Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Akhlak di Tengah Disrupsi Keluarga: Dinamika Relasi Guru-Anak pada Sanggar Belajar Migran di Malaysia Amanda Ayu Amelia; Yusuf Amin Nugroho; Hermawan Hermawan
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4958

Abstract

Fenomena migrasi internasional sering kali memicu terjadinya disrupsi struktur keluarga, di mana anak-anak pekerja migran tumbuh tanpa kehadiran fisik orang tua yang lengkap. Kondisi ini menciptakan tantangan besar dan hambatan dalam pembentukan karakter dan moral anak. Di tengah kekosongan peran tersebut sanggar belajar (SB) hadir sebagai institusi alternatif yang mengambil alih fungsi pendidikan formal sekaligus informal. Banyaknya tantangan dan hambatan yang dihadapi anak pekerja migran seringkali membuat mereka memiliki tekanan emosional serta berpengaruh besar terhadap perkembangan perilaku mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dinamika relasi guru dan anak di SB migran dalam mengimplementasikan proses penanaman Pendidikan akhlak ditengah situasi keluarga yang terdisrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi di Sanggar Belajar, wawancara dengan pengelola sanggar, anak-anak migran, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak di Sanggar Belajar tidak hanya berlangsung secara pedagogis, melainkan berlandaskan pada pembangunan relasi pengganti (surrogate relationship) antara guru dan anak. Guru di SB Migran memainkan peran ganda sebagai pendidik sekaligus figur orang tua pengganti (foster parents). Dinamika relasi ini diwarnai oleh pendekatan emosional, keteladanan, dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan. Meskipun menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu, trauma psikologis anak, pendekatan humanis dan komunikatif terbukti efektif dalam menjaga stabilitas moral dan membentuk akhlak mulia anak. Relasi sosial yang kuat dan empatik antara guru dan anak merupakan kunci keberhasilan pendidikan akhlak di tengah disrupsi keluarga. SB Migran tidak hanya berfungsi sebagai ruang pengajaran, tetapi juga sebagai ruang pemulihan sosial-emosional yang esensial bagi anak pekerja migran.
PERANCANGAN GREENHOUSE AEROPONIK BERBASIS IOT UNTUK OPTIMALISASI MIKROKLIMAT PEMBIBITAN KENTANG DI DATARAN TINGGI TROPIS Ilham Ariawan Al Ashar; Jenny Febrina Andini; Hermawan Hermawan; Ahmad Irfa’i; Gusti Ilman Prayoga; Ghani Al Fatah; Bunga Seroja Sanra Azzahra; Aditya Dwi Anggoro; Slamet Miftahul Huda; Azzam Ghozi Khoirullah; Abi Thri Nur Rozabin; Ahmad Latif Hendrawan; Amy Puspita; Zayyana Maulida
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10329

Abstract

Ketersediaan pangan global menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim dan pertumbuhan populasi yang pesat, sehingga diperlukan inovasi arsitektur pertanian yang adaptif terhadap dinamika lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan greenhouse aeroponik berbasis Internet of Things (IoT) dengan pendekatan experimental design-based research serta berfokus pada metode smart architecture engineering untuk mendukung pembibitan kentang (Solanum tuberosum L.) di dataran tinggi tropis. Sistem dirancang sebagai ruang arsitektural responsif yang mampu mengontrol suhu, kelembapan, dan pencahayaan secara real-time melalui sensor DHT22, BH1750, dan pH–TDS meter yang terhubung ke mikrokontroler ESP32. Implementasi desain adaptif berstruktur baja ringan dengan ventilasi silang dan material reflektif terbukti menjaga stabilitas suhu dalam rentang 18–21 °C dan kelembapan 80–90%, sesuai kebutuhan fisiologis tanaman. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa integrasi arsitektur tropis adaptif dan sistem kontrol IoT menghasilkan lingkungan mikroklimat yang stabil dengan efisiensi energi dan air yang tinggi. Penelitian ini menegaskan peran arsitektur dalam konteks pertanian presisi sebagai sistem termal dinamis yang responsif terhadap perubahan iklim. Model Sustainable Smart Greenhouse Architecture yang dihasilkan berpotensi menjadi solusi replikatif untuk kawasan dataran tinggi Indonesia dalam mewujudkan transformasi digital pertanian dan ketahanan pangan berkelanjutan.
ENERGY SAVING BEHAVIOR THROUGH PEDAGOGICAL STRATEGIES IN ARABIC LANGUAGE LEARNING AT ISLAMIC BOARDING SCHOOL Asep Sunarko; Hermawan Hermawan
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11150

