Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Edukasi Pemberian Oralit dan Bubur Tempe pada Diare Anak di Desa Sejahtera, Sulawesi Tengah wulandari, Ayu; Suhesti, Iin; Rumambi, Farha D.
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.428

Abstract

Diare merupakan kondisi dimana frekuensi defekasi yang tidak biasa lebih dari 3 hari sekali, juga perubahan dalam jumlah dan konsistensi feses cair. Penyakit diare sangat sering dialami oleh anak – anak. Penyakit diare masih menjadi masalah di dunia maupun di Indonesia itu sendiri. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan memberikan materi presentasi dan diskusi tentang cara membuat oralit yang benar dan alternatif mengatasi diare dengan bubur tempe sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki anak di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Presentasi dipaparkan oleh pemateri dengan menggunakan metode ceramah dan membagi poster/leaflet kemudian di lanjutkan dengan tanya jawab. Hasil kajian dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini yaitu 89,17% atau baik hal ini menandakan peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang penyakit diare dan penanganan diare pada balita dengan bubur tempe. Masyarakat mengalami peningkatan keterampilan dalam upaya penanganan diare pada balita dengan mendemonstrasikan kembali cara pembuatan bubur tempe
Penyuluhan Dan Pembuatan Ramuan Jamu Saintifik Hipertensi, Asam Urat, Kolesterol Dan Diabetes Melitus Pada Lansia Di Desa Tanggan, Kec. Gesi, Kab.Sragen Suhesti, Iin; Setiyanto, Riyan; Marshanda, Camelia; oktaviani, Diah Ayu
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v5i1.197

Abstract

Degenerative diseases in the elderly are a significant health problem in Tanggan Village, Gesi District, Sragen Regency, with the majority of the population (70%) working as farm laborers. Economic limitations make access to health services a challenge, while public knowledge about processing natural ingredients into scientific herbal concoctions is still minimal. This community service activity aims to improve public knowledge and skills in making scientific herbal concoctions to treat hypertension, gout, cholesterol, and diabetes mellitus. The methods used include lectures, demonstrations, and discussions involving 35 elderly people. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge about the concept of scientific herbal medicine, with 90% of participants being able to answer questions related to the material presented. Participants also succeeded in practicing making scientific herbal concoctions according to the recommended dosage. This activity has a positive impact on increasing community independence to maintain health through the use of scientifically processed herbal ingredients, as well as reducing dependence on chemical drugs.
Diversifikasi Minyak Atsiri Sereh Wangi Sebagai Bisnis KUB Aroma Alam Desa Sruni Boyolali Suhesti, Iin; Purwanto, Diyan Sakti; Meitasari, Annisa Diyan; Permadi, Dedi Setyo; Kurniawan, Marcela Lexi Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4051

Abstract

KUB Aroma Alam merupakan suatu kelompok usaha bersama yang didirikan oleh bapak Sriyanto Broto Suseno yang terletak di Dk. Watesari, Desa Sruni, Kec. Musuk, Boyolali, Jawa Tengah. KUB Aroma Alam memproduksi minyak atsiri dari berbagai jenis tumbuhan dan air mawar yang telah disalurkan ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Sulawesi, Surabaya, Bogor dan beberapa kota lainnya. Pemasaran yang dilakukan di kota-kota besar hanya dilakukan jika mendapatkan permintaan, tetapi belum mengalami penjualan yang signifikan. Hal ini masih menjadi permasalahan yang dialami oleh KUB Aroma Alam, karena kurangnya pemahaman tentang cara pembuatan sediaan farmasi ataupun kosmetik yang berasal dari minyak atsiri. Salah satu minyak atsiri yang dibuat yaitu minyak atsiri sereh wangi atau dikenal dengan Citronella Oil. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk memberikan peluang bisnis kepada KUB Aroma Alam dan masyarakat sekitar dengan memberikan pengetahuan tentang cara pembuatan sediaan kosmetik yang berasal dari minyak atsiri yaitu berupa spray anti nyamuk. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan 3 tahap yaitu ceramah, demonstrasi dan pelatihan, serta dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 40 Orang Warga Dk. Watesari. Peserta sangat antusias memperhatikan dan bertanya mengenai cara pengolahan minyak atsiri menjadi spray anti nyamuk. Target luaran yang dicapai dari kegiatan ini yaitu berupa produk spray anti nyamuk yang dapat diproduksi oleh masyarakat guna meningkatkan taraf ekomomi keluarga.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SPF (Sun Protection Factor) LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Suhesti, Iin; Setiyanto, Riyan; Islami, Nabila Nurhaliza; Anggia, Cinti
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 2: September 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i2.21849

