Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penerapan Diversi Terhadap Anak Dalam Perkara Kecelakaan Lalu Lintas Arsyad, Arsyad; Hasan, Umar; Munandar, Tri Imam
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v4i2.10878

Abstract

Tujuan yang dicapai dari penelitian untuk memberikan solusi terhadap kendala dalam penerapan Diversi. Hal tersebut berkaitan dengan tingginya kecelakaan lalu lintas yang pelakunya anak. Permasalahan dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak sebagai pelaku yang dapat menyebabkan luka ringan, luka berat, bahkan korban meninggal dunia, memerlukan solusi yang terbaik dilakukan dalam penyelesaiannya adalah dengan Penerapan Diversi. Namun dalam penerapannya sebagai upaya mewujudkan Restorative Justice bisa memunculkan permasalahan dalam pelaksanaannya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian normatif, dengan mengkaji bahan hukum primer maupun skunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak sebagai pelaku bisa diupayakan diversi dan wajib diupayakan dalam proses peradilan pidana anak sebagai upaya dari restorative justice, namun kendala yang dihadapi dalam Diversi yaitu tidak semua kasus kecelakaan lalu lintas yang dilakukan anak dapat dilakukan diversi karena tidak adanya kata sepakat antara pelaku dan korban. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Diversi serta sulitnya untuk mencapai kata sepakat antara pelaku dan korban mengenai ganti kerugian karna belum diaturnya secara jelas mengenai ganti rugi dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Pemeriksaan Kesehatan pada Ibu Hamil di Kelurahan Pandan Jaya Munandar, Tri Imam; Handayani, Lusi; Manurung, Syafril; Agustina, Rati Elvi; Fitria, Rika; Jufira, Putry Rahmani; Kartika, Agustin Mega; Amalia, Mita; Nababan, Eva Daya; Maisulvi, Khofifah; Harnika, Harnika; Putri, Adek; Khoir, Attabik Al; Agustarma, Febriza Eka
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Juli 2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jppm.v2i2.27719

Abstract

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan, kematian dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Pandan Jaya merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Geragai yang tingkat pengetahuan masyarakatnya mengenai stunting masih kurang. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada masyarakat Pandan Jaya pada stunting dan melakukan pemeriksaan kehamilan. Kegiatan ini dilakukan pada hari kamis 22 Juni 2023, bertempat di Puskesmas Simpang Pandan. Peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu hamil dan kader setiap Posyandu di Pandan Jaya. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan mengenai pencegahan stunting, pemeriksaan ibu hamil dan pemberian susu ibu hamil. Kegiatan penyuluhan ini tingkat pemahaman ibu hamil di desa Pandan Jaya meningkat dari 10% menjadi 52% jumlah kunjungan.
Pemanfaatan Limbah Sawit Bernilai Ekonomis untuk Mendukung Ekonomi Masyarakat Kelurahan Rano, Muara Sabak Barat Munandar, Tri Imam; Aini, Mahsuri; Nur Utami, Eka Rizki; Yusra, Hilman; Alamsyah, Risky Tri; Sinaga, Ervina Winra; Ibadillah , Sultonu
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (November 2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jppm.v2i3.28372

Abstract

Berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Tanjung Jabung Timur tepatnya di Kelurahan Rano diikuti dengan banyaknya masyarakat membuka usaha sawit atau pabrik sawit untuk dijual atau diproduksi turunannya seperti minyak goreng dan lain- lain. Semakin banyak hasil perkebunan sawit semakin banyak limbah yang dihasilkan. Limbah yang tercipta dari pengolahan kelapa sawit memiliki vitamin yang mampu membantu pertumbuhan tanaman. Kelurahan Rano merupakan salah satu kelurahan yang mengembangkan tanaman kelapa sawit dengan limbah yang menggangu masyarakat karena menyebabkan masalah lingkungan. Pengabdian ini bertujuan memberikan informasi, ilmu, dan pengetahuan mengenai inovasi pengolahan/ pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk atau olahan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis dengan proses fermentasi disebut juga pengomposan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lokasi, sosialisasi dan pelatihan pada masyarakat mengenai cara pengolahan limbah bekas kelapa sawit tersebut. Pengabdian masyarakat di Kelurahan Rano ini menghasilkan, adanya limbah kelapa sawit diberi campuran kapur dolomit dan juga cairan dekomposer maka akan menghasilkan pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit dengan maksimal maka akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Peningkatan Kesadaran PTM Melalui Penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Obat Gratis di Desa Beluran Panjang Kurniawan, Dwi; Istianah, Syarifatul; Halijah, Halijah; Munandar, Tri Imam; Darminto, Citra
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Juli 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jppm.v3i2.38611

