Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Assessment of Chemical Risk Literacy among Secondary School Students in the Context of Industrial Disaster Mitigation Anindyajati, Albertus Digwijaya; Maarif, Syamsul; Bangun, Ernalem
JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation Vol. 11 No. 1 (2025): JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jisae.v11i1.55911

Abstract

This study examines the level of chemical risk literacy among secondary school students residing in industrial areas prone to chemical disasters. The research focuses on SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon, located near a chemical industrial zone. The aim is to assess students’ understanding of hazardous chemicals, their preparedness for chemical incidents, and the role of teachers, the Regional Disaster Management Agency (BPBD), and industry in supporting such literacy. Employing a descriptive qualitative approach, data were gathered through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that students’ literacy remains largely theoretical and disconnected from actual environmental risks. Contributing factors include a lack of contextual curriculum, insufficient teacher training, and the absence of joint simulations with BPBD and local industry. This study concludes that a risk-based education approach and contextual assessment are essential to enhance school preparedness for chemical disasters.
The Role of Intelligence in Mitigating the Risk of Social Conflict Disasters in the 2019 Elections Widyasandra*, Adelia Rizki; Puspito Sari, Deffi Ayu; Bangun, Ernalem; Widodo, Pujo; Saragih, Herlina Juni Risma; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 2 (2024): April, The Election and Political History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i2.37794

Abstract

This study explores the critical role of intelligence in mitigating the potential risks of social conflict disasters during the 2019 elections in Indonesia. In the context of democratic processes, elections serve as a pivotal juncture where societal tensions can escalate, leading to potential conflicts and upheavals. This research investigates how intelligence, encompassing strategic information gathering, analysis, and dissemination, can contribute to the prevention and management of such risks. By delving into the proactive measures taken by intelligence agencies this study aims to unveil the ways in which timely and accurate information can shape policies and interventions aimed at averting social conflict disasters. Findings from this research contribute to the broader discourse on the nexus between intelligence, political stability, and conflict prevention. The insights gleaned may inform future electoral strategies and enhance the effective ess of intelligence-led initiatives in safeguarding democratic processes from the destabilizing forces of social conflict. Ultimately, this study underscores the imperative for a holistic and collaborative approach in harnessing the power of intelligence to foster resilient and peaceful democratic societies.
UPAYA PENCEGAHAN BENCANA SOSIAL DI KOTA AMBON MALUKU SEBAGAI LESSON LEARNED ATAS KONFLIK AGAMA TAHUN 2011 UNTUK MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL Mulyana, Agus; Kusuma, Kusuma; Bangun, Ernalem; Widodo, Pujo; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1818-1826

Abstract

Kota Ambon merupakan kota yang pernah mengalami bencana sosial konflik lintas agama pada tahun 1999 dan yang terakhir tahun 2011. Sampai dengan penelitian ini dilakukan, kota Ambon secara kondisi faktual merupakan daerah rawan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan sebagai lesson learned dalam mencegah terjadinya kembali bencana sosial tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dengan wawancara terstruktur didukung pengamatan dan telaah dokumen. Subyek penelitian ini adalah aparat TNI yang telah berdinas lebih dari 15 tahun dan menjadi pelaku dalam pengamanan terhadap konflik antar agama di Kota Ambon tahun 2011 sebagai informan. Hasil penelitian bahwa upaya yang dilakukan pada tahap tanggap darurat melalui penguasaan media massa dan respon cepat aparat keamanan secara persuasif dari TNI/Polri. Sedangkan pada tahap pasca bencana dilakukan dengan pelestarian budaya kearifan lokal Pela Gandong, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan kecerdasan budaya melalui sektor pendidikan serta memberantas peredaran minuman keras. Pemahaman tentang fenomena konflik agama sebagai bencana sosial di masa lampau dapat dijadikan pembelajaran sebagai upaya pencegahan bencana di wilayah Kota Ambon Maluku serta daerah lain yanng memiliki potensi ancaman dan kerentanan yang sama di masa mendatang. Kata Kunci: Bencana Sosial, Ambon, Penanggulangan Bencana. 
AKSI PENGURANGAN RISIKO BENCANA DENGAN PENERAPAN PROGRAM SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA DI SEKOLAH Wulandari, Dwi; Bangun, Ernalem; Suwarno, Panji; Widodo, Pujo; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2430-2433

