Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pembuatan Snackbar sebagai Makanan Tambahan Olahraga sebagai Sumber Tinggi Kalori Shinta Shinthia Dewi; Reza Fadhilla; Mury Kuswari; Khairizka Citra Palupi; Dessy Aryanti Utami
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.100-110

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul dari kekurangan stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. Prestasi atlet oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan camilan agar mudah dikonsumsi dan mudah dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode:Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0 (0gr: 100gr), F1 (50gr: 50gr), dan F2 (100gr: 0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Formulir Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil:Berdasarkan Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen yang terpilih terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466, 14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma. Kata kunci : Snackbar , tepung kacang hijau, tepung jagung, marathonLatar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul yaitu kurangnya stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. prestasi atlet dipengaruhi oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan snack agar mudah dikonsumsi secara ringkas dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0(0gr:100gr), F1(50gr:50gr), dan F2(100gr:0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Form Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil : Berdasarkan  Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen didapat formulasi terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466,14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma.
Development and Validation of Online Nutrition Education Video EMPIRE (Emotion and Mind Power in Relationship with Eating) For Millennials with Overweight and Obesity Khairizka Citra Palupi; Adela Eka Putri; Nadiyah; Laras Sitoayu
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 4 No. 4 (2021): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v4i4.462

Abstract

Overweight and obesity are still the biggest health problem in Indonesia, especially for the current millennial generation. The concept of mindfulness and mindful eating can be one of the intervention strategies to overcome overweight and obesity in this modern era. The study aimed to develop and validate the online nutrition education video EMPIE (Emotion and Mind Power in Relationship with Eating) for millennials with overweight and obesity. This study uses a 3-step method, namely, development (development of EMPIRE online nutrition education video materials), validation (validating content and constructs by 10 experts and 3 millennial respondents with overweight/obesity), evaluation (evaluation stage is not carried out by researchers due to time constraints). For construct validation using Pearson correlation and content validation using Content Validity Ratio (CVR) and Item-Level Content Validity Index (I-CVI) ?0,80. Validation consists of content, objective, relevant, motivational and construct components such as language and writing, illustrations, and quality. The content and construct validation of the EMPIRE nutrition education video (1,2,3,4,5) by experts and millennial respondents with overweight was declared valid with an overall average value of CVI ? 0.80. The content and construct components in the EMPIRE online nutrition education video are valid, so they are suitable to help overcome overweight and obesity among millennials
PENGARUH PEMBERIAN BUAH TERHADAP GEJALA DEPRESI, SUASANA HATI (MOOD) DAN VITALITAS PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN ASSIDDIQIYAH Asri Nur Latifah; Khairizka Citra Palupi; Mertien Sapang
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.466

Abstract

Adolescence is the transition period of the development of physical and mental health that may induce depression. Being adolescent girls shows a higher risk of depression than adolescent men. Fruit consumption has been identified may alleviate depression. Thus we aim to investigate the effect of giving fruit consumption on depressive symptoms, mood, and vitality among adolescent girls. This research method uses Quantitative-Experiments with the control group. The treatment group was given two servings of fresh fruit/day for 14 days while the control group maintained a diet. The filling out of the questionnaire was done at night before going to bed. The total sample used in this study was 60 students. The result shows a significant decrease of depressive symptoms (p-value 0.05) at the pre-test and post-test of 14.47% among the treatment group. However, there was no difference in mood scores among the treatment group. There was a significant increase in post-test scores of vitality in the treatment group (p-value 0.05). In the independent statistical test, the sample t-test had a difference between depressive symptom scores (p-value 0.01) and mood (p-value 0.05) in both groups. In conclusion, giving fruit may alleviate symptoms of depression, mood, and vitality among adolescent girls. ABSTRAKMasa remaja adalah tahap transisi dari perkembangan kesehatan fisik dan mental yang dapat memicu depresi. Remaja putri menunjukkan risiko depresi lebih tinggi dibandingkan remaja pria. Konsumsi buah diketahui mampu memperbaiki kondisi depresi. Oleh karena itu, penelitian kami bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buah terhadap gejala depresi, suasana hati (mood), dan vitalitas remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif–eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan buah segar sebanyak 2 porsi/hari selama 14 hari sedangkan kelompok kontrol mempertahankan pola makan. Pengisian kuesioner dilakuakan di malam hari sebelum tidur. Total sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 60 remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan gejala depresi sebesar 14,47 persen pada kelompok perlakuan (p-value 0,05). Namun tidak ada perbedaan pada skor susana hati (mood) pada kelompok perlakuan. Terjadi peningkatan skor  vitalitas yang signifikan pada kelompok perlakuan (p-value 0,05). Berdasarkan independen sample t-test, terdapat perbedaan skor gejala depresi (p-value 0,01) dan suasana hati (mood) (p-value 0,05) pada kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian buah mampu memperbaiki gejala depresi, suasana hati (mood) dan vitalitas pada remaja putri.Kata kunci: buah, gejala depresi, suasana hati (mood), vitalitas, remaja putri
Depression and Compliance of Fe Tablet Consumption are Combined Risk Factors for Pregnant Women Constipation at Public Health Center Pedurenan, Tangerang City Putri Ayu Anjani; Khairizka Citra Palupi; Mertien Sa’pang; Dudung Angkasa; Vitria Melani
Journal of Nutrition Science Vol 2, No 1 (2021): May, 2021
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jns.v2i2.2676

