Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Panaek Bungkulan Pada Etnik Batak Angkola/Mandailing: Kajian Kearifan Lokal Gultom, Pelix Gabriel; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman; Purba, Asriaty R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Panaek Bungkulan Pada Etnik Batak Angkola/Mandailing: Kajian Kearifan Lokal”. Adapun tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pada panaek bungkulan, dan mendeskripsikan nilai kearifan lokal pada panaek bungkulan. Dalam penulisan artikel ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan panaek bungkulan yang dimulai dari musyawarah kaum kerabat, megundang pihak dalihan natolu(pihak mora,kahanggi an boru),peletakan batu pertama,mengoleskan santan ke bubungan kayu, membungkus bubungan kayu dengan ulos abit godang, menaikkan bubungan kayu, menaikkan pisang, menaikkan tebu, menaikkan kelapa, menaikkan kundur, menanam pohon pisang, dan makan bersama. Dan terdapat 11 nilai kearifan lokal pada panaek bungkulan yaitu kesopansantunan, kesetiakawanan sosial, komitmen, rasa syukur, kerja keras, disiplin, pelestarian dan kreativitas budaya, dan peduli lingkungan.
Psikosastra Legenda Pangulu Balang Pada Masyarakat Batak Toba di Desa Huta Godang Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara Tambunan, Wati; Damanik, Ramlan; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Legenda yang ada di Desa Huta Godang, Kecamatan. Muara, Kabupaten. Tapanuli Utara. Pendeskripsian legenda Pangulu Balang dengan menggunakan kajian psikosastra berdasarkan teori Sigmund Freud. Adapun unsur intrinsik yang di dapat dari legenda ini adalah tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat serta id, ego, superego. Serta keperibadian tokoh yaitu, empati, emosional, bersifat keras, tidak tenang, suka menolong, pantang menyerah, ingatan baik, teliti, muda mengerti, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini tentang sejarah Legenda Pangulu Balang dalam masyarakat. Dalam legenda maupun dalam masyarakat masing-masing memiliki struktur yang menjaga sistem yang selalu seimbang untuk menjaga untuk menjaga kenyamanan masyarakat. Legenda ini menceritakan sebuah patung Pangulu Balang yang merupan sebuah patung penjaga kampung dan antar marga, demi kenyamana masyarakata yang ada di kampung tersebut patung ini menjadi penolong bagi masyarakat yang ada di Desa Huta Godang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Legenda Pangulu Balang juga memberikan nilai yang positif bagi masyarakat serta mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan segala hal didalam kampung tersebut.
Nilai Nilai Budaya dalam Permainan Tradisional Simalungun Damanik, Ramlan; Mulyani, Rozanna; Fadlin, Fadlin; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional Simalungun. Melalui studi literatur dan pengamatan langsung terhadap masyarakat Simalungun, penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan bagaimana permainan tradisional tersebut berfungsi sebagai media transmisi nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Data penelitian diperoleh melelui observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dianalisis dengan menggunakan teori ni Luh Sustiawati. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang kekayaan budaya Simalungun serta memberikan rekomendasi untuk pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya bangsa. Permainan tradisional yang dianalisis sebanyak 5 buah antara lain: marlubuk’ congkak’, marsitengka’engklek’, marjalengkat’ egrang’,margalah’gobak sodor’, dan pattuk lele’ patok lele. Dan setiap permainan dijumpai nilai nilai budaya seperti nilai kebersamaan, nilai sportifitas, nilai estetika dan kreatifitas, nilai disiplin dan nilai hiburan dan olahraga.
" Upaya Membina Keharmonisan dan Tinggalkan Perundungan (Bullying)" dalam Penyuluhan bagi Siswa Sekolah Dasar 091323 di Desa Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius; Purba, Asriaty R; Mulyani, Rozanna; Naiborhu, Torang; Fadlin, Fadlin; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini mengkaji upaya pencegahan bullying melalui program penyuluhan yang komprehensif di Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Dengan menggabungkan kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan dukungan psikologis, diharapkan dapat tercipta suasana sekolah yang harmonis dan bebas dari bullying." Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan yang melibatkan seluruh komponen sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa. Penelitian ini bertujuan juga untuk mengukur efektivitas program penyuluhan dalam membina keharmonisan dan mencegah bullying di kalangan siswa Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya, Kabupaten Simalungun. Melalui pendekatan yang menekankan pada pembentukan karakter positif, empati, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif, diharapkan siswa dapat membangun relasi yang sehat dan menghindari perilaku perundungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, role-playing, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap positif siswa terhadap teman sebaya serta penurunan insiden bullying. Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya menjadi sasaran penelitian ini dengan fokus pada pencegahan bullying. Program penyuluhan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak sangat penting dalam menciptakan perubahan positif dan mengurangi kejadian bullying di sekolah."
Bentuk Lokusi Pada Film Nariti Romansa Danau Toba Karya Deden Bagaskara Sirait, Yuyun Efraim; Purba, Asriaty R; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Lokusi Dan Fungsi Pada Film Nariti Romansa Danau Toba Karya Deden Bagaskara”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi dan mendeskripsikan fungsi tindak tutur pada film Nariti Romansa Danau Toba karya Deden Bagaskara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik yang dikemukakan oleh Searle. Dalam film Nariti Romansa Danau Toba karya Deden Bagaskara, film yang berkisah tentang seorang gadis yang bernama Nariti dan berasal dari pesisir Danau Toba. Pada awalnya ada dua pria yang bersaing mendapatkan hati Nariti, namun Nariti lebih menjatuhkan hatinya kepada pemuda yang bernama Jefry. Namun, hubungan mereka tidak direstui oleh salah satu orangtua dari kedua belah pihak, karena pihak orangtua gadis tidak suka dengan latar belakang orangtua dari pihak pemuda dan tidak hanya itu, Jefry dan Nariti masih memiliki hubungan sedarah atau mereka masih saudara kandung. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat bentuk tindak tutur lokusi sebanyak dua puluh empat (24) teks.
Mangan Na Paet Ritual in the Batak Toba Community: Local Wisdom Study Silalahi, Ayudya Annisa; Siahaan, Jamorlan; Damanik, Ramlan
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i12.7425

