Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analysis Study of Boarding Schools Management In Implementing Religious Moderation Values Muhammad Alfian; Rian Anugrah Firmanto; Muhammad Rifai
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 1 No. 01 (2022): NOVEMBER, International Journal of Education, Vocational and Social Science (I
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v1i01.81

Abstract

Since the first, the true character of the pesantren is multicultural. This is deemed necessary due to the categorization or grouping that has occurred to date between traditional Islam and modern Islam, and within certain limits, due to conflicts between Islamic teachings (brought by traders and preachers from the Middle East) and Christian teachings (which brought by traders and missionaries from the Netherlands). Pesantren was established before the Republic of Indonesia was founded, so it is an education that is deeply rooted in society. The students also come from various cultural backgrounds. Sometimes there is a pesantren whose students come from dozens of provinces, which means that pesantren are in demand across cultures. This is important in relation to religious moderation. Religious moderation in Islamic boarding schools, if summarized, is contained in several principles that become the guidance of the santri. This is what the Ministry of Religion continuously socializes so that it becomes the main stream in social and national life.
The Actualization And Transformation Of Shame Culture In The Siulak Mukai Indigenous Community: An Ethnographic Study Wawan Septian; Oki Mitra; Wisnarni; Muhammad Alfian
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v8i2.14682

Abstract

This study investigates the concept of malu (shame) within the Siulak Mukai indigenous community of Kerinci, to understand its meanings, values, and functions, as well as examine how it is actualized in daily life and transformed in the context of modernization and digital culture. Adopting a qualitative descriptive design with an ethnographic approach, data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving customary leaders, elders, and community representatives. The findings reveal that malu functions as a moral and social safeguard, regulating behavior, preserving personal dignity, and maintaining social cohesion. Its actualization is gendered: for boys, it is expressed through responsibilities as protectors and educators within the clan, while for girls, it is reflected in safeguarding personal and familial honor. The intergenerational transmission of malu is sustained through customary education by ninik mamak, teganai, and depati using advice, metaphors, and communal practices. However, the study also identifies significant erosion of malu among younger generations, influenced by globalization, social media, and the weakening role of traditional leaders. This research contributes to the understanding of indigenous moral systems by demonstrating how shame culture, despite facing decline, remains a central ethical and cultural value that underpins social cohesion and identity in Siulak Mukai. The originality of this study lies in highlighting the transformative challenges of malu in the digital age and proposing culturally grounded strategies for its revitalization through customary institutions, intergenerational education, and integration into formal schooling.
PENGEMBANGAN MEDIA CERITA GAMBAR BERSERI FABEL “SINGA DAN TIKUS” MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Muhammad Alfian; Suyitno; Husni Wakhyudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34570

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah adanya permasalahan yang dihadapi peserta didik kelas IV Sekolah Dasar dalam memahami materi pembelajaran cerita fabel. Permasalahan tersebut muncul karena kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, minimnya interaksi antara guru dan peserta didik selama proses pembelajaran, serta rendahnya minat belajar siswa terhadap materi yang disampaikan. Kondisi ini berdampak pada hasil belajar siswa yang belum optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi dalam pembelajaran berupa media yang kreatif, interaktif, dan mampu menarik perhatian siswa. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah media cerita gambar berseri fabel berjudul “Singa dan Tikus” yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development / R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran serta menguji tingkat kelayakan dan keberterimaannya. Proses pengembangan media dilakukan hingga tahap uji kebertermaan yang dilaksanakan di SDN Krapyak Lor 05. Berdasarkan hasil validasi, ahli materi memberikan persentase kelayakan sebesar 96%, sedangkan ahli media memberikan penilaian dengan rata-rata 93%. Selain itu, hasil angket kebertermaan dari siswa memperoleh 96%, dan dari guru mencapai 100%. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media cerita gambar berseri yang dikembangkan termasuk dalam kategori “sangat baik” dan “sangat layak” untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi cerita fabel. Media ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa serta menjadi salah satu alternatif yang efektif bagi guru dalam mengajar.
KEAMANAN JARINGAN PADA PERGURUAN TINGGI Muhammad Alfian; Rakhmadi Rahman
Jurnal Riset Sistem Informasi Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Riset Sistem Informasi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/qgnbgv11