Abstract

Hewan bekicot (Achatina fulica) banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional dan kosmetik karena mengandung protein achasin, acharan sulfat, zat beta aglutinin, asam hialuronat, enzim glikoprotein, proteoglycan, glycosaminoglycan dan allantoin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya pada lendir bekicot menggunakan spektrofotometer uv-vis. Metode penelitian ini adalah eksperimental, menggunakan sampel lendir bekicot dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Hasil skrining fitokimia diperoleh bahwa lendir bekicot mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, fenol, saponin, dan tanin. Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas antioksidan lendir bekicot pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 83,63 ± 0,57 ppm; 57,93 ± 0,82 ppm; dan 31,59 ± 0,59 ppm dengan kategori kuat (IC50 50-100 ppm) dan kategori sangat kuat (IC50 < 50 ppm). Nilai SPF diperoleh berturut-turut yaitu 14,77 ± 0,42; 21,67 ± 0,06 dan 27,67± 0,59 dengan tipe proteksi maksimal (SPF 8-15) dan tipe proteksi ultra (SPF > 15). Berdasarkan analisis SPSS menggunakan One Way Anova diketahui bahwa variasi konsentrasi lendir bekicot berpengaruh signifikan terhadap hasil aktivitas antioksidan dan tabir surya sehingga dapat disimpulkan bahwa lendir bekicot memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mencegah terbentuknya senyawa radikal bebas pada kulit dari dalam dan aktivitas tabir surya yang dapat melindungi kulit dari luar akibat radiasi sinar UV yang dipaparkan pada kulit setiap hari.
Formulation and anti-bacterial of liquid soap combination of Citronella (Cymbopogon nardus L. Rendle), Cinnamon (Cinnamomum burmanni Ness Ex Bi.), and Orange Lemon (Citrus lemon L.) Essential Oils on Staphylococcus epidermidis Nafisah, Umi; Suhesti, Iin; Albetia, Puput
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i2.22387

Abstract

The condition of our community in the midst of a pandemic makes us aware of the importance of cleanliness. One way to maintain cleanliness is to clean our self with soap. Cinnamon has antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis. Lemongrass has antibacterial activity against Staphylococcus aureus, while lemons are able to inhibit the growth of Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes bacteria. The aims of this study are to determine the formulation and physical stability of liquid soap with a combination of lemongrass, cinnamon, and lemon essential oils and to determine its antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. Physical evaluation of soap includes organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, and specific gravity which is compared with SNI, and hedonic test is performed. Antibacterial test was performed against Staphylococcus epidermidis.The results of the study obtained homogeneous liquid soap preparations, thick liquid form, a yellow-orange color, distinctive smell of citronella. Specific gravity (g/ml) test results meet the requirements of SNI, which is between 1.01 – 1.10 at room temperature. The results of the pH test meet the requirements of SNI, which are between 8 – 11. The results of the viscosity (cPas) test show that there is an increase in viscosity from week 1 to week 6. The increase in viscosity is related to particle size during storage. The foam height (cm) test results obtained F1: 11.76 ± 0.67, F2: 11.67 ± 1.25, F3: 11.33 ± 1.02, F4: 11.60 ± 0.79, F5: 11.18 ± 0.84. The results of the hedonic test obtained that the average respondent liked the foam produced, the shape, color, comfort when used, and the smell. The lowest value of the hedonic test is the smell of the liquid soap that is produced. From the results of antibacterial test against S. Epidermidis, it is known that liquid soap has antibacterial activity with strong inhibitory power.
The Potential of Sugarcane Bagasse (Saccharum officinarum Linn.) as a Basic Ingredient for Making Cosmetics and Its Effectiveness as an Exfoliator and Skin Moisturizer Suhesti, Iin; Sari, Yunita Dian Permata; Oktofiani, Fauziyah; Janah, Aprillia Nurul
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 21 No. 1: March 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v21i1.27915