Abstract

Constipation marked by feces hard one, dry, and difficult issued. About 73.9% pregnant women experience constipation. Increase in the hormone progesterone for pregnant women resulted in drop motility gastrointestinal tract. Constipation affects psychology and causes swelling of the rectum area.To determine the relationship between the level of fiber adequacy, to consumption of Fe tablets and depression and to see the combined risk factors for depression and adherence to consumption of Fe tablets with the incidence of constipation in pregnant women. Design this research is observational analytics with Cross Sectional design. The sample of pregnant women is 55 people with purposive sampling data collection technique. Taking data done with use questionnaire. Statistic test used the chi-square test. 58.2% of pregnant women experienced constipation; 92.7% insufficient fiber sufficiency level; 40.0% adhered to consuming Fe tablets; 55.4% experienced depression; 23.6% of depression was adherent. The results of the chi-square test showed that there was no significant relationship between the level of fiber adequacy and the incidence of constipation in pregnant women (p = 0.298) and a significant relationship with the incidence of constipation in pregnant women, namely consuming Fe tablets (p = 0.039; OR = 4.080), depression (p = 0.026; OR = 4.125), risk factors for the combination of depression and adherence to consumption of Fe tablets (p = 0.005).Compliance with Fe tablet consumption and depression can increase the risk of constipation in pregnant women by 4,080 times and 4,125 times.
Pengaruh Intervensi Sadar Puasa Ramadan terhadap Asupan Zat Gizi Makro, Serat, Gula dan Aktivitas Fisik diantara Remaja Putri Gizi Lebih: Pengaruh Intervensi Sadar Puasa Ramadan terhadap Asupan Zat Gizi Makro, Serat, Gula dan Aktivitas Fisik diantara Remaja Putri Gizi Lebih Khairizka Citra palupi; Nurul Shiva Fauziah; Dessy Aryanti Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.146-156

Abstract

Background: The prevalence of overweight among adolescents 13-18 years from 7.1% to 14.1% between 1993 and 2014, respectively. Mindfulness and Ramadan Fasting have gained attention in treatment of overweight. Objectives: We evaluate the efficacy of Mindful Ramadan Fasting Intervention (MRFI) versus Standard Dietary for Ramadan Fasting (SDRF) in adolescent girls with overweight for improving dietary intake and physical activity Methods: Forty eight overweight adolescents girls from Public Senior High School (age 15 – 17 years) were randomized to MRFI or SDRF groups. The MRFI was administered in six 60-min sessions nutrition education with mindfulness approach and SDDR was provided in six nutrition education brochure administration. Nutrition education was conducted over two weeks before Ramadan Fasting. Two weeks before and after Ramadan Fasting, dietary macronutrients, fiber and sugar intake were measured by 2x24 hour recall , physical activity was measured by IPAQR and  body mass index for age was measured by digital weighing and stadiometer. Results: The proportion of improvement in nutritional status was 29.1 % in MRFI group and 8.3% in SDRF group. Dietary energy and carbohydrates were significantly decreased among both MRFI and SDDR groups (p-value <0.05). Dietary protein and fiber were significantly decreased in MRFI group (p-value <0.05). Dietary fiber was not significantly decreased among both MRFI and SDDR groups (p-value >0.05). Independent t-test showed that there was no difference of dietary macronutrients, fiber and sugar in both MRFI and SDRF groups (p-value > 0.05). Physical activity was significantly decreased among both MRFI and SDRF groups (p-value < 0.05). However, independent t-test showed there was no difference of physical activity among both MRFI and SDDR groups (p-value > 0.05) Conclusions: Both MRFI and SDDR intervention showed feasibility to cure overweight among adolescents girls in urban areas. However, MRFI intervention shows greater improvement in nutrition status and energy intake especially carbohydrates.
ASSOCIATION OF EATING HABITS AND COOKING METHODS WITH BREAST TUMORS AMONG CHILDBEARING AGED URBAN WOMEN IN INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Imaviana Cahyani; Khairizka Citra Palupi; Adi Kurniawan; Leffiyanti Handi; Rathi Paramastri; Mertien Sa’pang
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 11, No 2 (2023): June
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.11.2.85-94

