA” portrays complex interpersonal conflicts within a family. These conflicts arise when a CODA and other family members have differing views on life and their aspirations, causing the CODA to balance between her dreams and responsibilities to her deaf family members. This research aims to find out the representation of interpersonal conflict in a deaf family with a Child of Deaf Adult in the movie CODA. This research uses qualitative method with Roland Barthes semiotic approach to explore the meaning of denotation, connotation, and myth, particularly within the context of interpersonal conflicts faced by family members in the film “CODA”. The results show that interpersonal conflicts are depicted through quarrels, passive-aggressive behavior, and value clashes, which arise as a result of differences in cultural identity, family expectations and hopes, adjustment and dependence, and inequality of roles and responsibilities. The movie also breaks some myths, namely the assumption that the responsibility and role of an interpreter lies only with a CODA, the myth that one's success and happiness lies in financial success and business stability, and the myth that deaf people cannot be independent and always depend on others.
Co-Authors Achmad Habib Dwi Prakoso Ade Kusuma Agil Satriyo Adji Agus Wahyudi Ahimsa Adi Wibowo Ahmad Farih Ramadani Ahmad Zamzamy Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian Ainaya Pradina Putri Ainaya Pradina Putri Aldi Purnomo Alfien Baddrin Afdhilla Allan Ruhui Fatmah Sari Amalia Amira Nur Rohma Amri Muhaimin Andisa Rizky Febrianti Angela Lisanthoni Arianto, Irwan Dwi Aulia Elizabeth Dewi Maharani Aulia Putri Nur Aini Azzahra, Fathoyya Vya Bayu Asmoro Bella Febriyana Ananda Brilianty, Thara Catur Suratnoaji Chairil, Augustin Mustika Chasanah, Nuri Fitrianingrum Dewi Ratih, Dewi Dewi, Nanda Rachma Didiek Tranggono Dina Safira Putri Dinda Rizki Anita Dita Atasa DR. CATUR MSI SURATNOAJI Dyva Claretta Elsa Maghfira Paramesti Endah Siswati Esti Puji Rahayu Fahrudin, Tresna Maulana Fani, Meithia Fina Salsabila Latif Fitrania Yunsafa Cahayani Fitri, Nisaul Heidy Arviani HT, Nafisa Kahla Husna, Arina Himatul Isna Meydiawati Juwito Juwito Kadek Sharidevy Anggira Gashya Kusuma, Ade Kusuma, Ade Kusuma, Ade Latif Ahmad Fauzan Lidya Britania Putong Lisanthoni, Angela Mahmudalia Rosa Yulaicho Meithia Fani Moeksim, Thania Muhaimin Atmaja Irtonov Muhaimin, Amri Mutiara Adilah Putrifia Nabila, Shelly Anisa Niken Desy Nisaulfitri Nira Zhahfirah Puspitasari Novia Dia Kumala Oktifani Winarti, Oktifani Pradika, Mohammad Fawaid Rasyidah, Resa Razanah Mutiara Rysan Rosalinda Manullang Roziana Febrianita Sadila, Alya Salsabila Latif, Fina Sandra Berliana Dewi Sari, Allan Ruhui Fatmah Sherina Pebriany Marpaung Simamora, Anatia Suksmawati, Herlina Suwandi, Elsawati Theressia Sunday Sillalahi Tresna Maulana Fahrudin Velia Audi Hervitya Viana, Riska Indah Vieri Samuel Juliando Pakpahan Widya Berlian Permatasari Yoga Raffi Krisnanda Putra Zainal Abidin Achmad Zuhair Nizzah Izzul Haq Zulmi, An Rezika Amalia