Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

RECALL MEMORY REPRESENTASI RASA KEHILANGAN PERPISAHAN ORANG TUA DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Nugrahadi, Muhammad Agam; Yuningsih, Cucu Retno; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang pasti memiliki sebuah kenangan, entah itu kenangan baik atau pun buruk. Tapi bagaimana jadinya ketika seseorang memiliki kenangan buruk yang terus teringat. Terutama jika kenangan buruk itu berasal dari lingkungan yang lebih dekat yaitu keluarga, seperti perpisahan orang tua. Tentu kenangan buruk yang dimiliki akan terus dirasakan semakin dalam dan menjadi sebuah keresahan. Ini lah hal yang menjadi gagasan dari karya lukis tugas akhir <Recall Memory Representasi Rasa Kehilangan Perpisahan Orang Tua Dalam Karya Lukis Mix Media=. Karya ini menjadi salah satu metode mengingat kembali (recall memory) terhadap rasa kehilangan untuk pelampiasan dan pemrosesan emosi ke dalam dua buah kanvas. Dengan adanya karya ini menjadikan media atau wadah sebagai curhat dan lebih menggali lebih dalam mengenai rasa kehilangan yang terjadi terhadap perpisahan orang tua, dengan menuangkan emosi dan pengalaman pribadi ke dalam medium visual dapat memproses duka cita yang terpendam. Karya ini bukan hanya sekadar representasi visual dari pengalaman pribadi, tetapi juga sebuah undangan bagi pembaca untuk merenung dan mungkin menemukan refleksi diri dalam proses pengalaman manusiawi yang kompleks. Kata kunci: recall memory, kenangan, rasa kehilangan, lukis mix media, surealis.
REPRESENTASI ANDROGINI DALAM KARYA VIDEO ART Apriza, Muhamad Faishal; Yuningsih, Cucu Retno; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari sebuah pengamatan penulis ketika melihat sebuah lingkungan kesenian tari. Banyak penari yang ternyata adalah seorang laki laki maskulin yang kesehariannya normal layaknya sebagai laki laki pada umumnya, bagi masyarakat merupakan hal ini merupakan perilaku yang masuk dalam kategori LGBT dimana fenomena ini merupakan sesuatu hal yang menyimpang dan diluar fitrah sebagai manusia. Dalam hal ini penulis berupaya untuk menyampaikan gagasan pribadi akan konsep androgini, di mana hal tersebut bukanlah sebuah penyimpangan serta menyalahi fitrah manusia, akan tetapi androgini merupakan hanyalah penggabungan sifat laki laki dan perempuan tanpa mencampuri atau mendominasi kedua sifat gender tersebut. Atas dasar hal ini, dengan metode penciptaan karya penulis mencoba untuk untuk mengenalkan androgini dengan cara representasi menggunakan visual dengan medium Video Art. Melalui karya Video Art maka dapat dinikmati secara visual serta estetikanya, diharapkan gagasan yang yang berusaha penulis representasikan dapat tersalurkan dengan baik, bahwa fenomena tersebut merupakan sebuah androgini, dan hal tersebut bukanlah menyalahi batas aturan serta fitrah sebagai manusia. Kata kunci: androgini, representasi, video art
REPRESENTASI INFERIORITY COMPLEX DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS INTERAKTIF CAHAYA Raisa, Ragilia; Yuningsih, Cucu Retno; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi anak bungsu dalam keluarga bisa menimbulkan perasaan inferior, pendapat anak bungsu sering diremehkan karena usianya yang paling muda. Kakak menjadi role model dengan pencapaian karir dan kehidupan yang sukses sering kali membuat anak bungsu merasa tidak berharga saat di fase pencarian jati diri. Ditambah pengaruh sosial media dan budaya pamernya, banyak individu yang meragukan kemampuan diri mereka sendiri, sehingga muncul rasa malu dan takut untuk bertindak. Kondisi ini disebut Inferiority Complex, yang timbul karena rasa ketidakcukupan baik fisik maupun psikologis, aktual atau imajiner. Menggunakan seni interaktif karya yang dibuat memadukan medium elektronika teknologi LED dan sensor sentuh dan seni Lukis. Representasi karya ini mengambil konsep dari istilah "Midas touch" atau dalam Bahasa Indonesia <tangan dingin= menggambarkan kemampuan seseorang untuk membuat apa pun yang mereka kerjakan menjadi sukses, seperti sentuhan ajaib yang mengubah segala sesuatu menjadi emas. Karya "You Are Gold Enough" dirancang untuk mengingatkan audiens bahwa mereka berharga dan memiliki keunikan, membantu mengatasi perasaan inferior, dan membangun self-esteem yang lebih tinggi, serta mendorong individu untuk lebih percaya diri dalam pertanyaan tentang nilai diri mereka. Kata kunci: Inferiority Complex, Midas Touch, Self Esteem, Seni interaktif.
