Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Agroteksos

APLIKASI JENIS MULSA ORGANIK DAN INTENSITAS PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Rohanah, Siti; Firnia, Dewi; Roidelindho, Kiki; Rohmawati, Imas
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis mulsa organik dan intensitas penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) di Banten. Kajian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktorial 3 taraf jenis mulsa organik dan 3 taraf intensitas penyiraman, diulang sebanyak 3 kali. Hasil pengamatan mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot biji basah, dan bobot biji kering. Analisis menunjukkan bahwa jenis mulsa organik jerami padi berpengaruh pada beberapa parameter pertumbuhan tanaman, sementara intensitas penyiraman setiap hari memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil tanaman. Interaksi antara jenis mulsa organik dan intensitas penyiraman tidak diamati dalam penelitian ini.
PENGARUH JENIS SUMBU DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa subsp. L) VARIETAS MASBRO SECARA HIDROPONIK SISTEM WICK Juniarti, Bela; Ritawati, Sri; Roidelindho, Kiki; Fatmawaty, Andi Apriany
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1122

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni menentukan jenis sumbu dan media tanam yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi apakah terdapat interaksi antara jenis sumbu dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Kajian merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu Banten (Sitandu Banten), Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, dari bulan Februari hingga April 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sumbu dan media tanam dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Jenis sumbu kain flannel (N1) memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot kering. Perlakuan jenis sumbu kain wol (M4) dan media tanam rockwool lebih efisien digunakan untuk pertumbuhan pakcoy. Perlakuan media tanam menunjukkan hasil terbaik terhadap parameter jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan tinggi tanaman. Terdapat interaksi antara jenis sumbu dan media tanam terhadap jumlah klorofil, sedangkan pada parameter lainnya tidak terdapat interaksi antara jenis sumbu dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy.
RESPON TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP PERBEDAAN KONSENTRASI GANDASIL D DAN JENIS SUMBU SECARA HIDROPONIK Pambudi, Setyo; Ritawati, Sri; Roidelindho, Kiki; Romdhonah, Yayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1203

Abstract

The increasing demand for vegetables is not matched by the expansion of agricultural land, hydroponic farming systems is a perfect solution to solve this problem. Using Gandasil D fertilizer can help plants to imporve the quality of production, especially in the leaf part. This research aims to determine the response of red amaranth (Amaranthus tricolor L.) to the different concentrations of Gandasil D fertilizer and wick types in hydroponic system using the wick system method. The experimental design used in this study was a Factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors. The first factor was the concentration of Gandasil D fertilizer, there were four levels of concentration: 0 g/L, 2 g/L, 3 g/L, and 4 g/L. The second factors was the type of wick, which consisted of three levels: stove wick, flannel wick, and wool wick. The results is Gandasil D fertilizer at 2 g/L significantly increased plant height at 21 and 28 Days After Sowing (DAS), measuring (12,94 cm) and (18,53 cm). The application of Gandasil D fertilzer at 4 g/L produced the highest results for fresh and dry weight at (13,80 grams) and (9,58 grams).
APLIKASI INTERVAL PENYIRAMAN DAN KONSENTRASI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN DARI AKAR RUMPUT GAJAH TERHADAP HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Rismansyah, Firza Nur; Saylendra, Andree; Roidelindho, Kiki; Fatmawaty, Andi Apriany
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1220

Abstract

Produksi bawang merah mengalami fluktuasi akibat pemberian nutrisi kurang optimal. Pupuk PGPR mampu meningkatkan nutrisi dari proses yang dilakukan oleh bakteri perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman dan konsentrasi pemacu pertumbuhan tanaman dari akar rumput gajah terhadap hasil bawang merah. Kajian merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 taraf interval penyiraman PGPR: 1 minggu sekali (P1), 2 minggu sekali (P2), 3 minggu sekali (P3) dan 4 taraf konsentrasi PGPR akar rumput gajah: 0 ml/1.000 ml air (G0), 10 ml/1.000 ml air (G2), 20 ml/1.000 ml air (G2), 30 ml/1.000 ml air (G3). Hasil penelitian menunjukkan interval penyiraman PGPR 2 minggu sekali (P2) memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, panjang akar, serta bobot basah umbi per rumpun. Perlakuan konsentrasi PGPR akar rumput gajah 20 ml/1.000 ml air (G­2) memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, panjang akar, serta bobot basah umbi per rumpun. Terdapat pengaruh interaksi antara kombinasi interval penyiraman dan konsentrasi PGPR akar rumput gajah terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun pada, panjang akar, dan bobot basah umbi.
PERTUMBUHAN 2 VARIETAS CABAI (Capsicum annum L.) DAN UJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN KONSENTRASI EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos L. Corr) SEBAGAI PESTISIDA NABATI HAMA KUTU DAUN (Aphis gossypii Glover) Rosifah, Rosifah; Susiyanti, Susiyanti; Roidelindho, Kiki; Saylendra, Andree
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1318

Abstract

Cabai merupakan komoditas pertanian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Permasalah yang sering terjadi pada tanaman cabai di petani adalah adanya serangan hama. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman cabai adalah hama kutu daun (Aphis sp.). Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama yang menyerang daun pada tanaman cabai. Penggunaan pestisida nabati merupakan cara untuk menanggulangi masalah kutu daun. Salah satu pestisida nabati yang dapat digunakan adalah pestisida buah maja. Buah maja, (Aegle marmelos) adalah salah satu contoh tanaman yang keberadaannya kurang diperhatikan, padahal buah ini memiliki kandungan saponin dan tannin yang tidak disukai oleh hama tanaman, salah satunya adalah hama kutu daun yang menyerang tanaman cabai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pemberian ekstrak buah maja dalam pengendalian hama kutu daun, pada tanaman cabai merah varietas taro dan cabai rawit varietas pelita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi konsentrasi ekstrak buah maja 20% berpengaruh nyata terhadap parameter mortalitas hama pada 9 Hari Setelah Aplikasi (HSA), masing-masing konsentrasi ekstrak buah maja juga berpengaruh nyata terhadap parameter laju kematian hama dan tingkat kerusakan tanaman, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun.