Claim Missing Document
Check
Articles

the Antibacterial and antifungi activity of pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb)leaf ethanolic extract and its n-heksan and etil acetate fraction Setiyanto, Riyan; Suhesti, Iin; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol20.iss1.art12

Abstract

Background: Pandanus amaryllifolius Roxb leaves are commonly used as a food additive, green coloring agent, and flavor enhancer. Additionally, these leaves are renowned in herbal medicine for their potential to inhibit cancer cell growth, relieve diarrhea, and act as antioxidants. The leaves contain alkaloids with promising antibacterial and antifungal properties.Objective: This research aimed to evaluate the inhibitory zone activity of leaf extract (ethanol), n-hexane, and ethyl acetate fractions against methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Escherichia coli, and Candida albicans.Method: The maceration method was used for extraction, employing a 70% ethanol solution as the solvent. The ethanol extract was then fractionated using n-hexane and ethyl acetate. The Kirby-Bauer disc diffusion method was applied to assess the antibacterial and antifungal activity of the extracts and fractions. The diameter of the inhibition zones was measured and analyzed statistically.Result: The ethanol extract demonstrated the strongest antibacterial activity against MRSA compared to the n-hexane fraction and the ethyl acetate fraction. None of the concentration variations significantly inhibited the growth of Escherichia coli and Candida albicans.Conclusion: The ethanolic extract of Pandanus amaryllifolius Roxb leaves shows potential as an antibacterial agent against methicillin-resistant Staphylococcus aureus.Keywords: Pandanus amaryllifolius Roxb., 70% ethanol extract, fractionation, disc diffusion method, MRSA IntisariLatar belakang: Daun Pandanus amaryllifolius Roxb umumnya digunakan sebagai komponen tambahan makanan zat pewarna hijau dan penambah rasa. Daun ini telah dikenal luas sebagai obat herbal yang mempunyai potensi menghambat pertumbuhan sel kanker, meringankan diare, berkhasiat sebagai antioksidan. Kandungan daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi menunjukkan efek antibakteri dan antijamur. Tujuan: Penelitian ini untuk mengukur aktivitas zona hambat dari ekstrak daun (etanol), fraksi n-heksan dan etil asetat terhadap Staphylococcus aureus resisten methicillin, Escherichia coli, dan Candida albicans. Metode: Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah larutan yang terdiri dari 70% etanol. Ekstrak etanol dilakukan fraksinasi n-heksan dan etil asetat. Metode difusi cakram Kirby-Bauer digunakan uji aktivitas diagnostik antibakteri dan antijamur. Diameter zona hambat kemudian diukur dan dilakukan analisis statistik. Hasil: Ekstrak daun (etanol) memperlihatkan daya antibakteri yang paling kuat terhadap MRSA dibandingkan fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat. Variasi konsentrasi secara substansial mengurangi pertumbuhan Escherichia coli dan Candida albicans.Kesimpulan: Ekstrak daun Pandanus amaryllifolius Roxb yang dilarutkan dalam pelarut etanol 70% memiliki potensi antibakteri untuk Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin. Kata kunci: Pandanus amaryllifolius Roxb, ekstrak etanol 70%, fraksinasi, metode difusi cakram, MRSA  
the Antibacterial and antifungi activity of pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb)leaf ethanolic extract and its n-heksan and etil acetate fraction Setiyanto, Riyan; Suhesti, Iin; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol20.iss1.art12

