Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prima Eksakta

ANALISIS USAHATANI TUMPANGSARI CABAI RAWIT TEMBAKAU DAN MONOKULTUR CABAI/TEMBAKAU DI DESA DAWUAN KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO Desintia, Desintia; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
PRIMA EKSAKTA Vol 2 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v2i1.6259

Abstract

Tumpangsari merupakan salah satu strategi budidaya tanaman guna mengoptimalkanpemanfaatan lahan, dan meningkatkan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pendapatan usahatani tumpangsari cabai - tembakau dan monokulturcabai/tembakau, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani tumpangsari cabai -tembakau dan monokultur cabai /tembakau di Desa Dawuan Kecamatan Suboh. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa usahatani tumpangsari cabai dan tembakau lebih menguntungkandibandingkan usahatani monokultur cabai/tembakau. Pendapatan selama satu musimperhektar usahatani tumpangsari sebesar Rp. 88.478.718,- sedangkan pendapatan usahatanimonokultur tembakau sebesar Rp. 43.582.670,- dan pendapatan usahatani monokultur cabaisebesar Rp. 81.852.578. R/C Ratio usahatani tumpangsari tembakau dan cabai sebesar 3,50 danR/C rasio monokultur cabai/tembakau masing-masing 3,28 dan 2,59. Dengan demikianusahatani tumpangsari cabai /tembakau lebih efisien.
ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHATANI BAWANG MERAH (Allium Cepa Var. Ascalonicum) DI DESA WONOKOYO KECAMATAN KAPONGAN KABUPATEN SITUBONDO Shofiyantin, Maulidia; Suhesti, Endang; Untari, Wiwik Sri
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.7692

Abstract

Bawang Merah merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun usahatani ini menghadapi risiko produksi, harga, dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan serta risiko produksi, harga, dan pendapatan pada usahatani bawang merah di Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari 23 responden petani bawang merah yang dipilih secara purposivedan dianalisis menggunakan analisis biaya, pendapatan, dan koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Wonokoyo tergolong menguntungkan, dengan nilai R/C ratio sebesar 12,8. Risiko produksi memiliki nilai CV sebesar 0,66, risiko harga sebesar 0,023, dan risiko pendapatan sebesar 0,69, yang seluruhnya berada di bawah nilai 1, menunjukkan bahwa tingkat risiko tergolong rendah hingga sedang. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa data empiris dari wilayah yangbelum banyak dikaji serta menambahkan dimensi analisis risiko harga secara kuantitatif dalam usahatani bawang merah.