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang membunuh sekitar 41 juta orang setiap tahun atau setaradengan 74% dari semua kematian secara global. Deteksi, skrining dan pengobatan penyakit tidak menular (PTM) merupakan komponen kunci dari respons terhadap PTM. Berdasarkan hasil observasi di Desa Beluran Panjang, sebagian besar masyarakat kurang berminat untuk cek kesehatan dikarenakan kecemasan akan penyakit yang dideritanya. Oleh karena itu, mahasiswa kuliah kerja nyata terdorong untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi serta pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 8 Mei 2024 di Kantor Desa Beluran Panjang bersama dengan pihak Puskesmas Rantau Panjang. Jumlah peserta sebanyak 42 orang dengan usia produktif yaitu 15-64 tahun. Hasil dari penyuluhan yang dilakukan, masyarakat dapat memahami pentingnya cek kesehatan melalui keaktifan untuk bertanya dan berbagi pengalaman kesehatan. Masyarakat bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, cek gula darah, kolestrol, dan asam urat. Penyuluhan kesehatan di Desa Beluran Panjang menjadi sangat penting dalam mengatasimasalah PTM karena dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya memeriksa kesehatan sambil berkonsultasi mengenai upaya pencegahan yang dapat dilakukan.
“Kerupuk Andaliman” Inovasi Pangan Melalui Pemberdayaan Masyarakat untuk Melestarikan Kearifan Lokal di Desa Situngkir Nurfitriyani, Nurfitriyani; Perangin-angin, Gilang Aulia; Munandar, Tri Imam
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (November 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jppm.v3i3.39006

Abstract

Desa Situngkir memiliki potensi pertanian yang melimpah, khususnya dalam komoditas singkong dan andaliman, rempah khas Sumatera Utara yang dikenal memiliki manfaat antioksidan. Untuk meningkatkan nilai tambah dan daya tahan produk berbasis andaliman, program inovasi kuliner berupa pembuatan kerupuk andaliman telah dikembangkan. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Metode pelaksanaan meliputi diskusi dengan perangkat desa, pelatihan produksi, hingga pameran hasil. Hasil inovasi ini berhasil mengatasi kendala keawetan produk keripik andaliman sebelumnya, menciptakan kerupuk dengan cita rasa khas dan daya tahan hingga tiga bulan. Program ini juga melibatkan pemberdayaan kelompok PKK dan BUMDes, memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan pendapatan masyarakat lokal. Potensi pasar produk ini cukup besar, dengan strategi promosi melalui media sosial dan inovasi pengemasan untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan dukungan pemerintah setempat, diversifikasi produk, serta pelatihan berkelanjutan, kerupuk andaliman dapat menjadi ikon kuliner khas Desa Situngkir, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Sumatera Utara ke pasar yang lebih luas.
Upaya Peningkatan Kunjungan Posyandu di Dusun Serai Serumpun Desa Sumber Agung Siregar, Hamdan Maruli; Munandar, Tri Imam; Kurnia, Ayu; Susilawati, Ayu; Novia, Laudy; Lovy, Jelisa Laxmy; Putri, Gendis Klara; Yashinta, Sherly; Lorenza, Putri Suci; Mellinia, Nurul; Darmawanto, Darmawanto; Kurniawan, Hafif; Bhagaswanda, Algi
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (November 2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jppm.v1i1.22573

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Posyandu dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Serai Serumpun merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Sumber Agung yang tingkat kesadaran masyarakatnya masih rendah untuk mengunjungi posyandu. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Dusun Serai Serumpun untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin, 23 Mei 2022, bertempat di rumah Kader Posyandu Dusun Serai Serumpun. Peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi atau balita, ibu hamil, dan wanita yang baru menikah dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan mengenai peran penting posyandu, pengukuran antropometri sebagai deteksi dini, dan pemberian makanan tambahan. Secara keseluruhan kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang peran penting posyandu dan juga meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke posyandu, yaitu dari 14% menjadi 62% jumlah kunjungan. 
Land Conflicts: Mapping Obstacles and Sustainable Solutions Darminto, Citra; Syamsir, Syamsir; Lega, Michael; Munandar, Tri Imam
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.980-987

