Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UJI TOKSISITAS AKUT AIR REBUSAN UMBI GADUNG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) DAN GAMBARAN MIKROSKOPIS ORGAN HEPAR PADA MENCIT GALUR SWISS Aji Tetuko; Ria Etikasari; Tunik Saptawati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 1, No 1 (2016): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v1i1.103

Abstract

Umbi gadung merupakan tanaman yang digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit seperti kusta, sifilis, keputihan, nyeri haid, anti inflamasi, reumatik dan diabetes mellitus.  Selain itu umbi gadung biasa dikonsumsi masyarakat sebagai makanan ringan (keripik). Kasus keracunan umbi gadung juga sering dijumpai dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut dengan melihat LD50 dan gejala toksik dari air rebusan umbi gadung  (Dioscorea hispida Dennst) serta gambaran mikroskopis organ hepar pada mencit galur swiss.Pada penelitian ini menggunakan 42 ekor mencit galur swiss, umur 2-3 bulan dan berat antara 20-40 gram. Hewan uji dikelompokan menjadi 7 yaitu kelompok kontrol diberikan aquadestilata. Perlakuan I, II, III, IV, V dan VI dipejani air rebusan umbi gadung dosis 5,46 g/Kg BB; 10,92 g/Kg BB; 21,84 g/Kg BB; 43,68 g/Kg BB; 87,36 g/Kg BB, dan 174,72 g/Kg BB. Pengamatan dilakukan 3 jam secara intensif, dilanjutkan selama 24 jam, jika tidak ada hewan uji yang mati pengamatan diteruskan hingga 14 hari. Hasil penelitian didapatkan potensi ketoksikan air rebusan umbi gadung adalah  praktis tidak toksik dan nilai LD50 menurut FI edisi IV adalah 49,1439 g/KgBB. Gejala efek toksisitas akut pada mencit ditandai dengan penurunan aktifitas dan diam pada dosis 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Keadaan gemetar mulai timbul dari dosis 43,68 g/KgBB; 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Hasil pengamatan mikroskopis pada hewan uji yang mati menunjukkan dosis air rebusan umbi gadung yang diberikan berbanding lurus dengan degenerasi sel hepar, namun pada hasil pengamatan setelah 14 hari pemberian air rebusan umbi gadung sudah tidak ada kesesuian antara peningkatan dosis dengan degenerasi sel hepar.
Penilaian Sistem Penyimpanan Obat pada Gudang Farmasi Rumah Sakit Swasta di Bantul Tetuko, Aji; Nurbudiyanti, Andini; Rosita, Melia Eka; Sari, Eni Kartika; Nugraheni, Diesty Anita
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 2, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i2.17054

Abstract

Penyimpanan obat merupakan salah satu cara pemeliharaan perbekalan farmasi sehingga aman dari gangguan fisik dan pencurian yang dapat merusak kualitas mutu suatu obat. Adanya evaluasi penyimpanan obat dalam Gudang farmasi digunakan untuk menjamin mutu suatu barang obat yang akan disimpan dalam jangka waktu lama. Penelitian ini terdapat indikator evaluasi di antaranya pengaturan ruangan gudang, sistem penyimpanan obat dan pencatatan kartu stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sesuai atau tidak sesuainya sistem penyimpanan obat dalam gudang farmasi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi. Pengambilan data dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan serta mengisi daftar tilik yang sudah disediakan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengaturan ruangan gudang farmasi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul memperoleh persentase sebesar 76% yang dikategorikan dalam kriteria baik. Hasil evaluasi sistem penyimpanan obat dalam Gudang farmasi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul memperoleh persentase sebesar 92% yang dikategorikan ke dalam kriteria sangat baik. Hasil penelitian evaluasi pencatatan kartu stok memperoleh persentase sebesar 80% yang dikategorikan dalam kriteria baik. Rata-rata persentase dari ketiga indikator tersebut yaitu sebesar 82,6%, maka hasil termasuk ke dalam kategori sangat baik.
Deteksi Dini Kadar Glukosa Darah Sewaktu dan Kadar Asam Urat di Masyarakat Maguwo, Banguntapan, Bantul Putri, Mega Karina; Fajri, M. Alif; Tetuko, Aji
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.294

