Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Formulasi banana soymilk: susu nabati tinggi kalium dan rendah lemak Adhella Komala Dewi; Vitria Melani; Khairizka Citra Palupi; Mertien Sa'pang; Putri Ronitawati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i1.214

Abstract

Latar Belakang: Tingginya asupan natrium dan lemak, serta rendahnya asupan kalium meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Salah satu upaya pencegahannya dengan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalium dan rendah lemak. Kandungan kalium tertinggi pada kacang-kacangan dan buah dapat ditemukan pada kedelai dan pisang uli. Pisang merupakan komoditi dengan produktivitas tinggi di Indonesia, memiliki keunggulan kandungan lemak yang rendah. Sedangkan kedelai merupakan bahan yang sering diolah menjadi sari kedelai. Oleh karena itu, kedua bahan ini layak untuk dikembangkan menjadi produk olahan dalam bentuk banana soymilk yang mengandung tinggi kalium dan rendah lemak. Tujuan: Mengetahui formulasi terbaik untuk pengembangan banana soymilk dengan bahan dasar kedelai dan pisang uli. Metode: Jenis penelitian experimental, dengan persentase penambahan pisang uli 0%(F0), 10%(F1), 30%(F2), dan 50%(F3). Pengujian organoleptik menggunakan uji hedonik dengan skala Likert dilakukan oleh 30 panelis konsumen sesuai kriteria inklusi. Uji kadar kalium dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom (SSA) dan kadar lemak dengan metode Soxhlet. Uji proksimat, kekentalan, angka lempeng total dan umur simpan (direct evaluasi sensori) bertujuan untuk standarisasi kualitas produk. Analisis data menggunakan uji statistik One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil: Berdasarkan uji hedonik, terdapat perbedaan daya terima (warna, rasa, aroma, tekstur, dan tingkat kesukaan keseluruhan) yang signifikan antar kelompok perlakuan. Formula banana soymilk F2 (30% pisang uli) menjadi formula terbaik berdasarkan daya terima panelis, dengan kriteria rendah lemak (1,35%), dan tinggi kalium (731,83 mg/100 g). Kesimpulan: Formula F2 adalah formulasi banana soymilk terbaik yang dapat dikembangkan sebagai susu nabati tinggi kalium dan rendah lemak.
Pembuatan Snackbar sebagai Makanan Tambahan Olahraga sebagai Sumber Tinggi Kalori Shinta Shinthia Dewi; Reza Fadhilla; Mury Kuswari; Khairizka Citra Palupi; Dessy Aryanti Utami
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.100-110

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul dari kekurangan stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. Prestasi atlet oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan camilan agar mudah dikonsumsi dan mudah dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode:Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0 (0gr: 100gr), F1 (50gr: 50gr), dan F2 (100gr: 0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Formulir Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil:Berdasarkan Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen yang terpilih terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466, 14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma. Kata kunci : Snackbar , tepung kacang hijau, tepung jagung, marathonLatar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul yaitu kurangnya stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. prestasi atlet dipengaruhi oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan snack agar mudah dikonsumsi secara ringkas dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0(0gr:100gr), F1(50gr:50gr), dan F2(100gr:0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Form Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil : Berdasarkan  Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen didapat formulasi terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466,14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma.
Development and Validation of Online Nutrition Education Video EMPIRE (Emotion and Mind Power in Relationship with Eating) For Millennials with Overweight and Obesity Khairizka Citra Palupi; Adela Eka Putri; Nadiyah; Laras Sitoayu
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 4 No. 4 (2021): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v4i4.462

Abstract

Overweight and obesity are still the biggest health problem in Indonesia, especially for the current millennial generation. The concept of mindfulness and mindful eating can be one of the intervention strategies to overcome overweight and obesity in this modern era. The study aimed to develop and validate the online nutrition education video EMPIE (Emotion and Mind Power in Relationship with Eating) for millennials with overweight and obesity. This study uses a 3-step method, namely, development (development of EMPIRE online nutrition education video materials), validation (validating content and constructs by 10 experts and 3 millennial respondents with overweight/obesity), evaluation (evaluation stage is not carried out by researchers due to time constraints). For construct validation using Pearson correlation and content validation using Content Validity Ratio (CVR) and Item-Level Content Validity Index (I-CVI) ?0,80. Validation consists of content, objective, relevant, motivational and construct components such as language and writing, illustrations, and quality. The content and construct validation of the EMPIRE nutrition education video (1,2,3,4,5) by experts and millennial respondents with overweight was declared valid with an overall average value of CVI ? 0.80. The content and construct components in the EMPIRE online nutrition education video are valid, so they are suitable to help overcome overweight and obesity among millennials
PENGARUH PEMBERIAN BUAH TERHADAP GEJALA DEPRESI, SUASANA HATI (MOOD) DAN VITALITAS PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN ASSIDDIQIYAH Asri Nur Latifah; Khairizka Citra Palupi; Mertien Sapang
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.466