Abstract

Background: Pandanus amaryllifolius Roxb leaves are commonly used as a food additive, green coloring agent, and flavor enhancer. Additionally, these leaves are renowned in herbal medicine for their potential to inhibit cancer cell growth, relieve diarrhea, and act as antioxidants. The leaves contain alkaloids with promising antibacterial and antifungal properties.Objective: This research aimed to evaluate the inhibitory zone activity of leaf extract (ethanol), n-hexane, and ethyl acetate fractions against methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Escherichia coli, and Candida albicans.Method: The maceration method was used for extraction, employing a 70% ethanol solution as the solvent. The ethanol extract was then fractionated using n-hexane and ethyl acetate. The Kirby-Bauer disc diffusion method was applied to assess the antibacterial and antifungal activity of the extracts and fractions. The diameter of the inhibition zones was measured and analyzed statistically.Result: The ethanol extract demonstrated the strongest antibacterial activity against MRSA compared to the n-hexane fraction and the ethyl acetate fraction. None of the concentration variations significantly inhibited the growth of Escherichia coli and Candida albicans.Conclusion: The ethanolic extract of Pandanus amaryllifolius Roxb leaves shows potential as an antibacterial agent against methicillin-resistant Staphylococcus aureus.Keywords: Pandanus amaryllifolius Roxb., 70% ethanol extract, fractionation, disc diffusion method, MRSA IntisariLatar belakang: Daun Pandanus amaryllifolius Roxb umumnya digunakan sebagai komponen tambahan makanan zat pewarna hijau dan penambah rasa. Daun ini telah dikenal luas sebagai obat herbal yang mempunyai potensi menghambat pertumbuhan sel kanker, meringankan diare, berkhasiat sebagai antioksidan. Kandungan daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi menunjukkan efek antibakteri dan antijamur. Tujuan: Penelitian ini untuk mengukur aktivitas zona hambat dari ekstrak daun (etanol), fraksi n-heksan dan etil asetat terhadap Staphylococcus aureus resisten methicillin, Escherichia coli, dan Candida albicans. Metode: Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah larutan yang terdiri dari 70% etanol. Ekstrak etanol dilakukan fraksinasi n-heksan dan etil asetat. Metode difusi cakram Kirby-Bauer digunakan uji aktivitas diagnostik antibakteri dan antijamur. Diameter zona hambat kemudian diukur dan dilakukan analisis statistik. Hasil: Ekstrak daun (etanol) memperlihatkan daya antibakteri yang paling kuat terhadap MRSA dibandingkan fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat. Variasi konsentrasi secara substansial mengurangi pertumbuhan Escherichia coli dan Candida albicans.Kesimpulan: Ekstrak daun Pandanus amaryllifolius Roxb yang dilarutkan dalam pelarut etanol 70% memiliki potensi antibakteri untuk Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin. Kata kunci: Pandanus amaryllifolius Roxb, ekstrak etanol 70%, fraksinasi, metode difusi cakram, MRSA  
Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Pepaya (carica papaya L.) Dengan Variasi Gelling Agent Syafa Chasna Nasrina; Zefira Nalasyifa P; Khunaisa' Khunaisa'; Nisa Lutfianawati; Elsa Ashari; Hafidzul Anwar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5198

Abstract

ABSTRAK Buah Pepaya (Carica Papaya L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 33,537 µg/mL, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan masker gel peel off. Pembuatan basis gel dari ekstrak buah pepaya memerlukan gelling agent yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap evaluasi fisik sediaan gel. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat menjadi tiga formula dengan masing-masing gelling agent yaitu F1 = HPMC 1%, F2 = karbopol 0,25% dan F3 = Na CMC 1,5%. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula yaitu bersifat homogen, memiliki warna kuning keemasan, tidak berbau dan teksturnya berbentuk gel dengan nilai pH secara berturut-turut F1 = 8,32±0,03, F2 = 7,55±0,03 dan F3 = 8,28±0,03; daya sebar F1 = 4,381,82±, F2 = 3,63±0,32 dan F3 = 3,08±0,10; daya lekat F1 = 2,33±4,29, F2 = 3,24±1,93 dan F3 = 5,74±1,41; waktu mengering F1 = 15,6 ±1,15, F2 = 14,3 ±3,61 dan F3 = 12,6 ±0,58. Hasil uji hedonik didapatkan penilaian tertinggi pada F3 dengan variasi gelling agent Na CMC 1,5%, artinya F3 paling disukai responden. Kata kunci : Antioksidan, Carica Papaya L, Masker Gel Peel Off
Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Pepaya (carica papaya L.) Dengan Variasi Gelling Agent Syafa Chasna Nasrina; Zefira Nalasyifa P; Khunaisa' Khunaisa'; Nisa Lutfianawati; Elsa Ashari; Hafidzul Anwar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5198

Abstract

ABSTRAK Buah Pepaya (Carica Papaya L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 33,537 µg/mL, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan masker gel peel off. Pembuatan basis gel dari ekstrak buah pepaya memerlukan gelling agent yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap evaluasi fisik sediaan gel. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat menjadi tiga formula dengan masing-masing gelling agent yaitu F1 = HPMC 1%, F2 = karbopol 0,25% dan F3 = Na CMC 1,5%. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula yaitu bersifat homogen, memiliki warna kuning keemasan, tidak berbau dan teksturnya berbentuk gel dengan nilai pH secara berturut-turut F1 = 8,32±0,03, F2 = 7,55±0,03 dan F3 = 8,28±0,03; daya sebar F1 = 4,381,82±, F2 = 3,63±0,32 dan F3 = 3,08±0,10; daya lekat F1 = 2,33±4,29, F2 = 3,24±1,93 dan F3 = 5,74±1,41; waktu mengering F1 = 15,6 ±1,15, F2 = 14,3 ±3,61 dan F3 = 12,6 ±0,58. Hasil uji hedonik didapatkan penilaian tertinggi pada F3 dengan variasi gelling agent Na CMC 1,5%, artinya F3 paling disukai responden. Kata kunci : Antioksidan, Carica Papaya L, Masker Gel Peel Off
Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Pepaya (carica papaya L.) Dengan Variasi Gelling Agent Syafa Chasna Nasrina; Zefira Nalasyifa P; Khunaisa' Khunaisa'; Nisa Lutfianawati; Elsa Ashari; Hafidzul Anwar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5198

