Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBANDINGAN STOK KARBON PADA VEGETASI MANGROVE ALAMI DAN HASIL REHABILITASI DI PROVINSI BANTEN Susanto, Adi; Khalifa, Muta Ali; Munandar, Erik; Nurdin, Hery Sutrawan; Syafrie, Hendrawan; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Irnawati, Ririn; Rahmawati, Ani; Meata, Bhatara Ayi; Putra, Achmad Noerkhaerin; Alansar, Toufik; Sulistyono, Bakti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.20345

Abstract

Rehabilitasi mangrove dilakukan dalam rangka mengembalikan jasa ekosistem mangrove yang hilang akibat dari kerusakan ekosistem. Salah satu jasa ekosistem yang dipulihkan adalah kemampuan vegetasi mangrove untuk menyerap karbon. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan stok karbon pada vegetasi mangrove alami dan hasil rehabilitasi di Provinsi Banten. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun: Pertama Lontar sebagai stasiun pengamatan pada vegetasi mangrove hasil rehabilitasi; Kedua, Citeureup sebagai stasiun pengamatan vegetasi mangrove alami yang berada di muara sungai; Ketiga, Cigorondong sebagai stasiun pengamatan vegetasi mangrove alami sempadan pantai. Pengamatan dilakukan pada minimal 2 plot 10x10 m2 tiap stasiun, dengan parameter jenis mangrove dan lingkar batang yang dicatat menggunakan aplikasi MonMang 2.0. Hasil pengamatan pada ketiga stasiun ditemukan 7 spesies alami dan 1 spesies hasil rehabilitasi. Stok karbon tertinggi (129,89 – 177,08 ton/ha) ditemukan pada jenis mangrove Avicennia marina yang merupakan spesies alami dari stasiun Lontar dan Cigorondong. Sedangkan spesies rehabilitasi Rhizophora stylosa hanya terdapat stok karbon sebesar 20,38 ton/ha, nilai ini lebih kecil dari beberapa spesies alami lain. Hal ini dikarenakan biomassa tegakan mangrove jenis R. stylosa juga lebih kecil yang dipengaruhi oleh diameter batang yang kecil. Diameter batang yang kecil ini diduga karena pola penanaman yang terlalu rapat sehingga terjadi persaingan intraspesifik antar mangrove. Selain pengukuran stok karbon pada vegetasi, perlu juga dilakukan pengukuran stok pada kolam penyimpanan karbon lain.
Efektivitas Penempatan Apo (Alat Pemecah Ombak) Dalam Upaya Mendukung Pertumbuhan Mangrove (Rizophora sp.) yang Optimal Di Desa Cigorondong Muhammad Rizqi Wirawan; Ginanjar Pratama; Desy Aryani; Adi Susanto; Muta Ali Khalifa; Erik Munandar; Hery Sutrawan Nurdin; Hendrawan Syafrie
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.48031

Abstract

Mangrove merupakan tanaman yang hidup di wilayah pesisir dan memiliki banyak manfaat seperti untuk meredam gelombang, menyimpan karbon, mencegah abrasi dan menstabilkan erosi. Upaya untuk menjaga kelestarian mangrove dilakukan penanaman di Desa Cigorondong dengan tambahan APO (Alat Pemecah Ombak) sebagai pelindung sementara hingga bibit mangrove mempunyai akar yang kuat untuk menahan gelombang secara alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju pertumbuhan mangrove dengan tambahan APO sebagai upaya melindungi bibit mangrove. Penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling sebagai penentu titik stasiun dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, stasiun 1 terletak dekat dengan aliran air hujan, terdapat karang besar, sedikit mangrove alami dan APO yang terbuat dari bambu. Stasiun 2 terletak tepat dibelakang mangrove alami dan ditambah APO yang terbuat dari bambu. Stasiun 3 hanya terdapat APO dari bambu yang menjadi alat pelindung bibit mangrove. Pemeliharaan dilakukan dengan pengukuran tinggi, diameter, jumlah daun dan jumlah bibit yang hidup, pengambilan parameter lingkungan dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan penempatan APO untuk upaya memecah gelombang masih kurang efektif karena ukuran APO dengan tinggi 1 meter dan panjang 6 meter tidak dapat melindungi seluruh bibit mangrove yang ada pada tiap stasiun. Bibit mangrove yang berhasil tumbuh dengan persentase (≥ 60%) hanya ada pada stasiun 2, karena memiliki bantuan perlindungan dari mangrove alami sehingga gelombang dapat terpecah secara optimal dan tidak secara langsung menghantam bibit mangrove. Selain itu, pertumbuhan mangrove juga dipengaruhi oleh parameter lingkungan dan karakteristik substrat.
Co-Authors Abdul Gani Achmad Noerkhaerin Putra Afifah Nurazizatu Hasanah Ahmad Fahrul Syarif Ahmad Raihan Akhsan Fikrillah Paricahya Alansar, Toufik Anggi Kurniasih Ani Rahmawati Ani Rahmawati Aris Munandar Aryani, Desy Bakti Sulistyono Bathara Ayi Meata Budiaji, Weksi Desy Aryani Devi Faustine Elvina Nuryadin Dewi, Inge Yulistia Dini Surilayani Edo Ahmad Solahudin Erik Munandar Esa Rama Widiyawan Exel Muhamad Rizki Fadhil Naufal Tamirrino Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih Febrio, Eren Putra Fis Purwangka Fitri Afina Radityani Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Hamzah, Asep Hamzah, Asep Hasanah, Afifah Nurazizatul Hasanah, Afifah Nurazizatul Hendrawan Syafrie Hendrawan Syafrie Herjayanto, Muh. Hery S. Nurdin Hery Sutrawan Nurdin Irnawati, Ririn Julian Saputra Kamaludin Ahmadi Khalifa, Muta Ali Khalifa, Muta Ali Lana Izzul Azkia, Lana Izzul M. Ana Syabana Mas Bayu Syamsunarno Meata, Bhatara Ayi Meata, Bhatara Ayi Mochammad Riyanto Mohammad Ependi Muhammad Rizqi Wirawan Mulyono S. Baskoro Munandar, Erik Munandar, Erik Mustahal Muta Ali Khalifa Muta Ali Khalifa Muta Ali Khalifa Muta Ali Khalifa Niken Widowati Nofrizal Hayadi Saputra Novita Rahmayanti Nurdin, Hery Sutrawan Nurdin, Hery Sutrawan Nuriman Affandi Rahmawati, Ani Ratu Sari Rifki Prayoga Aditia Ririn Irnawati Ririn Irnawati Suherna Suherna Sulistyono, Bakti Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Syafrie, Hendrawan Tirtana, Denta Toufik Alansar Tya Rizki Murniasih Vianka Nafisa Salsabila Yeni Marliana