Abstract

Adolescence is the transition period of the development of physical and mental health that may induce depression. Being adolescent girls shows a higher risk of depression than adolescent men. Fruit consumption has been identified may alleviate depression. Thus we aim to investigate the effect of giving fruit consumption on depressive symptoms, mood, and vitality among adolescent girls. This research method uses Quantitative-Experiments with the control group. The treatment group was given two servings of fresh fruit/day for 14 days while the control group maintained a diet. The filling out of the questionnaire was done at night before going to bed. The total sample used in this study was 60 students. The result shows a significant decrease of depressive symptoms (p-value 0.05) at the pre-test and post-test of 14.47% among the treatment group. However, there was no difference in mood scores among the treatment group. There was a significant increase in post-test scores of vitality in the treatment group (p-value 0.05). In the independent statistical test, the sample t-test had a difference between depressive symptom scores (p-value 0.01) and mood (p-value 0.05) in both groups. In conclusion, giving fruit may alleviate symptoms of depression, mood, and vitality among adolescent girls. ABSTRAKMasa remaja adalah tahap transisi dari perkembangan kesehatan fisik dan mental yang dapat memicu depresi. Remaja putri menunjukkan risiko depresi lebih tinggi dibandingkan remaja pria. Konsumsi buah diketahui mampu memperbaiki kondisi depresi. Oleh karena itu, penelitian kami bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buah terhadap gejala depresi, suasana hati (mood), dan vitalitas remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif–eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan buah segar sebanyak 2 porsi/hari selama 14 hari sedangkan kelompok kontrol mempertahankan pola makan. Pengisian kuesioner dilakuakan di malam hari sebelum tidur. Total sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 60 remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan gejala depresi sebesar 14,47 persen pada kelompok perlakuan (p-value 0,05). Namun tidak ada perbedaan pada skor susana hati (mood) pada kelompok perlakuan. Terjadi peningkatan skor  vitalitas yang signifikan pada kelompok perlakuan (p-value 0,05). Berdasarkan independen sample t-test, terdapat perbedaan skor gejala depresi (p-value 0,01) dan suasana hati (mood) (p-value 0,05) pada kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian buah mampu memperbaiki gejala depresi, suasana hati (mood) dan vitalitas pada remaja putri.Kata kunci: buah, gejala depresi, suasana hati (mood), vitalitas, remaja putri
Depression and Compliance of Fe Tablet Consumption are Combined Risk Factors for Pregnant Women Constipation at Public Health Center Pedurenan, Tangerang City Putri Ayu Anjani; Khairizka Citra Palupi; Mertien Sa’pang; Dudung Angkasa; Vitria Melani
Journal of Nutrition Science Vol 2, No 1 (2021): May, 2021
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jns.v2i2.2676

Abstract

Constipation marked by feces hard one, dry, and difficult issued. About 73.9% pregnant women experience constipation. Increase in the hormone progesterone for pregnant women resulted in drop motility gastrointestinal tract. Constipation affects psychology and causes swelling of the rectum area.To determine the relationship between the level of fiber adequacy, to consumption of Fe tablets and depression and to see the combined risk factors for depression and adherence to consumption of Fe tablets with the incidence of constipation in pregnant women. Design this research is observational analytics with Cross Sectional design. The sample of pregnant women is 55 people with purposive sampling data collection technique. Taking data done with use questionnaire. Statistic test used the chi-square test. 58.2% of pregnant women experienced constipation; 92.7% insufficient fiber sufficiency level; 40.0% adhered to consuming Fe tablets; 55.4% experienced depression; 23.6% of depression was adherent. The results of the chi-square test showed that there was no significant relationship between the level of fiber adequacy and the incidence of constipation in pregnant women (p = 0.298) and a significant relationship with the incidence of constipation in pregnant women, namely consuming Fe tablets (p = 0.039; OR = 4.080), depression (p = 0.026; OR = 4.125), risk factors for the combination of depression and adherence to consumption of Fe tablets (p = 0.005).Compliance with Fe tablet consumption and depression can increase the risk of constipation in pregnant women by 4,080 times and 4,125 times.
Pengaruh Intervensi Sadar Puasa Ramadan terhadap Asupan Zat Gizi Makro, Serat, Gula dan Aktivitas Fisik diantara Remaja Putri Gizi Lebih: Pengaruh Intervensi Sadar Puasa Ramadan terhadap Asupan Zat Gizi Makro, Serat, Gula dan Aktivitas Fisik diantara Remaja Putri Gizi Lebih Khairizka Citra palupi; Nurul Shiva Fauziah; Dessy Aryanti Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.146-156

