Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION EKSTRAK HERBA TIMI (Thymus vulgaris L.) SEBAGAI TABIR SURYA Suhesti, Iin; Eka Pangesti, Diaz; Andini, Priska; Oktaviyana Aswandari, Syalva
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/n6vgnd31

Abstract

Latar belakang: Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, sehingga diperlukan tabir surya yang aman dan efektif. Herba timi (Thymus vulgaris L.) diketahui mengandung flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan lotion ekstrak etanol herba timi serta mengevaluasi mutu fisik dan efektivitasnya sebagai tabir surya berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF). Metode: Ekstrak herba timi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Lotion diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, pH, dan uji hedonik. Efektivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Mansur untuk menghitung nilai SPF, baik pada ekstrak maupun sediaan lotion. Hasil: Ekstrak etanol herba timi memiliki nilai SPF sangat tinggi dengan kategori proteksi ultra (36,02–36,51). Seluruh formula lotion menunjukkan karakteristik organoleptis yang baik, homogen, nilai pH sesuai standar, serta viskositas dan daya sebar yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi ekstrak tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap daya lekat dan viskositas, namun meningkatkan nilai daya sebar dan SPF. Nilai SPF sediaan lotion berturut-turut adalah 1,93±0,03 (minimal) untuk F1, 3,42±0,64 (minimal) untuk F2, dan 5,04±0,60 (sedang) untuk F3. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F3 paling disukai panelis. Kesimpulan: Lotion ekstrak etanol herba timi berpotensi dikembangkan sebagai tabir surya alami, dengan konsentrasi 1% memberikan karakteristik fisik terbaik dan efektivitas perlindungan sinar UV paling optimal dibandingkan formula lainnya.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION EKSTRAK HERBA TIMI (Thymus vulgaris L.) SEBAGAI TABIR SURYA Suhesti, Iin; Eka Pangesti, Diaz; Andini, Priska; Oktaviyana Aswandari, Syalva
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/n6vgnd31

Abstract

Latar belakang: Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, sehingga diperlukan tabir surya yang aman dan efektif. Herba timi (Thymus vulgaris L.) diketahui mengandung flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan lotion ekstrak etanol herba timi serta mengevaluasi mutu fisik dan efektivitasnya sebagai tabir surya berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF). Metode: Ekstrak herba timi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Lotion diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, pH, dan uji hedonik. Efektivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Mansur untuk menghitung nilai SPF, baik pada ekstrak maupun sediaan lotion. Hasil: Ekstrak etanol herba timi memiliki nilai SPF sangat tinggi dengan kategori proteksi ultra (36,02–36,51). Seluruh formula lotion menunjukkan karakteristik organoleptis yang baik, homogen, nilai pH sesuai standar, serta viskositas dan daya sebar yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi ekstrak tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap daya lekat dan viskositas, namun meningkatkan nilai daya sebar dan SPF. Nilai SPF sediaan lotion berturut-turut adalah 1,93±0,03 (minimal) untuk F1, 3,42±0,64 (minimal) untuk F2, dan 5,04±0,60 (sedang) untuk F3. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F3 paling disukai panelis. Kesimpulan: Lotion ekstrak etanol herba timi berpotensi dikembangkan sebagai tabir surya alami, dengan konsentrasi 1% memberikan karakteristik fisik terbaik dan efektivitas perlindungan sinar UV paling optimal dibandingkan formula lainnya.
Pemanfaatan QR Code pada Pelatihan Pembentukan Pojok TOGA (Tanaman Obat Keluarga) untuk Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Proklim Gajah Putih Karangasem, Surakarta Suhesti, Iin; Sari, Dessy Erliani Mugita; Puspitasari, Norma
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.913

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mendukung ketahanan kesehatan keluarga. Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman obat mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan pelatihan pembentukan pojok TOGA berbasis Quick Response (QR) Code. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahap: penyusunan modul, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan pembuatan QR code, serta implementasi pelabelan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang TOGA berdasarkan hasil wawancara kepada warga. Selain itu, sebanyak 30 jenis tanaman berhasil didigitalisasi melalui QR code yang dapat diakses menggunakan ponsel pintar. Kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat, menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta menciptakan media edukasi berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Pemanfaatan QR Code pada Pelatihan Pembentukan Pojok TOGA (Tanaman Obat Keluarga) untuk Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Proklim Gajah Putih Karangasem, Surakarta Suhesti, Iin; Sari, Dessy Erliani Mugita; Puspitasari, Norma
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.913