Abstract

Land conflicts in Indonesia, especially in Jambi Province, have become an urgent issue affecting the ownership and management of agricultural land, forests and natural resources. This problem involves various parties and requires serious handling to reduce social tensions, increase justice, and ensure environmental sustainability. This research aims to explore trends, obstacles, and adaptive solutions in resolving land conflicts in Jambi Province, Indonesia. The research method used is qualitative, involving data collection stages through interviews, observation, and documentation of land conflict cases from various official sources. Nvivo 12 Plus was also used in this study to help code the data. The research findings highlight the complexity and escalation of the urgency of land conflicts in Jambi Province, which are widespread in the plantation and forestry sectors involving a large number of companies in various industrial sectors. The main obstacles faced in resolving conflicts include social tensions, legal uncertainty, lack of coordination, limited resources, lack of public awareness, rapid economic growth, and policy complexity. To overcome this challenge, adaptive and sustainable steps are needed, including strengthening the legal framework, increasing coordination between institutions, and community participation through inclusive dialogue. In addition, human rights and justice-based approaches are integrated to support sustainable conflict resolution while strengthening local capacity to be actively involved in the conflict resolution process. This research provides important insights for future policymakers, researchers, and practitioners. This research also provides important insights for formulating more effective and sustainable policies in dealing with land conflicts in Jambi Province, by integrating approaches based on human rights, justice and community participation.
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI PENANGANAN PELANGGARAN DAN PENGKAJIAN HUKUM UNTUK PANWASLU KECAMATAN SE- KABUPATEN MUARO JAMBI Pebrianto, Dony Yusra; Putra, Akbar Kurnia; Ardianto, Budi; Munandar, Tri Imam
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i1.613

Abstract

The upcoming 2024 General Election (Pemilu) is a new milestone in the conduct of democratic festivities in Indonesia. The year 2024 marks the starting point where elections are held simultaneously every five years, considering another dimension, which is the simultaneous holding of Regional Head Elections (Pilkada) in the same year. One of the cornerstones of the Election Supervisory Board (Bawaslu) is the Sub-district Election Supervisory Committee, known as Panwascam. Panwascam is the lowest-level election supervisory institution that is most effective and equipped to handle electoral violations while serving as a filter for handling violations. Therefore, the capacity and competence of Panwascam are crucial in handling electoral violations. The Chairperson and Members of Bawaslu Muaro Jambi during the 2020 Pilkada had to deal with cases of alleged ethical violations (even if found not proven to have violated ethics). However, what is of concern is that these reports emerged as a consequence of the handling of violations carried out by Bawaslu Muaro Jambi Regency. This workshop will enhance the understanding and knowledge of Panwascam, who predominantly do not have a legal education background, to comprehend the concepts of reasoning, interpretation, and legal analysis. ABSTRAKPemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 mendatang merupakan warna baru dalam penyelenggaraan pesta demokrasi di Indonesia. Tahun 2024 merupakan starting point dimana Pemilu diselenggarakan secara serentak setiap lima tahun sekali mengingat dimensi lain yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga dilaksanakan secara serentak di tahun yang sama. Salah satu ujung tombak Bawaslu adalah Pengawas Pemilu Kecamatan atau yang dikenal dengan sebutan Panwascam. Panwascam merupakan Lembaga pengawas pemilu terbawah yang paling efektif dan memiliki kelengkapan organ penanganan pelanggaran Pemilu sekaligus sebagai filter penanganan pelanggaran. Maka dalam hal ini tentu kepasitas dan kompetensi Panwascam sendiri dituntut dalam hal penanganan pelanggaran Pemilu. Ketua dan Anggota Bawaslu Muaro Jambi pada Pilkada 2020 harus berhadapan dengan perkara dugaan pelanggaran etik (sekalipun diputuskan tidak terbukti melanggar etik), namun yang menjadi perhatian adalah laporan ini muncul karena imbas dari penyelesaian penanganan pelanggaran yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Muaro Jambi. Dengan dilakukannya Workshop ini akan dilakukan peningkatan pemahaman dan pengetahuan Panwascam yang dominan bukan berlatar belakang Pendidikan hukum untuk dapat memahami Konsep penalaran dan penafsiran serta pengkajian hukum.
Meningkatkan Pemahaman Tentang Bahaya Narkotika dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Pada Siswa di SMP N 12 Tanjung Jabung Timur Haryadi, Haryadi; Raffles, Raffles; Munandar, Tri Imam; Monita, Yulia; Bustanuddin, Bustanuddin
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.5391