Abstract

Sugarcane bagasse (Saccharum officinarum Linn.) contains most of the phenolic compounds including gallic acid, ferulic acid, epicatechin, quercetin, and kaempferol. Various phenolic compounds contained in sugarcane bagasse, especially phenolic acids, have important bioactivity for the cosmetics industry. The aim of this research is to determine the potential of sugarcane bagasse as an active ingredient in cosmetics and its effectiveness as an exfoliator and skin moisturizer. This research method is experimental, using sugarcane bagasse samples with concentrations of 1%, 3% and 5%. The results of phytochemical screening showed that sugarcane bagasse contains phenolic compounds, flavonoids and phytosterols. Based on the research results, sugarcane bagasse exfoliating gel at concentrations of 1%, 3%, and 5% increased skin tone respectively, namely 1.00 ± 0.67; 0.40±0.49; and 0.30 ± 0.39. Sugarcane bagasse moisturizing gel at concentrations of 1%, 3%, and 5% had a percent increase in skin water content, respectively, namely 6.92 ± 11.094; 2.72±10.21; and 3.36 ± 6.49. Based on SPSS analysis, it is known that variations in the concentration of bagasse extract and the time of use have a significant effect on increasing skin tone. Meanwhile, variations in the concentration of bagasse extract did not have a significant effect on increasing skin water content. However, the time of use has a significant effect on the increase in skin water content. So, it can be concluded that sugarcane bagasse extract has the potential to be an active ingredient in making cosmetics and is effective as an exfoliator and skin moisturizer.
the Antibacterial and antifungi activity of pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb)leaf ethanolic extract and its n-heksan and etil acetate fraction Setiyanto, Riyan; Suhesti, Iin; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol20.iss1.art12

Abstract

Background: Pandanus amaryllifolius Roxb leaves are commonly used as a food additive, green coloring agent, and flavor enhancer. Additionally, these leaves are renowned in herbal medicine for their potential to inhibit cancer cell growth, relieve diarrhea, and act as antioxidants. The leaves contain alkaloids with promising antibacterial and antifungal properties.Objective: This research aimed to evaluate the inhibitory zone activity of leaf extract (ethanol), n-hexane, and ethyl acetate fractions against methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Escherichia coli, and Candida albicans.Method: The maceration method was used for extraction, employing a 70% ethanol solution as the solvent. The ethanol extract was then fractionated using n-hexane and ethyl acetate. The Kirby-Bauer disc diffusion method was applied to assess the antibacterial and antifungal activity of the extracts and fractions. The diameter of the inhibition zones was measured and analyzed statistically.Result: The ethanol extract demonstrated the strongest antibacterial activity against MRSA compared to the n-hexane fraction and the ethyl acetate fraction. None of the concentration variations significantly inhibited the growth of Escherichia coli and Candida albicans.Conclusion: The ethanolic extract of Pandanus amaryllifolius Roxb leaves shows potential as an antibacterial agent against methicillin-resistant Staphylococcus aureus.Keywords: Pandanus amaryllifolius Roxb., 70% ethanol extract, fractionation, disc diffusion method, MRSA IntisariLatar belakang: Daun Pandanus amaryllifolius Roxb umumnya digunakan sebagai komponen tambahan makanan zat pewarna hijau dan penambah rasa. Daun ini telah dikenal luas sebagai obat herbal yang mempunyai potensi menghambat pertumbuhan sel kanker, meringankan diare, berkhasiat sebagai antioksidan. Kandungan daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi menunjukkan efek antibakteri dan antijamur. Tujuan: Penelitian ini untuk mengukur aktivitas zona hambat dari ekstrak daun (etanol), fraksi n-heksan dan etil asetat terhadap Staphylococcus aureus resisten methicillin, Escherichia coli, dan Candida albicans. Metode: Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah larutan yang terdiri dari 70% etanol. Ekstrak etanol dilakukan fraksinasi n-heksan dan etil asetat. Metode difusi cakram Kirby-Bauer digunakan uji aktivitas diagnostik antibakteri dan antijamur. Diameter zona hambat kemudian diukur dan dilakukan analisis statistik. Hasil: Ekstrak daun (etanol) memperlihatkan daya antibakteri yang paling kuat terhadap MRSA dibandingkan fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat. Variasi konsentrasi secara substansial mengurangi pertumbuhan Escherichia coli dan Candida albicans.Kesimpulan: Ekstrak daun Pandanus amaryllifolius Roxb yang dilarutkan dalam pelarut etanol 70% memiliki potensi antibakteri untuk Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin. Kata kunci: Pandanus amaryllifolius Roxb, ekstrak etanol 70%, fraksinasi, metode difusi cakram, MRSA  
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION EKSTRAK HERBA TIMI (Thymus vulgaris L.) SEBAGAI TABIR SURYA Suhesti, Iin; Eka Pangesti, Diaz; Andini, Priska; Oktaviyana Aswandari, Syalva
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/n6vgnd31