Abstract

This research analyzes the role of network security in higher education in the face of increasingly complex cyber threats. Using a literature study methodology, this research identified challenges such as malware attacks, phishing, DDoS, and hacking, as well as vulnerabilities such as resource limitations and lack of user awareness. Recommended preventive practices include the implementation of multifactor authentication systems, data encryption, and increased user awareness. The use of firewalls was also highlighted as an important component in protecting the college's digital assets. This research provides guidance for educational institutions to improve their network security infrastructure.
Kontribusi Destinasi Wisata Cambai Hill pada Pencapaian SDGs Poin 8 di Alahan Panjang Sumatera Barat Muhammad Alfian; Asifa Zahwa; Delmira Syafrini; Annisa Febriana Yasmin; Ameydea Nisratil Wahyuni; Dicky Aulia Perdana; Muhammad Aidil; Annisa Khomsi Rahmawati; Muhammad Satria Zaky; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi strategis pariwisata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Fokus penelitian adalah Wisata Cambai Hill di Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang meskipun memiliki potensi besar, namun kontribusinya terhadap SDGs Poin 8 perlu dikaji secara mendalam, mengingat penelitian terdahulu masih terbatas pada aspek pariwisata tanpa mempertimbangkan keberlanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas Cambai Hill dalam menciptakan kesempatan kerja inklusif dan mengidentifikasi strategi pengelolaan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan informan menggunakan teknik purposive, informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif untuk melihat secara langsung kondisi destinasi Cambai Hill dan wawancara mendalam dengan karyawan lokal dan pengunjung di Cambai Hill. Analisis data menggunakan kerangka Teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu (Modal, Ranah, Habitus) untuk memahami transformasi sosial ekonomi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cambai Hill berperan sebagai katalis transformasi dengan menyerap 90% tenaga kerja lokal (28 pekerja total), mengubah struktur mata pencaharian dari sektor agraris informal ke sektor jasa pariwisata yang lebih terstruktur. Transformasi ini merepresentasikan konversi modal sosial komunitas menjadi modal ekonomi, sekaligus mendorong perubahan habitus masyarakat menuju orientasi jasa dan profesionalisme. Temuan ini mengindikasikan kontribusi nyata destinasi terhadap prinsip kerja layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Untuk memastikan keberlanjutan, penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola yang partisipatif, peningkatan kualitas pekerjaan, dan penguatan keterkaitan dengan UMKM lokal.
Revitalisasi Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Menanggulangi Krisis Kesehatan Mental: Pendekatan Integratif Berbasis Nilai-Nilai Islam dan Komunitas Sosial Modern Muhammad Alfian
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v5i1.8484

Abstract

The mental health crisis in Indonesia is increasingly alarming, exacerbated by the COVID-19 pandemic, social stigma, and unequal access to professional services. A clinical approach alone is not enough to address this complex problem. This study offers a novelty in the form of an integrative approach: revitalizing the role of families and communities based on Islamic values (rahmah, ta'awun, shabr, syura, tarbiyah ruhiyah) combined with the use of digital social communities as a medium for education, discussion, and support systems. The research method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, reviewing national and international literature, social support theory (Cohen & Wills, 1985), religious coping (Koenig, 2012), and Bronfenbrenner's ecological theory (1979). The results of the study show that families play a strategic role in the prevention, assistance, and referral of mental health cases, while digital communities are effective as spaces for education and emotional validation, with scalability and anonymity as their main strengths. Concrete strategies offered include family education, stigma-free campaigns on social media, spiritual care hotlines, and cross-sector collaboration. This approach is in line with the collectivist culture of Indonesian Muslim society and is more adaptive in the digital era. This research is expected to serve as a conceptual foundation for practical programs, public policy, and further research to create a more caring, stigma-free, and resilient society in the face of mental health crises.