Abstract

This research aims to find out the ritual process, form, meaning and function as well as the value of local wisdom contained in the Mangan Na Paet ritual carried out by the Parmalim belief. The theory used in writing this thesis is the Semiotic theory put forward by Charles Sanders Peirce and the Local Wisdom theory by Sibarani (2021). The research method used is a qualitative method. The results of the research are: Mangan na Paet in the Parmalim belief system, there are 18 forms found in the Mangan Na Paet ritual, including: Pounding tool, Ampang, Parmasan, Solup, Jual, Bale, Pangurason, Pardaupan, Lage Tiar (mat), (Inggir -inggir) sparrow eggplant, (Bulung ni botik) papaya leaves, (Sera-sera) small jackfruit, (Te Bolon) kaffir lime, (Lasina) chilies, and (Sira) salt, (Ihutan) Parmalim leaders and general participants , as well as the time of implementation in the morning or manogot ni ari, of the 18 forms above each also has a different function and meaning.
REKONSTRUKSI TEKS DAN ANALISIS FILOLOGIS NASKAH PAGAR TAWAR SITAHAN RASUN (NO.INV.1226/07.135): KOLEKSI MUSEUM NEGERI SUMATERA UTARA Intan P. Siallagan; Warisman Sinaga; Ramlan Damanik
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i2.1276