Abstract

Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi target luarannya yaitu memahami mengenai Ruang Lingkup Narkotika dan Bahaya dari Penyalahgunaan Narkotika dikalangan Remaja khususnya siswa dan mengetahui serta dapat menerapkan peran serta generasi muda khususnya siswa dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika. Generasi muda sebagai penerus bangsa diharapkan mampu memajukan bangsa melalui kecerdasan dan prestasinya. Akan tetapi, saat ini banyak generasi muda kita yang secara perlahan digerogoti oleh zat adiktif Narkotika. Data dari Indonesia Drugs Report Tahun 2022 menunjukkan bahwa angka prevalensi setahun terakhir penyalahgunaan narkoba meningkat dari 1,80 % pada tahun 2019 menjadi 1,96 % di tahun 2021. metode pendekatan berupa sosialisasi. Dengan harapan, setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini tumbuh pengetahuan dan pemahaman serta dapat menerapkan terhadap hasil dari meteri yang telah disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya preventif. Dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba terkhusus dikalangan anak dan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa harus dijamin cita citanya. Upaya pencegahan (Preventif) mesti terus dilakukan sebagai upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika demi masa depan generasi penerus bangsa terhindar dari penyalahgunaan narkotika khususnya di SMP N 12 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.
Dekriminalisasi Penyalah Guna Narkotika Golongan Tiga Dalam Pemenuhan Hak Kesehatan imanuel, imanueljeremypane; Najemi, Andi; Munandar, Tri Imam
PAMPAS: Journal of Criminal Law Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pampas.v6i3.48672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pasal 127 ayat 1 Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terkait dengan pemidanaan yang dilakukan bagi penyalah  guna narkotika golongan tiga. Metode yang digunakan pada penelitian ini Adalah yuridis normative dengan menggunakan pendekatan Perundang-undangan dan konseptual. Hasil dari Penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum terkait penyalah gunaan narkotika golongan tiga, berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pada pasal 127 anka (1) huruf (c) terdapat sanksi pemidanaan kepada penyalah guna narkotika golonag tiga selama 1 tahun. Penjatuhan pidana penjara kepada penyalah guna narkotika golongan tiga yang terdapat di dalam pasal 127 Undang-Undang tentang Narkotika tersebut menjadi sesuatu yang keliru. Hal ini karena sangsi pidana akan menyampingkan  hak kesehatan, karena yang seharusnya dikedepankan adalah penyembuham zat adiksi narkotika kepada pada penyalah guna narkotika golongan tiga. Maka, penelitian ini menyimpulkan bahwa haruslah dilakukan dekriminalisasi untuk melakukan perubahan pemaknaan kepada penyalah guna narkotika golongan tiga, dengan cara pemberian sanksi tindakan berupa rehabilitasi sebagai sanksi utama dan tidak lagi menerapkan sanksi pidana berupa penjara kepada penyalah guna narkotika golongan tiga. Saran dari penelitian ini adalah pengaturan terkait dengan pemberian sanksi rehabilitasi seharusnya wajib dilakukan kepada penyalah guna narkotika golongan tiga, hal ini di harapkan di wujudkan pada Undag-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan melakukan dekriminalisasi kepada pemberian sanksi tindakan berupa rehabilitasi kepada penyalah guna narkotika golongan tiga tersebut dengan cara menghapus norma terkait dengan pemberian sanksi pemidanaan kepada penyalah guna narkotika golongan tiga. ABSTRACT This study aims to analyze and evaluate article 127 paragraph 1 of Law number 35 of 2009 concerning Narcotics, related to the criminalization carried out for third-party narcotics abusers. The method used in this study is normative juridical using legislative and conceptual approaches. The results of the study show that the legal arrangements related to the abuse of third class narcotics, based on Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, in article 127 anka (1) there are criminal sanctions for third narcotics abusers for 1 year. The imposition of prison sentences on group three narcotics abusers contained in article 127 of the Law on Narcotics is something wrong. This is because criminal sanctions will set aside the right to health, because what should be put forward is the cure of narcotic addiction substances to third-party narcotics abusers. Therefore, this study concludes that decriminalization must be carried out to change the meaning of third-class narcotics abusers, by imposing sanctions in the form of rehabilitation as the main sanction and no longer applying criminal sanctions in the form of imprisonment to third-class narcotics abusers. The suggestion from this study is that the regulation related to the provision of rehabilitation sanctions should be mandatory for third-party narcotics abusers, this is expected to be realized in Undag-Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics by decriminalizing the provision of sanctions in the form of rehabilitation to third-party narcotics abusers by removing norms related to the provision of criminal sanctions to group three narcotics abusers three.