Abstract

ABSTRAK Buah Pepaya (Carica Papaya L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 33,537 µg/mL, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan masker gel peel off. Pembuatan basis gel dari ekstrak buah pepaya memerlukan gelling agent yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap evaluasi fisik sediaan gel. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat menjadi tiga formula dengan masing-masing gelling agent yaitu F1 = HPMC 1%, F2 = karbopol 0,25% dan F3 = Na CMC 1,5%. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula yaitu bersifat homogen, memiliki warna kuning keemasan, tidak berbau dan teksturnya berbentuk gel dengan nilai pH secara berturut-turut F1 = 8,32±0,03, F2 = 7,55±0,03 dan F3 = 8,28±0,03; daya sebar F1 = 4,381,82±, F2 = 3,63±0,32 dan F3 = 3,08±0,10; daya lekat F1 = 2,33±4,29, F2 = 3,24±1,93 dan F3 = 5,74±1,41; waktu mengering F1 = 15,6 ±1,15, F2 = 14,3 ±3,61 dan F3 = 12,6 ±0,58. Hasil uji hedonik didapatkan penilaian tertinggi pada F3 dengan variasi gelling agent Na CMC 1,5%, artinya F3 paling disukai responden. Kata kunci : Antioksidan, Carica Papaya L, Masker Gel Peel Off
Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Pepaya (carica papaya L.) Dengan Variasi Gelling Agent Syafa Chasna Nasrina; Zefira Nalasyifa P; Khunaisa' Khunaisa'; Nisa Lutfianawati; Elsa Ashari; Hafidzul Anwar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5198

Abstract

ABSTRAK Buah Pepaya (Carica Papaya L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 33,537 µg/mL, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan masker gel peel off. Pembuatan basis gel dari ekstrak buah pepaya memerlukan gelling agent yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap evaluasi fisik sediaan gel. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat menjadi tiga formula dengan masing-masing gelling agent yaitu F1 = HPMC 1%, F2 = karbopol 0,25% dan F3 = Na CMC 1,5%. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula yaitu bersifat homogen, memiliki warna kuning keemasan, tidak berbau dan teksturnya berbentuk gel dengan nilai pH secara berturut-turut F1 = 8,32±0,03, F2 = 7,55±0,03 dan F3 = 8,28±0,03; daya sebar F1 = 4,381,82±, F2 = 3,63±0,32 dan F3 = 3,08±0,10; daya lekat F1 = 2,33±4,29, F2 = 3,24±1,93 dan F3 = 5,74±1,41; waktu mengering F1 = 15,6 ±1,15, F2 = 14,3 ±3,61 dan F3 = 12,6 ±0,58. Hasil uji hedonik didapatkan penilaian tertinggi pada F3 dengan variasi gelling agent Na CMC 1,5%, artinya F3 paling disukai responden. Kata kunci : Antioksidan, Carica Papaya L, Masker Gel Peel Off
Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Pepaya (carica papaya L.) Dengan Variasi Gelling Agent Syafa Chasna Nasrina; Zefira Nalasyifa P; Khunaisa' Khunaisa'; Nisa Lutfianawati; Elsa Ashari; Hafidzul Anwar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5198

Abstract

ABSTRAK Buah Pepaya (Carica Papaya L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 33,537 µg/mL, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan masker gel peel off. Pembuatan basis gel dari ekstrak buah pepaya memerlukan gelling agent yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap evaluasi fisik sediaan gel. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat menjadi tiga formula dengan masing-masing gelling agent yaitu F1 = HPMC 1%, F2 = karbopol 0,25% dan F3 = Na CMC 1,5%. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula yaitu bersifat homogen, memiliki warna kuning keemasan, tidak berbau dan teksturnya berbentuk gel dengan nilai pH secara berturut-turut F1 = 8,32±0,03, F2 = 7,55±0,03 dan F3 = 8,28±0,03; daya sebar F1 = 4,381,82±, F2 = 3,63±0,32 dan F3 = 3,08±0,10; daya lekat F1 = 2,33±4,29, F2 = 3,24±1,93 dan F3 = 5,74±1,41; waktu mengering F1 = 15,6 ±1,15, F2 = 14,3 ±3,61 dan F3 = 12,6 ±0,58. Hasil uji hedonik didapatkan penilaian tertinggi pada F3 dengan variasi gelling agent Na CMC 1,5%, artinya F3 paling disukai responden. Kata kunci : Antioksidan, Carica Papaya L, Masker Gel Peel Off
Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Pepaya (carica papaya L.) Dengan Variasi Gelling Agent Syafa Chasna Nasrina; Zefira Nalasyifa P; Khunaisa' Khunaisa'; Nisa Lutfianawati; Elsa Ashari; Hafidzul Anwar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5198