Abstract

Background: The prevalence of overweight among adolescents 13-18 years from 7.1% to 14.1% between 1993 and 2014, respectively. Mindfulness and Ramadan Fasting have gained attention in treatment of overweight. Objectives: We evaluate the efficacy of Mindful Ramadan Fasting Intervention (MRFI) versus Standard Dietary for Ramadan Fasting (SDRF) in adolescent girls with overweight for improving dietary intake and physical activity Methods: Forty eight overweight adolescents girls from Public Senior High School (age 15 – 17 years) were randomized to MRFI or SDRF groups. The MRFI was administered in six 60-min sessions nutrition education with mindfulness approach and SDDR was provided in six nutrition education brochure administration. Nutrition education was conducted over two weeks before Ramadan Fasting. Two weeks before and after Ramadan Fasting, dietary macronutrients, fiber and sugar intake were measured by 2x24 hour recall , physical activity was measured by IPAQR and  body mass index for age was measured by digital weighing and stadiometer. Results: The proportion of improvement in nutritional status was 29.1 % in MRFI group and 8.3% in SDRF group. Dietary energy and carbohydrates were significantly decreased among both MRFI and SDDR groups (p-value <0.05). Dietary protein and fiber were significantly decreased in MRFI group (p-value <0.05). Dietary fiber was not significantly decreased among both MRFI and SDDR groups (p-value >0.05). Independent t-test showed that there was no difference of dietary macronutrients, fiber and sugar in both MRFI and SDRF groups (p-value > 0.05). Physical activity was significantly decreased among both MRFI and SDRF groups (p-value < 0.05). However, independent t-test showed there was no difference of physical activity among both MRFI and SDDR groups (p-value > 0.05) Conclusions: Both MRFI and SDDR intervention showed feasibility to cure overweight among adolescents girls in urban areas. However, MRFI intervention shows greater improvement in nutrition status and energy intake especially carbohydrates.
ASSOCIATION OF EATING HABITS AND COOKING METHODS WITH BREAST TUMORS AMONG CHILDBEARING AGED URBAN WOMEN IN INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Imaviana Cahyani; Khairizka Citra Palupi; Adi Kurniawan; Leffiyanti Handi; Rathi Paramastri; Mertien Sa’pang
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 11, No 2 (2023): June
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.11.2.85-94

Abstract

ABSTRACTBackground: breast tumors is the single most commonly detected benign or malignant tumors among women and has now become a global health burden.Objective: This study aimed to determine the associations of eating habits and cooking methods with a breast tumor in childbearing-aged Indonesian urban women.Materials and Methods: This was a cross-sectional study using a community survey of research of non-communicable disease 2016 database from the ministry of health of Indonesia. In total,28558 women, aged 25 – 49 years old were retrieved from the database. Eating habits and cooking methods were measured using a validated food frequency questionnaire. A forward logistic regression analysis was used to examine the association of eating habits and cooking methods with the risk of breast tumors.Results: Higher education level was positively associated with the incidence of breast tumors (OR = 1.10, 95%CI: 1.01-1.20, p = 0.026). Seafood (OR = 0.88, 95% CI: 0.80-0.96, p = 0.006) and fast foods (OR = 1.10, 95% CI: 1.00-1.20, p = 0.049) were associated with the incidence of breast tumor among urban women. Roasted/smoked cooking method was positively associated with risk of breast tumor (OR = 1.27, 95%CI: 1.01 – 1.61, p = 0.043).Conclusion: Our study is the first community-based study in Indonesia investigating the association of eating habits and cooking methods with the incidence of breast tumors among childbearing-aged urban women. High intake of seafood was associated with a lower risk of breast tumors, while fast foods and roasted/smoked cooking method belief to have a detrimental effect on a breast tumor. Prospective studies are needed to confirm the present study findings.Keywords : eating habits, cooking methods, breast tumor, urban women
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monica Monic; Prita Dhyani Swamilaksita; Reza Fadhilla; Khairizka Citra Palupi; Dudung Angkasa
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
Asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary, dan gangguan kecemasan pada mahasiswa berdomisili di Tangerang Selatan Fauziah Ambarini; Vitria Melani; Dessy Aryanti Utami; Khairizka Citra Palupi; Nadiyah Nadiyah
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.413

