Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU Andri; Abd. Ghofur; Khairiah
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): 2025: January - June
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/w6jmgt59

Abstract

Skripsi ini berjudul Sinkretisme dalam Perilaku Keagaman Suku Akik dikecamatan Pulau Merbau Kabupaten kepulauan meranti provinsi riau. Keanekaragaman Suku bangsa dengan budayanya di seluruh Indonesia merupakan Suku bangsa dan perlu mendapat perhatian khusus. Setiap Suku Bangsa memiliki budaya yang khas, yang memberikan jati diri terhadap Suku bangsa Indonesia lain. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berlandaskan “Bhineka Tunggal Ika” di dalamnya terdapat berbagai macam suku, bahasa dan kebudayaan yang berbeda antara suku yang satu dengan yang lain dan dapat diketahui dengan mempelajari dari segi aspek kebudayaan suku bangsa tersebut.Bagaimana pola sinkretisme dalam prilaku keagamaan suku akit di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti,Faktor apa saja melatar belakangi terjadinya Sinkretisme di Kalangan Suku Akit Di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti.Jenis dari penelitian ini berupa penelitian lapangan(fled research) untuk mendapatkan bahan yang harus diteliti maka peneliti memakai metode penelitian berupa kualitatif maka peneliti terjun ke lapangan secara langsung mewawancarai narasumber.Singkretisme (pencampur adukan antara Agama dan Budaya) Suku akik seringkali terjadi di kalangan orang orang Akik di Kecamatan Pulaumerbau entah kerena kurangnnya pengetahuan mereka atau memang mereka hannya mengikuti budaya atau tradisi yang di ajarkan oleh nenek moyang mereka tetapi penulis mengaris bawahi atau penulis menelaah dari sumber sumber observasi dan wawancara,penulis  hannya bias mengambil beberap ilmu atau pengetahuan tentang Suku Akik,mengapa mereka Masyarakat Suku Akik suka Menskretiskan (mencampur adukan agama dan budaya) , itu di karenakan lemahnnya ilmu pengetahuan Masyarakat Suku Akik terhadap Budaya dan keagamaan yang mereka anut di kalangan Suku Akik kecamatan pulau merabau karenakan masyrakat Suku Akik mereka lebih mementingkan mencari uang dan mencari makan ketimbang mencari ilmu dan mempelajari suatu Agama,karena Suku Akik Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti motivasi hidup mereka hannya untuk mencari makan dan mencari uang ketimbang mencari Ilmu dan mereka (suku akik) kurangnnya bergaul dengan Masyarakat setempat di karenakan mencari uang atau bekerja.
PENGEMBANGAN e-LKPD BERBASIS KEARIFAN BUDAYA JAWA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI KELAS V SDN 106830 SIDODADI RAMUNI Sutriono; Tiflatul Husna; Khairiah; Juliandi Siregar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47440

Abstract

Basic education plays a strategic role in shaping character and enhancing students' cognitive abilities. However, the reality on the ground shows that learning is still dominated by conventional, less interactive methods, so students often experience difficulties in understanding the material. Furthermore, the minimal integration of local culture in learning causes students to become increasingly distant from the noble values of their region, including Javanese culture, which is rich in moral and social philosophy. This condition demands learning innovations that can connect material to the cultural context and students' daily lives. Based on observations at SDN 106830 Sidodadi Ramunia, as many as 85% of fifth-grade students are Javanese, yet learning still uses conventional, less engaging student worksheets (LKPD). As many as 70% of students stated that they were bored with the monotonous LKPD, and 65% had difficulty understanding the content because it was not contextual. On the other hand, technological developments provide a significant opportunity to create more engaging and interactive digital learning media, one of which is through the development of e-LKPD (Electronic Student Worksheets) based on local culture. The development of e-LKPD based on Javanese cultural wisdom is expected to be a solution to improve student motivation, understanding, and character. This media is designed with an attractive appearance, interactive features, and contains cultural values such as politeness, mutual cooperation, and gratitude. The integration of culture and technology in learning not only makes the learning process more meaningful and contextual but also plays a role in preserving local culture through education. Thus, e-LKPD based on Javanese cultural wisdom can be an effective innovation for creating relevant learning in the digital age.
Studi Deskriptif Regulasi Diri Dalam Belajar dan Implikasinya terhadap Pengembangan Layanan Bimbingan dan Konseling Khairiah; Syaiful Bahri; Diah Sarmela; Zahra Nelissa
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 4 No. 1 (2024): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/ntkkc626

Abstract

Regulasi diri dalam belajar merupakan kemampuan siswa untuk mengatur cara berpikir dan tindakan mereka selama proses pembelajaran. Faktor utama yang mendukung regulasi diri adalah motivasi, keyakinan, dan pengetahuan yang dimiliki siswa, yang semuanya berperan penting dalam mencapai prestasi belajar yang optimal. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat regulasi diri siswa dalam belajar dan mengeksplorasi implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan sampel sebanyak 364 siswa dari lima Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banda Aceh, yang dipilih menggunakan teknik Stratified Random Sampling berdasarkan rumus Slovin. Skala regulasi diri dalam belajar diukur dengan instrumen yang terdiri dari 44 item pernyataan, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui expert judgment. Dalam studi ini, ditemukan bahwa lebih dari setengah siswa (lebih dari 50%) berada pada kategori tinggi dalam hal regulasi diri, yang artinya mereka sudah cukup mampu mengelola aspek-aspek tersebut dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki keterampilan yang baik dalam mengatur dan mengelola proses pembelajaran mereka, meskipun ada kemungkinan masih ada beberapa siswa yang membutuhkan dukungan lebih dalam mengembangkan kemampuan ini.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Behaviorisme Dalam Meningkatkan Hasil Pembelajaran Siswa Mini; Khairiah; Resa
SEMIORA: Jurnal Bahasa, Semiotika, dan Budaya Vol 1 No 2 (2026): SEMIORA: Jurnal Bahasa, Semiotika, dan Budaya
Publisher : LPPM STKIP Paris Barantai Kotabaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan proses yang bertujuan membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta perubahan perilaku melalui berbagai kegiatan pendidikan. Salah satu teori belajar yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah teori behaviorisme yang menekankan hubungan antara stimulus, respons, penguatan, latihan, dan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis behaviorisme dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber yang relevan, seperti artikel jurnal dan referensi ilmiah yang membahas teori behaviorisme serta penerapannya dalam pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap pengumpulan, pengelompokan, penafsiran, dan penyajian informasi berdasarkan tema yang berkaitan dengan stimulus, respons, reinforcement, latihan, umpan balik, dan hasil belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis behaviorisme dapat dilakukan melalui pemberian stimulus yang jelas, latihan secara bertahap dan berulang, pemberian penguatan positif, umpan balik, serta evaluasi terhadap perubahan perilaku siswa. Penerapan tersebut dapat membantu membentuk kebiasaan belajar yang lebih terarah dan mendukung pencapaian hasil belajar. Namun, penerapan teori behaviorisme perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tidak hanya berorientasi pada pemberian hadiah atau hukuman.