Abstract

ABSTRAK Buah Pepaya (Carica Papaya L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 33,537 µg/mL, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan masker gel peel off. Pembuatan basis gel dari ekstrak buah pepaya memerlukan gelling agent yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap evaluasi fisik sediaan gel. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat menjadi tiga formula dengan masing-masing gelling agent yaitu F1 = HPMC 1%, F2 = karbopol 0,25% dan F3 = Na CMC 1,5%. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula yaitu bersifat homogen, memiliki warna kuning keemasan, tidak berbau dan teksturnya berbentuk gel dengan nilai pH secara berturut-turut F1 = 8,32±0,03, F2 = 7,55±0,03 dan F3 = 8,28±0,03; daya sebar F1 = 4,381,82±, F2 = 3,63±0,32 dan F3 = 3,08±0,10; daya lekat F1 = 2,33±4,29, F2 = 3,24±1,93 dan F3 = 5,74±1,41; waktu mengering F1 = 15,6 ±1,15, F2 = 14,3 ±3,61 dan F3 = 12,6 ±0,58. Hasil uji hedonik didapatkan penilaian tertinggi pada F3 dengan variasi gelling agent Na CMC 1,5%, artinya F3 paling disukai responden. Kata kunci : Antioksidan, Carica Papaya L, Masker Gel Peel Off
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION EKSTRAK HERBA TIMI (Thymus vulgaris L.) SEBAGAI TABIR SURYA Suhesti, Iin; Eka Pangesti, Diaz; Andini, Priska; Oktaviyana Aswandari, Syalva
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/n6vgnd31

Abstract

Latar belakang: Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, sehingga diperlukan tabir surya yang aman dan efektif. Herba timi (Thymus vulgaris L.) diketahui mengandung flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan lotion ekstrak etanol herba timi serta mengevaluasi mutu fisik dan efektivitasnya sebagai tabir surya berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF). Metode: Ekstrak herba timi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Lotion diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, pH, dan uji hedonik. Efektivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Mansur untuk menghitung nilai SPF, baik pada ekstrak maupun sediaan lotion. Hasil: Ekstrak etanol herba timi memiliki nilai SPF sangat tinggi dengan kategori proteksi ultra (36,02–36,51). Seluruh formula lotion menunjukkan karakteristik organoleptis yang baik, homogen, nilai pH sesuai standar, serta viskositas dan daya sebar yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi ekstrak tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap daya lekat dan viskositas, namun meningkatkan nilai daya sebar dan SPF. Nilai SPF sediaan lotion berturut-turut adalah 1,93±0,03 (minimal) untuk F1, 3,42±0,64 (minimal) untuk F2, dan 5,04±0,60 (sedang) untuk F3. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F3 paling disukai panelis. Kesimpulan: Lotion ekstrak etanol herba timi berpotensi dikembangkan sebagai tabir surya alami, dengan konsentrasi 1% memberikan karakteristik fisik terbaik dan efektivitas perlindungan sinar UV paling optimal dibandingkan formula lainnya.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION EKSTRAK HERBA TIMI (Thymus vulgaris L.) SEBAGAI TABIR SURYA Suhesti, Iin; Eka Pangesti, Diaz; Andini, Priska; Oktaviyana Aswandari, Syalva
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/n6vgnd31

Abstract

Latar belakang: Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, sehingga diperlukan tabir surya yang aman dan efektif. Herba timi (Thymus vulgaris L.) diketahui mengandung flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan lotion ekstrak etanol herba timi serta mengevaluasi mutu fisik dan efektivitasnya sebagai tabir surya berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF). Metode: Ekstrak herba timi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Lotion diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, pH, dan uji hedonik. Efektivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Mansur untuk menghitung nilai SPF, baik pada ekstrak maupun sediaan lotion. Hasil: Ekstrak etanol herba timi memiliki nilai SPF sangat tinggi dengan kategori proteksi ultra (36,02–36,51). Seluruh formula lotion menunjukkan karakteristik organoleptis yang baik, homogen, nilai pH sesuai standar, serta viskositas dan daya sebar yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi ekstrak tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap daya lekat dan viskositas, namun meningkatkan nilai daya sebar dan SPF. Nilai SPF sediaan lotion berturut-turut adalah 1,93±0,03 (minimal) untuk F1, 3,42±0,64 (minimal) untuk F2, dan 5,04±0,60 (sedang) untuk F3. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F3 paling disukai panelis. Kesimpulan: Lotion ekstrak etanol herba timi berpotensi dikembangkan sebagai tabir surya alami, dengan konsentrasi 1% memberikan karakteristik fisik terbaik dan efektivitas perlindungan sinar UV paling optimal dibandingkan formula lainnya.