Abstract

Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang mengalami kerugian dan dampak buruk dari bencana, terutama ketika bencana terjadi selama jam sekolah. Korban terbesar adalah siswa, yang merupakan aset masa depan negara. Selain itu, bencana dapat menyebabkan kerusakan pada proses pembelajaran, fasilitas sekolah, dan dokumen sekolah. Oleh sebab itu, setiap sekolah di Indonesia harus memberikan pendidikan tentang pengurangan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang berarti mendeskripsikan dan menguraikan langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi risiko bencana di sekolah melalui penerapan program satuan pendidikan aman bencana. Langkah untuk mendeskripsikan dan menguraikan data dengan mengambil pendapat beberapa ahli. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi sangat penting untuk dilakukan di sekolah karena mampu meningkatkan pemahaman warga sekolah tentang hal-hal yang terkait dengan bencana. Berbagai jenis kegiatan yang berkaiitan dengan SPAB perlu dilakukan untuk meningkatkan literasi dan mengurangi dampak bencana bagi anak usia sekolah.
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENANGGULANGI RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SINJAI Evans Randongkir, Roling; Widodo, Pujo; Maarif, Syamsul; Kurniawan, Lilik; Bangun, Ernalem; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i2.2025.722-729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat gambaran dari distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti. Hasil analisis ini akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk memudahkan interpretasi sebagai temuan penelitian. Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sinjai sudah baik, ini terlihat dalam peranan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen bencana yang baik, ini terlihat dari bagaimna pemerintah melakukan kerja sama dengan bebagai instansi yang ada di pemerintahan Kabupaten sinjai dalam melakukan proses penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Sinjai yang di dasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor sudah baik, sebagaimana diketahui masyarakat ikut berpartisipasi dalam ikut penyuluhan/sosialisi yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi/dinas terkait lainnya, masyarakat juga ikut dalam menjaga pondasi penahan tebing yang telah dibangun sebagai penopang tebing yang curam agar tidak terjadi pengikisan yang dapat menyebabkan terjadinya erosi. Masyarakat juga selalu tanggap dalam menyikapi himbauan dari pemerintah seperti peringatan prabencana dan keikutsertaan dalam pengadaan logistik dan bahan pembuatan pondasi penahan tebing. 
UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA OLEH MASYARAKAT DESA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Muliandi Madjid, Mohd; Bangun, Ernalem; Risma Juni Saragih, Herlina; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1282-1286

Abstract

Salah satu kabupaten di  Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang mempunyai risiko bencana alam yang tinggi adalah kabupaten Jatinangor. Kabupaten Jatinangor dalam beberapa tahun terakhir dilanda berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor.  Sebagai responnya, pemerintah dan masyarakat telah menggalakkan upaya pencegahan bencana sebelum, saat, dan setelah bencana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat desa kecamatan Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.  Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai peran pada setiap tahapan penanggulangan bencana: sebelum, saat, dan setelah bencana.  Namun masyarakat masih belum memahami bahwa kegiatan yang mereka lakukan  merupakan bentuk pencegahan bencana. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kabupaten Sumedang dapat merancang program untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana baik sebelum, saat, dan setelah bencana.
Mitigasi Bencana Pasca Tambang Inkonvensional (TI) Darat: Perspektif Collaborative Governance Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Atikah, Dina; Bangun, Ernalem; Subiyanto, Adi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2000

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitigasi bencana pasca aktivitas penambangan timah inkonvensional (TI) darat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui perspektif collaborative governance. Permasalahan utama yang diangkat adalah lemahnya regulasi terkait tanggung jawab reklamasi dan pemulihan lingkungan, sehingga aktivitas TI menimbulkan kerusakan ekosistem yang berpotensi memicu bencana ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengelaborasi fenomena mitigasi bencana pasca penambangan TI melalui kolaborasi antara aktor negara dan non-negara, serta menelaah bagaimana upaya kolaboratif tersebut dapat mencegah bencana melalui keluaran kebijakan yang mempengaruhi pola tata lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi yang diperoleh dari media lokal, peraturan daerah, serta wawancara dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam mitigasi bencana pasca penambangan timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif mampu memperkuat koordinasi dan pengawasan lintas sektor, mendorong penataan regulasi pertambangan rakyat, serta memastikan pelaksanaan kewajiban pemulihan lingkungan pasca tambang. Dengan demikian, collaborative governance menjadi strategi penting dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat dengan keberlanjutan lingkungan.
Model Collaborative Governance untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Deli Serdang Alviandi, Donny; Bangun, Ernalem; Uksan, Arifuddin
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.35600

Abstract

Deli Serdang Regency is one of the regions with a high level of vulnerability to hydrometeorological disasters such as flooding, tornadoes, and coastal abrasion. The complexity of its geographical characteristics, settlement expansion, and changes in land use require a collaborative approach to disaster governance. This study aims to analyze the implementation of Collaborative Governance in hydrometeorological disaster mitigation using the Ansell Gash model as the analytical framework. The research employs a qualitative-descriptive method through literature reviews, observations, and interviews with stakeholders at the regency and sub-district levels. The findings indicate that collaborative governance in Deli Serdang has been implemented in several aspects but remains suboptimal, particularly in the mitigation and preparedness phases. The study shows that the components of drivers, principled engagement, shared motivation, and capacity for joint action have not been fully internalized within the institutional structure of BPBD and its multi-stakeholder partners. This research offers recommendations to strengthen spatial-based collaborative governance and integrate geospatial data to enhance disaster mitigation efforts in Deli Serdang.