Abstract

Angka kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus dan hiperurisemia di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penigkatan menekan angka kejadian penyakit tersebut dengan melakukan deteksi dini atau skrining awal. Deteksi dini atau skrining awal tersebut dilakukan dengan pengecekan dan pengkontrolan kadar gula darah sewaktudan kadar asam urat. Partisipasi berbagai pihak dibutuhkan guna mendukung program pemerintah dalam skrining diabetes mellitus dan hiperurisemia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat khususnya di Maguwo tentang pentingnya melakukan deteksi dini atau skrining awal diabetes mellitus dan hiperurisemia.Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif, dimana mitra binaan terlibat secara aktif pada setiap tahapan. Tahapan-tahapan yang dilakukan antara lain senam sehat, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan kadar asam urat.Tahapan senam sehat diikuti oleh 37 orang, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu diikuti 26 orang dan kadar asam urat diikuti 21 orang. Hasil pemerikasaan deteksi dini diabetes mellitus menunjukkan bahwa 21 dari 26 orang atau sebanyak 80,77% berada dikategori kadar gula darah normal. Meski begitu, terdapat 3 orang (11,54%) termasuk ke dalam kategori prediabetes dan 2 orang (7,69%) termasuk ke dalam kategori diabetes. Hasil pemerikasaan deteksi dini artritis gout menunjukkan bahwa 20 dari 24 orang atau sebanyak 83,33% berada dikategori kadar asam urat normal.  Sedangkan, yang termasuk kategori kadar asam urat tinggi terdapat 4 orang (16,67%). Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan kadar asam urat sebagai skrining awal penyakit diabetes mellitus dan arthritis gout dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan sebagai bentuk upaya untuk pencegahan terhadap terjadinya kejadian penyakit diabetes mellitus dan arthritis gout. 
The Suitability of Direct Medical Costs with INA-CBG'S Claims of Outpatient Breast Cancer in Class A and B Hospitals Nugraheni, Diesty Anita; Hafi'ah, Fanyda Amiyassin; Harlin, May Syahra Indah Permata; Tetuko, Aji; Indarti, Titik Rahayu; Mayasari, Gita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2024.15.2.272-287

Abstract

BPJS Kesehatan noted that cancer financing claims reached IDR 3.5 trillion, ranking second after heart disease. This study aimed to determine the difference in direct medical costs with Indonesian-Case Base Groups (INA-CBGs) claims of outpatient breast cancer in Class A and B hospitals. The population is National Health Insurance (JKN) patients with outpatient breast cancer with the code INA-CBGs C-3-13-0. Data was collected retrospectively by tracing medical records, pharmaceuticals, and direct medical cost data for outpatient cancer patients in Class A and B hospitals for 2021. Direct medical costs are the actual costs of a patient's health care during a single visit to the hospital based on the hospital's perspective. Using the Mann-Whitney test, statistical analysis was performed to see how INA-CBGs claims differ from direct medical costs. The study result showed that the average direct medical cost of outpatient breast cancer patients in the group of recipients of contribution assistance (PBI) in Class A hospitals was IDR 3,397,073, non-PBI patients were IDR 3,439,253, and in Class B hospitals were IDR 2,619,355.26 with the direct medical cost component that contributed the most was drug bills. The direct medical costs of the hospital are more significant than the claims of INA-CBGs, resulting in a negative difference with the details of PBI patients in class A hospitals of minus IDR 88,041,600, non-PBI patients of minus IDR 91,386,300, and patients in Class B hospitals of minus IDR 160,419,079. There is a significant difference between the total claims of INA-CBG and direct medical costs for outpatient breast cancer patients in Class A and B hospitals (p=0.0001).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PERILAKU SWAMEDIKASI TERAPI DIARE PADA BALITA DI KLINIK PRATAMA LARAS HATI Ayu Nur Fatimah; M. Alif Fajri; Aji Tetuko
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/j1yrgn07

Abstract

Self-medication is a therapeutic process that involves everything from recognizing symptoms to selecting and using medications. Common or mild illnesses, such as mild fever, mild stomach ache, and diarrhea, are usually treated through self- medication. Diarrhea is a condition involving abnormal or unusual stool production, characterized by an increase in body fluid volume and bowel movement frequency of three times or more. If self-medication is performed improperly, there is a risk of further symptoms arising from the improper use of medications, which can lead to fatal consequences such as death. The purpose of this study is to determine the relationship between mothers' knowledge levels and self-medication behavior for diarrhea in infants at the Laras Hati Sewon Clinic. This study uses an observational method with a descriptive analytical approach and a cross-sectional design, employing simple random sampling as the sampling technique. The sample consisted of 30respondents. The results showed that 77% of mothers at Laras Hati Sewon Primary Clinic had a “good” level of knowledge, 20% had a ‘fair’ level, and 3% had a “poor” level. The level of self-medication behavior among mothers was found to be 64% in the “good” category, 23% in the ‘adequate’ category, and 13% in the “poor” category. The results of the chi-square test analysis showed that there is a relationship between higher education and professional background of mothers, which makes them more effective in managing diarrhea, thereby influencing self-medication behavior in infants, with a p-value < 0.005
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PERILAKU SWAMEDIKASI TERAPI DIARE PADA BALITA DI KLINIK PRATAMA LARAS HATI Ayu Nur Fatimah; M. Alif Fajri; Aji Tetuko
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/j1yrgn07