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa termasuk kelompok usia yang sensitif mengalami kesehatan mental, salah satunya kecemasan.  Beberapa faktor seperti asupan zat gizi makro, vitamin B, dan gaya hidup sedentary dapat memengaruhi terjadinya kecemasan pada mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary, dan gangguan kecemasan pada mahasiswa yang berdomisili di Tangerang Selatan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April–Agustus 2022. Jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa di wilayah Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan yang diambil dengan metode purposive sampling. Pada penelitian ini, asupan zat gizi makro yang dikaji meliputi karbohidrat total, serat, protein, dan lemak. Pengambilan data asupan karbohidrat, protein, dan lemak didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner recall 2x24 jam yang dilakukan satu kali pada hari kerja dan satu kali pada hari libur. Konsumsi serat dan vitamin B diperoleh menggunakan kuesioner SQ-FFQ. Data gaya hidup sedentary menggunakan Sedentary Behavior Questionnaire dan data kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Sebagian besar asupan zat gizi makro dan vitamin B berada dalam kategori kurang, rata-rata gaya hidup sedentary pada hari biasa dan hari libur ≤6 jam/hari, dan kecemasan sebagian besar dalam kategori kecemasan ringan. Tidak ada hubungan asupan zat gizi makro (protein p=0,395, lemak p=0,512, karbohidrat p=0,056, dan serat p=0,327), asupan vitamin B (vitamin B6 p=0,456, vitamin B9 p=0,736, vitamin B12 p=0,469) dan gaya hidup sedentary (p=0,887) dengan gangguan kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary dengan gangguan kecemasan.
Pengaruh edukasi gizi “EMPIRE” terhadap asupan zat gizi makro, serat, dan gula pada wanita dengan gizi lebih Khairizka Citra Palupi; Leffiyanti Handi; Nazhif Gifari; Lintang P. Dewanti
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.288

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi gizi lebih cukup tinggi di Indonesia, pencegahan gizi lebih dapat dilakukan dengan mindful eating dan edukasi gizi. Mindful eating yaitu makan dengan lebih sadar sehingga dapat makan cukup untuk memuaskan tanpa makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Tujuan: Untuk mengukur pengaruh edukasi gizi “Emotion and Mind Power in Relationship with Eating (EMPIRE)” yang merupakan edukasi gizi dengan pendekatan psikologis (mindful eating) berbasis online terhadap asupan zat gizi makro, serat dan gula pada wanita dengan gizi lebih. Metode: Pre-experimental dengan desain penelitian one group pre-posttest. Responden penelitian ini sebanyak 42 orang yang ditentukan dengan cara purposive sampling. Pengambilan data asupan makan menggunakan formulir food recall 24 jam (weekday dan weekend), lalu dianalisis menggunakan nutrisurvey 2007 untuk mengetahui jumlah asupan zat gizi makro, serat dan gula (gula tambahan). Analisis data menggunakan uji Dependen T-test untuk menganalisis data asupan energi, protein, lemak, gula dan uji Wilcoxon untuk data asupan karbohidrat dan serat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan gula mengalami penurunan yang signifikan (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi “EMPIRE” terhadap asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan gula pada wanita dengan gizi lebih. Namun, untuk asupan serat, tidak mengalami perubahan yang signifikan (p=0,507). Tidak ada pengaruh pemberian edukasi “EMPIRE” terhadap asupan serat pada wanita dengan gizi lebih. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi “EMPIRE” terhadap asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan gula pada wanita dengan gizi lebih. Namun tidak ada pengaruh terhadap asupan serat responden.