Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analysis of Semarang City Government's Mitigation Efforts to Reduce Flood Disaster Risk to Support National Security Onggo Cahyo Wibowo; Ernalem Bangun; Bambang Wahyudi
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 2 No 5 (2023): IJHESS-APRIL 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v2i5.447

Abstract

Disasters are closely linked to human security, which of course is also closely linked to national security. Se Bang Fai is known as a flood-prone district. This study aims to analyze the flood control efforts carried out by the Semarang city government. Disaster is a serious threat to the social life of the existing society and finally to the stability of the nation. The threat that the citizens of Indonesia feel is the frequency of disasters that occur in almost all of Indonesia. Semarang, which is the capital of Central Java province, is vulnerable to flooding. Floods in Sepon City started to occur frequently between 2017 and 2021. Disaster reduction is one of the efforts of the Sepon City Government to reduce the risk of flood disasters. One of the mitigation efforts implemented by the Semarang city government is the construction of the West Tidal Canal and the East Tidal Canal. The construction of 2 rivers: the East Canal and the West Canal is expected to reduce the flood disaster in Sam Nua District. The government must prepare a flood preparedness plan so that the government knows what to do to reduce future flood disasters.
Capacity Building of Candipuro State Senior High School in Mitigation of Mountain Semeru Eruption, Lumajang District Adela Oktavia Islami; Pujo Widodo; Ernalem Bangun; Herlina Juni Risma Saragih
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 2 No 5 (2023): IJHESS-APRIL 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v2i5.451

Abstract

Lumajang Regency has many educational units located in the Semeru eruption disaster risk area. Candipuro High School is a school located in the area of ​​disaster risk III for the eruption of Mount Semeru. Candipuro District does not yet have a disaster-safe education unit. Disaster education in educational units is important to do to improve the capabilities of educational units. This study aims to analyze the implementation of disaster safety education and capacity building at Candipuro High School in mitigating the Mount Semeru eruption disaster. This research method uses quasi-qualitative. Data collection is done by way of interviews, observation and documentation. The results of the study showed that: (1) The implementation of disaster-safe education at Candipuro High School has fulfilled the existing pillars such as safe school facilities, school disaster management, disaster prevention and risk reduction education, but there are still some deficiencies in school disaster management, (2 ) School capacity building is carried out through several programs such as the implementation of disaster-safe education units and participation in disaster response student organizations. The conclusion of this study is that the implementation of disaster-safe education is embodied in disaster safe education unit. In its implementation there are still some shortcomings such as school disaster management that is not good. For capacity building of the five stages, only four stages have been properly fulfilled. In the fifth stage, the evaluation is not yet running. Several dimensions of capacity have emerged such as human resource management, fair participation, program sustainability, partnerships, learning organizations. If the five stages of capacity building and all capacity dimensions appear, then the capacity building at Candipuro High School can run well.
SATU DATA BENCANA INDONESIA (SDBI) SEBAGAI ACUAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM MENJAGA MOMENTUM PEMBANGUNAN NASIONAL Hal Ichbhal; Adi Subiyanto; Ernalem Bangun; Pujo Widodo; Wilopo Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1054-1062

Abstract

Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi dan diperburuk oleh perubahan iklim yang berpotensi menggangu momentum dan pencapaian pembangunan. "Satu Data Bencana Indonesia (SDBI)" yang meliputi pengelolaan data dan statistik tentang risiko bencana, kejadian, dampak serta pemulihannnya. SDBI adalah sumbangsih pemenuhan kewajiban negara untuk melindungi masyarakat Indonesia dari resiko, kejadian, dan dampak bencana. Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama-sama mengembangkan Badan Nasional Satu Data Bencana Indonesia (SDBI).. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan dan memberikan wawasan yang luas tentang data bencana sebagai acuan  pemerintah dan implementasinya bagi para pengambil keputusan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif: pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi; teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Platform SDBI dituangkan  dalam Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Satu Data Bencana. Temuan dalm  SDBI, koordinasi, metodologi yang belum baku, dan komunikasi yang kurang baik. Kesimpulannya adalah bahwa praktik metodologi dan prosedur penanggulangan bencana untuk pengumpulan dan pengelolaan data harus dibagi dalam  kelompok kerja teknis untuk memastikan koordinasi. Perlunya pembentukan kelompok kerja teknis yang terdiri dari BPS, BNPB dan BIG dalam pelaksanaan Satu Data Bencana Indonesia sehingga pembangunan nasional tetap berjalan.
UPAYA PENCEGAHAN BENCANA SOSIAL DI KOTA AMBON MALUKU SEBAGAI LESSON LEARNED ATAS KONFLIK AGAMA TAHUN 2011 UNTUK MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL Agus Mulyana; Kusuma Kusuma; Ernalem Bangun; Pujo Widodo; Wilopo Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1818-1826