REPRESENTASI OBESITAS MELALUI HUMAN ENERGY IMBALANCE PADA TUBUH DALAM KARYA SENI LUKIS SUREALIS Madjiid, Syahjidan Husien; Yuningsih, Cucu Retno; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan tugas akhir ini membahas topik mengenai obesitas sebagai sebuah ancaman bagi tubuh manusia yang direpresentasikan melalui karya seni lukis surealis. Tubuh merupakan aset yang penting bagi manusia untuk dijaga. Obesitas yang hadir menjadi sebuah ancaman yang dapat terjadi pada tubuh manusia karena lemahnya kepedulian diri untuk mengatur pola hidup, hingga pada akhirnya terjadi sebuah ketidakseimbangan energi dalam tubuh manusia yang menuntun berbagai penyakit lainya sebagai pemicu kondisi obesitas. Melalui penciptaan karya, diharapkan dapat menjadi sebuah reminder bagi manusia untuk selalu menjaga pola makan dan aktivitas tubuhnya demi menjaga keseimbangan energi didalam tubuh. <The ParaDies Of Delight Behind= menjadi hasil akhir sebuah pengkaryaan atas penyusunan karya Tugas Akhir ini. Bermedia akrilik di kanvas pada ukuran 200cmx70cm, dengan segala bentuk metafora visual yang kompleks karya tersebut mampu menciptakan makna representatif akan lemahnya manusia dalam menjaga tubuhnya hingga mampu mengalami kondisi obesitas. Kata kunci: obesitas, ketidakseimbangan energi, surealis
REPRESENTASI SELF DISCLOURE DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Ningsih, Sri Mulya; Yuningsih, Cucu Retno; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia seringkali mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan eksistensi dirinya, namun tidak semua manusia dapat menemukan jawabannya. Hal tersebut kemudian mulai mengakar dalam diri manusia yang akhirnya menyebabkan krisis identitas. Penulis menciptakan rancangan karya yang didasarkan pada pengungkapan diri melalui model jendela Johari yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia dalam mengidentifikasi dan memahami esensi diri. Hasil dari pengungkapan diri ini diangkat menjadi sebuah karya lukis mix media yang terdiri dari empat sub karya dengan kisah berbeda. Penggayaan surealis dan teknik kintsugi berkaitan erat dengan kisah yang diangkat, sehingga memiliki peran penting dalam penciptaan karya. Dari hasil pengkaryaan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama penggunaan teknik kintsugi yang rentan dan warna hitam putih yang merepresentasikan keadaan psikologis penulis selama proses pembuatan karya. Selain itu, ada beberapa elemenelemen visual yang mengandung representasi tersendiri di tiap kisah per sub karya hingga akhirnya menjadi satu kesatuan dalam karya akhir. Kata kunci: krisis identitas, jendela Johari, pengungkapan diri, lukis mix media, kintsugi.