Abstract

ABSTRACTBackground: breast tumors is the single most commonly detected benign or malignant tumors among women and has now become a global health burden.Objective: This study aimed to determine the associations of eating habits and cooking methods with a breast tumor in childbearing-aged Indonesian urban women.Materials and Methods: This was a cross-sectional study using a community survey of research of non-communicable disease 2016 database from the ministry of health of Indonesia. In total,28558 women, aged 25 – 49 years old were retrieved from the database. Eating habits and cooking methods were measured using a validated food frequency questionnaire. A forward logistic regression analysis was used to examine the association of eating habits and cooking methods with the risk of breast tumors.Results: Higher education level was positively associated with the incidence of breast tumors (OR = 1.10, 95%CI: 1.01-1.20, p = 0.026). Seafood (OR = 0.88, 95% CI: 0.80-0.96, p = 0.006) and fast foods (OR = 1.10, 95% CI: 1.00-1.20, p = 0.049) were associated with the incidence of breast tumor among urban women. Roasted/smoked cooking method was positively associated with risk of breast tumor (OR = 1.27, 95%CI: 1.01 – 1.61, p = 0.043).Conclusion: Our study is the first community-based study in Indonesia investigating the association of eating habits and cooking methods with the incidence of breast tumors among childbearing-aged urban women. High intake of seafood was associated with a lower risk of breast tumors, while fast foods and roasted/smoked cooking method belief to have a detrimental effect on a breast tumor. Prospective studies are needed to confirm the present study findings.Keywords : eating habits, cooking methods, breast tumor, urban women
Body image and weight loss diet behavior are related to nutritional status in female college students Zahra Zakiyah Komarudin; Prita Dhyani Swamilaksita; Khairizka Citra Palupi; Harna Harna; Dudung Angkasa
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 4 (2023): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i4.988

Abstract

Nutritional status is an important indicator of college student health. College students are included in the age group vulnerable to nutritional problems such as decreased diet quality and excessive weight. The study aims to determine the relationship between body image, mindful eating, and weight loss diet behavior with nutritional status in female college students. The study used a cross-sectional design and was conducted among female students at Esa Unggul University in 2022. A total of 122 subjects were selected using the Proportionate Stratified Random Sampling method. Nutritional status is measured by assessing Body Mass Index (BMI). The instruments used were the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) to assess body image, the Mindful Eating Questionnaire (MEQ) to assess mindful eating, and the dietary behavior questionnaire to assess weight loss. Data were analyzed by chi-square test at CI:95%. The results showed that body image was related to thin (p= 0,004) and obese (p= 0,000) nutritional status. Dietary behavior for weight loss is associated with thin nutritional status (p= 0,010) but not with obesity (p= 0,389). In conclusion, nutritional status (BMI) is related to body image and weight loss diet behavior in female college students.
MUTU GIZI PANGAN, INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI WILAYAH LOKUS STUNTING DESA SUKAMANTRI KABUPATEN TANGERANG Hanifah, Luthfi Nur; Nadiyah, Nadiyah; Dewanti, Lintang Purwara; Palupi, Khairizka Citra; Ronitawati, Putri
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.41285