Abstract

Ancient manuscripts are cultural heritage assets that record past civilizations, knowledge systems, and beliefs of earlier societies. In Indonesia, several ethnic groups still preserve traditional manuscripts written in various indigenous scripts such as Bugis, Balinese, Javanese, Sundanese, Lampung, and Batak scripts. Batak manuscripts are known to contain traditional knowledge, including medicinal formulas, mystical practices, calendrical calculations, and prophecies. This study focuses on identifying the manuscript Pagar Tawar Sitahan Rasun (Inventory No. 1226/07.135), a collection housed at the North Sumatra Provincial Museum. The research applies a philological approach using a qualitative descriptive method to identify the manuscript’s physical and textual characteristics. The findings reveal eighteen essential elements of manuscript identity, including: (1) title, (2) inventory number, (3) storage location, (4) origin, (5) physical condition, (6) dimensions, (7) thickness, (8) number of lines per page, (9) script and writing type, (10) writing technique, (11) writing material, (12) text format, (13) estimated age, (14) language, (15) author (if known), (16) historical background, (17) social function, and (18) content summary. These findings contribute to the initial effort in preserving Batak manuscripts and provide a foundation for further studies on the cultural values contained within them
TAMBAR 'KUNING' SEBAGAI REPRESENTASI EKOLOGIS DALAM BUDAYA BATAK KARO: KAJIAN EKOLINGUISTIK Br Karo Sekali, Emmya Kristina; Herlina, Herlina; Sinulingga, Jekmen; Damanik, Ramlan; Tampubolon, Flansius
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 4 (2025): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v6i4.2033

Abstract

This study aims to examine tambar kuning, a traditional medicine in the Batak Karo community, as an ecological representation through an ecolinguistic approach. Tambar kuning consists of two main types: kuning melas (hot balm) and kuning mbergeh (cold balm), each used according to bodily conditions and environmental factors. The research was conducted in Gurusinga Village, Karo Regency, using a descriptive qualitative method. Data were obtained through observation, interviews, and literature study. The findings show that tambar kuning not only functions as a healing agent but also reflects the Karo people's local knowledge in utilizing natural resources. Its composition is based on local flora, selected for their warming or cooling effects. This practice demonstrates a strong interrelation between language, culture, and ecology. Furthermore, the lexical items related to tambar kuning serve as verbal representations of the community's ecological knowledge system. The study concludes that tambar kuning is an intangible cultural heritage containing ecological and linguistic values that should be preserved as part of the collective identity of the Karo people.
Lanskap Linguistik Kawasan Istana Sisingamangaraja Di Kabupaten Humbang Hasundutan Simamora, Mei Lisriani; Sibarani, Robert; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2: November 2025
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.20.2.163-177

Abstract

This study analyzes the linguistic landscape of the Sisingamangaraja Palace area in Humbang Hasundutan Regency as a representation of cultural identity, language ideology, and strategies for preserving cultural heritage in public space. The study is grounded in Landry and Bourhis’s linguistic landscape theory and Stuart Hall’s perspective of cultural representation. A descriptive qualitative method was employed through visual observation, photographic documentation, and interviews with key informants. Data were interpretively analyzed to examine the use of Indonesian, Batak Toba language, English, and Batak script across various visual media. The findings indicate that the linguistic landscape functions not only informationally but also symbolically, representing historical legitimacy, cultural authority, and spirituality, while serving as a site of negotiation between locality, nationality, and globality in strengthening the collective memory of the Batak community.
Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Dan Praktik Aksara Batak Toba Dan Angkola Bagi Siswa Sekolah Menengah Ramlan Damanik; Warisman Sinaga; Asriaty R Purba; Rozanna Mulyani; Torang Naiborhu
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.921

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan untuk memperkuat identitas budaya generasi muda di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba dan Angkola merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan filosofis yang tinggi. Namun, perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan aksara Latin menyebabkan pengetahuan siswa terhadap aksara Batak semakin menurun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi budaya siswa sekolah menengah melalui pembelajaran dan praktik aksara Batak Toba dan Angkola. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi hasil belajar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa sekolah menengah dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak serta meningkatnya keterampilan membaca dan menulis aksara Batak Toba dan Angkola. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda. Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa melalui pengenalan aksara daerah