Abstract

Latar belakang: Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit, sehingga diperlukan tabir surya yang aman dan efektif. Herba timi (Thymus vulgaris L.) diketahui mengandung flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan lotion ekstrak etanol herba timi serta mengevaluasi mutu fisik dan efektivitasnya sebagai tabir surya berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF). Metode: Ekstrak herba timi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Lotion diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, pH, dan uji hedonik. Efektivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Mansur untuk menghitung nilai SPF, baik pada ekstrak maupun sediaan lotion. Hasil: Ekstrak etanol herba timi memiliki nilai SPF sangat tinggi dengan kategori proteksi ultra (36,02–36,51). Seluruh formula lotion menunjukkan karakteristik organoleptis yang baik, homogen, nilai pH sesuai standar, serta viskositas dan daya sebar yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi ekstrak tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap daya lekat dan viskositas, namun meningkatkan nilai daya sebar dan SPF. Nilai SPF sediaan lotion berturut-turut adalah 1,93±0,03 (minimal) untuk F1, 3,42±0,64 (minimal) untuk F2, dan 5,04±0,60 (sedang) untuk F3. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F3 paling disukai panelis. Kesimpulan: Lotion ekstrak etanol herba timi berpotensi dikembangkan sebagai tabir surya alami, dengan konsentrasi 1% memberikan karakteristik fisik terbaik dan efektivitas perlindungan sinar UV paling optimal dibandingkan formula lainnya.
Pemanfaatan QR Code pada Pelatihan Pembentukan Pojok TOGA (Tanaman Obat Keluarga) untuk Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Proklim Gajah Putih Karangasem, Surakarta Suhesti, Iin; Sari, Dessy Erliani Mugita; Puspitasari, Norma
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.913

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mendukung ketahanan kesehatan keluarga. Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman obat mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan pelatihan pembentukan pojok TOGA berbasis Quick Response (QR) Code. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahap: penyusunan modul, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan pembuatan QR code, serta implementasi pelabelan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang TOGA berdasarkan hasil wawancara kepada warga. Selain itu, sebanyak 30 jenis tanaman berhasil didigitalisasi melalui QR code yang dapat diakses menggunakan ponsel pintar. Kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat, menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta menciptakan media edukasi berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Optimalisasi Penatalaksanaan Hipertensi melalui Edukasi Penggunaan Nifedipine pada Pasien Lansia Puskesmas Pajang: Penelitian Suhesti, Iin; Izzah, Raihana Nurul; Ardianto, Riko Tri; Tyas, Hesty Hayuning
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4309

Abstract

Hypertension is a significant public health issue, especially among the elderly, with a high risk of cardiovascular complications. The use of nifedipine as an antihypertensive drug is effective in lowering blood pressure; however, patient understanding of medication use and healthy lifestyle remains limited. This community service activity aimed to improve knowledge of elderly patients at Puskesmas Pajang regarding hypertension and nifedipine use through educational counseling. The method involved interactive material delivery, leaflet distribution, and a question-and-answer session attended by 27 elderly Prolanis members. The results showed an increased understanding of nifedipine’s mechanism of action, side effects, and the importance of a healthy lifestyle summarized by the acronym CERDIK. The interactive discussion provided participants the opportunity to clarify various questions related to hypertension management. Although there were technical limitations such as leaflet shortages and limited discussion time, the activity successfully enhanced health literacy among the elderly and supported therapy adherence. This activity is expected to contribute to hypertension control and complication prevention at the primary healthcare level.