Abstract

ABSTRACTBackground: Indonesia faces nutritional problems, including nutritional anemia. One of the most susceptible groups to anemia is teenage girls, as evidenced by the still high prevalence of iron deficiency anemia in teenage girls. The behaviour of teenage girls who consume more vegetable foods than animal proteins affects haemoglobin levels, as well as teenage girls' habits defining body image make them restrict their daily intake of food, thereby causing the teenager to suffer from anemia.Objective: To determine the correlation between the nutrition quality of foods and body mass index (BMI) with haemoglobin levels in teenage girls in the Stunting Locus Area of Sukamantri Village, Tangerang Regency.Methods: Respondents to this study were teenage girls aged 12 to 18 years. The study was conducted in two primary and two secondary schools with a cross-sectional research design. Subjects 141 teenage girls were selected by multistage cluster sampling. Haemoglobin levels were measured using the Mission Hb, weight measurement using digital scales, and height using microtoise food. Nutritional quality was measured using food recall 2x24 hours. Independent variables were the nutritional quality of food and body mass index, and the dependent variable was haemoglobin levels. The bivariate analysis used the Spearman and Pearson correlation test correlation tests.Results: The average haemoglobin level is 13.0 ± 1.40 g/dL. The Z-score ratio is based on BMI-for-age -0.03 ± 1.3 z-score, and the median quality of food nutrition value of food is 62.26±1.19%. There are no significant correlations between the nutritional quality of food, body mass index and haemoglobin levels of teenage girls (p>0.05).Conclusion: The nutritional value of food, body mass index, and haemoglobin levels are not significantly correlated. Keywords: Body Mass Index; Hemoglobin; Nutritional Quality of Food; Teenage Girls ABSTRAKLatar Belakang: Indonesia menghadapi permasalahan gizi, termasuk anemia gizi. Salah satu kelompok yang paling rentan terkena anemia adalah remaja putri, hal ini dibuktikan dengan masih tingginya prevalensi anemia defisiensi besi pada remaja putri. Perilaku remaja putri yang lebih banyak mengonsumsi makanan nabati dibandingkan protein hewani mempengaruhi kadar hemoglobin, begitu pula dengan kebiasaan remaja putri. Penurunan citra tubuh membuat mereka membatasi asupan makanan sehari-hari, sehingga menyebabkan remaja tersebut menderita anemia.Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas gizi makanan dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di wilayah Lokus Stunting Desa Sukamantri Kabupaten Tangerang.Metode: Responden penelitian ini adalah remaja perempuan berusia 12 sampai 18 tahun. Penelitian dilakukan di empat sekolah, dua sekolah dasar dan dua sekolah menengah dengan desain penelitian cross-sectional.  Sebanyak 141 responden remaja putri yang dipilih secara multistage cluster sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Mission Hb, pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoise. Kualitas gizi pangan diukur menggunakan food recall 2x24 jam. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu kualitas gizi makanan dan indeks massa tubuh, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kadar hemoglobin. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi uji korelasi Spearman dan Pearson.Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin 13.0 ± 1.40 g/dL. Rasio z-score berdasarkan BMI untuk usia -0.03 ±1.3 SD dan median kualitas makanan nilai gizi makanan adalah 62.26±1.19% Tidak ada hubungan yang bermakna antara kualitas gizi makanan, indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin remaja putri (p>0.05).Simpulan: Nilai gizi makanan, indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin tidak berhubungan nyata. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh; Kadar Hemoglobin; Mutu Gizi Pangan; Remaja Putri
TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DAN CAIRAN, KUALITAS DIET, AKSES PANGAN SERTA AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PENGENDARA OJEK ONLINE TANGERANG Nurhayati, Arin Fransisca; Palupi, Khairizka Citra; Mulyani, Erry Yudhya; Ronitawati, Putri; Sitoayu, Laras; Sapa'ang, Mertien
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41223