Emosi Dasar Dalam Visual Seni Lukis Supriadi, Ryan Aprizal; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam periode globalisasi modern ini kota metropolitan menjadi salah satutempat yang memiliki kesibukan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi sehinggamemiliki peluang kemungkinan akan terjadinya sebuah permasalahan sosialdidalamnya seperti mengalami tekanan secara fisik hingga emosional yang dapatmenjadi sebuah penyakit psikologis. Globalisasi memberikan manfaat baik bagikelompok manusia dalam ruang sosial namun memberikan dampak dalam waktuyang sama, dengan pesatnya penerimaan informasi melalui media elektronik diwaktusekarang masyarakat mulai terbuka dan peduli akan menjaga kesehatan, tak hanyaberfokus pada kesehatan fisik namun juga masyarakat mulai terbuka akan kesehatanmental. Gagasan dari pembahasan ini menjadi sebuah topik latar belakang yangdipilih oleh penulis dalam pengkaryaan tugas akhir. Penulis mencoba mengangkattopik terkait pembahasan mengenai teori emosi dasar yang dipaparkan oleh PaulEkman dalam bukunya yang berjudul <Emotions Revealed= menggunakan metodepenciptaan karya lukis dengan visual penggambaran berupa rekaman suasana.Kata Kunci: emosi dasar; kesehatan mental; lukis; paul ekmanAbstract: In this modern globalization, the metropolitan has become one of the mostbusy places with a high population density, so it has the possibility of a social problemin it, such as being able to experience physical and emotional stress into a psychologicalillness. Globalization provides good benefits for human groups in the social space buthas an impact at the same time, with the rapid acceptance of information throughelectronic media now people are starting to care about mental health. The meaning ofthis discussion becomes a background topic chosen by the author for the work of thefinal project. The author try to raises a topic of the basic emotion theory presented byPaul Ekman in his book "Emotions Revealed" using the method of creating paintingswith a visual of atmosphere.Keywords: basic emotions; mental health; painting; paul ekman
Makanan Ultra-olahan Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Mentari, Adinda Bunga; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Para manufaktur produksi makanan dan minuman ultra-olahan pada dasarnya hanya mementingkan keuntungan dengan memproduksi bentuk-bentuk makanan dan minuman ultraolahan ini agar terlihat semenarik mungkin di mata konsumen. Banyak studi kasus melibatkan makanan dan minuman ultra-olahan yang menunjukkan hasil buruk bagi kesehatan maupun lingkungan dan biodiversitas. Berdasarkan alasan itu, penulis melakukan tindakan perusakan pada makanan dan minuman ultra-olahan yang digunakan sebagai objek dalam karya tugas akhir ini. Pada era teknologi yang semakin mutakhir sekarang, penulis mencoba melibatkan aspek scanography dengan pengkaryaan yang berupa lukisan pada bidang kanvas. Hasil karya tugas akhir ini diharapkan dapat memantik kesadaran publik terhadap konsumsi makanan dan minuman ultra-olahan yang banyak berdampak merugikan kesehatan. Kata Kunci: makanan ultra-olahan, lukisan, scanography ABSTRACT: Ultra-processed food and beverage manufacturers are primarily concerned with profit by producing this form of ultra-processed food and beverage to make it look as attractive as possible in the eyes of consumers. Many case studies involving ultra-processed foods and beverages have shown adverse health outcomes as well as the environment and biodiversity. Based on that reason, the writer takes action to destroy the ultra-processed food and beverage which is used as the object in this final project. In the current era of modern technology, the author tries to involve the scanning aspect with works in the form of paintings on canvas. The results of this final work are expected to ignite public awareness of the consumption of ultraprocessed foods and beverages that are detrimental to health. Keywords: ultra-processed foods, painting, scanography
Pemanfaatan Limbah Fesyen Sebagai Media Karya Seni: Self Portrait Habibullah, Ahmad Abidzar; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Potret-diri (self-potrait) sebagai sebuah karya seni seorang telah ditemukan sejak abad ke15. Ada sejumlah motivasi yang mendasari hal ini. Sang seniman melalui kumpulan ide-idenya menginginkan 3 (tiga) hal: melihat dirinya, menggambarkan perasaannya dan membentuk persepsi masyarakat terhadap dirinya. Ketiga hal ini ingin diwujudkannya secara realistis pada suatu media sebagai perlambang identitasnya. Identitas diri penulis telah terbentuk sejak dini baik secara individu atau kelompok misalnya: kebiasaan memiringkan topi saat mengikuti upacara bendera di sekolah merupakan pengaruh mendengarkan musik hip-hop, merintis usaha fesyen bersama sekelompok teman, hingga menjadi model buat beberapa merk fesyen lokal lainnya. Perkembangan industri melalui perangkat-keras dan perangkat-lunak terbaru mempengaruhi bidang fesyen. Pada satu pihak, industri fesyen dapat memenuhi permintaan konsumen secara cepat dan melimpah serta murah – fast fashion. Namun ketersediaan yang melimpah dalam waktu singkat ditambah dengan cepatnya perubahan tren fesyen menyebabkan munculnya persoalan limbah fesyen. Pada tugas akhir, penulis ingin mengaitkan antara identitas-diri dan limbah fesyen dan memanfaatkan limbah ini untuk mewujudkan identitas-diri. Kata kunci : potret diri, identitas, dan fast fashion. Abstract : Self-portrait as a work of art has been found since the 15th century. There are a number of underlying motivations for this. The artist, through his collection of ideas, wants 3 (three) things: to see himself, to describe his feelings and to shape people's perceptions of him. These three things he wants to realize realistically in a media as a symbol of his identity. The author's self-identity has been formed from an early age, either individually or in groups, for example: the habit of tilting a hat when attending a flag ceremony at school is the influence of listening to hip-hop music, starting a fashion business with a group of friends, to becoming a model for several other local fashion brands. The development of the industry through the latest hardware and software affects the fashion field. On the one hand, the fashion industry can meet consumer demand quickly and abundantly and cheaply – fast fashion. However, the abundant availability in a short time coupled with the rapid change in fashion trends causes the emergence of the problem of fashion waste. In the final project, the author wants to link between self-identity and fashion waste and utilize this waste to realize self-identity. Keywords:self-portrait, identity, and fast fashion.