Abstract

Self-medication is a therapeutic process that involves everything from recognizing symptoms to selecting and using medications. Common or mild illnesses, such as mild fever, mild stomach ache, and diarrhea, are usually treated through self- medication. Diarrhea is a condition involving abnormal or unusual stool production, characterized by an increase in body fluid volume and bowel movement frequency of three times or more. If self-medication is performed improperly, there is a risk of further symptoms arising from the improper use of medications, which can lead to fatal consequences such as death. The purpose of this study is to determine the relationship between mothers' knowledge levels and self-medication behavior for diarrhea in infants at the Laras Hati Sewon Clinic. This study uses an observational method with a descriptive analytical approach and a cross-sectional design, employing simple random sampling as the sampling technique. The sample consisted of 30respondents. The results showed that 77% of mothers at Laras Hati Sewon Primary Clinic had a “good” level of knowledge, 20% had a ‘fair’ level, and 3% had a “poor” level. The level of self-medication behavior among mothers was found to be 64% in the “good” category, 23% in the ‘adequate’ category, and 13% in the “poor” category. The results of the chi-square test analysis showed that there is a relationship between higher education and professional background of mothers, which makes them more effective in managing diarrhea, thereby influencing self-medication behavior in infants, with a p-value < 0.005
MODEL LOYALITAS PELANGGAN BERBASIS REPUTASI MEREK DAN KEPUASAN TERHADAP PRODUK FARMASI DI APOTEK KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Tetuko, Aji; Nugraheni, Diesty Anita
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 1: Maret 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i1.18457

Abstract

Loyalitas pada pelanggan disebabkan oleh pengaruh kepuasan atau ketidakpuasan dengan merek tersebut yang terakumulasi secara terus-menerus.Selain itu, loyalitas mencerminkan komitmen psikologis terhadap merek tertentu. Perilaku pembelian ulang terhadap merek yang sama bisa dikarenakan memang hanya satu-satunya merek yang tersedia, termurah, atau sebab lainnya. Penelitian bertujuan untuk menguji model pengaruh reputasi merek dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian mengikuti rancangan penelitian survei non-experimental pada apotek-apotek di kota Medan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil dibatasi waktu pengambilan sampel yaitu bulan Januari-Desember 2012. Subyek penelitian yaitu pelanggan yang memiliki wewenang dalam melakukan pembelian di apotek, paling sedikit sekali setiap bulannya dalam selang waktu antara bulan Januari-Desember 2012 melalui PBF X Medan. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Sampel yang digunakan berjumlah 98 responden dengan mayoritas adalah wanita, usia 31-40 tahun, pekerjaan asisten apoteker, dan berpendidikan tamat SMA. Hasil analisis regresi berganda pada variabel reputasi merek dan kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan masing-masing sebesar 0,32 dan 0,24 terhadap loyalitas pelanggan produk "X" pada apotek di kota Medan. Model persamaan regresi yang dihasilkan yaitu Y = 11,318 + 0,32 X1 + 0,243 X2. Maknanya adalah Y = loyalitas pelanggan; X1= reputasi merek; dan X2= kepuasan pelanggan. Kesimpulannya adalah reputasi merek dan kepuasan pelanggan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan sebesar 18,4% terhadap loyalitas pelanggan produk "X" pada apotek di kota Medan.
Penilaian Sistem Penyimpanan Obat pada Gudang Farmasi Rumah Sakit Swasta di Bantul Tetuko, Aji; Nurbudiyanti, Andini; Rosita, Melia Eka; Sari, Eni Kartika; Nugraheni, Diesty Anita
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 3, Edisi 2, 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v3i2.17054

Abstract

Penyimpanan obat merupakan salah satu cara pemeliharaan perbekalan farmasi sehingga aman dari gangguan fisik dan pencurian yang dapat merusak kualitas mutu suatu obat. Adanya evaluasi penyimpanan obat dalam Gudang farmasi digunakan untuk menjamin mutu suatu barang obat yang akan disimpan dalam jangka waktu lama. Penelitian ini terdapat indikator evaluasi di antaranya pengaturan ruangan gudang, sistem penyimpanan obat dan pencatatan kartu stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sesuai atau tidak sesuainya sistem penyimpanan obat dalam gudang farmasi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi. Pengambilan data dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan serta mengisi daftar tilik yang sudah disediakan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengaturan ruangan gudang farmasi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul memperoleh persentase sebesar 76% yang dikategorikan dalam kriteria baik. Hasil evaluasi sistem penyimpanan obat dalam Gudang farmasi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul memperoleh persentase sebesar 92% yang dikategorikan ke dalam kriteria sangat baik. Hasil penelitian evaluasi pencatatan kartu stok memperoleh persentase sebesar 80% yang dikategorikan dalam kriteria baik. Rata-rata persentase dari ketiga indikator tersebut yaitu sebesar 82,6%, maka hasil termasuk ke dalam kategori sangat baik.