Abstract

This study was motivated by the importance of developing energy-saving behavior in Islamic boarding schools, where students live communally and use electricity, water, and shared facilities in their daily activities. This study aims to analyze the effect of pedagogical strategies in Arabic language learning on students’ energy-saving behavior. A mixed-methods approach was employed using a sequential explanatory design and a quasi-experimental nonequivalent control group design. The participants were 40 students at Nadhrotul Ulum Islamic Boarding School, divided into experimental and control groups. Data were collected through pretest-posttest questionnaires, observations, interviews, and documentation. The results showed that the experimental group’s score increased from 61.40 to 82.15, with a gain score of 20.75, while the control group’s score increased from 60.85 to 67.30, with a gain score of 6.45. The independent sample t-test indicated a significant difference between the two groups, with t = 8.947 and p = 0.000. These findings imply that Arabic language learning can serve as a medium for value education and the formation of sustainable habits in Islamic boarding schools.
Co-Authors Abi Thri Nur Rozabin Adinda Hendriani Aditya Dwi Anggoro Ahmad Atho’ Mukhotib Ahmad Atho’ Mukhotib Ahmad Irfa’i Ahmad Latif Hendrawan Aldhi Nugroho Amanda Ayu Amelia Amy Puspita Andhika Danu Dwi Prasetya Anggit Cahyo Wibowo Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi Asep Sunarko Azzam Ghozi Khoirullah Bunga Seroja Sanra Azzahra Dama Primanda Dandy Fiantoro Dedi Ahmad Fauzi Doni Agil Pamungkas Doni Agil Pamungkas Eddy Prianto Eddy Prianto Eko Wahyu Kurniawan Endah Atika Erni Setyowati erni setyowati Fitri Nur Azizah Fitri Nur Azizah Ghani Al Fatah Guspul, Ahmad Gusti Ilman Prayoga Hafi Sofwan Hendriani, Adinda Septi Hidayatus Sibyan Hidayatus Sibyan Ifan Andriawan Ilham Ariawan Al Ashar Issaq Maulana Jalaludin Jalaludin Jenny Febrina Andini Jozef Svajlenka Kholifatul Azizah Lailatul Firdaus M. Yusuf Amin Nugroho Mad Arifin Monita Nugrahaeni Mualifu Mualifu Muhammad Ali Fikri Muhammad Hanif Muhammad Hanip Muhammad, Rouf Mustakhiqul Khilmi Nadzir Nadzir Nadzir Nadzir Nanda Juwita Nasyiin Faqih Nasyiin Faqih Nofendi Ardiyanto Novan Hidayat Nulngafan Nur Azhari Wulandari Nur Hasanah Nur Hasanah Putri Falda Asvia Riadhotul Khasanah Safi'i, Muhamad Saifu Rohman Salwa Salsabila Sanjaya, Welly Saufa Rahmatun Nazila Siti Latifah Siti Latifah Slamet Miftahul Huda Sunaryo Suryo Andrian Prasetyo Tri Widodo Besar Riyadi Vika Nur Anifah Wella Setyoreni Wisnu Wahyu Santoso Y. Basuki Dwisusanto Yodi Hermansyah Zayyana Maulida Ziko Frebi Dwi Riyanto