Abstract

Kota Ambon merupakan kota yang pernah mengalami bencana sosial konflik lintas agama pada tahun 1999 dan yang terakhir tahun 2011. Sampai dengan penelitian ini dilakukan, kota Ambon secara kondisi faktual merupakan daerah rawan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan sebagai lesson learned dalam mencegah terjadinya kembali bencana sosial tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dengan wawancara terstruktur didukung pengamatan dan telaah dokumen. Subyek penelitian ini adalah aparat TNI yang telah berdinas lebih dari 15 tahun dan menjadi pelaku dalam pengamanan terhadap konflik antar agama di Kota Ambon tahun 2011 sebagai informan. Hasil penelitian bahwa upaya yang dilakukan pada tahap tanggap darurat melalui penguasaan media massa dan respon cepat aparat keamanan secara persuasif dari TNI/Polri. Sedangkan pada tahap pasca bencana dilakukan dengan pelestarian budaya kearifan lokal Pela Gandong, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan kecerdasan budaya melalui sektor pendidikan serta memberantas peredaran minuman keras. Pemahaman tentang fenomena konflik agama sebagai bencana sosial di masa lampau dapat dijadikan pembelajaran sebagai upaya pencegahan bencana di wilayah Kota Ambon Maluku serta daerah lain yanng memiliki potensi ancaman dan kerentanan yang sama di masa mendatang. Kata Kunci: Bencana Sosial, Ambon, Penanggulangan Bencana. 
Pemanfaatan SATAID untuk Analisis Kondisi Atmosfer saat Banjir di Kalukku Menggunakan Metode Numerical Weather Prediction Eka Alfred Sagala; Ernalem Bangun; Adi Subiyanto; Arizka Sri Asmita
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5456

Abstract

Abstrak Banjir akibat hujan ekstrem yang terjadi di Kalukku 11 Oktober 2022 merupakan kejadian terparah yang terjadi dibandingkan tahun–tahun sebelumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kondisi atmosfer untuk mengetahui kondisi perawanan dan indeks labilitas atmosfer selama kejadian hujan lebat tersebut. Data yang digunakan untuk melakukan analisis adalah data citra satelit Himawari-8 dengan menggunakan data kanal inframerah dan data Numerical Weather Prediction (NWP) yang diolah menggunakan software SATAID. Metode NWP dipilih untuk menampilkan parameter labilitas atmosfer. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu puncak awan dari tampilan citra satelit megindikasikan pertumbuhan awan konvektif signifikan yang terjadi selama kurun waktu 06.00–08.30 UTC. Suhu puncak awan terendah yaitu -79 ºC yang terjadi sekitar pukul 07.00 UTC dan 08.00 UTC. Data citra satelit menunjukkan fase pertumbuhan awan mulai terjadi pada pukul 06.00 UTC hingga 11.00 UTC. Kondisi curah hujan tinggi diakibatkan oleh adanya pembentukan awan konvektif dan awan merata. Berdasarkan data indeks labilitas atmosfer yaitu K-Index (KI), Lifted Index (LI), Showalter Stability Index (SSI), dan Total-Totals Index (TTI) menunjukkan nilai yang cukup mendukung saat terjadinya hujan sangat lebat tersebut. Indeks labilitas atmosfer berada pada kategori lemah hingga sedang. Kondisi atmosfer labil terlihat terjadi pada pukul 06.00 UTC yaitu saat pembentukan awan mulai terjadi. Kemudian pada fase peluruhan awan terlihat kondisi atmosfer yang cenderung stabil. Hal ini menunjukkan bahwa software SATAID mampu mengolah data citra Satelit Himawari-8 untuk analisis kondisi atmosfer saat kejadian hujan ekstrem sehingga dapat digunakan sebagai pengetahuan untuk meminimalisir dampak apabila terjadi kejadian berulang. Kata Kunci: Banjir, NWP, SATAID, Labilitas Atmosfer Abstract Floods caused by extreme rains that occurred in Kalukku on October 11, 2022, were the worst events that have occurred compared to previous years. Therefore, it is necessary to analyze the atmospheric conditions to determine the condition of the cloudiness and the lability index of the atmosphere during the heavy rain event. The data used to carry out the analysis are Himawari-8 satellite image data using infrared channel data and Numerical Weather Prediction (NWP) data, which are processed using SATAID software. The NWP method was chosen to display atmospheric lability parameters. The results of the analysis show that the cloud top temperature from satellite imagery indicates significant convection cloud growth that occurs during the period 06.00–08.30 UTC. The lowest cloud top temperature is -79 ºC which occurs around 07.00 UTC and 08.00 UTC. Satellite imagery data shows that the cloud growth phase starts at 06.00 UTC and ends at 11.00 UTC. High rainfall conditions are caused by the formation of convective clouds and even clouds. Based on atmospheric lability index data, namely the K-Index (KI), Lifted Index (LI), Showalter Stability Index (SSI), and Total-Totals Index (TTI), this shows values that are sufficient to support when very heavy rains occur. The atmospheric lability index is in the weak to moderate category. Labile atmospheric conditions were seen to occur at 06.00 UTC, which is when cloud formation began to occur. Then, in the cloud decay phase, it can be seen that atmospheric conditions tend to be stable. This shows that the SATAID software is capable of processing image data from the Himawari-8 satellite to analyze atmospheric conditions during extreme rain events so that it can be used as knowledge to minimize impacts if recurring events occur. Keywords: Floods, NWP, SATAID, Atmospheric Lability
Analisis Angin Zonal dan Meridional dalam Menentukan Awal Musim Hujan di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Eka Alfred Sagala; Ernalem Bangun; Adi Subiyanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5842