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mendukung ketahanan kesehatan keluarga. Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman obat mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan pelatihan pembentukan pojok TOGA berbasis Quick Response (QR) Code. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahap: penyusunan modul, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan pembuatan QR code, serta implementasi pelabelan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang TOGA berdasarkan hasil wawancara kepada warga. Selain itu, sebanyak 30 jenis tanaman berhasil didigitalisasi melalui QR code yang dapat diakses menggunakan ponsel pintar. Kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat, menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta menciptakan media edukasi berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Pemanfaatan QR Code pada Pelatihan Pembentukan Pojok TOGA (Tanaman Obat Keluarga) untuk Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Proklim Gajah Putih Karangasem, Surakarta Suhesti, Iin; Sari, Dessy Erliani Mugita; Puspitasari, Norma
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.913

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mendukung ketahanan kesehatan keluarga. Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman obat mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan pelatihan pembentukan pojok TOGA berbasis Quick Response (QR) Code. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahap: penyusunan modul, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan pembuatan QR code, serta implementasi pelabelan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang TOGA berdasarkan hasil wawancara kepada warga. Selain itu, sebanyak 30 jenis tanaman berhasil didigitalisasi melalui QR code yang dapat diakses menggunakan ponsel pintar. Kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat, menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta menciptakan media edukasi berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Optimalisasi Penatalaksanaan Hipertensi melalui Edukasi Penggunaan Nifedipine pada Pasien Lansia Puskesmas Pajang: Penelitian Suhesti, Iin; Izzah, Raihana Nurul; Ardianto, Riko Tri; Tyas, Hesty Hayuning
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4309

Abstract

Hypertension is a significant public health issue, especially among the elderly, with a high risk of cardiovascular complications. The use of nifedipine as an antihypertensive drug is effective in lowering blood pressure; however, patient understanding of medication use and healthy lifestyle remains limited. This community service activity aimed to improve knowledge of elderly patients at Puskesmas Pajang regarding hypertension and nifedipine use through educational counseling. The method involved interactive material delivery, leaflet distribution, and a question-and-answer session attended by 27 elderly Prolanis members. The results showed an increased understanding of nifedipine’s mechanism of action, side effects, and the importance of a healthy lifestyle summarized by the acronym CERDIK. The interactive discussion provided participants the opportunity to clarify various questions related to hypertension management. Although there were technical limitations such as leaflet shortages and limited discussion time, the activity successfully enhanced health literacy among the elderly and supported therapy adherence. This activity is expected to contribute to hypertension control and complication prevention at the primary healthcare level.
Optimalisasi Penatalaksanaan Hipertensi melalui Edukasi Penggunaan Nifedipine pada Pasien Lansia Puskesmas Pajang: Penelitian Suhesti, Iin; Izzah, Raihana Nurul; Ardianto, Riko Tri; Tyas, Hesty Hayuning
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4309

Abstract

Hypertension is a significant public health issue, especially among the elderly, with a high risk of cardiovascular complications. The use of nifedipine as an antihypertensive drug is effective in lowering blood pressure; however, patient understanding of medication use and healthy lifestyle remains limited. This community service activity aimed to improve knowledge of elderly patients at Puskesmas Pajang regarding hypertension and nifedipine use through educational counseling. The method involved interactive material delivery, leaflet distribution, and a question-and-answer session attended by 27 elderly Prolanis members. The results showed an increased understanding of nifedipine’s mechanism of action, side effects, and the importance of a healthy lifestyle summarized by the acronym CERDIK. The interactive discussion provided participants the opportunity to clarify various questions related to hypertension management. Although there were technical limitations such as leaflet shortages and limited discussion time, the activity successfully enhanced health literacy among the elderly and supported therapy adherence. This activity is expected to contribute to hypertension control and complication prevention at the primary healthcare level.
Optimalisasi Penatalaksanaan Hipertensi melalui Edukasi Penggunaan Nifedipine pada Pasien Lansia Puskesmas Pajang: Penelitian Suhesti, Iin; Izzah, Raihana Nurul; Ardianto, Riko Tri; Tyas, Hesty Hayuning
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4309