Penggambaran Meditasi Ke Dalam Lukisan Sebagai Media Penyembuhan Diri Kusnadi, Safira Fadhilah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Anxiety disorder adalah gangguan psikologis yang menyebabkan kecemasan berlebih. Pada anxiety disorder memiliki beberapa jenis salah satunya adalah generalized anxiety disorder. Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum adalah kecemasan berlebih yang tidak terkendali yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. GAD menyebabkan perasaan khawatir berlebih, mudah tersinggung, bahkan membuat penderitanya memikirkan sesuatu yang berlebihan tentang suatu rencana yang bahkan belum terlaksana. Salah satu cara untuk menekan GAD adalah dengan cara bermeditasi. Karya yang dibuat penulis bertujuan sebagai sarana penyembuhan diri dengan melukiskan penulis saat melakukan meditasi dengan berfokus pada apa yang penulis bayangkan dan apa yang penulis rasakan saat melakukan meditasi untuk menekan GAD. Karya ini berfokus pada perubahan warna latar belakang penulis. Kata-kata Kunci: generalized anxiety disorder; meditasi; karya lukis; self healing. Abstract : Anxiety disorder is a psychological disorder that causes excessive anxiety. There are several types of anxiety disorder, one of which is generalized anxiety disorder. Generalized anxiety disorder (GAD) is uncontrollable excessive anxiety that can interfere with daily activities. GAD causes feelings of excessive worry, irritability, and even makes the sufferer think something excessive about a plan that has not even been implemented. One way to suppress GAD is by meditating. The work created by the author aims to be a means of self-healing by depicting the author during meditation by focusing on what the author imagines and what the author feels when meditating to suppress GAD. This work focuses on changing the color of the author's background. Keywords: generalized anxiety disorder; meditation; painting; self-healing.
Recalling Memories: Visualisasi Kenangan Ibu Ke Dalam Karya Lukis Salsabila, Noviar Dhia; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kematian merupakan hal yang tidak bisa dihindari dan bisa datang secara tiba-tiba. Olehkarena itu banyak orang yang takut memikirkan tentang kematian, terutama kematian dari orangtersayang seperti orang tua, saudara, dan teman yang akan memberikan duka mendalam. Terutamajika ada salah kata yang diucapkan pada mendiang yang kita pikir memicu kepergian beliau sehinggakita menyalahkan diri sendiri (self-blame), tentu duka yang dirasakan akan semakin dalam. Ini lah halyang menjadi gagasan dari karya lukis tugas akhir <Recalling Memories: Visualisasi Kenangan Ibu keDalam Lukisan.= Karya lukis ini akan menjadi salah satu metode self-healing bagi penulis sebagaimedia permohonan maaf dan membebaskan diri dari rasa penyesalan tersebut. Dengan visualisasikarya yang diambil dari kenangan indah dan hal-hal atau benda istimewa ibu yang digabungkandengan emosi penulis ke dalam 5 buah kanvas yang menceritakan awal mula rasa bersalah ini munculhingga penulis merasa lebih ringan.Kata Kunci: Duka, Self-Blame, Kenangan, Karya Lukis.ABSTRACT: Death is unavoidable and can come suddenly. Therefore many people are afraid of death,especially the death of loved ones such as parents, relatives, and friends who will give deep sorrow.Especially if there are hurtful words spoken to the deceased that we think was the cause of theirdeparture which result in self-blame, the sorrow felt will be much deeper. This is the idea of the finalproject "Recalling Memories: Visualizing Memories with Mother into Paintings." These painting willbe a method of self-healing for the author as well as a medium for apologizing and removing oneselffrom the feeling of regret. With a visualization of the work taken from beautiful memories and themother's special objects that are combined with the visualization of the author's emotions, into 5canvases that tell the beginning of author’s guilt until the author feels healed.Key Words: Grief, Self-Blame, Memories, Painting