Abstract

ABSTRACTBackground: Online motorcycle taxi drivers are one of the alternative jobs Indonesian demand with 4 million online motorcycle taxi drivers currently spread throughout Indonesia. Workers from the transportation industry also present high health problems due to overweight and obesity. Several factors can affect the nutritional status of the workforce, such as the type of activity (workload), individual labor factors (gender, age, physiological status, fitness level, and eating habits), as well as factors from the work environment (including: physical, chemical, biological, physiological, psychological science and ergonomics). Therefore, the nutritional status of online motorcycle taxis is one of the things that needs attention. Objectives: Analyze the relationship between the adequacy of nutrients and fluids, diet quality, consumption behavior and physical activity with the nutritional status of online ojek drivers in Tangerang. Methods: This study used a Cross Sectional study design. The sample size in this study was calculated using G*Power software, namely 92 samples selected by the non-probability sampling method by accidental sampling. Data on respondents' characteristics and consumption behavior were obtained from questionnaires, the level of adequacy of nutrients and fluids was obtained from the results of recall 1x24 hours for two days, diet quality was assessed from the Balanced Nutrition Index score (IGS 3-60), physical activity was calculated using the PAL form 1x24 hours. Nutritional status was obtained from anthropometric measurements. The data obtained were processed using the Pearson Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, frequency of buying food outside and nutritional status (P-value 0.000; 0.000; 0.041; 0.047). There was no significant association between protein adequacy, fiber adequacy, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and delivery frequency with nutritional status (P-value 0.636; 0.489; 0.556; 0.282; 1.00; 0.056; 0.617).Conclusion: There was a relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, and the frequency of buying food outside with nutritional status and there was no relationship between the level of adequacy of protein, fiber, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and frequency of delivery with nutritional status.Keywords: diet quality; food access; level of adequacy of nutrients and fluids; nutritional status; online motorcycle taxi; physical activity ABSTRAKLatar belakang: Pengendara ojek online merupakan salah satu alternatif pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia dengan 4 juta pengendara ojek online saat ini yang tersebar di seluruh Indonesia. Pekerja dari industri transportasi juga menyajikan permasalahan kesehatan yang tinggi karena kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karena itu, status gizi ojek online menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Tujuan: menganalisis hubungan tingkat kecukupan zat gizi dan cairan, kualitas diet, perilaku konsumsi serta aktivitas fisik dengan status gizi pengendara ojek online Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional (potong lintang). Besar sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan software G*Power yaitu 92 sampel yang dipilih dengan metode non probability sampling dengan cara accidental sampling. Data karakteristik responden dan perilaku konsumsi diperoleh dari kuesioner, tingkat kecukupan zat gizi dan cairan diperoleh dari hasil recall 1x24 jam selama 2 hari, kualitas diet dinilai dari skor Indeks Gizi Seimbang (IGS 3-60), aktivitas fisik dihitung menggunakan form PAL 1x24 jam serta status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi (p value 0,000; 0,000; 0,041; 0,047). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi (p value 0,636; 0,489; 0,556; 0,282; 1,00; 0,056; 0,617). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, dan frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi. Tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan protein, serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi.Kata Kunci: akses pangan; aktivitas fisik; kualitas diet; ojek online; status gizi; tingkat kecukupan zat gizi dan cairan
Hubungan Karakteristik Individu, Asupan Cairan, Status Hidrasi dengan Kejadian Depresi pada Ibu Hamil di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat Nadiya, Feren; Palupi, Khairizka Citra; Novianti, Anugrah; Mulyani, Erry Yudhya; Nadiyah, Nadiyah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 02 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i02.6986

Abstract

Kehamilan adalah masa-masa teristimewa yang dialami seorang wanita, masa dimana ia akan menjadi seorang ibu, masa dimana dalam rahimnya ada nyawa yang harus dijaga dan dilindungi. Di Indonesia populasi ibu hamil mencapai 5.290.235 (7.65%) dari populasi wanita usia subur yang ada sebanyak 69.148.825 orang (Kemenkes, 2015). Penelitian yang dilakukan oleh Gani, dkk (2014) menunjukkan bahwa prevalensi ibu hamil dengan gangguan depresi sebanyak 7-25% dan dapat terjadi dalam tahapan kehamilan trimester I (7,4%) trimester II (12,8%) dan pada trimester III (12,0%). Depresi pada ibu hamil terjadi beberapa faktor yang mempengaruhi depresi dalam kehamilan yaitu faktor fisik/biologis, faktor psikologis dan faktor sosial budaya dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan karakteristik individu, asupan cairan, status hidrasi dengan kejadian depresi pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.Penelitian ini melibatkan 50 ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk sebagai responden dengan pengambilan sample melalui teknik accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian depresi (p=0,683), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan kejadian depresi (p=1,000), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan cairan dengan kejadian depresi (p=0,706), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status hidrasi dengan kejadian depresi (p=1,000).