Abstract

Abstrak Prakiraan awal musim dan curah hujan yang dikeluarkan BMKG sangat penting salah satunya bagi komoditas pertanian. Kriteria untuk penentuan awal musim ini sangat bervariasi, namun selama ini hanya didasarkan pada jumlah curah hujan tanpa mempertimbangkan indikator lain. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angin zonal dan meridional dalam penentuan awal musim hujan maupun kemarau di wilayah penelitian Seram bagian barat. Selain itu, juga dideskripsikan hubungan curah hujan saat El Nino mengalami penguatan mengingat fenomena ini juga mempengaruhi sistem sirkulasi angin di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data angin zonal dan angin meridional bulanan dari NCEP (National Centre For Environmenttal), akumulasi curah hujan bulanan dari Stasiun Klimatologi Seram bagian barat, dan data ONI NOAA (Oceanic Nino Index NOAA). Dengan metode analisa deskriptif dan statistik dengan melibatkan analisa grafik maka diperoleh bahwa pola curah hujan menunjukkan pola lokal dimana awal musim hujan rata-rata dimulai pada bulan Mei. Analisa angin zonal dapat digunakan dalam menentukan awal musim hujan di Seram Bagian Barat saat tidak ada fenomena global. Hal ini diawali dengan berhembusnya angin zonal timuran dan awal musim kemarau ditandai dengan melemahnya angin zonal timuran yang selanjutnya angin zonal baratan mengalami penguatan. Sedangkan angin merdional dari selatan mengalami penguatan setelah puncak musim hujan terjadi dan melemah setelah puncak musim kemarau terjadi. Kata Kunci: Awal Musim, Angin Zonal, Angin Meridional, Curah Hujan Abstract Forecast of seasonal onset and the rainfall issued by BMKG is very important, one of which is for agricultural commodities. The criteria for determining the start of this season are very varied, but so far only based on the amount of rainfall without considering other indicators. Therefore this study aims to analyze the effect of zonal and meridional winds in determining the start of the rainy and dry seasons in the western part of the Seram research area. In addition, the relationship between rainfall during El Niño has also been strengthened, given the fact that this phenomenon also affects the wind circulation system in the research area. The data used in this study are zonal wind data and monthly meridional winds from NCEP (National Center for Environmenttal), monthly rainfall accumulation from the West Seram Climatology Station, and ONI NOAA (NOAA Oceanic Nino Index) data. With the method of descriptive analysis and statistics involving graph analysis, it is found that rainfall patterns show local patterns where the beginning of the average rainy season begins in May. Zonal wind analysis can be used to determine the start of the rainy season in West Seram when there are no global phenomena. This begins with the blowing of zonal winds and the beginning of the dry season is characterized by a weakening of the zonal winds of the timuran which further strengthens the zonal wind. Whereas the national wind from the south has been strengthened after the peak of the rainy season occurred and weakened after the peak of the dry season occurred. Keywords: Onset of Season, Zonal Wind, Meridional Wind, Rainfall
Increasing Community Preparedness In Facing Floods Disaster In Jakarta City Muliandi Madjid, Mohd; Bangun, Ernalem; Juni Risma, Herlina; Wilopo, Wilopo
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 6 (2024): IJHESS JUNE 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i6.943