Abstract

Hypertension is a significant public health issue, especially among the elderly, with a high risk of cardiovascular complications. The use of nifedipine as an antihypertensive drug is effective in lowering blood pressure; however, patient understanding of medication use and healthy lifestyle remains limited. This community service activity aimed to improve knowledge of elderly patients at Puskesmas Pajang regarding hypertension and nifedipine use through educational counseling. The method involved interactive material delivery, leaflet distribution, and a question-and-answer session attended by 27 elderly Prolanis members. The results showed an increased understanding of nifedipine’s mechanism of action, side effects, and the importance of a healthy lifestyle summarized by the acronym CERDIK. The interactive discussion provided participants the opportunity to clarify various questions related to hypertension management. Although there were technical limitations such as leaflet shortages and limited discussion time, the activity successfully enhanced health literacy among the elderly and supported therapy adherence. This activity is expected to contribute to hypertension control and complication prevention at the primary healthcare level.
STABILITY TEST OF FACIAL MOISTURIZING CREAM FROM SNAIL SLIME (Achatina fulica) WITH VARIATIONS IN STEARIC ACID Suhesti, Iin; Putri, Vania Santika; Hidayah, Dian Nurul
Medical Journal of Nusantara Vol. 4 No. 3 (2025): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v4i3.1761

Abstract

The skin is exposed to free radicals from the environment every day which can cause premature aging. The aging process is characterized by decreased sweat gland production, followed by decreased skin moisture due to reduced skin elasticity and the skin's ability to retain water, so the skin needs moisturizer. Snail slime (Achatina fulica) contains active substances glycosaminoglycan and allantoin with a concentration of 3% functioning as a tightener, softener and moisturizer for facial skin and contains achasin protein which has antibacterial activity against Propionibacterium acnes with an inhibitory power of 16.0 mm ± 2.6 at a concentration of 11%. This study aims to determine the effect of achasin protein on Propionibacterium acnes on skin elasticity.to know the variation of stearic acid concentration and stability of facial moisturizing cream from snail slime. This study used an experimental method with 3% snail slime as the active ingredient and stability testing was carried out using 2 methods, namely cycling test and centrifugation. Snail slime was formulated into a cream preparation with varying stearic acid concentrations of 5%, 7%, 9% and 11%. Based on the results of the stability test using the cycling test method, it was found that all cream formulas were physically stable because they did not experience phase separation, while based on the results of the stability test using the centrifugation method, it was found that the cream in formula 4 was more physically stable when compared to formulas 1, 2 and 3 because it experienced phase separation at the 150th minute. Conclusion: The resulting facial moisturizer cream was stable in the cycling test method but not stable in the centrifugation method.
STABILITY TEST OF FACIAL MOISTURIZING CREAM FROM SNAIL SLIME (Achatina fulica) WITH VARIATIONS IN STEARIC ACID Suhesti, Iin; Putri, Vania Santika; Hidayah, Dian Nurul
Medical Journal of Nusantara Vol. 4 No. 3 (2025): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v4i3.1761

Abstract

The skin is exposed to free radicals from the environment every day which can cause premature aging. The aging process is characterized by decreased sweat gland production, followed by decreased skin moisture due to reduced skin elasticity and the skin's ability to retain water, so the skin needs moisturizer. Snail slime (Achatina fulica) contains active substances glycosaminoglycan and allantoin with a concentration of 3% functioning as a tightener, softener and moisturizer for facial skin and contains achasin protein which has antibacterial activity against Propionibacterium acnes with an inhibitory power of 16.0 mm ± 2.6 at a concentration of 11%. This study aims to determine the effect of achasin protein on Propionibacterium acnes on skin elasticity.to know the variation of stearic acid concentration and stability of facial moisturizing cream from snail slime. This study used an experimental method with 3% snail slime as the active ingredient and stability testing was carried out using 2 methods, namely cycling test and centrifugation. Snail slime was formulated into a cream preparation with varying stearic acid concentrations of 5%, 7%, 9% and 11%. Based on the results of the stability test using the cycling test method, it was found that all cream formulas were physically stable because they did not experience phase separation, while based on the results of the stability test using the centrifugation method, it was found that the cream in formula 4 was more physically stable when compared to formulas 1, 2 and 3 because it experienced phase separation at the 150th minute. Conclusion: The resulting facial moisturizer cream was stable in the cycling test method but not stable in the centrifugation method.