Abstract

Flood disasters are the third cause of economic loss of all natural disasters throughout the world. Jakarta, as a waterfront city, is often hit by floods every year, especially during the rainy season. This research is focused on identifying and analyzing community responses and their relationship with their knowledge, preparedness and level of action towards disasters. This research is an exploratory case study research based on primary and secondary data. Research findings show that people in coastal areas have a high level of knowledge about floods (64%). This knowledge is high relative to the sum of their past experiences; However, they are less prepared (43%) because most of the residents are fishermen with low incomes so they don't have to make much effort to adapt to flood-affected houses. On the other hand, people in the interior, they lack knowledge (18%), but they have a good level of preparedness (24%) because of their relatively high-income level. Furthermore, both communities in coastal and inland areas had a high level of action due to high levels of knowledge and experience for coastal residents and good preparedness for inland residents.
Disaster Safe Education Unit Program As An Effort To Reduce Disaster Risk In School Wulandari, Dwi; Bangun, Ernalem; Suwarno, Panji; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 2 (2024): IJHESS OCTOBER 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i2.1164

Abstract

Various sectors experienced losses as a result of the disaster. Education is one sector that is badly affected by disasters, especially when disasters occur during school hours. Students, who are the country's future assets, are the biggest victims. In addition, accidents can cause damage to the learning process, school documents, and school facilities. For this reason, disaster risk reduction management must be in place. One way to do this is by providing education about disaster risk reduction. This research uses a qualitative approach, which means describing and explaining what schools are doing to reduce disaster risk by implementing a disaster-safe education unit program. Steps to describe and explain data by referring to expert opinions. This study shows that the Disaster Safe Education Unit (SPAB) program is very important to implement in schools because it can increase the school community's understanding of matters related to disasters. It is hoped that the implementation of the SPAB program will enable schools to remain safe and comfortable and increase students' understanding of how to deal with disasters
SOSIALISASI POTENSI BENCANA KEBAKARAN KAWASAN PERMUKIMAN DI SMPN 190 JAKARTA BARAT Varecha, Prima Vitra; Wibisono, Naufal; Nandini, Nandini; Astuti, Nurul Indri; Utami, Nurul Aulia; Purba, Ramses Steven; Bangun, Ernalem
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/abdipraja.v5i2.8651

Abstract

Kelurahan Kamal terletak di Kecamatan Kali Deres merupakan salah satu kawasan padat penduduk yang kerap dilanda kebakaran permukiman. Mencegah dan mengantisipasi dampak kebakaran perlu diadakan sosialisasi tanggap bencana tanah kebakaran. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, studi literatur dari berbagai sumber, serta sosialisasi kepada murid SMPN 190 Jakarta Barat oleh tim Manajemen Bencana Universitas Pertahanan. Sosialisasi yang dilakukan meliputi pemberian informasi  mengenai penyebab terjadinya kebakaran, ciri-ciri wilayah rawan kebakaran, ciri-ciri akan terjadinya kebakaran kawasan permukiman, serta mitigasi bencana kebakaran permukiman. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan murid SMP 190 Jakarta Barat khususnya serta masyarakat lingkungan sekitar Kamal, Kecamatan Kali Deres umumnya terhadap bencana kebakaran kawasan permukiman.
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENANGGULANGI RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SINJAI Evans Randongkir, Roling; Widodo, Pujo; Maarif, Syamsul; Kurniawan, Lilik; Bangun, Ernalem; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i2.2025.722-729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat gambaran dari distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti. Hasil analisis ini akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk memudahkan interpretasi sebagai temuan penelitian. Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sinjai sudah baik, ini terlihat dalam peranan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen bencana yang baik, ini terlihat dari bagaimna pemerintah melakukan kerja sama dengan bebagai instansi yang ada di pemerintahan Kabupaten sinjai dalam melakukan proses penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Sinjai yang di dasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor sudah baik, sebagaimana diketahui masyarakat ikut berpartisipasi dalam ikut penyuluhan/sosialisi yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi/dinas terkait lainnya, masyarakat juga ikut dalam menjaga pondasi penahan tebing yang telah dibangun sebagai penopang tebing yang curam agar tidak terjadi pengikisan yang dapat menyebabkan terjadinya erosi. Masyarakat juga selalu tanggap dalam menyikapi himbauan dari pemerintah seperti peringatan prabencana dan keikutsertaan dalam pengadaan logistik dan bahan pembuatan pondasi penahan tebing. Kata kunci: penanggulangan bencana, risiko tanah longsor